Tampilkan postingan dengan label Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seks. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Kalau Sakit, Istri Harus Menolak Seks

Meski sering merasa kesakitan saat berhubungan seks, ia tak berani menolak permintaan suaminya karena dianggap tak mau melakukan tugas istri. Apa yang harus diperbuat agar suami mengerti derita istri?

Saya umur 38, suami 40 tahun. Kalau berhubungan seks dengan suami sering merasa sakit di vagina dan perut, sejak tiga tahun lalu. Kadang saya menolak kalau suami minta berhubungan seks. Masalahnya, suami sering marah dan mengatakan saya tidak mau melayani. Kalau sudah begitu, saya terpaksa melayani dengan menahan sakit.

Saya diajarkan tidak boleh menolak keinginan suami karena itu merupakan kewajiban, tapi saya sangat menderita. Sering saya berpikir untuk apa menikah kalau begini? Kalau mau tidur saya merasa takut dan tidak tahu bagaimana cara mengatakan agar jangan berhubungan seks karena sakit.

Apa begini nasib istri, harus selalu memenuhi kewajiban terhadap suami? Kadang saya merasa diperlakukan tidak adil. Bagaimana agar tidak sakit lagi? Apa yang salah pada saya? Bagaimana membuat suami mengerti, dan tidak hanya menuntut haknya?"
S.Makassar

Salah pemahaman
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya perlu menjelaskan lebih dulu mengenai seksualitas perempuan. Pada dasarnya seksualitas perempuan dan pria punya persamaan, selain perbedaan.

Yang pasti, perempuan adalah makhluk seksual, sama seperti pria. Karena itu, perempuan juga punya atau mengalami hal berikut: a) punya dorongan (gairah seksual), b) mengalami bangkitan seksual sebagai reaksi fisik dan psikis terhadap rangsangan seksual, c) dapat mengalami orgasme, d) dapat mengalami gangguan fungsi seksual.

Masih ada kesalahan pengertian yang besar pada masyarakat, khususnya di kalangan pria, mengenai seksualitas perempuan: 1) pria menganggap perempuan tidak memerlukan kepuasan seksual, 2) perempuan dianggap hanya sebagai objek pemuas pria, sehingga harus selalu siap melayani pria, 3) pria mengira bila perempuan mampu hamil dan melahirkan berarti puas juga secara seksual.

Akibat kesalahan pengertian itu timbul sikap dan perilaku yang salah pada pria terhadap perempuan, khususnya istri. Pertama, suami menganggap istrinya harus selalu siap melayani, kapan saja dia ingin melakukan hubungan seksual. Kedua, kalau istri tidak bersedia melakukan hubungan seksual karena sebab tertentu, istri dianggap tidak melakukan kewajiban sebagai istri.

Inilah yang kini Anda alami. Saya yakin suami Anda tidak memahami seksualitas perempuan, sebagaimana saya jelaskan di atas. Karena tidak mengerti, seperti itulah sikap dan perlakuannya terhadap Anda.

Saya yakin sikap dan perilakunya akan berubah kalau suami memahami seksualitas perempuan. Saya yakin suami tak akan marah lagi kalau mengerti bahwa Anda justru memerlukan bantuan agar masalah Anda dapat diatasi. Saya yakin suami tidak akan memaksa Anda lagi.

Jangan terpaksa
Kalau Anda merasa sakit setiap berhubungan seks, berarti ada penyebabnya, mungkin berupa penyebab fisik atau psikis. Tentu harus diketahui apa penyebabnya. Melalui evaluasi dan pemeriksaan yang benar akan diketahui penyebab sakit itu.

Beberapa penyebab fisik, antara lain tidak terjadi reaksi pelendiran vagina dan inveksi
pada kelamin atau sekitarnya. Mungkin juga perlendiran vagina tidak terjadi karena gairah seksual Anda terhambat. Penyebab psikis antar lain kekecewaan terhadap suami, ketidakpuasa seksual sebelumnya, dan stres.

Sebelum rasa sakit itu hilang, seharusnya Anda tidak terpaksa melakukan hubungan seksual. Kalau keadaan terpaksa dibiarkan teru Anda akan mengalami trauma psikoseksual yang lebih buruk lagi. Saat ini pun sebenarnya Anda sudah mengalami akibat trauma itu, sehingga takut setiap mau tidur, takut suami menuntut hubungan seksual.

Tidak ada jalan selain melakukan langkah berikut: 1) berani menjelaskan kepada suami bahwa Anda mengalami gangguan fungsi seksual, dan harus mendapat pengobatan, 2) jelaskan kepada suami, dalam keadaan begini Anda tidak boleh berhubungan seks, 3) minta pengertian suami bahwa penolakan Anda bukan berarti tidak mau memenuhi kewajiban sebagai istri, melainkan agar talk terjadi akibat lebih buruk lagi, 4) segera konsultasi lebih jauh kepada tenaga ahli.

Jangan menunggu lebih lama lagi. Semakin lama dibiarkan, semakin buruk yang akan Anda alami. Artinya, akan timbul akibat lebih buruk bagi kehidupan seksual Anda dan suami.
Konsultasi dijawab oleh: Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And

Kompas.com

Minggu, 04 April 2010

Trik Membangkitkan Seks Pasca-Melahirkan

Peran ibu memang lebih kompleks dari sekadar multitasking. Perempuan terlatih membagi waktu dan perhatiannya sebagai istri, ibu, dan diri sendiri. Apalagi jika urusannya sudah menyangkut anak, kaum ibu menjadikan sang buah hati sebagai prioritas utama. Lantas bagaimana dengan romantisme, apalagi kehidupan seks dengan suami pasca-melahirkan?

Penulis buku The Mominatrix’s Guide to Sex, Kristen Chase, menyarankan sebaiknya lakukan sejumlah pendekatan untuk menjaga kehidupan seks. Ada beberapa cara praktis untuk menggairahkan kembali hasrat seks pasca-melahirkan:

1. Lupakan aturan seks pasca-melahirkan setelah enam minggu

Ada anggapan bahwa, enam minggu setelah melahirkan, vagina mulai normal dan kondisi fisik sudah siap untuk memulai aktivitas seks kembali. Sejumlah perempuan memang bisa pulih dalam waktu enam minggu. Namun, kebanyakan perempuan tidak mengalami hal ini. Jangan bandingkan kondisi Anda dengan yang lain karena setiap orang memiliki pengalaman berbeda. Kesiapan fisik bukan satu-satunya faktor untuk kembali beraktivitas seks. Kesiapan emosi dan intimasi juga memengaruhi kapan Anda kembali mengambil peran sebagai istri dalam hubungan seks dengan suami.

2. Suami-istri perlu menjaga kedekatan emosi Setiap hari, kesibukan mengurus anak, rumah tangga, dan pekerjaan akan terus berulang. Akan lebih mudah jika Anda dan suami saling memberikan perhatian setiap hari. Cami Zimmer, pakar hubungan berpasangan di Minneapolis, mengatakan bahwa kedekatan emosi bisa dibangun oleh suami-istri. Misalkan, di tengah kesibukan, suami-istri membiasakan untuk selalu saling menatap, tersenyum, berciuman yang bukan sekadar pamitan saat berangkat kerja, dan berpegangan tangan. Gestur sederhana ini memberikan efek kedekatan, rasa aman, dan rasa tak sendirian.

3. Hubungan harmonis hanya untuk anak AndaAyah dan ibu yang bahagia memberikan perasaan aman bagi anak-anak. Untuk menciptakan hubungan suami-istri bahagia, bagian utamanya adalah menjaga hubungan seks agar tetap bergairah. Jika fokus utamanya adalah anak-anak, maka hubungan seks dengan pasangan akan lebih memiliki tujuan. Niatan kuat untuk selalu terlihat positif di mata anak-anak menjadi alasan yang tak terbantahkan bagi suami-istri untuk lebih sering menjaga intimasi, dengan hubungan seks tentunya.

4. Buatlah tantangan seks dan berikan target
Menetapkan target juga bisa diterapkan dalam frekuensi hubungan seks. Sepakati dengan suami untuk membuat tantangan seks, baik dari frekuensi berhubungan maupun gaya hubungan seks. Cara ini bisa membantu pasangan meningkatkan gairah seksnya. Artinya, tak melulu harus berhubungan badan setiap hari, tetapi bisa juga dengan memakai lingerie yang cantik saat mau tidur atau memuji tubuh suami yang terlihat masih terlatih. Sempatkan juga menonton pertunjukan yang "seksi" bareng suami. Tantangan seks ini bisa membangun Anda dan pasangan.

