Ukuran penis, bagi para pria adalah persoalan besar. Ukuran, buat mereka akan menunjukkan suatu "supremasi" -khususnya di kalangan mereka sendiri. Ukuran, juga akan menjadi semacam penentu apakah mereka mampu memuaskan pasangan atau tidak.
Anda tentu tak punya semacam metal detector yang bisa mendeteksi, pria mana yang memiliki big size, dan mana yang mempunyai small size. Namun, tanpa detektor pun, kita bisa kok mengetahui apakah seorang pria termasuk "Mr Mini P". Beberapa wanita menyampaikan tanda-tanda menarik berikut, dan coba lihat apakah Anda juga bisa mendeteksinya.
Egonya besar
Pria dengan "mini P" disebut-sebut memiliki ego yang besar, karena seumur hidupnya harus bertahan di tengah-tengah kaum pria yang umumnya dianggap jantan bila memiliki "perangkat yang besar". Oleh karena itu, ia harus menciptakan suatu ilusi bahwa, meskipun miliknya tidak besar, ia lebih berharga daripada emas. Pria seperti ini umumnya memiliki gaya hidup mewah, dengan mobil atau gadget-gadget yang melebihi apa yang dimiliki pria lain dengan ukuran penis rata-rata. Mereka umumnya juga memiliki jaringan pertemanan yang luas.
Juara seks oral
Ini namanya adil. Mr Mini P biasanya tahu bagaimana mengkompensasi ketidakberuntungannya tadi dengan menguasai keahlian lain: lidahnya. Ia mahir sekali bermain dengan lidahnya, dan tak jarang mampu memuaskan pasangannya hanya dengan cara seks oral ini. Namun jika ia mampu menjelajahi segala sudut daerah intim pasangannya, dan membuat pasangannya cukup panas dan siap melanjutkan sesi berikutnya, saat terjadi intercourse si wanita tentu tak akan sadar sebesar apa penis pasangannya.
Tak pernah membahas topik seputar penis
Tentu saja, untuk apa pria seperti ini mengangkat topik obrolan seputar penis, jika kemudian ia harus membuktikan bahwa "perangkatnya" sendiri cukup hebat untuk dibicarakan? Sebaliknya, ia lebih suka menceritakan pengalaman hebat lain, seperti ketika pelipisnya robek saat terlibat tawuran di sekolah, atau betapa ia pernah diganggu hantu ketika sedang lembur di kantor.
Pendek kata, Mr Mini P tak akan pernah bercerita seputar penis, karena pria umumnya tidak suka membicarakan hal-hal yang mengganggu mereka. Hal ini tentu berbeda dengan kita, yang dengan santainya akan mengatakan pada teman-teman di kantor, "Ah, dada gue tipis begini, pakai push up bra juga enggak nolong!"
Prinsipnya, "Size doesn't matter"
Mr Mini P biasanya akan mulai melontarkan konsep bahwa "size doesn't matter". Sesuatu yang kecil sebaiknya jangan dijadikan patokan, begitu menurutnya. Katanya sih, justru karena ia sadar bahwa "his size does matter", ia berusaha bertahan dengan berusaha mengubah pemikiran para wanita yang kebetulan belum pernah bertemu Mr Maxi P. Ia akan mengatakan, "Bukan ukuran kapalnya yang penting, tetapi bagaimana gerakannya di laut?" Hm... Anda tahu kan, bagaimana terjemahan analogi ini dalam urusan Mr P-nya?
KOMPAS.com
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 4. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 April 2010
4 Teknik Penunda Ejakulasi
Ejakulasi dini atau "junior" yang terlalu cepat "selesai" menempati urutan kedua setelah disfungsi ereksi sebagai gangguan seksual yang paling sering dialami pria. Masalah seksual ini juga mencemaskan para pria karena takut dibilang tidak perkasa.
Seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini (ED) bila ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. Menurut dr.Andi Riyanto, Sp.RM, dari RS. Pantiwilasa Citarum, Semarang, pada kondisi normal, seseorang biasanya mampu ejakulasi dan penetrasi selama 5-10 menit.
