kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Ngeseks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngeseks. Tampilkan semua postingan
Rabu, 31 Maret 2010
Pria Pecandu Seks Tak Puas Sesi Ngeseks Normal
AWALNYA, Anda senang karena pasangan bersedia melakukan apa saja, bahkan bertingkah agresif untuk menyenangkan Anda di ranjang. Tetapi pada suatu saat usia pernikahan, Anda menyadari bahwa ia bukan orang normal dengan hasrat seksual normal.
Senin, 29 Maret 2010
seks Tambah Berat Badan Wanita
KONON, saat wanita mulai melakukan hubungan seks secara teratur, maka berat payudara, dan pinggulnya akan bertambah. Benarkah? Untuk Anda yang akan segera menikah ataupun bagi para pasangan yang ingin kehidupan seks lebih baik, simak jawabannya.
Keyakinan umum yang mengatakan bahwa hubungan seks teratur dapat memperbesar ukuran payudara dan pinggul wanita adalah mitos belaka. Hal tersebut ditegaskan ginekolog Dr Asha Jain kepada Times of India.
Tidak ada alasan fisiologis mengapa payudara atau pinggul harus membesar atau menjadi jelek setelah seorang wanita mulai melakukan hubungan seks. Tidak ada cara yang menjelaskan, bahwa cairan ejakulasi bisa dicerna dan berasimilasi dalam aliran darah. Nyatanya, 2-3 ml air mani (pada rata-rata ejakulasi) hanya mengandung sekira 15 kalori! Jadi, kalau pasangan wanita menelan cairan sperma Anda, itu tak akan membuatnya gemuk.
Beberapa penelitian mengatakan, bahwa pasangan bertambah berat badan setelah menikah, baik bagi wanita maupun pria. Namun, berat badan tidak ada hubungannya dengan seks.
Seringkali kenyamanan dan rasa aman berada dalam sebuah hubungan membuat berat badan seseorang bertambah. Studi juga menunjukkan, bahwa orang-orang dalam hubungan cenderung makan lebih dari porsi satu orang. Jika Anda ingin menghindari kenaikan berat badan setelah menikah, olahraga secara teratur dan jaga pola makan sehat.
Okezone.com
Rabu, 24 Maret 2010
Jangan Katakan Ini Saat Ngeseks
KOMPAS.com — Hati-hati dengan omongan Anda! Sebab, kata-kata bisa jadi membuat gairah seks pasangan Anda menurun. Bukan sekadar komentar, bahkan pertanyaan pun bisa jadi memadamkan gairah. Oleh karena itu, perhatikan beberapa pertanyaan yang mungkin bisa menurunkan nafsu:
1. “Kenapa begitu?”
2. “Apakah kamu tidak mau berhubungan seks lagi dengan aku?”
3. “Biasanya kamu ingin melakukan hubungan seks?”
4. “Apakah kamu masih tertarik padaku?”
5. “Apakah kamu pikir aku tambah gemuk?”
6. “Apakah aku tidak menggairahkan lagi?”
7. “Apakah kamu masih mencintai aku?”
8. “Mungkin kita perlu bicara tentang hal ini.”
9. “Mungkin kita memerlukan bantuan ahli jiwa?”
10. “Apakah kita masih bisa bercinta lagi?”
11. “Aku betul-betul naksir dengan cowok/cewek ini, waaoo?”
12. “Kenapa kamu tidak mau bercinta?”
13. “Ada apa sih denganmu, apa ada yang tidak beres?”
1. “Kenapa begitu?”
2. “Apakah kamu tidak mau berhubungan seks lagi dengan aku?”
3. “Biasanya kamu ingin melakukan hubungan seks?”
4. “Apakah kamu masih tertarik padaku?”
5. “Apakah kamu pikir aku tambah gemuk?”
6. “Apakah aku tidak menggairahkan lagi?”
7. “Apakah kamu masih mencintai aku?”
8. “Mungkin kita perlu bicara tentang hal ini.”
9. “Mungkin kita memerlukan bantuan ahli jiwa?”
