Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Beauty Sleep: Pengaruhnya Besar Enggak, Sih

Anda pernah begadang dan mengurangi waktu tidur di malam hari selama beberapa hari berturut-turut? Seperti apa penampilan alami Anda di pagi hari? Mata Anda akan terlihat ada cekung, bengkak,  kulit Anda terlihat kusam, dan Anda pun merasa seperti 20 tahun lebih tua.

Tidur bukan hanya berarti saat Anda menghentikan aktivitas karena di luar sudah gelap. Tidur itu sangat penting bagi tubuh, terang Lisa Shives, MD, DABSM, pemilik Northshore Sleep Medicine, di Chicago. Menurutnya, semua mahluk hidup perlu waktu untuk tidur. Tidur adalah saat restoratif bagi tubuh. Ya, kita semua tahu itu. Tapi, mengapa dan apa hubungannya dengan kesehatan?

 Saat ini kita makin mengetahui bahwa kekurangan tidur secara kronis bisa membuat kondisi yang pada puncaknya akan menyerupai proses penuaan. Sebuah studi yang meminta respondennya mengurangi waktu tidur menemukan bahwa dengan cepat, tubuh orang yang kekurangan tidur mengalami perubahan metabolisme dan fungsi endokrin, termasuk peningkatan tingkat hormon kortisol, gangguan fungsi imun dan tiroid, juga tanda-tanda awal diabetes.

Kekurangan Tidur dan Penampilan

Banyak peneliti yang mencari tahu efek merugikan dari kekurangan tidur pada kesehatan (juga manfaat dari tidur cukup dan nyenyak), tapi tak banyak yang meneliti mengenai kaitannya dengan penampilan. Tapi dari temuan hubungan antara kekurangan tidur dan kesehatan bisa dikaitkan dengan  dampaknya pada penampilan.

Sel tubuh manusia memperbaiki diri saat kita sedang tidur. Tidur merupakan waktu restoratif dari seluruh bagian tubuh kita dan sistemnya. Hal ini juga termasuk pada sel tubuh di kulit.

- Hormon pertumbuhan memuncak saat kita mencapai titik tidur paling dalam dan membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh. Kekurangan waktu tidur akan mengganggu proses tersebut.

- Saat kita tidur, tubuh menghasilkan kolagen. Kolagen menjaga kelembaban pada kulit. Ketika kulit mengalami dehidrasi, maka tampilannya akan terlihat kusam, kering, dan tua.

- Tahapan terdalam tidur seseorang diketahui sebagai fase delta. Ini adalah ketika hormon pertumbuhan tubuh memperbaiki sel dan jaringan.

- Sistem tubuh yang kurang baik tak hanya berarti akan lebih mudah terserang flu, tapi juga akan memengaruhi kulit Anda. Tak jarang, ketika sistem tubuh dan imun tubuh sedang menurun, Anda akan melihat adanya ruam-ruam pada kulit.

Tidur adalah saat restoratif fungsi kognitif dan emosional kita. Kita butuh waktu tidur untuk merasa tenang dan nyaman, baik di dalam dan luar tubuh.

Meski sudah banyak literatur dan pemberitaan mengenai keuntungan tidur cukup dan nyenyak, serta dampak buruk kekurangan tidur, tetap saja kita mengabaikan waktu tidur. Belakangan ini, semakin banyak orang mengurangi waktu tidur 1-2 jam per harinya. Ini adalah sebuah perubahan besar di dalam sistem tubuh kita. Setiap orang berfokus pada kebugaran lewat olahraga dan menu makan sehat, tapi melupakan bahwa waktu tidur pun memiliki peran penting. Anda mungkin berpikir bahwa tak masalah melewatkan waktu tidur sesekali. Tetapi nyatanya, hal itu akan berpengaruh pada Anda di kemudian hari.

Tanda-tanda awal kekurangan tidur adalah mata bengkak, lingkar hitam di sekitar mata, dan kulit yang kusam. Ketika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, jangan langsung lari ke konter kosmetik dan membeli produk yang mengatakan bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut, karena bisa jadi, masalah utamanya adalah Anda kekurangan tidur. Cobalah mengatur waktu tidur Anda. Rata-rata, orang dewasa memerlukan waktu 7-9 jam tidur nyenyak di malam hari, inilah yang dimaksud dengan pakar kecantikan sebagai beauty sleep.Anda pernah begadang dan mengurangi waktu tidur di malam hari selama beberapa hari berturut-turut? Seperti apa penampilan alami Anda di pagi hari? Mata Anda akan terlihat ada cekung, bengkak,  kulit Anda terlihat kusam, dan Anda pun merasa seperti 20 tahun lebih tua.

Tidur bukan hanya berarti saat Anda menghentikan aktivitas karena di luar sudah gelap. Tidur itu sangat penting bagi tubuh, terang Lisa Shives, MD, DABSM, pemilik Northshore Sleep Medicine, di Chicago. Menurutnya, semua mahluk hidup perlu waktu untuk tidur. Tidur adalah saat restoratif bagi tubuh. Ya, kita semua tahu itu. Tapi, mengapa dan apa hubungannya dengan kesehatan?

 Saat ini kita makin mengetahui bahwa kekurangan tidur secara kronis bisa membuat kondisi yang pada puncaknya akan menyerupai proses penuaan. Sebuah studi yang meminta respondennya mengurangi waktu tidur menemukan bahwa dengan cepat, tubuh orang yang kekurangan tidur mengalami perubahan metabolisme dan fungsi endokrin, termasuk peningkatan tingkat hormon kortisol, gangguan fungsi imun dan tiroid, juga tanda-tanda awal diabetes.

Kekurangan Tidur dan Penampilan

Banyak peneliti yang mencari tahu efek merugikan dari kekurangan tidur pada kesehatan (juga manfaat dari tidur cukup dan nyenyak), tapi tak banyak yang meneliti mengenai kaitannya dengan penampilan. Tapi dari temuan hubungan antara kekurangan tidur dan kesehatan bisa dikaitkan dengan  dampaknya pada penampilan.

Sel tubuh manusia memperbaiki diri saat kita sedang tidur. Tidur merupakan waktu restoratif dari seluruh bagian tubuh kita dan sistemnya. Hal ini juga termasuk pada sel tubuh di kulit.

- Hormon pertumbuhan memuncak saat kita mencapai titik tidur paling dalam dan membantu memperbaiki sel dan jaringan tubuh. Kekurangan waktu tidur akan mengganggu proses tersebut.

- Saat kita tidur, tubuh menghasilkan kolagen. Kolagen menjaga kelembaban pada kulit. Ketika kulit mengalami dehidrasi, maka tampilannya akan terlihat kusam, kering, dan tua.

- Tahapan terdalam tidur seseorang diketahui sebagai fase delta. Ini adalah ketika hormon pertumbuhan tubuh memperbaiki sel dan jaringan.

- Sistem tubuh yang kurang baik tak hanya berarti akan lebih mudah terserang flu, tapi juga akan memengaruhi kulit Anda. Tak jarang, ketika sistem tubuh dan imun tubuh sedang menurun, Anda akan melihat adanya ruam-ruam pada kulit.