5. Lakukan hal spontanMelakukan hal spontan untuk keluar dari rutinitas sehari-hari tak melulu harus sesuatu yang besar dan makan biaya, misalnya bulan madu kedua ke Bali. Zimmer menyarankan untuk melakukan hal spontan yang lain dari biasanya. Pergilah ke supermarket bersama pasangan, beli bahan makanan, dan coba resep baru di rumah. Menjalani aktivitas di luar kebiasaan bisa menyenangkan atau malah menimbulkan masalah. Ini tergantung cara Anda dan pasangan dalam menyikapinya. Prinsipnya, luangkan waktu bersama untuk berbagi momen yang membangun intimasi.

6. Berilah perhatian kepada diri sendiri
Anda pasti memiliki definisi sendiri untuk perawatan diri, yaitu mendatangi pusat kebugaran, ke salon untuk mani-pedi, atau bermain futsal bersama teman-temannya (untuk suami). Apa pun bentuknya, luangkan waktu untuk diri sendiri. Chase mengatakan bahwa cara Anda dalam menghargai dan merasa nyaman dengan diri sendiri akan memengaruhi aktivitas seks dengan pasangan. Jadi, selalu berikan ruang bagi pasangan untuk menikmati waktunya sendiri.

7. Jadwalkan kencan menjelang malam

Kencan bagi orangtua menjadi penting untuk meningkatkan kedekatan emosi, tak melulu dengan makan malam bersama dan menitipkan anak ke orangtua. Coba lakukan kencan di rumah setelah anak-anak tidur, mandi bersama, bermain games yang Anda berdua sepakati, menyewa film kesukaan, lalu duduk berdampingan dengan sedikit pelukan dan sentuhan kecil; lebih sederhana bukan?

8. Selalu komunikasi dengan pasangan
Anda dan pasangan tidak akan pernah menemukan kesesuaian mengenai apa yang Anda butuhkan tanpa adanya komunikasi. Lakukan komunikasi sesering mungkin, termasuk dalam hubungan seks. Katakan apa yang membuat Anda bergairah atau tidak bergairah. Ketika Anda terlalu lelah mengurus anak dan rumah, dan suami kurang memberi perhatian untuk membantu, katakan saja. Soalnya, ketika kelelahan, Anda juga menjadi tidak mood untuk melakukan aktivitas seksual.

KOMPAS.com

Orang Melakukan Seks Rata-rata 103 Kali Setahun

Aktivitas seksual dengan pasangan bukan sekadar menjadi rutinitas yang menyenangkan. Ada banyak fakta dan manfaat lainnya yang mungkin belum Anda ketahui.

Misalnya saja, dikatakan bahwa satu orang rata-rata melakukan hubungan seksual 103 kali dalam setahun. Sebenarnya tidak ada patokan angka untuk mengukur rata-rata aktivitas seksual. Namun pakar kesehatan di Amerika mengatakan seorang perempuan yang melakukan seks sedikitnya seminggu sekali bisa meningkatkan kadar testosteron. Frekuensi yang teratur dan sering dalam berhubungan seks bisa menciptakan dorongan seksual yang sehat. Artinya, perempuan bisa  merangsang dorongan seksual lebih tinggi.

Lantas, hal menyehatkan apalagi yang bisa Anda dapatkan dari berhubungan seks?

Hubungan seks membakar 200 kalori per 30 menit
Setiap orang rata-rata membakar 200 kalori dengan berhubungan seks selama 30 menit. Seks setara dengan olahraga, namun bukan berarti Anda harus meninggalkan aktivitas Anda di pusat kebugaran. Anggaplah seks sebagai bagian, bukan keseluruhan, dari rutinitas olahraga Anda.

Seks menunjang sistem kekebalan
Sebuah studi di Wilkes University menunjukkan, seseorang yang berhubungan seks seminggu sekali atau dua kali, memiliki immunoglobulin A 30 persen lebih tinggi. Ini adalah antibodi yang dikenali bisa meningkatkan sistem kekebalan manusia.
Seks membuat kulit lebih sehat
Berhubungan seks meningkatkan hormon yang memproduksi sel kulit menjadi lebih sehat.  Jadi, krim malam Anda masih tetap berguna, tapi sebaiknya segera bermesraan dengan pasangan dan mulailah bercinta.

Perempuan butuh perangsang dari biji labu
Biji labu diklaim sebagai viagra yang natural untuk kaum hawa. Para pakar mengatakan tidak ada penelitian ilmiah mengenai rumor ini. Jadi, opini umum ini tidak bisa dibuktikan. Namun, tak masalah jika Anda sudah mengonsumsinya karena ada kandungan magnesium dan zat besi di dalam labu. Tetapi jangan harap dengan makan labu, perempuan bisa lebih terangsang melakukan hubungan seks.

Perempuan yang sulit orgasme adalah normal
The Kinsey Institute yang fokus pada penelitian seks, gender, dan reproduksi, mengatakan hanya 29 persen perempuan yang mengalami orgasme setiap kali berhubungan seks. Sedangkan 71 persen lainnya tidak pernah mengalami orgasme dan atau mengalami sesekali. Perempuan memang tidak semudah pria mengalami orgasme. Namun hal ini masih bisa diatasi dengan terapi.

Perempuan harus siap berhubungan seks 6 minggu setelah melahirkan
Para pakar kesehatan memang memberikan acuan waktu selama 6 minggu bagi perempuan untuk berhubungan seks setelah melahirkan. Namun realitasnya, perempuan butuh waktu bulanan bahkan setahun untuk merasa siap kembali membangkitkan hasrat seksual. Jadi, sebaiknya para ayah memperhatikan psikologis pasangan sebelum berhubungan seks.

Gangguan tiroid menurunkan libido
Gangguan pada tiroid bisa menurunkan libido. Gejalanya seperti berat badan menurun, rambut rontok, kulit kering, dan kelelahan. Untungnya, penyakit ini bisa didiagnosa dengan tes darah, lalu melakukan perawatan yang tepat untuk menuntaskan penyakit tersebut.

Perempuan alergi mani
Sebanyak 40.000 perempuan di Amerika alergi terhadap mani. Akibatnya perempuan mengalami gatal-gatal, bengkak, bintik merah, hingga kesulitan bernafas. Dalam sejumlah kasus ditemukan bahwa alergi ini bisa menyebabkan kematian. Reaksi ini harus dikenali dan dipahami bersama dengan pasangan. Menggunakan kondom menjadi salah satu solusinya.

Buang angin saat berhubungan seks itu normal
Perempuan rata-rata membuang gas 14 kali sehari, jadi jangan heran ketika itu terjadi saat berhubungan seks. Hindari makanan mengandung gas tinggi atau konsumsi obat jika perlu untuk mengurangi buang gas. Jika masih terjadi juga, tertawakan saja bersama pasangan, anggap saja lelucon seru dan tak usah ambil pusing. Lanjutkan saja intimasi bersama pasangan.

KOMPAS.com

Hubungan Seks Pascaserangan Jantung

Menderita serangan jantung tidak berarti bahwa Anda tidak mampu berhubungan seks lagi. Apalagi, aktivitas seks punya banyak sisi, meliputi sisi prokreasi, rekreasi, relasi, bahkan religi. Hanya saja, untuk penderita penyakit jantung, ada "rambu-rambu" yang perlu diwaspadai agar kegiatan seksual bisa terhindar dari gangguan jantung.

Menurut para ahli dari Mayo Clinic, tekanan terhadap jantung saat melakukan hubungan seks boleh dikatakan hampir sama dengan berjalan cepat atau naik tangga. Denyut jantung, denyut pernapasan, dan tekanan darah akan meningkat. Karena itu, aktivitas seksual harus dilakukan seperti akivitas lain, yakni dengan berhati-hati, tetapi tidak disertai rasa takut.

Santai saja
Untuk meminimalkan tekanan terhadap jantung, sebaiknya aktivitas seksual dilakukan dalam suasana yang sudah biasa dialami bersama pasangan. Dengan demikian, Anda akan merasa lebih rileks. Jika Anda merasa posisi tertentu lebih menegangkan dibandingkan yang lain, carilah cara lain yang lebih santai.

Komunikasi
Berbicaralah dengan pasangan, baik sebelum maupun sesudah aktivitas seksual, agar kedua belah pihak merasa nyaman. Dengan membagi rasa khawatir dan cemas, Anda akan merasa ringan jika jalur komunikasi terbuka lebar. Normal saja jika kebutuhan Anda berubah untuk sementara waktu. Anda mungkin mengalami hasrat yang meningkat atau menurun dalam beraktivitas seksual.

