Tampilkan postingan dengan label Jangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Jangan Biarkan LDR Menghambat Hubungan

Paling sedih ketika kita merasa sudah menemukan pasangan ideal, lantas keadaan berubah tak sesuai rencana. Misalnya, pasangan harus pindah ke lain kota atau bahkan negara. Jika pilihannya tetap bersama pasangan, hubungan memang masih bisa dipertahankan. Namun bagaimana mengatasi jarak yang membentang tersebut?

Set waktu bertemu
Buat kunjungan sesering mungkin, meskipun perlu budget khusus untuk ini. Bagaimanapun hubungan takkan bertahan lama jika Anda dan dia jarang bertemu. Sempatkan bertemu jika kebetulan Anda tugas keluar kota. Cara ini bisa menghemat biaya perjalanan.

Jadwalkan waktu komunikasi
Bagi pasangan yang terpisah jarak dan memiliki perbedaan waktu, sebaiknya atur waktu komunikasi tanpa hambatan. Telepon atau internet bisa dijadikan alat komunikasi, asalkan waktunya tepat untuk Anda maupun si Dia.

Jaga hasrat berpasangan
Ikatan emosi perlu dijaga, setidaknya dengan memberikan rayuan saat menelepon atau mengirim e-mail. Cara ini bisa menumbuhkan gairah berpasangan, meski jarang bertatap muka.

Jujur
Hubungan jarak jauh perlu kejujuran. Wajar saja jika Anda tergoda dengan wanita atau pria lain. Jika Anda sudah mulai melirik dan berpindah ke lain hati, sebaiknya jujur saja kepada pasangan. Ini menjadi pertanda hubungan jarak jauh tak lagi sehat untuk Anda dan pasangan.

Rencanakan untuk mengakhiri long-distance
Niatkan untuk mengakhiri hubungan jarak jauh dengan merencanakan pindah berdekatan dengan pasangan. Artinya, dalam jangka waktu tertentu, Anda dan pasangan sudah bersiap untuk tinggal di tempat yang sama. Cara ini memang butuh waktu dan banyak pertimbangan. Namun akan lebih baik daripada hubungan tak jelas masa depannya.

KOMPAS.com

Jumat, 02 April 2010

Jangan Jadi Perempuan High Maintenance

Kebanyakan perempuan akan berubah menjadi manja, pemarah, mudah tersinggung, dan tidak pernah puas, setelah memiliki pasangan. Contohnya saja, Anda langsung kesal kalau pasangan tidak langsung membalas SMS Anda, atau Anda tidak puas dengan hadiah ulang tahun yang diberikan pasangan dan enggan memakainya.

Semua keinginan tersebut membuat Anda seolah kehilangan akal sehat. Anda hanya ingin dimanja dan diberikan kemewahan. Yang paling membuat Anda bingung, sebelum bertemu dengan si dia Anda termasuk perempuan yang mandiri. Mengapa semuanya jadi berubah justru setelah Anda mempunyai pendamping tetap?

Nah, ada baiknya Anda menenangkan diri dulu. Ingat-ingat bagaimana reaksi Anda bila terjadi sesuatu antara Anda dan si dia, lalu carilah solusi yang terbaik.

Kasus 1: Anda langsung marah besar saat pasangan lupa menelepon balik. Kemudian ketika ia terlambat menjemput hingga 1 jam, Anda akan berdiam diri dan tidak menegurnya sampai tengah hari.

Jalan keluar: Cari kegiatan positif yang bisa menyibukkan Anda, seperti memasak, berbenah, membaca, browsing internet, atau kegiatan lainnya. Anda bisa juga menyibukkan diri dengan berjalan-jalan dengan teman-teman. Mereka yang punya kehidupan yang aktif umumnya akan menggunakan waktu untuk bersosialisasi dan menyalurkan hobi.

Kasus 2: Barang-barang fashion atau kencan fine dining bukan sesuatu yang luar biasa dalam hubungan Anda. Semuanya sudah jadi kebiasaan, karena si dia selalu menghujani Anda dengan hadiah-hadiah semacam itu.

Jalan keluar: Anda bukan tipe perempuan matre, kan? Anda punya penghasilan dan bisa membeli sendiri barang yang Anda mau. Hargailah pemberian pasangan, meskipun tidak Anda sukai. Percayalah, mereka tetap butuh pengakuan bahwa Anda menyukai pemberiannya.

Kasus 3: Jalan-jalan tidak pernah dilakukan secara spontan. Soalnya, Anda butuh tiga jam untuk berdandan.   

Jalan keluar: Ladies, pria tidak mau akan mengamati selentik apa bulu mata Anda, atau apakah rambut Anda harus lurus setelah dicatok berkali-kali. Percayalah, Anda bisa tampil beda saat pergi ke resepsi perkawinan. Jadi simpan saja tenaga Anda kalau hanya sekadar makan siang di mall.

Kasus 4: Anda tidak tahu bagaimana pekerjaan pasangan Anda. Sebab yang menjadi fokus perhatian Anda adalah penjelasan panjang lebar tentang keterlambatannya menelepon atau menjawab SMS Anda.

Jalan keluar: Boleh saja mengeluarkan uneg-uneg kepada pasangan. Tetapi Anda harus tetap adil. Anda ingin didengarkan? Begitu juga pasangan. Beri kesempatan padanya untuk menceritakan apa yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaannya di tempat kerja.

Kasus 5: Anda lupa bagaimana rasanya naik angkutan umum, karena pasangan selalu siap menjemput dan mengantar Anda kapan pun dan kemana pun.

Jalan keluar: Halooo...? Pasangan Anda bukan supir. Ia pasti memiliki aktivitas yang lebih penting dilakukan, bukan sekadar mengantar Anda kesana-kemari.