Tidur adalah saat restoratif fungsi kognitif dan emosional kita. Kita butuh waktu tidur untuk merasa tenang dan nyaman, baik di dalam dan luar tubuh.

Meski sudah banyak literatur dan pemberitaan mengenai keuntungan tidur cukup dan nyenyak, serta dampak buruk kekurangan tidur, tetap saja kita mengabaikan waktu tidur. Belakangan ini, semakin banyak orang mengurangi waktu tidur 1-2 jam per harinya. Ini adalah sebuah perubahan besar di dalam sistem tubuh kita. Setiap orang berfokus pada kebugaran lewat olahraga dan menu makan sehat, tapi melupakan bahwa waktu tidur pun memiliki peran penting. Anda mungkin berpikir bahwa tak masalah melewatkan waktu tidur sesekali. Tetapi nyatanya, hal itu akan berpengaruh pada Anda di kemudian hari.

Tanda-tanda awal kekurangan tidur adalah mata bengkak, lingkar hitam di sekitar mata, dan kulit yang kusam. Ketika Anda melihat adanya tanda-tanda ini, jangan langsung lari ke konter kosmetik dan membeli produk yang mengatakan bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut, karena bisa jadi, masalah utamanya adalah Anda kekurangan tidur. Cobalah mengatur waktu tidur Anda. Rata-rata, orang dewasa memerlukan waktu 7-9 jam tidur nyenyak di malam hari, inilah yang dimaksud dengan pakar kecantikan sebagai beauty sleep.

KOMPAS.com

Risiko Kanker Paru Bisa Dideteksi

Tidak semua perokok akan terkena kanker paru meski merokok merupakan faktor risiko terbesar penyakit yang termasuk pembunuh utama di dunia ini. Untuk mengetahui apakah seseorang berisiko terkena kanker paru atau tidak, kini sudah ada metode tes dengan petunjuk perubahan genetik di dalam tenggorokan.

Alat uji ini kini sedang dikembangkan para ilmuwan dari Amerika Serikat. Diharapkan nantinya bisa dideteksi lebih dini risiko seseorang terkena kanker. Makin dini kanker dideteksi, makin besar kemungkinan sembuhnya.

Pertanyaannya kini adalah jika diketahui ada perubahan genetik, yang mana petunjuk adanya kanker, mungkinkah mengembalikan reaksi genetik sebelum berakhir menjadi kanker? Para ilmuwan mengatakan, sebuah percobaan obat menunjukkan hal itu mungkin saja pada sebagian orang.

Dalam risetnya, Dr Avrum Spira dari Boston University School of Medicine menganalisis 129 perokok dan mantan perokok. Ia menemukan gen yang diduga mencetuskan kanker, PI3K. Bila gen tersebut terlalu aktif, sel-sel akan tumbuh terlalu banyak. Kebanyakan studi sebelumnya hanya mengidentifikasi gen ini sebagai tumor.

Spira menemukan aktivasi P13K pada perokok dan mantan perokok yang menderita lesi prakanker, tetapi gen ini tidak ditemukan pada mereka yang sudah didiagnosis kanker paru. Meski belum dipastikan seberapa besar peluang petunjuk genetik ini akan menjadi kanker, namun orang yang dinyatakan bebas dari marker ini diharapkan untuk tetap waspada.

Para ahli mengingatkan, risiko kanker paru pada perokok mencapai 20 persen, tergantung pada seberapa banyak rokok yang dihisap, berapa lama menjadi perokok, dan kapan mereka berhenti merokok. Akan tetapi, belum ada cara untuk memastikan apakah seorang perokok akan bebas dari kanker atau tidak.

"Bahkan risiko terkena kanker paru pada orang yang sudah berhenti merokok masih tinggi. Karena itu tes genetik untuk mengetahui sedini mungkin risiko kanker akan sangat membantu," kata ahli paru dari Duku University, Dr Neal Ready, yang tidak terlibat dalam penelitian.

KOMPAS.com

Tinggi badan

Tinggi badan bisa menjadi masalah serius dan sensitif, terutama bagi pria. Itu karena "tuntutan" masyarakat mengenai sosok pria ideal adalah tinggi tegap. Untuk mendapat tinggi badan ideal itu, diperlukan tiga hal yang saling terkait dan menunjang, yakni faktor genetik, nutrisi, dan aktivitas.

Willy mengeluhkan tinggi badannya yang hanya 155 cm. "Saya ini masuk kategori terpendek di antara teman-teman. Saya sering diejek 'Si Kate' atau semampai, alias semester tak sampai," ujar mahasiswa kedokteran ini.

Di usia 21 tahun, ia masih menyimpan sedikit asa untuk menambah tinggi badannya. "Saya tahu sudah terlambat, tapi saya ingin bertambah tinggi lima cm lagi," ucapnya. Mungkinkah?

Dijelaskan oleh Dr Andito Wibisono SpOt, ahli bedah tulang dari RS Bintaro, tinggi badan dipengaruhi gen. "Kalau orang memiliki gen tinggi yang bagus, pasti akan tinggi. Gen ini didapat dari keturunan. Contohnya, orang Afrika umumnya kurus tinggi karena bangsa mereka memiliki gen tinggi yang bagus," paparnya,

Dipengaruhi gen
Hasil penelitian terkini menemukan sebuah gen yang menentukan tinggi pendeknya seseorang, namanya HMGA2. Perubahan sebuah "huruf" dasar di kode genetik HMGA2, yakni C (Cytosine) akan berpengaruh.

Seseorang yang hanya mendapatkan C dari salah satu orangtua, lebih tinggi 0,5 cm dari yang hanya memiliki T (Thymin). Bila memiliki C ganda, akan lebih tinggi 1 cm dari yang memiliki T ganda. Tentu masih ada gen lain yang berkaitan dengan tinggi badan. HMGA2 hanya menjelaskan 0,3 persen dari keberagaman tinggi manusia.

Beberapa ahli menyatakan, semua orang masih berpeluang lebih tinggi jika memiliki kakek buyut dengan postur tinggi. Ini menjelaskan mengapa ada anak yang lebih tinggi ketimbang orangtuanya. Dalam kondisi ini ada semacam faktor keberuntungan. Jadi gen tinggi itu hanya "melangkahi" orangtua si anak, sedangkan si cucu mendapat warisan gen tinggi dari kakeknya.

Lempeng "epiphyseal"
Pusat pertumbuhan tinggi manusia, lanjut Dr Andito, berada pada lempeng epiphyseal plate yang terletak di ujung tiap tulang panjang. Epiphyseal plate ini ada sejak manusia lahir dan menutup alias berhenti bekerja saat usia 16 tahun (wanita) dan 18 (pria). "Maksimal usia 20-21 tahun. Jika lempeng ini sudah menutup, pertumbuhan tinggi turut berhenti," ujarnya.

