Meski sering merasa kesakitan saat berhubungan seks, ia tak berani menolak permintaan suaminya karena dianggap tak mau melakukan tugas istri. Apa yang harus diperbuat agar suami mengerti derita istri?
Saya umur 38, suami 40 tahun. Kalau berhubungan seks dengan suami sering merasa sakit di vagina dan perut, sejak tiga tahun lalu. Kadang saya menolak kalau suami minta berhubungan seks. Masalahnya, suami sering marah dan mengatakan saya tidak mau melayani. Kalau sudah begitu, saya terpaksa melayani dengan menahan sakit.
Saya diajarkan tidak boleh menolak keinginan suami karena itu merupakan kewajiban, tapi saya sangat menderita. Sering saya berpikir untuk apa menikah kalau begini? Kalau mau tidur saya merasa takut dan tidak tahu bagaimana cara mengatakan agar jangan berhubungan seks karena sakit.
Apa begini nasib istri, harus selalu memenuhi kewajiban terhadap suami? Kadang saya merasa diperlakukan tidak adil. Bagaimana agar tidak sakit lagi? Apa yang salah pada saya? Bagaimana membuat suami mengerti, dan tidak hanya menuntut haknya?"
S.Makassar
Salah pemahaman
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya perlu menjelaskan lebih dulu mengenai seksualitas perempuan. Pada dasarnya seksualitas perempuan dan pria punya persamaan, selain perbedaan.
Yang pasti, perempuan adalah makhluk seksual, sama seperti pria. Karena itu, perempuan juga punya atau mengalami hal berikut: a) punya dorongan (gairah seksual), b) mengalami bangkitan seksual sebagai reaksi fisik dan psikis terhadap rangsangan seksual, c) dapat mengalami orgasme, d) dapat mengalami gangguan fungsi seksual.
Masih ada kesalahan pengertian yang besar pada masyarakat, khususnya di kalangan pria, mengenai seksualitas perempuan: 1) pria menganggap perempuan tidak memerlukan kepuasan seksual, 2) perempuan dianggap hanya sebagai objek pemuas pria, sehingga harus selalu siap melayani pria, 3) pria mengira bila perempuan mampu hamil dan melahirkan berarti puas juga secara seksual.
Akibat kesalahan pengertian itu timbul sikap dan perilaku yang salah pada pria terhadap perempuan, khususnya istri. Pertama, suami menganggap istrinya harus selalu siap melayani, kapan saja dia ingin melakukan hubungan seksual. Kedua, kalau istri tidak bersedia melakukan hubungan seksual karena sebab tertentu, istri dianggap tidak melakukan kewajiban sebagai istri.
Inilah yang kini Anda alami. Saya yakin suami Anda tidak memahami seksualitas perempuan, sebagaimana saya jelaskan di atas. Karena tidak mengerti, seperti itulah sikap dan perlakuannya terhadap Anda.
Saya yakin sikap dan perilakunya akan berubah kalau suami memahami seksualitas perempuan. Saya yakin suami tak akan marah lagi kalau mengerti bahwa Anda justru memerlukan bantuan agar masalah Anda dapat diatasi. Saya yakin suami tidak akan memaksa Anda lagi.
Jangan terpaksa
Kalau Anda merasa sakit setiap berhubungan seks, berarti ada penyebabnya, mungkin berupa penyebab fisik atau psikis. Tentu harus diketahui apa penyebabnya. Melalui evaluasi dan pemeriksaan yang benar akan diketahui penyebab sakit itu.
Beberapa penyebab fisik, antara lain tidak terjadi reaksi pelendiran vagina dan inveksi
pada kelamin atau sekitarnya. Mungkin juga perlendiran vagina tidak terjadi karena gairah seksual Anda terhambat. Penyebab psikis antar lain kekecewaan terhadap suami, ketidakpuasa seksual sebelumnya, dan stres.