Ejakulasi dini dibagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder. "ED primer terjadi bila sejak awal ia berhubungan seks tidak dapat mengontrol ejakulasinya," katanya. Sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir ini tidak dapat mengontrolnya karena suatu sebab.
Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. "Ini merupakan latihan untuk mengontrol ejakulasi yang dilakukan dengan bantuan istri," paparnya.
Pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik start and stop, serta teknik squeeze (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.
Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.
1. Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan. Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa ingin ejakulasi reda.
2. Dengan posisi wanita di atas, suami melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.
3. Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.
4. Bila suami sudah mulai bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. Lalu diulangi lagi.
Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.
Untuk menunjang terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda ejakulasi.
KOMPAS.com
Seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini (ED) bila ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. Menurut dr.Andi Riyanto, Sp.RM, dari RS. Pantiwilasa Citarum, Semarang, pada kondisi normal, seseorang biasanya mampu ejakulasi dan penetrasi selama 5-10 menit.
Ejakulasi dini dibagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder. "ED primer terjadi bila sejak awal ia berhubungan seks tidak dapat mengontrol ejakulasinya," katanya. Sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir ini tidak dapat mengontrolnya karena suatu sebab.
Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. "Ini merupakan latihan untuk mengontrol ejakulasi yang dilakukan dengan bantuan istri," paparnya.
Pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik start and stop, serta teknik squeeze (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.
Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.
1. Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan. Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa ingin ejakulasi reda.
2. Dengan posisi wanita di atas, suami melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.
3. Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.
4. Bila suami sudah mulai bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. Lalu diulangi lagi.
Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.
Untuk menunjang terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda ejakulasi.
KOMPAS.com
Rabu, 31 Maret 2010
4 Ciuman Sehari Bikin Perkawinan Tetap "Hot"
Apa kunci perkawinan yang bahagia? Survei yang digelar situs perencanaan pernikahan di Inggris, www.confetti.co.uk, menunjukkan resepnya: berbagi hobi, berciuman empat kali dalam sehari, mengatakan "I love you" setiap hari, dan menikmati dua kali dinner romantis dalam sebulan.
Para peneliti juga mendapati bahwa pasangan yang hidup bersama hingga dipisahkan kematian biasanya bertemu melalui teman-teman, dan menikah setelah 3,5 tahun berpacaran. Wow...!
Survei yang melibatkan 3.000 orang menikah ini memang dirancang untuk menemukan rahasia menjaga keharmonisan rumah tangga. "Penelitian ini menunjukkan bahwa ada banyak komponen yang menghasilkan perkawinan yang sempurna, termasuk selisih usia ideal, lama pacaran, dan waktu untuk menikah," ujar Carol Richardson, dari Confetti.co.uk.
Dari survei tersebut juga terlihat bahwa pasangan menikah pada usia yang lebih matang, sebagian disebabkan karena perempuan mendahulukan kariernya saat ini. Akibatnya, kehidupan percintaan dan pernikahan menjadi hal kedua yang mereka pikirkan.
Mengenai selisih usia ideal, usia pria yang lebih tua masih dianggap lebih aman, karena biasanya secara emosional dan finansial mereka sudah lebih stabil. Pernikahan yang paling panjang usia adalah jika pihak pria menikah pada usia 31 tahun (dan dua tahun tiga bulan lebih tua dari pasangannya).
"Ketika masa-masa pengantin baru berlalu, studi menunjukkan betapa pentingnya menjaga percikan cinta dengan mencium, memeluk, dan kencan romantis secara teratur," lanjut Richardson.
Percikan cinta bisa terus dihidupkan dengan saling berhubungan tiap hari (meskipun masing-masing sedang berada di kantor), entah melalui telepon, SMS, atau email. Mengungkapkan rasa sayang dengan kata "I love you", berpelukan di sofa tiga malam dalam seminggu, dan bercinta tiga kali seminggu, juga amat dibutuhkan.