Pertumbuhan tinggi seseorang bisa terganggu jika terjadi sesuatu pada lempeng epiphyseal. Cedera, trauma akibat kecelakaan, penyakit kanker tulang bisa merusak kerja lempengan ini.

Lempeng ini tidak bekerja sendirian. "Hormon pertumbuhan dan banyak hormon lain turut menentukan kinerjanya," katanya. Untuk menunjang kerja hormon-hormon ini diperlukan gizi yang cukup.

Menurut Dr Andito, bangsa Jepang dulu dikenal pendek atau kate. Kini tinggi mereka sama dengan rata-rata orang Indonesia. "Hal itu karena ada perbaikan nutrisi dari generasi ke generasi," sebutnya.

Untuk bertambuh ke atas, tubuh memerlukan semua zat dan mineral yang ada dalam makanan. "Makan empat sehat lima sempurna atau makanan seimbang sudah cukup. Jadi tidak hanya makan yang mengandung kalsium melulu. Nanti tulangnya kuat, tapi bagian lain tubuh kekurangan nutrisi penting," katanya.

Tak ada ukuran baku
Kegiatan sehari-hari-juga berperan dalam urusan tinggi badan. Aktivitas yang dapat merangsang kerja lempeng epiphyseal, misalnya atletik, basket, berenang, dan lompat tali. "Olahraga ini mesti dilakukan pada masa pertumbuhan. Jika dilakukan setelah masa pertumbuhan, ya sia-sia saja," ujarnya.

Ketiga faktor tadi saling terkait. "Jika memiliki gen tinggi tapi tidak didukung nutrisi dan olahraga, bisa jadi pertumbuhannya mandek dan tidak optimal," imbuhnya.
Mengenai standar tinggi seseorang, menurut Dr Andito, tak ada ukuran baku. "Bagi orang Indonesia, tinggi badan 170 cm sudah dianggap cukup, meski bagi orang Eropa tergolong kurang tinggi. Jadi standardisasi tinggi badan tergantung masyarakat menilainya," katanya. (GHS/Michael)

KOMPAS.com 

Kelainan Genetik, Payudara Membesar

Nia Kurnia (13), gadis asal Subang, Jawa Barat, mengalami pembengkakan payudara atau giant mamae displasia. Kedua payudara Nia membesar hingga sepanjang lengan.

”Payudara Nia membengkak hanya dalam enam bulan terakhir. Pembesarannya sangat cepat. Sekarang payudara yang kanan lebih besar daripada yang kiri,” ucap Imas, ibu Nia, Jumat (9/4), saat ditemui di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Nia yang selama ini tinggal di Kampung Bojongloa mengaku tak merasakan sakit saat terjadi pembengkakan. Payudara yang membengkak ini membuatnya merasa berat untuk berjalan walaupun belum sampai membuatnya tidak masuk sekolah. Nia lebih sering tidur sehingga bebannya terasa lebih ringan.

Sebelum ke RSCM, Nia telah menjalani pengobatan di tiga rumah sakit di Subang dan Bandung. Bahkan, rumah keluarga di Bojongloa sudah dijual untuk membiayai pengobatan Nia. Namun, belum ada kemajuan dari penyakit yang dideritanya.

Saat diperiksa di RSUD Subang, dokter setempat tidak menemukan penyakit yang menyebabkan pembengkakan payudara Nia. Dokter kemudian merujuk Nia ke RSCM.

Kepala Bagian Pemasaran dan Humas RSCM Dr Antaria mengatakan, sementara ini Nia akan menjalani rawat jalan. ”Hari Senin dijadwalkan pengecekan kesehatan Nia secara menyeluruh meliputi cek darah, USG, mamografi, dan rontgen. Hal ini dibutuhkan untuk memastikan penyebab pembesaran payudara, sekaligus diambil tindakan yang tepat,” ucap Antaria.

Kemungkinan besar, Nia akan menjalani operasi pengecilan ukuran payudaranya. Tindakan medis ini akan dilakukan setelah ada pemeriksaan menyeluruh.

Apabila melihat kondisi umum, Nia diperkirakan tidak mengalami kanker ganas atau tumor ganas karena kondisi pasien masih relatif segar. ”Kemungkinan, Nia mengalami kelainan genetik,” kata Antaria lagi. (ART)

Kompas

Minggu, 04 April 2010

Keguguran, Apa Pemicunya?

Mutlak, tak bisa dipungkiri, satu hal yang paling ditakuti ibu saat hamil adalah keguguran. Terlebih hal itu terjadi berulang-ulang seperti yang dialami Angie Baker (33), yang telah 18 kali hamil namun semuanya berakhir dengan keguguran. Kondisi ini jelas menimbulkan tekanan mental, dan trauma bagi pasangan yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak.

Lantas, apa sebenarnya penyebab keguguran? Saat ini, hal itu masih menjadi misteri yang besar. Namun secara umum, ada beberapa jenis pemicu keguguran, sesuai dengan usia kehamilan. Simak penjelasan berikut:

Keguguran karena faktor genetik
Menurut dr.Boy Abidin, spesialis kebidanan dan kandungan dari RS.Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, keguguran karena faktor genetik pada umumnya terjadi pada usia kehamilan di bawah 10 minggu.

"Pada usia kehamilan kurang dari 10 minggu biasanya keguguran terjadi karena faktor genetik, atau kromosom yang tidak lengkap. Pada usia ini biasanya juga belum terbentuk plasenta dan komunikasi darah ibu dan janin," papar dr.Boy saat dihubungi Kompas.com

Dia menambahkan, keguguran kurang dari 10 minggu banyak dihubungkan dengan kejadian kelainan kromosom, kelainan hormonal, gangguan endometrium dan faktor imunologi. Oleh sebab itu tidak mudah menentukan keberhasilan kehamilan selanjutnya. "Karena pemicu kegugurannya dari faktor internal, yakni pertemuan sperma dan sel telur, agak sulit memanipulasi itu," kata dr.Boy.

Keguguran karena autoimun
Sementara itu, keguguran pada tahap janin awal dan lanjut (usia kehamilan lebih dari 10 minggu) banyak dikatikan dengan kelainan sindrom antifosfolipid dan reaksi autoimun. Sindrom antifosfolipid (APS) terjadi karena produksi antibodi sistem kekebalan tubuh terhadap membran sel.

Dalam keadaan normal, antibodi berfungsi untuk melawan kuman dan infeksi yang disebabkan virus. Tapi terkadang sistem imum mengalami kerusakan sehingga menyerang tubuh sendiri. "Di darah ibu terjadi kelainan yang sifatnya autoimun sehingga janin dianggap sebagai benda asing dan diserang oleh sel-sel darah ibu. Padahal, normalnya ada mekanisme khusus dari tubuh saat seorang wanita hamil sehingga janin dapat tumbuh," papar dr.Boy.

APS seringkali menjadi penyebab terjadinya keguguran berulang, atau kejadian keguguran lebih dari 3 kali berturut-turut. Antibodi APS dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah, yang meliputi pemeriksaan ACA, faktor koagulan (bekuan darah), dan lain sebagainya. Pengobatan diberikan dengan suntikan obat antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah.