Tetap waspada
Jika Anda mengalami sakit dada, napas pendek-pendek, atau irama jantung tidak teratur selama beraktivitas seksual, segera hentikan. Pria harus menghindari pemakaian sildenafil (Viagra), obat yang diminum untuk mengatasi disfungsi seksual, kecuali dokter telah menyetujui pemakaiannya.

KOMPAS.com

Hati-hati dengan Seks Oral

BANYAK yang mengatakan seks oral merupakan aktivitas paling aman dibandingkan jenis hubungan intim lainnya. Bagi pasangan yang tidak terikat, seks oral kerap dijadikan pilihan karena tidak akan mengakibatkan kehamilan. Tapi, apakah kegiatan seks oral benar-benar aman, terutama dari risiko terkena penyakit menular seksual ?

Bagi kebanyakan pasangan, seks oral biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemanasan atau foreplay.  Kaum lelaki banyak yang menyukai aktivitas ini sebab oral seks mampu membakar fantasi mereka dalam meraih kepuasan.  Pria biasanya merasakan kenikmatan yang lebih tinggi dalam menerima maupun memberikan seks oral. Dari beberapa penelitian, para pria mengaku lebih sering menginginkan oral seks dibandingkan dengan wanita.

Konsultan seks, dr Ferryal Loetan, ASC&T, MMR, SpRM, M.Kes, menilai oral seks sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Oral seks yang dilakukan wanita terhadap pria memungkinkan terjadinya penularan penyakit, begitu juga aktifitas oral seks yang dilakukan pria terhadap wanita.

"Di dalam mulut terdapat banyak air liur yang dapat menularkan penyakit. Sebab di dalam air liur manusia, terdapat beberapa kuman dan bakteri. Demikian pula dengan berbagai macam jamur, yang biasa menempel di tubuh manusia. Ketiganya bisa mengakibatkan penyakit saat kita melakukan oral seks," kata Ferryal.

Bahaya akan mengancam bila oral seks dilakukan tanpa hati-hati dan tanpa menjaga kebersihan tubuh. Bila yang menerima oral seks mengidap penyakit, mereka dapat menularkannya kepada yang memberi oral dan begitu pula sebaliknya.

Misalnya, mulut dan bibir yang mengalami pecah-pecah dapat mengundang risiko tertularnya penyakit kepada penerima oral dari pemberi oral. Penyakit lain yang dapat ditularkan melalui oral di antaranya, klamidia, herpes genitalis, gonore, hepatitis B, HIV dan kutil pada alat kelamin (HPV).

Jika anda menyukai seks oral dan tak bisa mengubah kebiasaan ini, maka yang  wajib diperhatikan adalah menjaga kesehatan dan kebersihan alat-alat genital Anda  Dengan begitu, tanda-tanda umum penyakit yang berhubungan dengan gejala awal PMS dapat diketahui lebih dini.

Jalan satu-satunya bila Anda tetap ingin melakukan oral seks dengan cara fellatio (seks oral terhadap organ lelaki), adalah menggunakan kondom tanpa pelumas (atau hilangkan pelumasnya). Sedangkan untuk melakukan cunnilingus (seks oral terhadap organ kewanitaan), pasangan Anda harus menggunakan pelindung terhadap gigi.  Alat ini berupa selembar lateks persegi yang diletakkan di atas vulva untuk menghindari  kontak langsung atau pertukaran cairan tubuh.

Agar Seks Oral Jadi Lebih Seru

Terkadang wanita malas melakukan seks oral. Bukan apa-apa, membayangkan seks oral kadangkala membuat ilfil karena pria sering kali ke kamar mandi untuk buang air kecil dan tidak dicuci bersih. Tidak seperti para wanita yang jelas mencucinya, bahkan mengelapnya hingga bersih. Kaum hawa sepertinya tidak yakin apakah pasangannya sudah membersihkannya dengan baik?
Selain kebersihan, tak terbayang rasanya jika para wanita melakukan seks oral  untuk membuat pria senang, tapi kaum Hawa sendiri menderita saat membayangkan seperti apa rasanya dan bagi mereka mungkin aneh. Sebagai pria, Anda mungkin tidak pernah merasakan sperma sendiri bukan?

Jadi, tak heran kadangkala kaum wanita merasa tidak menyukai permainan yang satu itu. Tetapi, bagi kaum pria, salah satu permainan seks yang paling menyenangkan adalah seks oral! Lalu, bagaimana agar membuat seks oral menjadi lebih menyenangkan? Siapa tahu, jika Anda sukses membuatnya lebih oke, si dia mau melakukannya lagi dan lagi... hmmm....

Bersih-bersih
Ya. kebersihan sangatlah penting agar mereka nyaman melakukan seks oral. Tidak hanya membuat dia nyaman mencobanya, tapi juga bereksplorasi. Terbayang betapa tidak nyamannya melakukan aktivitas ini bila organ intim Anda berbau tak enak!
Jangan lupa bahwa lidah akan berperan di sini. Jadi, mandilah dan bersihkan di bawah sana. Ingat bahwa aktivitas pria sehari-hari telah menyebabkan daerah bawah sana menjadi kurang menarik bagi para wanita. Jika perlu, mandilah berdua dengan si dia agar Anda berdua mengalami foreplay yang menarik. Tips terakhir, meski mencukur semua bulu tidaklah perlu, setidaknya janganlah membiarkan terlalu lebat di bawah sana. Seperti halnya pria yang menyukai kaum wanita yang penuh keindahan, sedikit kerapian akan sangat menunjang!

Buat suasana nyaman
Ini sangat penting! Bagi sebagian besar wanita, melakukan oral merupakan hal yang sangat penting. Buatlah keadaan yang nyaman, bangun suasana hati yang baik untuk pasangan. Bagi pria, tanyakanlah posisi yang membuat si dia rileks. Sekadar tips, tidak semua wanita suka saat Anda berdiri dan mengharapkannya di bawah sana, lalu Anda bertolak pinggang serasa raja, ataupun saat pasangan Anda sedang melakukannya. Anda pun tak boleh seenaknya mendorong kepala pasangan untuk lebih dalam menelan. Hey! Wanita bisa tersedak punya Anda! Jangan terpengaruh kebanyakan film yang Anda tonton, tak semua wanita bisa seperti itu!

Siapkan rasa
Pada umumnya, banyak dari kaum wanita yang tidak menyukai bila mereka harus menelan sperma, tapi mungkin si pria bisa membuat rasanya menjadi lebih menarik. Tahukah Anda bahwa apa yang dimakan seorang pria sangat berpengaruh pada rasa spermanya?

Jika pria suka makan sayuran, ini sangat baik untuk sang wanita, mengapa? Karena rasa sperma akan menjadi tidak sangat tajam. Jika tidak siap untuk hanya menyantap sayur tanpa daging, cobalah konsumsi buah seperti kiwi, semangka, nanas, dan seledri yang juga bisa "meringankan" rasa sperma. Bahkan, cobalah untuk makan buah plum, blueberry, cranberry karena akan membuat rasanya menjadi lebih manis. Sekadar info, bir dan kopi akan membuat rasanya menjadi agak pahit.

Buat permainan
Oke, katakanlah wanita pasangan Anda tetap tidak terlalu menyukainya, mungkin bisa Anda modifikasi dengan memberikan makanan seperti saus cokelat, whipped cream, atau makanan lainnya yang tersebar di area yang dituju dan juga di daerah lainnya sebagai tambahan permainan.

Tanyakan kesannya
Ini adalah hal paling penting. Jangan lupa untuk menanyakan kesan, bahkan jika perlu sanjung si dia dengan kalimat yang sangat memuji karena Anda telah diperlakukan bak seorang raja. Meskipun yang dia lakukan tidaklah sehebat itu, tetapi pasangan Anda sudah berusaha.

Jangan lupa juga memberikan petunjuk kecil dengan mengatakan 'lain kali kamu ke kiri sedikit' atau apa pun dengan senyuman manis. Yakinkan padanya bahwa itu lebih enak, tapi akan lebih enak lagi jika posisi di sebelah sana.

dr Intan Airlina Febiliawanti

KOMPAS.com

Kalau Istri Menuntut Seks Oral

Sebetulnya ia tidak keberatan istri meminta oral sex. Ia jadi bertanya-tanya karena istri hanya puas dengan oral sex, bukan hubungan seksual. Normalkah istrinya? Adakah dampak negatifnya bagi suami?

“Saya mau berkonsultasi mengenai masalah yang saya alami dengan istri. Kami sudah menikah tiga tahun. Dalam urusan hubungan seks sebenarnya tidak ada masalah, tetapi sejak setahun terakhir, istri selalu menuntut minta oral sex. Setelah itu baru mau berhubungan seks, tetapi sering juga sudah orgasme dengan oral sex.