Namun resep paling sederhana yang ditemukan dalam survei ini adalah, pasangan memiliki dua hobi yang sama. Dengan demikian, masing-masing bisa tetap bersosialisasi dengan teman-temannya, dua kali dalam sebulan.
Anda ingin mencoba?
KOMPAS.com
Para peneliti juga mendapati bahwa pasangan yang hidup bersama hingga dipisahkan kematian biasanya bertemu melalui teman-teman, dan menikah setelah 3,5 tahun berpacaran. Wow...!
Survei yang melibatkan 3.000 orang menikah ini memang dirancang untuk menemukan rahasia menjaga keharmonisan rumah tangga. "Penelitian ini menunjukkan bahwa ada banyak komponen yang menghasilkan perkawinan yang sempurna, termasuk selisih usia ideal, lama pacaran, dan waktu untuk menikah," ujar Carol Richardson, dari Confetti.co.uk.
Dari survei tersebut juga terlihat bahwa pasangan menikah pada usia yang lebih matang, sebagian disebabkan karena perempuan mendahulukan kariernya saat ini. Akibatnya, kehidupan percintaan dan pernikahan menjadi hal kedua yang mereka pikirkan.
Mengenai selisih usia ideal, usia pria yang lebih tua masih dianggap lebih aman, karena biasanya secara emosional dan finansial mereka sudah lebih stabil. Pernikahan yang paling panjang usia adalah jika pihak pria menikah pada usia 31 tahun (dan dua tahun tiga bulan lebih tua dari pasangannya).
"Ketika masa-masa pengantin baru berlalu, studi menunjukkan betapa pentingnya menjaga percikan cinta dengan mencium, memeluk, dan kencan romantis secara teratur," lanjut Richardson.
Percikan cinta bisa terus dihidupkan dengan saling berhubungan tiap hari (meskipun masing-masing sedang berada di kantor), entah melalui telepon, SMS, atau email. Mengungkapkan rasa sayang dengan kata "I love you", berpelukan di sofa tiga malam dalam seminggu, dan bercinta tiga kali seminggu, juga amat dibutuhkan.
Namun resep paling sederhana yang ditemukan dalam survei ini adalah, pasangan memiliki dua hobi yang sama. Dengan demikian, masing-masing bisa tetap bersosialisasi dengan teman-temannya, dua kali dalam sebulan.
Anda ingin mencoba?
KOMPAS.com
Label:
4,
Bikin,
Ciuman,
Ciuman Sehari,
Hot,
Mr cinta,
Perkawinan,
Sehari,
Tetap
Kamis, 25 Maret 2010
4 Terapi Obati Kanker Kolorektal
OkeZone.com - DENGAN pola makan yang baik, yaitu mengonsumsi makanan tinggi serat dan tinggi protein, mengurangi konsumsi daging merah dan lemak jenuh yang berasal dari hewani. Anda bisa memperkecil risiko terjangkit kanker kolorektal.
Melakukan olahraga secara rutin, dan menggunakan obat-obat chemoprevention seperti Aspirin dan golongan obat-obat anti-inflamasi non-steroid, juga merupakan langkah pencegahan kanker kolorektal.
Seperti telah diberitakan okezone sebelumnya, kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau disebut adenoma, yang pada awalnya membentuk polip.
Polip dapat diangkat dengan mudah namun sering kali adenoma tidak menampakkan gejala apapun, sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama dan pada kondisi tertentu berpotensi menjadi kanker yang dapat terjadi pada semua bagian dari usus besar.
Kanker kolorektal ini dapat menyebar keluar jaringan usus besar dan ke bagian tubuh lainnya. Dan di Indonesia sendiri, kini kanker kolorektal mengalami peningkatan yang cukup pesat.
Perdarahan pada usus besar, ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air besar, dan perubahan kebiasaan buang air besar meliputi frekuensi dan konsistensi buang air besar (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas -berlangsung lebih dari enam pekan- merupakan gejala Anda terjangkit kanker kolorektal.