Menurut dr.Boy, diagnosa keguguran perlu dilakukan sesegera mungkin supaya bisa diterapi sehingga peluang kehamilan menjadi besar. "Keguguran banyak dialami oleh perempuan. Namun diagnosanya tidak mudah. Penanganannya pun perlu biaya tinggi," katanya.

KOMPAS.com

Cairan Pencuci Vagina Amankah?

Membersihkan vagina dengan cairan antiseptik kini makin sering dilakukan kaum perempuan. Alasannya beragam, ada yang untuk kesehatan, tapi lebih banyak untuk alasan "kosmetik", yakni agar Ms V menjadi kesat dan harum.

Sebenarnya vagina memiliki mekanisme pembersihan sendiri, yakni dengan koloni bakteri normal yang menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam dan di sekitar alat vital. Namun, keseimbangan ini bisa saja terganggu oleh perilaku perempuan sendiri. Misalnya penggunaan celana ketat yang menyebabkan kelembaban vagina terganggu sekaligus menyuburkan bakteri merugikan.

Obat pencuci vagina, menurut dr Hendro Sudarpo SpOG, ahli kebidanan dan kandungan RS Siloam Lippo Karawaci, boleh saja digunakan. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, ia tidak menyarankan memilih produk antiseptik.

"Penggunaan antiseptik bisa membunuh flora alami di vagina dan bisa mengganggu suasana asam menjadi basa. Akibatnya, bakteri yang sifatnya membantu malah mati," papar dokter Hendro.

Ia menambahkan, keasaman (pH) vagina yang normal adalah 3,5 hingga 4,5. Bila keasaman vagina tidak seimbang, kuman lain seperti jamur dan bakteri malah punya kesempatan hidup di tempat tersebut sehingga muncul penyakit lain, seperti infeksi.  Penggunaan disinfektan sebaiknya hanya bila ada indikasi, misalnya, keputihan. Itu pun harus saran dokter.

Tidak semua wanita bisa menggunakan obat pencuci vagina, misalnya wanita yang punya kecenderungan alergi terhadap zat kimia. Penggunaan obat cuci bisa berisiko membuat luka pada dinding vagina. Zat-zat kimia ini menyebabkan iritasi bila bersentuhan dengan serviks atau dinding vagina sebelah dalam. Akibatnya, bukannya bersih, malah menimbulkan luka baru yang bisa mengundang infeksi.

Untuk membersihkan vagina sehari-hari, lakukan dengan air hangat dan sabun yang kadar sodanya tak terlalu tinggi. Itu pun yang dibersihkan cukup mulut vagina bagian luar.

Resiko Hamil bagi Pengidap Diabetes

"Apa benar bila seorang wanita yang mengidap diabetes kemudian hamil, bisa mengalami keguguran atau bayinya lahir dalam keadaan cacat? Apakah hal ini bisa dicegah?" (Pertanyaan dari Sarah, via email)

Ya, apabila kehamilan terjadi ketika kondisi gula darah Anda dalam keadaan tidak terkontrol. Risiko janin Anda yang sedang terbentuk itu untuk menderita cacat bawaan memang akan menjadi lebih tinggi. Bahkan, jika kelainan yang terjadi ternyata sangat parah, ini bisa berakibat terjadinya keguguran atau kematian janin. Namun, hal ini tidak akan terjadi apabila gula darah Anda sudah dapat terkendali.

Perlu diketahui, kadar gula darah yang tinggi bisa merusak metabolisme sel-sel embrionik. Dan, selanjutnya, berpengaruh pada organogenesis atau pembentukan organ yang sangat penting, yang terjadi pada trimester awal kehamilan. Untuk mencegahnya, tidak ada jalan lain. Anda perlu mengontrol gula darah agar tetap dalam batas normal.

Narasumber: Dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dokter spesialis kandungan dan penyakit kandungan RS Omni Medical Centre, Pulomas, Jakarta

KOMPAS.com

Sakit Gigi Saat Hamil Bikin Bayi Lahir Prematur

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat hamil perempuan cenderung malas melakukan banyak aktivitas. Mereka terlalu fokus pada janin sehingga melupakan perawatan dirinya sehingga akhirnya bisa berpengaruh pada tubuh dan si jabang bayi.

Contohnya saja merawat kebersihan gigi dan mulut. Jika ibu hamil tidak rajin memelihara kesehatan giginya, maka bayi dalam kandungan pun bisa tertular sejumlah penyakit dan bahkan bisa terbawa hingga sang bayi lahir.

''Ibu hamil terkadang malas membersihkan gigi dan mulut karena merasa mual. Padahal, ini harus dipaksakan,'' tutur dr Enrita Dian, SpKGA, dokter spesialis gigi anak, dalam acara diskusi kebersihan gigi dan mulut ibu hamil, bayi, dan balita di Klinik Ultimo Estetika, Jakarta, Rabu (10/2/2010).

Ia mengungkapkan lebih lanjut, beberapa problem seperti gigi berlubang, gusi bengkak, gusi berdarah, dan nyeri gigi kerap kali dialami oleh mereka yang hamil. ''Umumnya terjadi pada trimester pertama. Sebab, saat itu ibu hamil sedang mengalami mual dan muntah atau morning sickness, yang kemudian membuat mereka malas merawat gigi,'' jelas Enrita.

Karena sedang mual dan muntah, ditambah senang mengonsumsi makanan yang asam atau yang manis untuk mengurangi mual dan muntah, maka problem gigi makin bertumpuk. Karena makanan yang manis bisa menyebabkan pH mulut jadi asam. Padahal, semakin malas menyikat dan membersihkan gigi, semakin besar ancaman bagi si jabang bayi. Karena si ibu kehilangan nafsu makan, asupan makanan bagi jabang bayi pun berkurang. Bayi bisa lahir prematur dan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).

Enrita menyarankan agar ibu hamil tetap rajin menggosok gigi setiap selesai makan dan sebelum tidur. ''Gunakan pasta gigi ber-flouride untuk menjaga kekuatan gigi,'' tambahnya.

Kalau rasa malas menyerang, Anda bisa berkumur dengan obat kumur antiseptik dan dibarengi mengunyah permen yang mengandung xylitol untuk membunuh kuman. Paling tidak, cara ini bisa menggantikan ritual menyikat gigi. Selain itu, bila ada masalah pada gigi, misalnya gigi berlubang, harus segera ditambal. Gigi yang berlubang bisa ditularkan pada bayi, hingga kelak anak mengalami problem gigi yang sama.

Menurut Enrita, tiga bulan pertama masa kehamilan adalah yang paling penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Perhatikan betul kebersihan gigi pada usia kehamilan 14-20 minggu. Inilah saat paling rawan jika Anda mengabaikan kesehatan gigi. ''Jangan menunda merawat gigi hingga masa morning sickness lewat. Problem gigi jadi makin serius,'' tegasnya.