Istri saya mengaku tidak dapat mengalami orgasme bila hanya melakukan hubungan seks. Setahun lalu, waktu dia minta dilakukan oral sex, barulah dia bisa puas. Sejak itu dia menuntut terus oral sex.

Bagi saya sebenarnya tidak ada masalah karena istri juga mau melakukan oral sex untuk saya. Namun, kadang-kadang saya tidak senang melakukannya, apalagi kalau dia baru bangun tidur.

Pertanyaan saya, apakah istri normal kalau hanya bisa puas dengan oral sex? Mengapa istri tidak bisa puas bila melakukan hubungan seks? Apakah ada semacam gangguan jiwa?

Apa yang harus saya lakukan kalau istri menuntut oral sex, tetapi saya tidak senang melakukannya,misalnya karena dia belum mandi? Apakah tidak ada dampaknya melakukan oral sex?”

M.N., Jakarta

Menerima Rangsangan
Tidak sedikit pasangan suami istri yang melakukan oral sex, baik sebagai aktivitas pendahuluan sebelum melakukan hubungan seksual, maupun sebagai pengganti hubungan seksual pada keadaan tertentu.

Sepanjang dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dan menyenangkan kedua pihak, oral sex bukanlah masalah. Namun, kalau dilakukan tanpa kesepakatan dan hanya menyenangkan salah satu pihak, saya pikir tidak patut dilakukan.

Sebagian orang hanya mengartikan oral sex dilakukan oleh wanita terhadap pria. Padahal wanita, seperti juga pria, dapat menyenangi rangsangan melalui oral sex. Jadi, kalau istri Anda menuntut oral sex, itu bukan sesuatu yang aneh, apalagi kalau istri hanya dapat mencapai orgasme melalui cara itu.

Melalui oral sex, istri menerima cukup rangsangan seksual. Karena itu, dia dapat mencapai orgasme dan kepuasan seksual. Kegagalan istri mencapai orgasme melalui hubungan seksual, tentu disebabkan rangsangan seksual yang tidak cukup diterima.
Pertanyaannya, mengapa istri tidak cukup menerima rangsangan melalui hubungan seksual?

Kemungkinan jawabannya ialah posisi hubungan seksual tidak optimal bagi istri untuk menerima rangsangan seksual pada bagian yang peka rangsangan di kelamin. Kemungkinan lain, ereksi Anda tidak cukup baik atau Anda terlalu cepat mencapai ejakulasi, sehingga rangsangan untuk istri cepat berakhir.

Dengan oral sex, istri pasti menerima cukup rangsangan seksual, bahkan dalam waktu yang cukup. Karena itu, dia dapat mencapai orgasme dan merasa puas.

Persoalan Estetika
Tidak ada dampak buruk melakukan oral sex, asal Anda dan istri tidak mengalami salah satu jenis penyakit pada kelamin. Tentu saja mutlak harus ada kesepakatan bersama dan menyenangkan kedua pihak.

Keengganan Anda memenuhi permintaan istri untuk melakukan oral sex ketika baru bangun tidur, saya yakin itu hanya berkaitan dengan estetika. Hambatan itu dapat diatasi, misalnya dengan memintanya lebih dulu mandi. Sebaliknya demikian juga bila istri melakukan untuk Anda.

Sebenarnya inti kehidupan seksual suami istri ialah kesetaraan untuk kepentingan bersama. Jadi, suami jangan menganggap istri hanya sebagai objek seksual, dan juga sebaliknya.

Kehidupan seksual harus dibina bersama agar berlangsung harmonis untuk menunjang kebahagiaan keluarga


KOMPAS.com

Seks Bikin Siklus Menstruasi Jadi Teratur

Salah satu kunci kebahagiaan hidup adalah jalinan asmara yang penuh cinta. Berbicara soal ini tentu tak bisa lepas dari kehidupan seks. Banyak penelitian menyebutkan, orang yang mampu menjaga gelora asmaranya bersama pasangan tercinta, umumnya menjalani kehidupan pernikahan yang memuaskan. Mereka lebih bahagia ketimbang pasangan lain yang jarang bercinta, atau dibanding pasangan yang kerap berhubungan intim tapi tak menikmatinya.

Sementara itu, sejumlah penelitian lain menyatakan, melakukan kegiatan seksual secara berkala tak hanya ampuh untuk mendongkrak kesehatan jiwa. Wanita yang bercinta dengan pasangannya secara teratur akan mendapatkan segudang manfaat kesehatan, karena keseimbangan hormon dalam tubuhnya terjaga dengan baik. Keuntungan itu bisa kian meningkat, apabila kita sering mendapatkan orgasme kala berhubungan. "Saat seorang wanita mengalami orgasme, hormon kortisol mendorong terjadinya rangsangan daerah abu-abu di otak, yang berakibat bertambahnya hormon endorfin serta serotonin. Ini akan meningkatkan rasa percaya diri, dan kesehatan fisik maupun mentalnya," ujar Dr. Ferryal Loetan, ASC&T, Sp.R.M, MKes-MMR, konsultan seks yang praktik di Jakarta.

Salah satu keuntungan yang didapat jika berhubungan intim secara teratur dan mencapai puncak adalah siklus menstruasi yang jadi teratur. Fakta ini antara lain terbukti melalui studi yang dilakukan Winnifred Cutler dan timnya di Columbia dan Stanford University. Mereka menyatakan, para wanita yang melakukan hubungan intim minimal sekali dalam seminggu (di luar waktu haid), cenderung mempunyai jadwal datang bulan yang teratur. Ini setelah dibandingkan dengan kelompok wanita yang jarang menikmati aktivitas seksual.

Cutler juga menegaskan, wanita yang bercinta dengan penuh perasaan cenderung lebih sehat secara fisik maupun psikologis. "Dalam hal ini, tingkat keintiman berperan lebih tinggi ketimbang mencapai orgasme," demikian ujarnya. Lebih lanjut, seks juga bisa mengurangi potensi timbulnya PMS, masalah pada rahim, serta lebih mudah memperkirakan masa subur.

KOMPAS.com

Rahasia Seks Kaisar-kaisar China

Sama seperti para raja di berbagai belahan dunia lain, para kaisar China juga suka berburu. Ada saatnya para raja keluar diiringi pembantu setianya dan para pengawal. Kelinci dan utamanya kijang acap jadi sasaran bidikan panah sang raja.

Selain dagingnya enak, binatang-binatang ini sangat lincah dan larinya tak kalah hebat dibandingkan kuda-kuda tunggangan kaisar dan pengikutnya. Jadi, kaisar bisa sekaligus olah fisik berkuda Saat keringat membasahi jubah emas sang raja yang berkilau diterpa mentari itulah gairah memburu makin menggebu. Apalagi sang raja tak hanya termotivasi oleh sulitnya mendapatkan binatang-binatang yang lincah itu.

"Ada obat yang sedang dicari para kaisar itu!" tutur Dr. Rahmat, ahli pengobatan tradisional China (Traditional Chinese Medicine atau TCM) dalam sebuah perbincangan di Klinik Shanghai, tempatnya berpraktik.

Tiap kali seekor kijang atau rusa muda tertembus panah sang raja, tanduknya langsung dipotong. "Nah, darah yang mengalir dari tanduk, ya paling beberapa tetes, dimasukkan dalam cangkir yang sudah diberi arak, langsung diminum," tuturnya. Dan, itulah obat manjur bagi kejantanan sang raja.

Puluhan ribu
lni sekilas kisah yang acap tertuang dalam kisah-kisah literatur Cina kuno. Tegukan setetes atau dua tetes darah dari tanduk rusa adalah sebagian kecil ramuan yang digunakan para kaisar Cina untuk meningkatkan stamina dan kejantanan. "Ada ribuan ramuan yang digunakan," ujarnya.

Ribuan ramuan itu merupakan gabungan dan variasi beberapa bahan herbal atau simplisia yang disebut para tabib sebagai pendongkrak libido dan stamina.

Menurut Dr. Rahmat, inti dari ramuan itu pada dasarnya untuk meningkatkan atau memperkuat energi (ginseng, astragalus, akar dang seng), menguatkan darah (dang qui, chuan xiong) dan ginjal (tanduk rusa, morinda officinalis how, batang dan akar benalu, dan cistanche salsa yang di Cina disebut roucongrong).

Ramuan herbal menjadi satu-satunya sarana karena latihan fisik seperti taichi dan kungfu tidak selalu dilakukan para kaisar, meski ada juga yang melatih fisiknya ini demi memperkuat stamina di ranjang. "Taichi bermanfaat untuk memperkuat pinggang," kata Sinse David Sungahandra.