10. “Apakah kita masih bisa bercinta lagi?”
11. “Aku betul-betul naksir dengan cowok/cewek ini, waaoo?”
12. “Kenapa kamu tidak mau bercinta?”
13. “Ada apa sih denganmu, apa ada yang tidak beres?”
Yang Hobi Joging Lebih Doyan "Ngeseks"
KOMPAS.com - Satu dari sepuluh pelari atau mereka yang rutin melakukan jogging mengaku berhubungan seks setidaknya sekali dalam sehari. Bahkan 3 persen dari para jogger menyatakan berhubungan intim hingga dua kali dalam sehari.
Ini sungguh kontras dengan mereka yang tidak memiliki kebiasaan jogging, di mana satu di antara empat orang (25 persen) mengaku hanya melakukan seks sekali dalam sebulan atau bahkan tidak sama sekali.
Temuan ini adalah hasil suatu survei terhadap 1.000 orang pelari dan 1.000 non-pelari di Inggris. Studi juga menemukan bahwa satu di antara 10 orang pelari pria mengaku selalu berpikir tentang seks selama berolahraga.
Sementara itu, hanya seperlima saja dari perempuan yang hobi jogging mengaku memikirkan soal seks selama berlari, dan hampir setengahnya menghabiskan waktu untuk berpikir tentang bagaimana olahraga yang mereka jalani memberi manfaat buat mereka.
Studi yang dilakukan oleh lembaga amal kesehatan Sue Ryder Care itu juga mengungkapkan, seperempat dari para jogger mengaku melakukan jogging sebagai sarana untuk malakukan pendekatan terhadap lawan jenis. Di Inggris, jogging sambil "merayu" sepertinya sedang menjadi sebuah tren baru yang disebut 'flunning' (singkatan dari flirting dan running).
Hampir sepertiga pelari mengaku mereka sengaja menyiapkan diri dan berinisiatif mengawali pembicaraan dengan lawan jenis selama berlari.
Sue Ryder Care adalah lembaga yang menyelenggarakan 24 event olahraga lari di Inggris sepanjang tahun ini. Acara penggalangan dana dari beragam event lari ini ditujukan untuk membantu mereka yang mengalami beragam penyakit seperti kanker, stroke, cedera otak, multiple sclerosis, demensia, huntington's disease, parkinson dan gangguan saraf motorik.
Ini sungguh kontras dengan mereka yang tidak memiliki kebiasaan jogging, di mana satu di antara empat orang (25 persen) mengaku hanya melakukan seks sekali dalam sebulan atau bahkan tidak sama sekali.
Temuan ini adalah hasil suatu survei terhadap 1.000 orang pelari dan 1.000 non-pelari di Inggris. Studi juga menemukan bahwa satu di antara 10 orang pelari pria mengaku selalu berpikir tentang seks selama berolahraga.
Sementara itu, hanya seperlima saja dari perempuan yang hobi jogging mengaku memikirkan soal seks selama berlari, dan hampir setengahnya menghabiskan waktu untuk berpikir tentang bagaimana olahraga yang mereka jalani memberi manfaat buat mereka.
Studi yang dilakukan oleh lembaga amal kesehatan Sue Ryder Care itu juga mengungkapkan, seperempat dari para jogger mengaku melakukan jogging sebagai sarana untuk malakukan pendekatan terhadap lawan jenis. Di Inggris, jogging sambil "merayu" sepertinya sedang menjadi sebuah tren baru yang disebut 'flunning' (singkatan dari flirting dan running).
Hampir sepertiga pelari mengaku mereka sengaja menyiapkan diri dan berinisiatif mengawali pembicaraan dengan lawan jenis selama berlari.
Sue Ryder Care adalah lembaga yang menyelenggarakan 24 event olahraga lari di Inggris sepanjang tahun ini. Acara penggalangan dana dari beragam event lari ini ditujukan untuk membantu mereka yang mengalami beragam penyakit seperti kanker, stroke, cedera otak, multiple sclerosis, demensia, huntington's disease, parkinson dan gangguan saraf motorik.
Langganan:
Postingan (Atom)