KOMPAS.com

13 Fakta tentang Payudara

Anda merasa tahu banyak tentang bagian tubuh yang Anda anggap paling penting ini? Hm... tunggu dulu. Sebanyak 13 fakta tentang payudara berikut ini mungkin baru Anda dengar saat ini.
1. Payudara memiliki berat rata-rata (bukan sepasang) 498 gram, dan terdiri atas 4-5 persen total lemak tubuh. Nah, tidak mengherankan bila perempuan berpayudara besar cenderung bungkuk karena menahan beban cukup berat di dadanya.

2. Seperti halnya penis, payudara bisa membesar (setidaknya bagian putingnya) bila disentuh.

3. Panjang puting payudara perempuan rata-rata menjadi 0,96 cm ketika ereksi.

4. Rata-rata ukuran payudara perempuan Amerika adalah 36C. Padahal, 15 tahun lalu ukuran rata-ratanya 34B.

5. Perempuan Amerika tampaknya terobsesi dengan payudara besar. Pada tahun 2008 saja, ada 307.230 prosedur implan payudara dilakukan di negara tersebut. Implan payudara menjadi prosedur kosmetik nomor satu, di atas operasi hidung (279.000 kasus), dan sedot lemak (245.000 kasus).
6. Payudara berukuran besar tidak dianggap menarik pada abad pertengahan. Payudara mungil dengan jarak lebar dianggap sempurna saat itu.

7. Rata-rata implan payudara menghabiskan biaya 3.700 dollar. Angka ini hanyalah operasi awal. Perempuan biasanya membutuhkan operasi tambahan untuk memperbaiki keretakan, pergeseran, dan keriput.

8. Sebanyak 20.967 perempuan melakukan operasi untuk mengecilkan payudara mereka kembali pada tahun 2008. Bahkan, pria pun menjalani prosedur breast reduction, tercatat ada 17.902 kasus untuk prosedur tersebut.

9. Anda mungkin hanya mengenal silikon sebagai bahan untuk "menyumpal" payudara. Namun, ahli bedah plastik sudah mencoba berbagai jenis implan dengan hasil yang mengerikan, seperti gading, tulang rawan sapi, karet, hingga poliester.

10. Perempuan yang dikenal memiliki payudara implan terbesar di dunia adalah Sheyla Hershey (30). Saat ini ia mengenakan bra berukuran 38KKK. Silikon cair yang diinjeksikan berkapasitas 10.000 cc. Sheyla memegang rekor Guinness Book of World Records untuk "prestasinya" ini.

11. Anda tidak suka memakai bra? Pindahlah ke negara bagian Maine, Ohio, New York, Texas, dan Hawaii di Amerika. Di sana, topless dilegalkan, meskipun pelakunya bisa saja terjerat hukum karena mengganggu masyarakat. Sementara itu, perempuan yang ketahuan topless di pantai Dubai akan dijebloskan ke penjara selama 6 bulan.

12. Dibandingkan susu sapi, ASI memiliki rasa yang lebih manis, mengandung lebih banyak vitamin E, zat besi, asam lemak, dan lebih sedikit sodium.

13. Untuk mencegah payudara menjadi turun sebelum waktunya, jangan membiasakan diri merokok. Bahan kimia pada rokok akan memecah elastin pada kulit.

KOMPAS.com

Sabtu, 03 April 2010

Nutrisi Sehat untuk Insomnia & Katarak

MUDA ataukah tua, nyatanya tubuh manusia rentan terhadap berbagai penyakit. Karenanya, tubuh perlu perawatan tepat agar tidak cepat diserang penyakit. Daripada bertanya-tanya manfaat usai mengonsumsi suplemen, sudah saatnya Anda cerdas memilih makanan sehat.

Makanan alami bisa membantu Anda memelihara kesehatan dan menyembuhkan tubuh dengan cara yang benar-benar aman. Carefair melansir beberapa penyakit mengkhawatirkan yang bisa Anda sembuhkan dengan makanan sehat.

Penyakit katarak


Tahukah Anda bahwa ketika Anda mengonsumsi vitamin E dalam asupan makanan—bukan dalam bentuk suplemen—ini bisa membantu Anda jauh dari penyakit katarak. Resep di bawah ini bisa memenuhi kebutuhan harian Anda karena kaya kandungan vitamin E, serat, vitamin B, khususnya B2, dan juga niasin (B3). Solusinya adalah sereal kacang.

Anda cukup mencampurkan beberapa bahan berikut ke dalam mangkuk besar, yaitu ½ cangkir kacang almond mentah, 4 cangkir gandum sereal, dan ¼ cangkir minyak biji bunga matahari. Setelah tercampur merata, Anda bisa membaginya menjadi enam bagian ke dalam kantong plastik kecil, dan setiap kali butuh camilan, Anda tinggal menyantapnya.

Penyakit insomnia


Bila tidak bisa tidur, Anda perlu sesuatu yang bisa menenangkan pikiran. Mangga, pisang, dan ricotta cheese rendah lemak merupakan jawabannya. Dalam resep berikut terkandung tryptophan dan karbohidrat.

Tryptophan
adalah jenis asam amino yang mendorong produksi serotonin pada otak. Serotonin dikenal berfungsi menciptakan perasaan tenang, mengantuk, dan rileks. Menambahkan karbohidrat dalam makanan membantu memindahkan asam amino lebih cepat ke otak agar hasil yang Anda inginkan lebih cepat.

Caranya, ambil satu mangga matang, kupas, kemudian potong dadu, tambahkan 2 sendok makan gula pasir, 2 sendok makan ricotta cheese, dan ½ sendok teh mint. Blender campuran tersebut sampai halus. Berikutnya, sebagai pemanis, tambahkan bagian atas minuman dengan potongan pisang, mangga, dan daun mint. Kini minuman sehat siap Anda konsumsi.
 
okezone.com

7 Tanda Bayi Autistik

Sebagian besar gejala autisme sudah terlihat sejak anak berusia di bawah 3 tahun. Bahkan, beberapa orangtua sudah melihat gejala autis saat bayi mereka berusia 9 bulan. Tanda-tanda autisme berikut sudah bisa dikenali sejak bayi berusia satu tahun ke atas.