Sebelum rasa sakit itu hilang, seharusnya Anda tidak terpaksa melakukan hubungan seksual. Kalau keadaan terpaksa dibiarkan teru Anda akan mengalami trauma psikoseksual yang lebih buruk lagi. Saat ini pun sebenarnya Anda sudah mengalami akibat trauma itu, sehingga takut setiap mau tidur, takut suami menuntut hubungan seksual.
Tidak ada jalan selain melakukan langkah berikut: 1) berani menjelaskan kepada suami bahwa Anda mengalami gangguan fungsi seksual, dan harus mendapat pengobatan, 2) jelaskan kepada suami, dalam keadaan begini Anda tidak boleh berhubungan seks, 3) minta pengertian suami bahwa penolakan Anda bukan berarti tidak mau memenuhi kewajiban sebagai istri, melainkan agar talk terjadi akibat lebih buruk lagi, 4) segera konsultasi lebih jauh kepada tenaga ahli.
Jangan menunggu lebih lama lagi. Semakin lama dibiarkan, semakin buruk yang akan Anda alami. Artinya, akan timbul akibat lebih buruk bagi kehidupan seksual Anda dan suami.
Konsultasi dijawab oleh: Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And
Kompas.com
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Harus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Harus. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 April 2010
Rabu, 24 Maret 2010
Ketika Seks Harus Selalu Dirangsang Film
KOMPAS.com — Hubungan seksual tak menarik lagi bagi suaminya setelah 15 tahun bersama. Untunglah, VCD porno menjadi ”dewa penolong”. ”Hasilnya saya rasakan bagus,” ujar sang istri. Masalahnya, ia mulai gusar, apakah itu normal?
”Saya seorang istri berumur 44 tahun, suami 49 tahun. Kami sudah menikah 15 tahun dan mempunyai dua anak. Sejak dua tahun ini, suami sepertinya kurang bergairah. Kalau saya ingin berhubungan seks, dia sering menolak dengan alasan tidak ingin.
Karena saya menunjukkan kekesalan, suami akhirnya sebisa mungkin mengatur jadwal hubungan seks. Sebelum melakukan hubungan seks, dia pasti lebih dulu nonton VCD porno. Dengan nonton, dia baru bergairah, lalu melakukan hubungan seks, dan hasilnya saya rasakan bagus.
Beberapa kali suami mengajak saya sama-sama nonton, tetapi saya justru tidak suka. Saya tidak bertambah terangsang dengan nonton VCD porno, malahan tidak suka karena sepertinya dibuat-buat.
Pertanyaan saya, apakah suami tidak normal sehingga harus dirangsang dengan VCD porno? Apakah saya tidak normal karena tidak terangsang dengan nonton itu?
Apakah tidak ada pengaruh negatif apabila suami terus nonton VCD porno dulu sebelum berhubungan seks dengan saya? Apakah suami tidak tertarik lagi kepada saya sehingga harus dirangsang dengan gambar orang lain di VCD?
Apa yang harus saya lakukan?”
L.K., Surabaya
Normal saja
Gambar porno atau VCD porno memang dapat menjadi rangsangan seksual yang menimbulkan reaksi seksual bagi sebagian orang meski bagi sebagian orang lain tidak menimbulkan reaksi apa pun. Bahkan, sebagian orang justru tidak senang menyaksikannya. Nah, Anda termasuk kelompok yang terakhir ini.
Jadi, tidak aneh apabila suami menjadi terangsang, tetapi Anda tidak terangsang, bahkan tidak suka. Faktor psikis sangat berpengaruh kuat bagi timbulnya reaksi seksual ketika menonton VCD porno.
Bagi Anda, adegan dalam VCD itu terkesan dibuat-buat, tidak realistis. Akibatnya, secara psikis Anda mengalami hambatan sehingga tidak suka dan tidak terangsang. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tayangan porno, seperti adegan seks di dalam VCD itu, bersifat subyektif dan relatif.