Resep-resep pendongkrak ini pasti berbeda antara tabib dari kaisar satu dengan tabib kaisar sebelum atau sesudahnya. "Resep-resep ini penting bagi para kaisar karena mereka setiap hari sibuk dengan urusan kenegaraan," ungkap Dr. Rahmat.

Apalagi yang mesti didatangi kaisar adalah selir-selir yang jumlahnya puluhan. Jadi, dengan jadwal ketat, kaisar harus mengikuti berbagai protokoler. Mulai dari minum resep sampai menentukan hari dan siapa selir yang harus didatangi.

Sejak siang, para selir yang sudah tahu bakal dikunjungi kaisar mesti menyiapkan diri. "Pijat, mandi, dan dandan yang cantik adalah bagian dari protokol yang harus dijalani para selir itu," ujar Dr. Rahmat.Bagi kaisar, prosedur tak sebegitu rumit. Sang raja cukup mandi dan diberi ramuan obat sore harinya, sebelum membuat para selir ini "terjungkir balik" di malam harinya.

KOMPAS.com

Rabu, 31 Maret 2010

Pria Pecandu Seks Tak Puas Sesi Ngeseks Normal

AWALNYA, Anda senang karena pasangan bersedia melakukan apa saja, bahkan bertingkah agresif untuk menyenangkan Anda di ranjang. Tetapi pada suatu saat usia pernikahan, Anda menyadari bahwa ia bukan orang normal dengan hasrat seksual normal.

Sebaliknya, ia adalah seorang pecandu seks, yang punya etika seks liar dan selalu kelaparan dengan keintiman fisik hingga berdampak negatif pada kehidupan Anda berdua. Gagal mengatasi dorongan seks yang seolah tak pernah terpuaskan (dikenal dengan istilah “Satyriasis” atau “Don Juanism”), Anda tahu harus membantunya keluar dari masalah tersebut.

Psikolog Dr Sameer Parikh mendefinisikan kecanduan seks sebagai sebuah situasi, "Ketika berhubungan seks dipandang sebagai satu-satunya prioritas seseorang, yang mengarah kepada pengabaian aspek penting lainnya dalam hidup (misalnya bekerja, bersosialisasi, dan tidur), kecanduan, atau kompulsif terhadap seks.”

Lebih lanjut ia menjelaskan, kecanduan seks dan kompulsif adalah setiap perilaku seksual yang memiliki atau dilakukan dalam sebuah tindakan obsesif, tidak terkendali, dan cara tidak rasional yang merusak diri sendiri.

“Orang didiagnosis gangguan ini merasa, dan mungkin memiliki sedikit atau tidak ada kontrol atas seks, dan diharuskan untuk mengatasinya dengan terapi psikologis dan obat-obatan, dalam kondisi tertentu."

Berikut beberapa petunjuk apakah pasangan pria adalah pecandu seks atau nymphomaniac, seperti diungkap Times of India.

Tidak puas dengan sesi bercinta normal


Dia biasanya mengeluh tentang kurangnya variasi dalam kehidupan seks bersama Anda. Bercinta normal tidak pernah memuaskannya karena dia ingin sesuatu yang lebih “keras”, seperti adegan dalam film porno. Dia menemukan kebahagiaan dalam jumlah, baik jumlah posisi seks abnormal atau jumlah klimaks yang berhasil ia dapat dalam satu sesi bercinta.

Mencari pemuas lain


Apakah Anda ragu dia memiliki hubungan lain hanya untuk mencari kepuasan seksual? Meskipun berulang kali mengatakan “tidak”, dia tidak bisa mengendalikan dorongan seksualnya.

Terus-menerus menggali berbagai elemen seksual


Kesenangannya tidak cukup sebatas menonton film porno, melihat gambar erotis, atau membaca buku seks, tetapi juga X-rated stuff. Jika Anda melihat browser history-nya, maka keluar situs-situs porno, juga mail box yang penuh dengan undangan dari situs kencan dewasa.

Yang ada di pikirannya hanya seks


Dia mengabaikan hubungan sosial, tanggung jawab profesional dan spiritual, serta pengembangan diri. Bahkan ketakutan ekstrim akibat penyakit menular seksual tidak merintanginya untuk petualangan seksual.

Tidak peduli masalah hukum


Anda memergokinya bicara melalui telepon dengan cara yang tidak senonoh dengan seseorang. Ia tak segan berhubungan seks dengan pekerja seks komersil. Anda bahkan bisa menemukannya terlibat dalam kegiatan, seperti voyeurism atau exhibitionism. Jika ancaman hukuman tidak menghentikannya dari aktivitas seksual tersebut, Anda harus sadar bahwa Anda hidup dengan pecandu seks!

Menyimpan perasaan negatif


Seperti beberapa petunjuk yang disebutkan di atas, jika Anda menemukan pasangan hidup dengan perasaan negatif yang intens, seperti perasaan bersalah, malu, penuh penyesalan, ingin bunuh diri, itu karena ia tidak dapat menahan diri melakukan sesuatu yang dia tahu itu salah, bukan hanya untuknya tetapi juga untuk orang yang dicintainya.
okezone.com

6 Ciri Wanita Pecandu Seks

pecandu seks sering dialamatkan pada kaum pria. Stigma tersebut mungkin akibat cara pandang yang mengatakan bahwa pria adalah pihak yang seharusnya agresif di ranjang.

Kenyataannya, wanita juga bisa mengalami masalah kecanduan seks. Agresitivitas dan pihak yang mengawali aktivitas seks juga bisa diselesaikan oleh wanita. Kenali wanita pecandu seks lewat beberapa ciri berikut, seperti diungkap Times of India.

Senang jadi magnet perhatian


Wanita yang menderita kecanduan seks (nymphomaniac) membutuhkan perhatian dari lebih dari satu orang. Dia bisa pergi sejauh apapun untuk menjadi magnet bagi banyak pria. Jadi, berhati-hatilah jika pasangan Anda menebar pesona pada seluruh teman, kolega, dan bos Anda, ataupun pria yang baru ditemuinya.

Selalu dalam suatu hubungan


Masa lalu hubungan mendorongnya terus meneruskan seri baru hubungan dengan pria lain. Alasan mengapa dia tidak pernah sendiri adalah bahwa ia tidak bisa berdiri sendirian.

Seks di mana-mana


Tidak peduli apa yang Anda katakan padanya, ia hanya akan menguraikan arti atau konotasi seksual untuk memuaskan dirinya. Dia akan melampirkan setiap percakapan dengan erotisme yang akhirnya mengarah pada hubungan seks.

Seks adalah obat


Untuk semua rasa sakit, kecemasan, dan masalah, satu-satunya obat yang bekerja untuknya adalah seks. Dia tidak bisa melupakannya.

Terlalu sering, terlalu cepat


Itu harapannya dari hubungan. Sementara wanita normal cukup dengan berciuman dan berpelukan, dia sudah terbakar dengan keinginan membara untuk berada di tempat tidur dengan Anda, dengan penuh perintah untuk Anda, tentu saja!

Tolak dia dan lihat reaksinya


Setiap pria mengalami hari di mana libidonya sedang rendah dan gagal membalas gairah Anda. Tapi, berani menolak seorang nympho atau pecandu seks, maka dia akan menyentuh pola perilaku ekstrem, termasuk meludahi Anda, depresi, dan rasa takut terhadap penarikan dari segala sesuatu di sekelilingnya. Kecenderungan ekstrem bunuh diri juga bisa menjadi pertimbangannya.

"Tidak mungkin bagi pecandu seks mewujudkan kebutuhan pengobatan untuk masalahnya. Dalam berbagai kasus, itu adalah hak prerogatif. Butuh kesabaran untuk meyakinkan dia menemui seorang pakar. Kurangnya treatment tidak bisa hanya mengungkapkan rasa malu akut pada pecandu seks, tetapi juga menyandarkan mereka dalam masalah hukum, terutama dalam kasus wanita, "jelas psikiater Dr Aruna Broota.
 
okezone.com

Jumat, 26 Maret 2010

Seks Menurun, Salahkan Kegemukan

Kompas.com — Seiring bertambahnya usia, wanita ini semakin meningkat gairah seksualnya. Sayang sekali, sang suami malah semakin enggan melakukan hubungan seksual. Diduga, kegemukan yang menjadi faktor penyebabnya. Apa kaitan kegemukan dengan potensi seksual? Bagaimana mengatasinya?

"Saya berumur 42, suami 46 tahun. Kami sudah menikah selama 13 tahun dan dianugerahi dua anak. Saat ini saya tidak menggunakan alat KB, suami yang pakai kondom. Sejak setahun ini suami kelihatan mengalami penurunan. Suami semakin jarang meminta berhubungan intim. Sebelumnya paling lama empat hari dia sudah mengajak berhubungan intim lagi.