1. Apakah anak Anda memiliki rasa tertarik pada anak lain? (Ya/Tidak)

2. Apakah anak Anda pernah menggunaan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada sesuatu? (Y/T)

3. Apakah anak Anda menatap mata Anda lebih dari satu atau dua detik? (Y/T)

4. Apakah anak Anda meniru Anda? Misalnya, bila Anda membuat raut wajah tertentu, apakah ia menirunya? (Y/T)

5. Apakah anak Anda memberi reaksi bila namanya dipanggil? (Y/T)

6. Bila Anda menunjuk pada sebuah mainan/apapun di sisi ruangan, apakah anak Anda melihat pada mainan/benda tersebut? (Y/T)

7. Apakah anak Anda pernah bermain "sandiwara" misalnya berpura-pura menyuapi boneka, berbicara di telepon, dan sebagainya? (Y/T)

Seorang anak berpeluang menyandang autis, jika minimal dua dari pertanyaan di atas dijawab Tidak. Konsultasikan hal ini kepada dokter ahli untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Sumber: The Modified Checklist for Autism in Toddlers

Kompas.com

Jumat, 02 April 2010

Solusi Kanker Payudara tak Perlu Ekstrem

Hasil riset terbaru menunjukkan, perempuan dengan mutasi gen yang mengarah pada kanker payudara tak perlu memotong payudara untuk menyelamatkan nyawa.
Dalam sebuah studi kecil terhadap perempuan dengan mutasi gen kanker payudara dan beberapa tipe pengobatan kanker, pasien memiliki risiko 2-4 empat kali muncul kembali sel kanker. Hal itu terjadi jika mereka hanya menyingkirkan jaringan kanker, bukan seluruh payudara.
Namun, kesempatan selamat mereka setelah 15 tahun hampir sama. Meski studi ini belum bisa membuktikan salah satu cara pengobatan lebih baik ketimbang lainnya. Hasil ini dipresentasikan pada akhir pekan lalu, dalam sebuah konferensi kanker payudara di Barcelona, Spanyol.
Riset yang lebih besar lagi membuktikan bahwa melakukan lumpektomi yang diikuti dengan radiasi sama efektifnya dengan masektomi bagi perempuan di tahap awal kanker payudara. Meski begitu, tak diketahui apakah gen si perempuan mempengaruhi dan berujung pada kanker.
Lumpektomi juga seringkali dilengkapi dengan kemoterapi dan perawatan kanker seperti tamoxifen, meski bergantung pada ukuran, tipe, dan penyebaran kanker.
Dr Lori Pierce, dosen Radiasi Onkologi di University of Michigan dan koleganya meneliti 655 pasien kanker payudara di Australia, Israel, Spanyol dan AS. Semua penderita ini memiliki mutasi genetis yang berarti risiko kanker lebih tinggi.
Setelah 15 tahun, perempuan yang diangkat payudaranya memiliki kemungkinan 6% kembalinya sel kanker dibandingkan 24% perempuan yang tak mengangkat payudaranya. Kelompok kedua menambahkan kemoterapi menurunkan risiko mereka hingga 12%.
Perbedaan kesempatan hidup juga berbeda meski sedikit. Pada perempuan yang tak mengangkat payudara mereka, sebanyak 87% dan 89% bagi yang telah melakukan bedah drastis, setelah 15 tahun. Perbedaannya memang tidak signifikan, namun sedikitnya angka kematian dalam studi ini mempersulit periset.
"Terapi payudara konservasi dengan kemoterapi dan terapi hormon merupakan alternatif masuk akal,” kata Pierce.
Sementara para dokter mengatakan, temuan Pierce seharusnya disesuaikan dengan pasien kanker payudara saat ini. “Sebab ada data di mana perempuan mempertahankan payudaranya dan keadaan tidak memburuk bagi mereka,” kata Kepala Radiasi dan Onkologi di Institut Curie Paris, Dr. Alain Fourquet. Ia tidak terlibat dalam studi yang dilakukan Pierce.
Fourquet mengatakan, secara genetis terpapar terhadap kanker payudara merupakan hal yang tidak terlalu penting untuk menentukan langkah selanjutnya, begitu seorang perempuan terdiagnosa kanker payudara. Demikian pula dengan keputusan mengangkat payudara, tak seharusnya berdasarkan gen seseorang.
Maria Leadbeater, perawat klinik Breast Cancer Care yang merupakan sebuah yayasan di Inggris berpendapat, temuan ini mengubah cara diskusi para dokter dengan pasien kanker payudara. Dokter kini bisa memberikan pertimbangan untuk pemikiran dan keinginan pasien.
"Jika kedua cara itu sama efektifnya, maka apa yang diinginkan pasien menjadi sesuatu yang lebih penting," pungkasnya.

INILAH.COM

Serangan Jantung Akibat Konsumsi Obat Prostat

Sebuah penelitian menemukan bahwa obat pencegah kanker prostat dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Penemuan mengejutkan ini tentu mengurangi antusiasme penggunaan obat tersebut.
Sebelumnya, GlacoSmithKline PLC meminta FDA (Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan AS) untuk menyetujui obat Avodart sebagai pencegahan kanker bagi pria dengan risiko di atas rata-rata dari penyakit ini. Obat ini telah digunakan untuk masalah buang air kecil dan tidak ada risiko jantung dari penggunaan tersebut, ungkap pihak dokter.
"Kesimpulan dari penelitian ini sebagai penangkal kanker disebutkan pada konferensi kedokteran tahun lalu, namun informasi risiko jantung tidak diketahui pada saat itu," ungkap juru bicara Glaxo.
Hasil keseluruhan penelitian ini dapat dilihat di New England Journal of Medicine edisi Kamis ini.
Penelitian ini diikuti 6.700 pria dengan nilai tinggi dari tes darah PSA, namun tidak memiliki tanda kanker pada biopsi. Mereka kemudian diberi Avodart dan pil palsu serta biopsi baru selama empat tahun. Kanker prostat ditemukan pada 25% dari mereka yang menggunakan pil palsu dan 20% pengguna Avodart.
Ini adalah pengurangan risiko yang sama dengan studi lain yang menemukannya di obat yang sama, Finasteride, yang dijual dalam bentuk generik seperti Proscar, diproduksi oleh Merck & Co. Inc. Penelitian ini tidak menemukan tingginya risiko serangan jantung pada Proscar. Dalam studi Avodart, kegagalan jantung berkembang di 30 pria pengguna obat dibandingkan 16 dari pil palsu.
"Analisis lebih lanjut menyarankan bagi pria yang berisiko gagal jantung selama menggunakan Avodart ternyata juga cenderung menggunakan obat tambahan," kata juru bicara Glaxo, Sarah Alspach. Ia menambahkan, tingginya risiko gagal jantung ini dianggap tidak digambarkan dan tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya.
Tahun lalu, sebuah diskusi panel dari ahli jantung merekomendasikan pria memilih Proscar atau Avodart jika mereka secara reguler cenderung terkena kanker prostat. Namun studi Avodart ini tidak cocok dengan saran sebelumnya.
“Dua obat ini bekerja dengan cara yang bebeda dan mungkin tidak memiliki profil keselamatan yang sama,” ungkap Dr Barnett Krammer, ilmuan dari National Institutes of Health yang memimpin panel dan tidak ada hubungan dengan penelitian tersebut.
Dalam kesimpulan Avodart secara keseluruhan, menurut Kramer adalah yang paling penting adanya kemungkinan serangan jantung yang belum diantisipasi.
Dr Otis Brawley, yang turut membantu penelitian ini sebelum menjadi kepala kedokteran American Cancer Society pada 2007, mengatakan bahwa risiko serangan jantung mungkin kebetulan. Namun pria mungkin perlu memperhatikan risiko ini. “Ini mungkin alasan yang tepat untuk berhenti konsumsi obat tersebut,” ungkap Brawley.
Jumlah orang yang memilih menggunakan obat ini untuk pencegahan kanker hingga saat ini belum jelas. Di lain pihak, biaya ini sekitar US$ 3 (Rp28 ribu) tiap pil. "Untuk mencegah kasus tambahan dari kanker, 71 orang harus mengkonsumsi Proscar selama tujuh tahun," ungkap dokter
Kanker prostat adalah kanker nonkulit yang paling umum pada pria Amerika. Sekitar 192.000 kasus baru dan 27.000 kematian dari kanker ini terjadi tahun lalu. [mor]

INILAH.COM

Alasan Baru Berhenti Merokok

Ditemukannya jejak darah babi dalam filter rokok mungkin bisa jadi alasan tepat agar Anda segera menghentikan kebiasaan buruk ini. 