Kasus 6: Si dia harus menemani Anda berbelanja, reuni dengan teman SMA, dan makan bersama keluarga Anda. Namun, Anda jarang mau ikut serta dengan kegiatannya.

Jalan keluar: Terlalu mendominasi hubungan akan berujung pada pemberontakan. Sesekali saat libur tanyakan pada pasangan apa yang ingin lakukan. Kali ini, Anda yang harus mengikuti jadwalnya.

Kasus 7: Anda enggan berkumpul dengan teman-temannya karena menurut Anda mereka kurang asik. Namun Anda juga tak mau jika pasangan lebih memilih berkumpul bersama temannya ketimbang Anda.

Jalan keluar: Anda tidak harus memaksakan diri nongkrong dengan teman-temannya. Cari kegiatan bersama teman-teman yang sempat Anda lupakan karena Anda begitu sibuk dengan si dia.

KOMPAS.com

Senin, 29 Maret 2010

7 Hal yang Jangan Dilakukan Setelah Makan

Setelah makan, banyak orang yang memiliki kebiasaan tertentu. Seperti merokok, makan buah atau minum teh. Mungkin hal itu dianggap biasa. Tetapi ternyata kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan langsung setelah makan.
Berikut tujuh hal yang sebaiknya jangan Anda lakukan setelah makan, yang dikutip dari www.timeidol.com. Dan, pakar kesehatan Philip S. Chua, dokter bedah jantung dari Indiana, AS, akan memberikan alasannya.

1. Merokok
Penelitian menunjukkan, merokok satu batang setelah makan efeknya sama dengan merokok sepuluh batang rokok. Risiko terkena kanker menjadi lebih besar. 

2. Langsung makan buah
Setelah selesai makan, sebaiknya jangan langsung makan buah, terutama bagi penderita gangguan pencernaan. Jika Anda sering mengalami gangguan lambung, makan buah setelah makan bisa menyebabkan perut terasa kembung dan penuh dengan udara. Maka itu, ada baiknya menunggu satu hingga dua jam, setelah makan, jika ingin mengonsumsi buah.

3. Minum tehTeh mengandung kadar asam yang tinggi. Bagi penderita asam lambung, kandungan ini dapat meningkatkan asam lambung. Namun, bagi Anda yang kondisi lambungnya normal, teh justru bisa membuat makanan lebih mudah dicerna.

4. Melonggarkan ikat pinggangMelonggarkan ikat pinggang langsung setelah makan, bisa membuat Anda makan lebih banyak. Akibatnya, bisa membuat bobot tubuh makin melambung.

5. BerjalanBerjalan langsung setelah makan, membuat sistem pencernaan tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Namun, jika Anda ingin membakar kalori, tunggulah 30 menit hingga satu jam setelah makan.

6. MandiMandi bisa meningkatkan aliran darah ke tangan, kaki dan tubuh. Hal itu menyebabkan aliran darah ke perut akan menurun dan mengurangi kerja sistem pencernaan.

7. TidurJangan langsung tidur setelah makan, meskipun Anda merasakan kantuk. Kebiasaan ini bisa memicu gangguan pencernaan.

VIVAnews.com

Rabu, 24 Maret 2010

Jangan Katakan Ini Saat Ngeseks

KOMPAS.com  — Hati-hati dengan omongan Anda! Sebab, kata-kata bisa jadi membuat gairah seks pasangan Anda menurun. Bukan sekadar komentar, bahkan pertanyaan pun bisa jadi memadamkan gairah. Oleh karena itu, perhatikan beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menurunkan nafsu:

1.    “Kenapa begitu?”
2.    “Apakah kamu tidak mau berhubungan seks lagi dengan aku?”
3.    “Biasanya kamu ingin melakukan hubungan seks?”
4.    “Apakah kamu masih tertarik padaku?”
5.    “Apakah kamu pikir aku tambah gemuk?”
6.    “Apakah aku tidak menggairahkan lagi?”
7.    “Apakah kamu masih mencintai aku?”
8.    “Mungkin kita perlu bicara tentang hal ini.”
9.    “Mungkin kita memerlukan bantuan ahli jiwa?”
10.  “Apakah kita masih bisa bercinta lagi?”
11.  “Aku betul-betul naksir dengan cowok/cewek ini, waaoo?”
12.  “Kenapa kamu tidak mau bercinta?”
13.  “Ada apa sih denganmu, apa ada yang tidak beres?”

Selasa, 23 Maret 2010

Ingat, Jangan Sembarangan Makan Buah

 KOMPAS.com — Mengonsumsi buah memang baik bagi kesehatan karena buah mengandung banyak vitamin. Namun, tidak semua buah aman bagi lambung. Biasanya, buah yang mengandung asam menjadi pantangan bagi penderita penyakit lambung.
Jeruk termasuk buah yang mengandung asam tinggi. Kandungan vitamin C yang asam pada jeruk bisa membuat lambung tidak nyaman. Namun, tidak semua jenis jeruk berbahaya buat lambung. Jeruk bali justru bisa membantu penyembuhan tukak lambung. Pasalnya, jeruk bali memiliki kandungan yang dapat menenangkan getah lambung.
Selain buah yang mengandung asam tinggi, penderita GERD juga tidak dianjurkan mengonsumsi buah-buahan yang keras bagi lambung. Sebut saja durian, nangka, dan nanas.
Adapun buah yang aman bagi lambung, antara lain semangka, pir, dan pepaya. Buah ini bukan hanya aman bagi lambung, melainkan juga membuat perut adem bin nyaman. (Sanny Cicilia Simbolon)