Saya justru sebaliknya, semakin ingin melakukan hubungan intim. Kalau empat hari tidak hubungan intim, saya merasa ingin sekali. Kadang-kadang sampai susah tidur kalau tidak melakukan hubungan intim, padahal saya sudah ingin sekali.

Saya pernah bertanya kepada suami, mengapa kok tidak seperti dulu? Suami hanya menjawab, ya saja, dan mengatakan tidak tahu mengapa. Apakah kegemukan suami berpengaruh? Suami bertambah gemuk sejak dua tahun terakhir ini. Sudah minum obat kurus, tapi tidak berhasil.
Apakah suami perlu obat supaya bisa kembali seperti dulu? Kalau tidak mendapat obat, apakah dia bisa kembali bergairah seperti dulu?"
PK, Jakarta


Dua kemungkinan
Masalah Anda muncul karena ada kesenjangan antara Anda dan suami. Anda semakin ingin melakukan hubungan seksual, sedangkan suami justru semakin jarang ingin melakukannya. Inilah yang menimbulkan akibat yang mengganggu Anda.

Ada dua kemungkinan mengapa suami semakin jarang meminta melakukan hubungan seksual. Pertama, karena gairah seksualnya berkurang atau terhambat. Kedua, karena mengalami gangguan ereksi sehingga merasa takut melakukan hubungan seksual.

Kedua kemungkinan gangguan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor fisik ataupun psikis. Salah satu faktor fisik adalah kegemukan. Pada dasarnya, kegemukan dapat berkaitan dengan fungsi seksual melalui mekanisme berikut.

Pertama, kegemukan berkaitan dengan berbagai gangguan atau penyakit, misalnya penurunan atau kekurangan hormon testosteron dan penyakit diabetes. Gangguan ini pada akhirnya berakibat pada gangguan fungsi seksual, antara lain, terhambatnya gairah seksual dan disfungsi ereksi.

Kedua, kegemukan berkaitan dengan hambatan teknis melakukan hubungan seksual. Akibat ada hambatan teknis, terjadi keengganan berhubungan seksual. Karena suami Anda mengalami kegemukan, mungkin itulah dua kemungkinan penyebab gangguan yang dialami suami. Untuk memastikan tentu diperlukan pemeriksaan yang benar.

Cari tahu penyebab kegemukan
Obat kurus yang digunakan suami Anda belum tentu dapat menghilangkan kegemukannya karena penyebab kegemukan bemacam-macam. Karena itu, harus diketahui apa penyebab kegemukannya. Kalau kegemukan, khususnya di bagian perut, disebabkan oleh kekurangan hormon, tentu diperlukan pengobatan hormon.

Kalau gangguan ini tidak mendapat pengobatan, kekurangan hormon akan terus berlangsung. Akibatnya, gangguan seksual dan gangguan lainnya juga terus berlangsung.

Saya sarankan suami Anda berkonsultasi lebih jauh dan mendapat pemeriksaan agar dapat ditentukan dengan pasti apa yang terjadi. Dengan demikian, pengobatan yang benar dapat diberikan agar akhirnya fungsi seksualnya akan lebih baik, bahkan kembali normal. Kalau ini yang terjadi, berarti kesenjangan seksual dengan Anda dapat diatasi dan kehidupan suami-istri menjadi lebih harmonis.

Jadi, jangan membeli obat sembarangan untuk mengatasi gairah seksual suami. Periksakan lebih dulu apa yang menjadi penyebab penurunan gairah seksualnya.
Konsultasi dijawab oleh dokter ahli andrologi dan seksologi, Prof dr Wimpie Pangkahila.

Rabu, 24 Maret 2010

Seks Sempurna

Hubungan seks yang sempurna membutuhkan 2 orang untuk menikmati seks bersama secara keseluruhan, dengan harapan dapat mencapai orgasme bersamaan. Sangat penting untuk menanyakan apa yang diinginkan dan disukai oleh masing-masing pasangan. Persepsi anda mengenai apa yang disukai pasangan bisa saja salah, dan apa yang Anda nikmati belum tentu dinikmati oleh pasangan Anda. mulailah berkomunikasi dan wujudkanlah!

Terapi Kesuburan Bikin Seks Kurang Puas

JAKARTA, KOMPAS.com — Pilihan terapi kesuburan semakin canggih dan beragam. Bagi pasangan yang sudah lama menantikan kehadiran momongan, terapi kesuburan ibarat "jurus" terakhir untuk hamil. Sayangnya, studi menunjukkan, terapi kesuburan bisa mengurangi kepuasan seksual.

Dari 119 perempuan yang menjalani terapi kesuburan, 40 persennya memiliki kepuasan seksual sangat rendah yang bisa mengarah pada disfungsi seksual. Demikian menurut hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility. Bandingkan dengan kelompok kontrol, hanya 25 persen yang punya masalah kepuasan seksual.

Gangguan fungsi seksual yang umum dialami para pelaku terapi kesuburan, antara lain, hilangnya hasrat bercinta, sulit terangsang, dan rasa sakit saat berhubungan atau vagina yang kering. Selain itu, mereka juga mengaku lebih sulit mencapai orgasme.

Penelitian yang diketuai oleh Dr Leah S Millheiser dari Stanford University Medical Center, Amerika Serikat, ini tidak menyebutkan apa yang jadi penyebab gangguan kepuasan seksual tersebut.

Dalam studi sebelumnya, para ahli menemukan pasangan yang tidak subur dan terapi kesuburan yang dilakukan berpengaruh negatif terhadap emosi, baik pada suami maupun istri. Pasangan yang sedang menjalani terapi kesuburan juga cenderung merasa terpaksa melakukan hubungan seks. Hal ini diyakini membuat kepuasan seks berkurang.

Soal Gairah Seks, Pria Ungguli Wanita

KOMPAS.com — Untuk urusan seksual, pria memang lebih unggul daripada kaum hawa, paling tidak dalam hal gairah. Survei menunjukkan, pada usia tua, pria lebih menikmati kehidupan seks dibandingkan kaum wanita. Dengan kata lain, masa aktif bercinta para pria lebih panjang daripada wanita.

Menurut survei yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, pada usia 55 tahun, rata-rata seorang pria masih akan aktif secara seksual hingga 15 tahun mendatang. Bandingkan dengan kaum perempuan yang hanya 10,5 tahun.

Kesehatan yang prima adalah kuncinya, demikian menurut para ahli yang melakukan survei terhadap 6.000 orang ini. Kesehatan bukan saja mendorong gairah seks, tetapi juga membuat seseorang menikmati aktivitas seksualnya.

Kesehatan yang baik juga berarti menaruh perhatian pada hal-hal yang terkait dengan seks. Mereka juga secara teratur melakukan hubungan seks, minimal sekali seminggu, dan kegiatan tersebut menimbulkan kepuasan.

Pada usia 75-80 tahun, ternyata 38,9 persen pria juga mengaku mereka masih aktif secara seksual. Sedangkan kaum wanita hanya 16,8 persen. Para ahli memperkirakan, faktor ”kesempatan” ikut berpengaruh. Para pria cenderung menikah dengan perempuan yang lebih muda.

Para ahli sepakat bahwa fungsi seksual seseorang akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. ”Namun, secara biologis, apabila kita dalam kondisi sehat, tidak ada alasan untuk tak melanjutkan aktivitas seksual,” kata Paula Hall, konsuler seksual.

”Alasan orang berhenti melakukan hubungan seks sama seperti orang yang berhenti naik sepeda. Mereka tidak bisa atau karena mereka tak punya sepedanya,” ujar Hall.

Ketika Seks Harus Selalu Dirangsang Film

KOMPAS.com —  Hubungan seksual tak menarik lagi bagi suaminya setelah 15 tahun bersama. Untunglah, VCD porno menjadi ”dewa penolong”. ”Hasilnya saya rasakan bagus,” ujar sang istri. Masalahnya, ia mulai gusar, apakah itu normal?

Saya seorang istri berumur 44 tahun, suami 49 tahun. Kami sudah menikah 15 tahun dan mempunyai dua anak. Sejak dua tahun ini, suami sepertinya kurang bergairah. Kalau saya ingin berhubungan seks, dia sering menolak dengan alasan tidak ingin.

Karena saya menunjukkan kekesalan, suami akhirnya sebisa mungkin mengatur jadwal hubungan seks. Sebelum melakukan hubungan seks, dia pasti lebih dulu nonton VCD porno. Dengan nonton, dia baru bergairah, lalu melakukan hubungan seks, dan hasilnya saya rasakan bagus.