Sejak akhir Maret lalu, peringatan pada kelompok-kelompok keagamaan telah disebar setelah jejak darah babi ditemukan dalam filter rokok. Seorang profesor Australia pun telah memperingatkan kepada kelompok-kelompok keagamaan agar lebih selektif memilih merk rokok.

Simon Chapman, seperti dikutip dari laman dailymail.co.uk, mengatakan penelitian Belanda baru-baru ini telah mengidentifikasi 185 merk rokok menggunakan hemoglobin dalam darah babi pada fiter rokok.

Profesor dari Universitas Sidney ini pun mengatakan, studi ini memberikan peringatan ke dunia manufaktur rokok dan cenderung memicu keprihatinan bagi Muslim dan para pengikut Yahudi yang taat.

Chapman juga menambahkan, masyarakat Yahudi tentu menganggap hal ini sangat serius dan masyarakat Islam tentu saja juga demikian.

"Tapi, ini adalah bisnis dan rahasia dagang " katanya kepada Sydney Daily Telegraph.

Penelitian ini menemukan hemoglobin babi atau protein darah telah digunakan untuk membuat filter lebih efektif memblokir bahan kimia beracun sebelum masuk ke paru-paru seorang perokok.

Profesor Chapman menyatakan, meskipun beberapa perusahaan tembakau telah secara sukarela menerbitkan daftar isi rokok di situs, mereka juga mencatat bahwa proses pengolahan produk yang dirahasiakan.

"Setidaknya satu merek rokok yang dijual di Yunani telah dikonfirmasi terbukti menggunakan hemoglobin babi dalam proses manufaktur," katanya menambahkan. • 

VIVAnews  

Selasa, 30 Maret 2010

Cegah Stroke dengan Sebatang Cokelat

Cokelat tak sekedar camilan lezat, namun juga menyehatkan. Makan sebatang cokelat sehari mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Studi menemukan konsumsi cokelat secara teratur menurunkan potensi penyakit jantung hingga 39 persen. Temuan ini berdasar analisa manfaat kakao terhadap kesehatan dengan melibatkan 30 ribu responden usia 35-65 tahun.

Kandungan flavanol dalam biji kakao berfungsi meningkatkan oksidasi nitrat dalam darah dan memperlancar fungsi pembuluh darah. Cokelat hitam lebih baik dikonsumsi daripada cokelat susu atau cokelat putih karena mengandung antioksidan lebih tinggi.

Brian Buijsse, seorang ahli epidemiologi nutrisi di Universitas Wageningen Belanda, menemukan, konsumsi sebatang cokelat ukuran kecil setiap hari bermanfaat bagi kesehatan. Dengan takaran enam gram sehari mampu menurunkan risiko terkena jantung dan stroke sebesar 85 kasus per 10 ribu orang.

Namun, dia mengakui bahwa cokelat juga mengandung kalori tinggi. Sebanyak 100 gram cokelat, rata-rata mengandung 500 kalori. Sehingga bila dimakan berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Cokelat idealnya dijadikan sebagai makanan sehat menggantikan makanan padat lain seperti makanan ringan untuk mempertahankan energi dan berat badan tetap stabil. "Kita harus memastikan cokelat sebagai bagian diet sehat dan seimbang," ujarnya.

Efek Buruk Masturbasi

Masturbasi bukan hanya aktivitas sebagian para lajang. Sejumlah pria atau wanita menikah ternyata juga melakukan aktivitas itu. Sehatkah?

Aktivitas 'melayani' diri sendiri memang memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan seperti membantu meningkatkan kualitas tidur, meredam stres, memperbaiki fungsi kekebalan tubuh, dan meningkatkan produksi endorfin.

Namun, di balik manfaatnya, masturbasi juga menyimpan efek negatif. Seperti dikutip dari laman Askmen, masturbasi yang tak dilakukan secara moderat bisa menyebabkan jerawat, kemandulan, kebutaan, hingga gangguan mental.

Ada baiknya mengetahui beberapa hal lain mengenai efek negatif masturbasi. 

Ejakulasi DiniTerlalu sering masturbasi menyebabkan ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga akan memakan waktu lama. Bagi pria yang masturbasi beberapa kali sebelum berhubungan intim, akan sulit mencapai klimaks.

Masalah lain yang timbul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan orang lain, dan lebih akrab dengan sentuhan diri. Terlalu sering melakukannya juga dapat memicu kulit lecet, pembengkakan organ intim karena tidak menggunakan pelumas.

Rasa bersalahMasturbasi berdampak negatif secara psikologis. Banyak orang merasa malu dan bersalah setelah melakukannya karena terbentur nilai-nilai budaya, agama atau moral.

Tarik menarik antara kesenangan dan menahan diri berdampak pada harga diri, rasa percaya diri dan cinta. Perasaan bersalah dapat memicu efek psikosomatis seperti sakit kepala, sakit punggung, dan sakit kronis.

Masturbasi kronisMasturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.

Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda,  hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

Masturbasi kompulsif

Masturbasi ini mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian  pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya.

Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.

VIVAnews

Obat Jerawat Berpotensi Lawan AIDS

Obat jerawat yang sudah dikenal selama bertahun-tahun dan berharga murah ternyata mampu mencari target sel imun yang terinfeksi, seperti virus HIV yang sedang tidur, sebelum mereka kembali dan menyebarkan infeksi.Para peneliti dari Amerika Serikat mengatakan, obat antibiotik, minocycline, yang selama ini lebih banyak dipakai untuk mengatasi jerawat, punya kekuatan untuk melawan HIV. Jika obat ini ditambahkan ke dalam standar terapi pengobatan AIDS, hasilnya diyakini akan lebih besar lagi.
"Saat ini, fokus para ahli dalam mengatasi HIV adalah menjaga agar virusnya tetap terkunci dalam keadaan tidur. Apabila obat-obatan yang ada saat ini efektif untuk mencegah terjadinya replikasi virus, minocycline adalah senjata lain untuk melawan virus," kata Janice Clement, profesor molekuler dari Johns Hopkins University School of Medicine, AS.
Dia menambahkan, minocycline bekerja dengan target sel imun, yang disebut sel-T, dan membuatnya tidak bisa bereproduksi. Dengan demikian, HIV jadi sulit untuk menyebar dan menyebabkan AIDS.
"Obat ini akan memberikan hasil yang baik karena targetnya sangat spesifik," kata Gregory Szeto, yang meneliti tentang virus di laboratorium. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Infectious Diseases.