Sebaliknya, kalau suami baru merasa terangsang setelah menonton VCD porno, bukan berarti dia tidak normal. Rangsangan seksual dapat berasal dari mana saja, baik yang bersifat fisik maupun psikis.
Tayangan di VCD itu bagi suami merupakan rangsangan psikis yang bisa menimbulkan reaksi seksual sehingga dia dapat melakukan hubungan seksual dengan Anda. Tidak ada akibat buruk karena nonton VCD porno seperti yang dilakukan suami karena tujuannya untuk melakukan hubungan seksual dengan Anda.
Sebagian orang merasa khawatir karena menonton VCD porno, kemudian menjadi ingin meniru adegan yang disaksikan. Kekhawatiran ini tampaknya berlebihan. Kehidupan seksual suami-istri adalah kehidupan seksual bersama sebagai satu pasangan.
Tiga syarat
Apa pun yang dilakukan oleh pasangan suami-istri dalam konteks hubungan seksual haruslah memenuhi tiga syarat berikut. Pertama, dikehendaki bersama. Kedua, menyenangkan kedua pihak. Ketiga, tidak menimbulkan akibat buruk, baik secara fisik maupun psikis.
Kalau memang memenuhi ketiga syarat tersebut, silakan lakukan. Sebaliknya, kalau tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, jangan lakukan. Jadi, masalahnya bukan meniru atau tidak meniru adegan di dalam VCD porno.
Sebaliknya, banyak orang yang tidak perlu menonton VCD porno dulu untuk melakukan hubungan seksual, tetapi mereka memaksakan kehendak kepada istrinya sehingga terjadilah kekerasan seksual terhadap istri. Tidak sedikit istri yang merasa dipaksa oleh suaminya agar mau melakukan hubungan seksual, padahal karena alasan tertentu mereka sedang tidak ingin melakukan.
Anda juga tidak perlu beranggapan suami tidak tertarik lagi kepada Anda sehingga perlu menonton VCD porno lebih dulu. Bukan itu masalahnya. Dia tetap tertarik kepada Anda, terbukti ia melakukan hubungan seksual dengan Anda.
Suami hanya memerlukan rangsangan seksual secara psikis melalui tayangan di dalam VCD porno itu. Bagi dia, secara psikis ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan sehingga memberikan rangsangan dan menimbulkan reaksi seksual yang membuatnya mampu melakukan hubungan dengan Anda.
Saat ini sebenarnya tidak ada sesuatu yang harus Anda lakukan menghadapi suami. Kalau mau berbuat sesuatu, cobalah lakukan variasi suasana sehari-hari, misalnya mengubah suasana kamar atau mengubah rangsangan pendahuluan. @
Konsultasi dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
”Saya seorang istri berumur 44 tahun, suami 49 tahun. Kami sudah menikah 15 tahun dan mempunyai dua anak. Sejak dua tahun ini, suami sepertinya kurang bergairah. Kalau saya ingin berhubungan seks, dia sering menolak dengan alasan tidak ingin.
Karena saya menunjukkan kekesalan, suami akhirnya sebisa mungkin mengatur jadwal hubungan seks. Sebelum melakukan hubungan seks, dia pasti lebih dulu nonton VCD porno. Dengan nonton, dia baru bergairah, lalu melakukan hubungan seks, dan hasilnya saya rasakan bagus.
Beberapa kali suami mengajak saya sama-sama nonton, tetapi saya justru tidak suka. Saya tidak bertambah terangsang dengan nonton VCD porno, malahan tidak suka karena sepertinya dibuat-buat.
Pertanyaan saya, apakah suami tidak normal sehingga harus dirangsang dengan VCD porno? Apakah saya tidak normal karena tidak terangsang dengan nonton itu?
Apakah tidak ada pengaruh negatif apabila suami terus nonton VCD porno dulu sebelum berhubungan seks dengan saya? Apakah suami tidak tertarik lagi kepada saya sehingga harus dirangsang dengan gambar orang lain di VCD?