Beberapa kali suami mengajak saya sama-sama nonton, tetapi saya justru tidak suka. Saya tidak bertambah terangsang dengan nonton VCD porno, malahan tidak suka karena sepertinya dibuat-buat.

Pertanyaan saya, apakah suami tidak normal sehingga harus dirangsang dengan VCD porno? Apakah saya tidak normal karena tidak terangsang dengan nonton itu?

Apakah tidak ada pengaruh negatif apabila suami terus nonton VCD porno dulu sebelum berhubungan seks dengan saya? Apakah suami tidak tertarik lagi kepada saya sehingga harus dirangsang dengan gambar orang lain di VCD?
Apa yang harus saya lakukan?”

L.K., Surabaya

Normal saja
Gambar porno atau VCD porno memang dapat menjadi rangsangan seksual yang menimbulkan reaksi seksual bagi sebagian orang meski bagi sebagian orang lain tidak menimbulkan reaksi apa pun. Bahkan, sebagian orang justru tidak senang menyaksikannya. Nah, Anda termasuk kelompok yang terakhir ini.

Jadi, tidak aneh apabila suami menjadi terangsang, tetapi Anda tidak terangsang, bahkan tidak suka. Faktor psikis sangat berpengaruh kuat bagi timbulnya reaksi seksual ketika menonton VCD porno.

Bagi Anda, adegan dalam VCD itu terkesan dibuat-buat, tidak realistis. Akibatnya, secara psikis Anda mengalami hambatan sehingga tidak suka dan tidak terangsang. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tayangan porno, seperti adegan seks di dalam VCD itu, bersifat subyektif dan relatif.

Sebaliknya, kalau suami baru merasa terangsang setelah menonton VCD porno, bukan berarti dia tidak normal. Rangsangan seksual dapat berasal dari mana saja, baik yang bersifat fisik maupun psikis.

Tayangan di VCD itu bagi suami merupakan rangsangan psikis yang bisa menimbulkan reaksi seksual sehingga dia dapat melakukan hubungan seksual dengan Anda. Tidak ada akibat buruk karena nonton VCD porno seperti yang dilakukan suami karena tujuannya untuk melakukan hubungan seksual dengan Anda.

Sebagian orang merasa khawatir karena menonton VCD porno, kemudian menjadi ingin meniru adegan yang disaksikan. Kekhawatiran ini tampaknya berlebihan. Kehidupan seksual suami-istri adalah kehidupan seksual bersama sebagai satu pasangan.

Tiga syarat
Apa pun yang dilakukan oleh pasangan suami-istri dalam konteks hubungan seksual haruslah memenuhi tiga syarat berikut. Pertama, dikehendaki bersama. Kedua, menyenangkan kedua pihak. Ketiga, tidak menimbulkan akibat buruk, baik secara fisik maupun psikis.

Kalau memang memenuhi ketiga syarat tersebut, silakan lakukan. Sebaliknya, kalau tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, jangan lakukan. Jadi, masalahnya bukan meniru atau tidak meniru adegan di dalam VCD porno.

Sebaliknya, banyak orang yang tidak perlu menonton VCD porno dulu untuk melakukan hubungan seksual, tetapi mereka memaksakan kehendak kepada istrinya sehingga terjadilah kekerasan seksual terhadap istri. Tidak sedikit istri yang merasa dipaksa oleh suaminya agar mau melakukan hubungan seksual, padahal karena alasan tertentu mereka sedang tidak ingin melakukan.

Anda juga tidak perlu beranggapan suami tidak tertarik lagi kepada Anda sehingga perlu menonton VCD porno lebih dulu. Bukan itu masalahnya. Dia tetap tertarik kepada Anda, terbukti ia melakukan hubungan seksual dengan Anda.

Suami hanya memerlukan rangsangan seksual secara psikis melalui tayangan di dalam VCD porno itu. Bagi dia, secara psikis ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan sehingga memberikan rangsangan dan menimbulkan reaksi seksual yang membuatnya mampu melakukan hubungan dengan Anda. 

Saat ini sebenarnya tidak ada sesuatu yang harus Anda lakukan menghadapi suami. Kalau mau berbuat sesuatu, cobalah lakukan variasi suasana sehari-hari, misalnya mengubah suasana kamar atau mengubah rangsangan pendahuluan. @

Konsultasi dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And

Selasa, 23 Maret 2010

Posisi Seks Menentukan Kelamin Bayi

KOMPAS.com - Entah dengan alasan apa, ia menginginkan anak pertama laki-laki. Bagaimana caranya? Adakah teknik khusus, termasuk dalam hubungan intim, agar diperoleh anak laki-laki?

“Saya seorang pemuda berumur 26 tahun, TB/BB: 165 cm/69kg, berencana 2 tahun lagi menikah. Pertanyaan saya:
* Bagaimana caranya agar saya mendapatkan kemungkinan lebih besar anak laki-laki?
* Apa pengaturan waktu berhubungan dengan calon istri (maksudnya di pagi hari atau sore hari) itu menentukan jenis kelamin nantinya?
* Apakah siklus menstruasi calon istri saya menentukan untuk mendapatkan anak yang lebih dominan laki atau perempuan?
* Bagaimana cara menghitung untuk mendapatkan anak laki?”

R., Jakarta


Akibat Budaya
Bagi banyak orang di negara kita, keinginan mempunyai anak laki-laki masih sangat kuat. Tentu saja ini berkaitan erat dengan kondisi sosial budaya dan tradisi masyarakat yang masih bias gender, dengan menempatkan pria lebih daripada wanita dalam segala hal.

Di beberapa negara sedang berkembang lain dan juga negara terbelakang, keinginan seperti ini juga sangat kuat. Sebaliknya, di negara maju, keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu, khususnya laki-laki, tidak ada lagi. Bagi mereka, laki-laki dan wanita benar sama saja, bukan hanya slogan.

Mungkin karena keinginan mempunyai anak dengan jenis kelamin tertentu bukan hal penting bagi mereka di negara maju, tidak tampak perkembangan untuk mendapatkan cara baru dalam hal ini.

Pemisahan Spermatozoa
Sampai saat ini cara yang ada masih adalah cara yang sudah cukup lama didapat, yaitu memisahkan spermatozoa melalui suatu media khusus. Dengan pemisahan ini, didapatkan spermatozoa yang mengandung kromosom X atau Y, tergantung media apa yang digunakan.

Hasil pemisahan kemudian diinseminasikan ke dalam rahim untuk menghasilkan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu. Walaupun hasilnya tidak dijamin seratus persen, cara ini memberikan harapan bagi mereka yang ingin merencanakan kehamilan dengan jenis kelamin tertentu.

Kalau Anda menginginkan anak dengan jenis kelamin laki-laki, cara yang cukup canggih di atas dapat dilakukan. Namun, kalau enggan menggunakan cara yang canggih itu, boleh gunakan cara yang sederhana. Tentu saja dengan tingkat kegagalan yang lebih tinggi dibandingkan cara yang lebih canggih.

Saat Subur
Cara sederhana tersebut berdasarkan perbedaan biologis antara sel spermatozoa yang mengandung kromosom X dengan yang mengandung kromosom Y. Perbedaan antara kedua sel spermatozoa sebagai berikut.

Pertama, ukuran sel spermatozoa X lebih besar, sehingga geraknya lebih lambat, sedang spermatozoa Y bergerak lebih cepat karena ukurannya lebih kecil. Kedua, sel spermatozoa X lebih tahan terhadap zat yang bersifat asam, sedang spermatozoa Y lebih tahan terhadap zat yang bersifat basa.

Berdasarkan perbedaan biologis inilah kemudian dilakukan upaya sederhana untuk memisahkan kedua jenis spermatozoa dalam perencanaan jenis kelamin bayi.
Pertama, dengan mengatur waktu melakukan hubungan seksual. Hubungan seksual yang dilakukan tepat pada saat subur memungkinkan spermatozoa Y mencapai sel telur lebih dulu, sehingga diharapkan menghasilkan bayi laki-laki. Kalau dilakukan sekitar dua hari sebelum atau sesudah saat subur, diharapkan menghasilkan bayi perempuan.

Kedua, dengan memanfaatkan zat yang bersifat asam atau basa. Bila menginginkan bayi laki-laki, lakukan bilasan pada vagina dengan bahan yang bersifat basa sebelum melakukan hubungan seksual. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, lakukan bilasan dengan zat yang bersifat asam sebelum melakukan hubungan seksual.