Gejala kanker kolorektal lainnya juga bisa Anda deteksi sendiri. Bila Anda mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sering merasa sakit di perut atau bagian belakang, dan perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar, bisa jadi Anda positif terjangkit kanker kolorektal.
Bila sudah melakukan pemeriksaan ke dokter, dan hasilnya memang positif. Ada beberapa pilihan terapi untuk mengobati kanker kolorektal. Apa saja? Berikut ini DR dr Aru Wisaksono Sudono SpPD KHOM, ahli kanker terkemuka di Indonesia memaparkannya untuk Anda.
Pembedahan atau operasi
Tindakan ini paling umum dilakukan untuk jenis kanker yang terlokalisir dan dapat diobati.
Radioterapi atau radiasi
Tergantung pada letak atau posisi dan ukuran tumor, radioterapi hanya digunakan untuk tumor pada rektum, sehingga mempermudah pengambilannya saat operasi. Radioterapi juga bisa diberikan setelah pembedahan untuk membersihkan sel kanker yang mungkin masih tersisa.
Kemoterapi
Kemoterapi menghancurkan sel kanker dengan cara merusak kemampuan sel kanker untuk berkembang biak. Pada beberapa kasus kemoterapi diperlukan untuk memastikan kanker telah hilang dan tak akan muncul lagi. Salah satu pilihan kemoterapi yang banyak digunakan adalah Capecitabine (Xeloda), kemoterapi berbentuk tablet yang pertama di dunia.
Capecitabine adalah tablet yang bekerja menyerang sel kanker saja tanpa menimbulkan ketidaknyamanan dan bahaya seperti pada kemoterapi infus konvensional.
Kenapa harus dilakukan kemoterapi?
"Sel kanker tidak bisa mati pada waktunya, mendesak sel-sel sehat, lepas kendali dalam pertumbuhan. Operasi tidak bisa menjamin 1 sel yang ketinggalan, dan tidak terambil. Tidak pernah ada penelitian bersih 100 persen," ujar dr Aru yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia dalam acara media workshop ”Kanker Kolorektal” yang diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Terapi Fokus Sasaran (Targeted Therapy)
Salah satu jenis terapi fokus sasaran adalah antibodi monoklonal. Antibodi ada dalam tubuh kita sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh yang disebut sistem kekebalan (sistem imun) yang berfungsi melawan penyebab penyakit seperti bakteri.
Antibodi monoklonal dapat bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh alamiah untuk secara khusus menyerang sel kanker. Terapi ini dapat digunakan secara tunggal, atau kombinasi dengan kemoterapi. Salah satu terapi antibodi monoklonal adalah Bevacizumab (dipasarkan dengan nama Avastin) yang bekerja dengan ara menghambat pasokan darah ke tumor sehingga menghambat pertumbuhan tumor, memperkecil ukuran tumor, dan mematikannya.
Label:
4,
Kanker,
Kanker Kolorektal,
kesehatan,
Kolorektal,
Obati,
Obati Kanker,
Terapi
Rabu, 24 Maret 2010
4 Kalimat Ampuh untuk Akhiri Hubungan
VIVAnews - Ada beberapa kalimat yang biasa diungkapkan para pasangan saat ingin mengakhiri hubungan percintaan. Bahkan terkadang kata-kata yang diucapkan menjadi kalimat yang pasaran dan klise. Karena, pada intinya, mereka yang berniat mengakhiri hubungan cinta biasanya disebabkan sudah tidak ada kecocokan dengan pasangan atau alasan lain.
Beberapa pernyataan yang lebih klise sering disalahpahami sebagai alasan untuk keluar dari suatu hubungan. Berikut ini beberapa kalimat klise tapi seringkali ampuh ketika memutuskan hubungan:
1. "Aku tidak mencintaimu lagi"
Pernyataan ini merupakan pernyataan yang cukup menyakitkan. Tapi, biasanya cukup ampuh membuat pihak yang diputuskan menyadari hubungan tidak lagi berjalan mulus.