Cegah Nyeri Punggung dan Leher dengan Olahraga

Selain sakit kepala, nyeri punggung (khususnya di bagian punggung bawah) merupakan rasa sakit fisik yang paling sering dialami manusia. Diperkirakan, 8 dari 10 orang di bumi ini mengalami rasa nyeri tersebut. Dan, sekitar 50 persen mengalaminya lebih dari 1 kali. Rasa nyeri ini kerap berakibat pada turunnya produktivitas dan pengeluaran biaya kesehatan yang relatif cukup besar.

Rasa sakit atau nyeri di leher sering pula dialami seperti halnya sakit punggung. Leher memiliki banyak struktur saraf nyeri. Sebagaimana leher yang sering bergerak dan menyatukan kepala ke dada, leher kerap mengalami trauma.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan nyeri pada leher punggung di antaranya pekerjaan fisik yang berat, sering membungkuk, mengangkat benda berat, terlalu lama duduk saat bekerja, rokok, dan kegemukan.

Salah satu upaya alami untuk mencegah nyeri pada leher dan punggung adalah dengan berolahraga serta menjalani gaya hidup yang sehat. Namun, ini tidak selalu benar. Bahkan, beberapa studi telah menemukan bahwa jenis olahraga yang salah, seperti kegiatan berisiko tinggi, dapat meningkatkan kemungkinan menderita sakit punggung.

Meski demikian, olahraga sangatlah penting bagi kesehatan secara keseluruhan dan tidak boleh dihindari. Kegiatan yang berisiko rendah, seperti berenang, berjalan, dan bersepeda, dapat meningkatkan kebugaran secara keseluruhan tanpa melelahkan bagian punggung bawah.

Dr Charles Siow
Consultant Neurologist and Pain Specialist
di Siow Neurology Headache and Pain Centre, Singapura

KOMPAS.com

Senin, 29 Maret 2010

7 Hal yang Jangan Dilakukan Setelah Makan

Setelah makan, banyak orang yang memiliki kebiasaan tertentu. Seperti merokok, makan buah atau minum teh. Mungkin hal itu dianggap biasa. Tetapi ternyata kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan langsung setelah makan.
Berikut tujuh hal yang sebaiknya jangan Anda lakukan setelah makan, yang dikutip dari www.timeidol.com. Dan, pakar kesehatan Philip S. Chua, dokter bedah jantung dari Indiana, AS, akan memberikan alasannya.

1. Merokok
Penelitian menunjukkan, merokok satu batang setelah makan efeknya sama dengan merokok sepuluh batang rokok. Risiko terkena kanker menjadi lebih besar. 

2. Langsung makan buah
Setelah selesai makan, sebaiknya jangan langsung makan buah, terutama bagi penderita gangguan pencernaan. Jika Anda sering mengalami gangguan lambung, makan buah setelah makan bisa menyebabkan perut terasa kembung dan penuh dengan udara. Maka itu, ada baiknya menunggu satu hingga dua jam, setelah makan, jika ingin mengonsumsi buah.

3. Minum tehTeh mengandung kadar asam yang tinggi. Bagi penderita asam lambung, kandungan ini dapat meningkatkan asam lambung. Namun, bagi Anda yang kondisi lambungnya normal, teh justru bisa membuat makanan lebih mudah dicerna.

4. Melonggarkan ikat pinggangMelonggarkan ikat pinggang langsung setelah makan, bisa membuat Anda makan lebih banyak. Akibatnya, bisa membuat bobot tubuh makin melambung.

5. BerjalanBerjalan langsung setelah makan, membuat sistem pencernaan tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Namun, jika Anda ingin membakar kalori, tunggulah 30 menit hingga satu jam setelah makan.

6. MandiMandi bisa meningkatkan aliran darah ke tangan, kaki dan tubuh. Hal itu menyebabkan aliran darah ke perut akan menurun dan mengurangi kerja sistem pencernaan.

7. TidurJangan langsung tidur setelah makan, meskipun Anda merasakan kantuk. Kebiasaan ini bisa memicu gangguan pencernaan.

VIVAnews.com

Sering Diare atau Sembelit, Awas Kena IBS

Apakah Anda sering sembelit atau diare tanpa penyebab yang jelas? Jika gangguan itu datang saat Anda sedang banyak pekerjaan atau stres, maka besar kemungkinan Anda mengalami irritable bowel syndrome alias sindrom iritasi usus besar atau sering disebut juga kolon spastik.

Irritable bowel syndrome
(IBS) adalah diagnosis bagi orang yang terus-menerus terganggu oleh sembelit, diare, kembung, mual, sakit perut atau perasaan tidak enak, entah sendiri-sendiri atau gabungan. IBS merupakan kondisi kronis yang mungkin terjadi secara hilang-timbul dalam hidup.

Menurut dr Ari Fahrial Syam, SpPD, konsultan lambung pencernaan dari RS MH Thamrin Jakarta, IBS dialami oleh 20 persen penduduk dan lebih banyak diderita perempuan. Namun karena tanda dan gejalanya sering hanya berupa keluhan gangguan pencernaan biasa dan terjadi sekali-sekali, banyak orang tidak pergi ke dokter.

"Orang sering kali menyamakan IBS dengan gangguan maag, padahal IBS memiliki ciri rasa tidak enak di bagian perut bawah, sedangkan penyakit maag terjadi di bagian perut atas," tutur dr Ari.

Selain itu, IBS memiliki gejala khusus berupa perubahan dari buang air normal dengan bentuk tinja padat setiap hari menjadi beberapa kali BAB dengan hasil encer. "Gejala utama penyakit ini adalah sembelit atau justru diare berturut-turut," tambah dr Ari.

Penyebab IBS belum diketahui sehingga belum ada obatnya. Pengobatan yang dilakukan oleh dokter hanya untuk menghilangkan gejala. Penelitian menunjukkan, penderita IBS cenderung memiliki usus yang sensitif sehingga beraksi berlebihan pada rangsang, yang bagi orang lain tidak berpengaruh. Misalnya karena makanan pedas, berlemak, atau minum kopi.

Meski IBS menimbulkan ketidaknyamanan, hal itu tidak menimbulkan gangguan permanen pada usus dan tidak menyebabkan perdarahan lambung atau penyakit serius seperti kanker.

Untuk mencegah, pilihlah makanan secara berhati-hati. Jika makanan tertentu tampaknya memicu gejala, jangan dikonsumsi lagi. Kadang-kadang diet tinggi serat bisa cukup membantu. Jangan lupa untuk minum banyak cairan karena cairan membantu mengurangi sembelit dan menggantikan cairan tubuh yang diserap oleh serat.

Stres juga memperburuk IBS. Itu sebabnya segera kelola stres Anda dengan bantuan teknik relaksasi, seperti meditasi, hipnosis, atau olahraga teratur.

KOMPAS.com