Ketiga, dengan mengatur teknik melakukan hubungan seksual sehingga orgasme dapat diatur. Kalau menginginkan bayi laki-laki, pihak istri harus mencapai orgasme lebih dulu agar suasana di dalam vagina menjadi basa. Sebaliknya, bila menginginkan bayi perempuan, istri hendaknya mencapai orgasme kemudian agar suasana di dalam vagina tetap asam.

Tentu saja cara sederhana ini tidak dijamin memberikan hasil yang pasti. Bahkan, kegagalannya cukup tinggi karena bagi banyak orang tidak selalu mudah menentukan kapan saat subur yang tepat, dan bagaimana mengatur agar mencapai orgasme lebih dulu atau kemudian. @

Konsultasi dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And

Rahim Diangkat, Tak Berpengaruh terhadap Seks



KOMPAS.com — "Empat bulan lalu istri dioperasi pengangkatan rahim karena ada miom yang sudah besar dan membuatnya kesakitan. Sejak selesai operasi sampai sekarang, saya dan istri tidak pernah berhubungan seks. Setiap saya mau berhubungan, istri menolak dengan alasan tidak ingin atau takut sakit atau takut saya tidak puas.

Apa alasan sebenarnya? Mengapa istri sepertinya malas berhubungan seks? Apa benar pengangkatan rahim membuat istri jadi tak ingin berhubungan seks? Apa benar sakit setelah rahim diangkat? Apa benar alasannya takut saya tidak puas?"
T.K, Bekasi


Tidak ada hubungan
Pertanyaan Anda tentang apa alasan sebenarnya yang membuat istri sepertinya malas berhubungan seks hanya dapat dijawab oleh istri Anda sendiri. Tentu, diperlukan komunikasi yang baik dan terbuka.

Ini yang tidak selalu mudah dilakukan oleh suami-istri yang sedang mengalami masalah seksual. Oleh karena itulah, dalam hal ini acap kali diperlukan orang ketiga, khususnya tenaga ahli, untuk mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi.

Operasi yang dialami istri Anda harus jelas diketahui, apakah hanya pengangkatan rahim atau juga dengan kedua indung telurnya. Pengangkatan rahim saja seharusnya tidak menimbulkan akibat buruk apa pun dalam kaitannya dengan fungsi seksual. Namun, hal itu berbeda bila indung telur juga diangkat, apalagi kalau keduanya.

Pengangkatan rahim tidak mengganggu fungsi seksual karena hubungan seksual tak ada kaitannya dengan rahim. Hubungan seksual berlangsung di dalam vagina, yang tidak banyak dipengaruhi oleh pengangkatan rahim.

Lain halnya kalau kedua indung telur istri diangkat, istri Anda akan mengalami penurunan kadar hormon seks secara tajam, yaitu estrogen, progesteron, dan testosteron. Kalau ini terjadi, fungsi seksual akan terganggu.

Hal ini akan memunculkan gangguan berupa hilangnya gairah seksual dan terhambatnya perlendiran vagina, yang akhirnya menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seks. Rasa sakit tidak hanya akan dialami oleh istri, tetapi juga oleh Anda.

Apakah ini yang dialami istri, inilah yang harus dipastikan. Mungkin saja istri mengalami penurunan gairah seksual sehingga malas berhubungan seks. Bukan tidak mungkin istri hanya mengalami pengangkatan rahim. Namun, karena kurangnya informasi yang benar, istri beranggapan salah seolah-olah dia akan mengalami masalah kalau berhubungan. Akibatnya, dia malas melakukannya, takut sakit, dan takut Anda tidak puas.

Saya sarankan agar istri dan Anda berkonsultasi lebih lanjut dan mendapat pemeriksaan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Konsultasi dijawab oleh Prof.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And

Sisi Sehat Seks



KOMPAS.com — Anda tentu tahu mengapa aksi panas yang dilakukan bersama pasangan di ranjang mampu menimbulkan sensasi senang. Namun, tahukah Anda mengapa seks juga menyehatkan?

Para ahli menyebutkan, saat bercinta, tubuh kita memproduksi hormon-hormon dan terjadi perubahan biologi yang mampu mengurangi sakit, mengurangi risiko kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, dan menunda gejala menopause.

1. Mengurangi rasa sakit
Stimulasi di area klitoris dan bagian vagina memicu dilepaskannya endofin, kortikosteroid, dan berbagai painkiller alami lainnya. Akibatnya, rasa nyeri di kepala menghilang, demikian juga sakit otot. Yang menarik, menurut para ahli, manfaat ini bisa bertahan sampai dua hari setelahnya.

2. Mengurangi risiko kanker payudara
Dua senyawa ini, oksitoksin dan DHEA, diyakini mengurangi risiko kanker payudara. Sebuah studi di Yunani menunjukkan, wanita yang bercinta lebih dari sekali dalam sebulan risikonya untuk terkena kanker payudara lebih rendah dibanding wanita yang kehidupan seksnya pasif.

3. Membuat jantung lebih aktif
Para ahli kardiologi (jantung) menggolongkan hubungan seks sebagai olahraga ringan yang bermanfaat untuk menguatkan jantung, seperti halnya olahraga jalan cepat. Nah, seperti berbagai olahraga lain, makin giat Anda, makin besar manfaat yang dipetik. Demikian juga halnya dengan aktivitas seks, jenis posisi yang dilakukan juga berpengaruh pada kardiovaskular Anda.

4. Melindungi prostat
Pada tahun 2003, penelitian terhadap pria Australia berusia pertengahan menemukan, mereka yang mengalami ejakulasi minimal empat kali dalam seminggu risikonya untuk terkena kanker prostat jauh lebih rendah dibanding pria yang jarang ejakulasi. "Makin kering pipa, makin gampang terjadi sumbatan," kata Irwin Goldstein, MD, Ketua Sexual Medicine dari Alvarado Hospital.

5. Mengurangi stres
Studi tahun 2005 menemukan, pria dan wanita yang melakukan hubungan seks selama dua minggu sebelum hari yang membuat stres memiliki kemampuan presentasi dan public speaking yang lebih baik. Hal ini terjadi karena tekanan darah mereka tetap stabil meski menghadapi situasi yang menimbulkan stres.

6. Meningkatkan sistem imun
Bukan cuma apel, seks juga membuat kita jarang berobat ke dokter. Studi menunjukkan, hubungan seks satu sampai dua kali dalam seminggu mampu meningkatkan sistem imun kita hingga 30 persen.

Penelitian di Jerman menunjukkan, gairah dan orgasme pada pria meningkatkan jumlah sel darah putih pelawan patogen. Efek ini setara dengan aktivitas pengusir stres, seperti olahraga atau mendengarkan musik yang mampu meningkatkan jumlah protein pelawan infeksi.

7. Menyehatkan organ "di bawah sana"
Para ahli dari New Jersey menemukan, wanita pra-menopause yang aktif secara seksual atau melakukan hubungan seks lebih dari 10 kali setahun lebih jarang mengalami gangguan di vagina.

"Saat kita bergairah, aliran darah ke area vagina menjadi lancar. Sirkulasi darah ini membawa nutrisi dan oksigen yang sangat diperlukan," kata Sandra Leiblum, PhD.

Seks Itu Bikin Sehat

KOMPAS.com — Kepuasan di ranjang berkaitan erat dengan kesehatan. Tapi tahukah Anda, kegiatan seksual juga memberi efek positif bagi kesehatan, terutama bila kegiatan yang satu ini terus dipelihara sampai tua? Asal tahu saja:

- Seks membakar lemak dan meningkatkan kekebalan tubuh.

- Seks mendorong otak untuk menghasilkan hormon endorfin, "obat antisakit" alami yang diproduksi oleh tubuh.

- Seks mengendurkan stres dan memberikan rasa senang.

- Orang yang aktif secara seksual memiliki tingkat hormon seks alami yang lebih tinggi ketimbang yang tidak aktif. Semakin aktif, semakin Anda ingin terus rajin berolah seks.

- Perubahan fisik akibat proses menua pada orang yang kehidupan seksualnya terus aktif tidak akan sebesar pada orang-orang yang tak aktif secara seksual. Gairah seksualnya pun tidak begitu dipengaruhi oleh proses penuaan.

- Jangan batasi seks hanya pada penetrasinya. Ada banyak variasi cara untuk mengakrabkan diri secara fisik dan semuanya baik bagi kesehatan.

- Energi yang dihabiskan saat berhubungan seksual setara dengan berjalan mendaki dua buah tangga, sehingga jarang sekali membahayakan. Namun, kalau Anda menderita gangguan kesehatan tertentu periksakan diri ke dokter.

- Menjadi aktif secara seksual memang menyehatkan baik secara fisik maupun emosional, tapi tetap saja mesti berhati-hati terhadap penyakit yang menular lewat hubungan seksual.