2. "Lebih baik kita berpisah, karena aku bukan pilihan tepat buat kamu"
Kalimat ini bermaksud mengungkapkan bahwa Anda tidak ingin menyulitkan pasangan, dan benar-benar ingin keluar dari hubungan tersebut. Jika niat Anda memang baik, Anda tentu ingin pasangan lebih bahagia.
3. "Hubungan ini tidak berjalan sesuai rencanaku"
Kita semua memiliki harapan dalam sebuah hubungan. Harapan yang tak terpenuhi seringkali membuat hubungan hambar, yang berujung pada perpisahan
4."Kita adalah dua kepribadian yang berbeda. Kita tidak ada kecocokan"
Ketika Anda tidak merasa nyaman dengan karakter asli pasangan, tidak ada salahnya untuk menyampaikan hal itu padanya. Kejujuran selalu menjadi kebijakan terbaik.
Beberapa pernyataan yang lebih klise sering disalahpahami sebagai alasan untuk keluar dari suatu hubungan. Berikut ini beberapa kalimat klise tapi seringkali ampuh ketika memutuskan hubungan:
1. "Aku tidak mencintaimu lagi"
Pernyataan ini merupakan pernyataan yang cukup menyakitkan. Tapi, biasanya cukup ampuh membuat pihak yang diputuskan menyadari hubungan tidak lagi berjalan mulus.
2. "Lebih baik kita berpisah, karena aku bukan pilihan tepat buat kamu"
Kalimat ini bermaksud mengungkapkan bahwa Anda tidak ingin menyulitkan pasangan, dan benar-benar ingin keluar dari hubungan tersebut. Jika niat Anda memang baik, Anda tentu ingin pasangan lebih bahagia.
3. "Hubungan ini tidak berjalan sesuai rencanaku"
Kita semua memiliki harapan dalam sebuah hubungan. Harapan yang tak terpenuhi seringkali membuat hubungan hambar, yang berujung pada perpisahan
4."Kita adalah dua kepribadian yang berbeda. Kita tidak ada kecocokan"
Ketika Anda tidak merasa nyaman dengan karakter asli pasangan, tidak ada salahnya untuk menyampaikan hal itu padanya. Kejujuran selalu menjadi kebijakan terbaik.
4 Teknik Penunda Ejakulasi
KOMPAS.com - Ejakulasi dini atau "junior" yang terlalu cepat "selesai" menempati urutan kedua setelah disfungsi ereksi sebagai gangguan seksual yang paling sering dialami pria. Masalah seksual ini juga mencemaskan para pria karena takut dibilang tidak perkasa.
Seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini (ED) bila ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. Menurut dr.Andi Riyanto, Sp.RM, dari RS. Pantiwilasa Citarum, Semarang, pada kondisi normal, seseorang biasanya mampu ejakulasi dan penetrasi selama 5-10 menit.
Ejakulasi dini dibagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder. "ED primer terjadi bila sejak awal ia berhubungan seks tidak dapat mengontrol ejakulasinya," katanya. Sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir ini tidak dapat mengontrolnya karena suatu sebab.
Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. "Ini merupakan latihan untuk mengontrol ejakulasi yang dilakukan dengan bantuan istri," paparnya.
Pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik start and stop, serta teknik squeeze (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.
Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.
1. Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan. Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa ingin ejakulasi reda.
2. Dengan posisi wanita di atas, suami melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.
3. Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.
4. Bila suami sudah mulai bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. Lalu diulangi lagi.
Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.
Untuk menunjang terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda ejakulasi.
Seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini (ED) bila ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. Menurut dr.Andi Riyanto, Sp.RM, dari RS. Pantiwilasa Citarum, Semarang, pada kondisi normal, seseorang biasanya mampu ejakulasi dan penetrasi selama 5-10 menit.
Ejakulasi dini dibagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder. "ED primer terjadi bila sejak awal ia berhubungan seks tidak dapat mengontrol ejakulasinya," katanya. Sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir ini tidak dapat mengontrolnya karena suatu sebab.
Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. "Ini merupakan latihan untuk mengontrol ejakulasi yang dilakukan dengan bantuan istri," paparnya.
Pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik start and stop, serta teknik squeeze (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.
Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.
1. Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan. Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa ingin ejakulasi reda.
2. Dengan posisi wanita di atas, suami melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.
3. Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.
4. Bila suami sudah mulai bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. Lalu diulangi lagi.
Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.
Untuk menunjang terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda ejakulasi.
Selasa, 23 Maret 2010
Salah Kaprah 4 Sehat 5 Sempurna
Kompas - Masyarakat salah kaprah dalam memahami slogan ”4 Sehat 5 Sempurna”. Salah satu penyebabnya adalah adanya buku pelajaran yang salah menjelaskan konsep pola makan sehat.
Hal itu disampaikan pengajar Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr dr Endang Achadi MPH, selaku pembicara dalam Simposium Gizi Internasional 2009 dan Konferensi Gizi Klinik Asia Pasifik Ke-6 di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/10).
Menurut dia, kesalahpahaman masyarakat tergambar dari hasil penelitian pemahaman masyarakat tentang diet berimbang yang dilakukan di 10 kabupaten/kota di Indonesia pada 2009.
”Responden antara lain 100 siswa SD kelas IV dan V. Sebagian besar siswa menganggap diet seimbang adalah 4 sehat 5 sempurna. Mereka tahu vitamin itu penting, tetapi ada siswa yang berpendapat, buah-buahan yang murah tidak bervitamin, sementara buah mahal itu bervitamin. Yang paling mengkhawatirkan, para siswa itu menganggap susu lengkap,” kata Endang.
Ada murid tidak menganggap sumber karbohidrat selain nasi bisa dikonsumsi untuk menggantikan nasi. ”Mi, misalnya, dianggap sebagai lauk dan semua siswa jajan di sekolah,” katanya.
Para orangtua dan guru memahami diet seimbang sebagai 4 sehat 5 sempurna. ”Ada buku pelajaran IPA untuk kelas III dan kelas V mendefinisikan diet seimbang sebagai 4 sehat 5 sempurna. Tak ada penjelasan bahwa diet seimbang meliputi olahraga, atau minum banyak air. Ada buku menyatakan, anak harus minum susu karena kandungan gizi sayur berkurang saat dimasak. Timbul kesan, kandungan gizi susu tak berubah saat dimasak,” katanya.
Abstrak
Selaku penanya, ahli gizi dari Universitas Indonesia, Prof Dr Walujo Soerjodibroto Msc PhD SpGk(K) mengingatkan, slogan 4 Sehat 5 Sempurna adalah konsep gizi paling dikenal masyarakat dan memberi arahan tentang pola makan sehat. Konsep diet seimbang terlalu abstrak, teknis, juga bagi para ahli gizi.
”Kita selalu mengatakan, ibu hamil harus jalani diet seimbang, penderita penyakit tertentu jalani diet seimbang. Lalu apa pengertian diet seimbang? Jangan-jangan itu istilah yang tidak berarti apa-apa,” kata Walujo.
Dia menyatakan, dia bukan menolak pelurusan pemahaman pola makan dan hidup sehat, tetapi para ahli gizi seharusnya memberi arahan pola hidup yang lebih konkret daripada memakai istilah ”diet berimbang”.
”Saya tidak mengatakan konsep 4 Sehat 5 Sempurna itu sudah bagus. Namun, membuang konsep 4 Sehat 5 Sempurna dan menggantinya dengan konsep diet seimbang justru membingungkan. Istilah diet seimbang tidak memberikan acuan perilaku apa pun. Adapun 4 Sehat 5 Sempurna setidaknya memberikan arahan perilaku. Mungkin pengertian ’5 Sempurna’ itu yang perlu diganti, agar tidak menimbulkan persepsi, tidak minum susu itu tidak sehat,” kata Walujo.
Langganan:
Postingan (Atom)