Apa yang harus saya lakukan?”
L.K., Surabaya
Normal saja
Gambar porno atau VCD porno memang dapat menjadi rangsangan seksual yang menimbulkan reaksi seksual bagi sebagian orang meski bagi sebagian orang lain tidak menimbulkan reaksi apa pun. Bahkan, sebagian orang justru tidak senang menyaksikannya. Nah, Anda termasuk kelompok yang terakhir ini.
Jadi, tidak aneh apabila suami menjadi terangsang, tetapi Anda tidak terangsang, bahkan tidak suka. Faktor psikis sangat berpengaruh kuat bagi timbulnya reaksi seksual ketika menonton VCD porno.
Bagi Anda, adegan dalam VCD itu terkesan dibuat-buat, tidak realistis. Akibatnya, secara psikis Anda mengalami hambatan sehingga tidak suka dan tidak terangsang. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tayangan porno, seperti adegan seks di dalam VCD itu, bersifat subyektif dan relatif.
Sebaliknya, kalau suami baru merasa terangsang setelah menonton VCD porno, bukan berarti dia tidak normal. Rangsangan seksual dapat berasal dari mana saja, baik yang bersifat fisik maupun psikis.
Tayangan di VCD itu bagi suami merupakan rangsangan psikis yang bisa menimbulkan reaksi seksual sehingga dia dapat melakukan hubungan seksual dengan Anda. Tidak ada akibat buruk karena nonton VCD porno seperti yang dilakukan suami karena tujuannya untuk melakukan hubungan seksual dengan Anda.
Sebagian orang merasa khawatir karena menonton VCD porno, kemudian menjadi ingin meniru adegan yang disaksikan. Kekhawatiran ini tampaknya berlebihan. Kehidupan seksual suami-istri adalah kehidupan seksual bersama sebagai satu pasangan.
Tiga syarat
Apa pun yang dilakukan oleh pasangan suami-istri dalam konteks hubungan seksual haruslah memenuhi tiga syarat berikut. Pertama, dikehendaki bersama. Kedua, menyenangkan kedua pihak. Ketiga, tidak menimbulkan akibat buruk, baik secara fisik maupun psikis.
Kalau memang memenuhi ketiga syarat tersebut, silakan lakukan. Sebaliknya, kalau tidak memenuhi ketiga syarat tersebut, jangan lakukan. Jadi, masalahnya bukan meniru atau tidak meniru adegan di dalam VCD porno.
Sebaliknya, banyak orang yang tidak perlu menonton VCD porno dulu untuk melakukan hubungan seksual, tetapi mereka memaksakan kehendak kepada istrinya sehingga terjadilah kekerasan seksual terhadap istri. Tidak sedikit istri yang merasa dipaksa oleh suaminya agar mau melakukan hubungan seksual, padahal karena alasan tertentu mereka sedang tidak ingin melakukan.
Anda juga tidak perlu beranggapan suami tidak tertarik lagi kepada Anda sehingga perlu menonton VCD porno lebih dulu. Bukan itu masalahnya. Dia tetap tertarik kepada Anda, terbukti ia melakukan hubungan seksual dengan Anda.
Suami hanya memerlukan rangsangan seksual secara psikis melalui tayangan di dalam VCD porno itu. Bagi dia, secara psikis ada sesuatu yang berbeda yang dirasakan sehingga memberikan rangsangan dan menimbulkan reaksi seksual yang membuatnya mampu melakukan hubungan dengan Anda.
Saat ini sebenarnya tidak ada sesuatu yang harus Anda lakukan menghadapi suami. Kalau mau berbuat sesuatu, cobalah lakukan variasi suasana sehari-hari, misalnya mengubah suasana kamar atau mengubah rangsangan pendahuluan. @
Konsultasi dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And
Langganan:
Postingan (Atom)