Tampilkan postingan dengan label Gairah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gairah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Gairah Membuncah Saat Hamil

Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Kamis, 08 April 2010

Hal-hal Kecil yang Memengaruhi Gairah Bercinta

Ya, kita tahu foreplay, kostum, main peran, dan sebagainya bisa menyalakan gairah. Tapi sebenarnya ada hal-hal keseharian yang juga memengaruhi gairah bercinta Anda. Berikut di antaranya:

Siklus Menstruasi
Para ahli mengatakan bahwa keinginan bercinta para wanita naik dan turun seputar siklus menstruasinya. Setiap wanita itu berbeda, namun untuk kebanyakan wanita, siklus pertengahan, yakni di sekitar waktu ovulasi, adalah saat kadar hormon estrogen dan testosteron di dalam wanita mencapai titik tertinggi. Ketika mencapai kondisi ini, akan mendorong libido dan menambah sensitivitas kepuasan seksual wanita, terang Debby Herbenick, PhD, penulis Because It Feels Good: A Woman’s Guide to Sexual Pleasure and Satisfaction.
Pikiran
Otak Anda adalah organ seksual terkuat dan terpenting yang Anda miliki. Sehingga ada kala ketika level estrogen dan testosteron seorang wanita berada pada titik tertingginya, tetapi bukan berarti ia sudah siap untuk bercinta. Untuk kebanyakan wanita, gairah bercinta tidak terlalu terasa hingga ia benar-benar sedang berada dalam keadaan yang menggairahkan atau sedang berpikir tentang bercinta. Jadi, kadang Anda baru benar-benar merasa ingin bercinta ketika si dia sudah mulai melancarkan serangan-serangan tertentu sekian lama.

Emosi
Sebuah riset mengindikasikan bahwa emosi wanita bisa berdampak baik di kamar tidur. Menurut studi yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine, emosi bisa diputar untuk keuntungan dalam kehidupan seksual wanita. Studi itu mengatakan bahwa wanita yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi atau yang sensitif dengan perasaannya dan orang lain, memiliki kecenderungan 2,5 kali lebih besar merasakan orgasme ketimbang wanita yang kecerdasan emosionalnya rendah.

Makanan
Anda pasti pernah mendengar mengenai afrodisiak, yakni makanan penambah gairah bercinta, seperti tiram, cokelat, alpukat, dan sebagainya. Namun, apakah benar makanan yang Anda asup itu memiliki dampak pada aktivitas seksual Anda? Menurut The Journal of Sexual Medicine, wanita yang mengonsumsi setidaknya dua patahan kecil cokelat per harinya dilaporkan secara signifikan memiliki gairah dan fungsi seksual lebih baik ketimbang mereka yang tidak. Mengenai makanan afrodisiak, peneliti mengatakan, jika Anda berpikir bahwa makanan itu memang memiliki efek menambah gairah, maka akan seperti itu jadinya.

Pernapasan
Siapa yang mengira bahwa sesuatu yang sesimpel dengan berfokus pada napas akan memandu Anda mendapatkan orgasme? Hanya dengan mengelola pernapasan maka Anda akan membantu menyebarkan energi seksual ke seluruh tubuh. Banyak pria dan wanita tidak menyadari bahwa mereka sering kali menahan napasnya karena tegang saat beraktivitas seksual. Mengambil napas yang dalam dan mengeluarkannya bisa membantu menyalurkan energi seksual ke seluruh tubuh dan menyelaraskan koneksi antara Anda dan pasangan.

Ekonomi
Ya, kesulitan keuangan memang akan membuat Anda penat karena banyak pikiran, juga bisa mematikan gairah seksual. Tapi, perusahaan Wet, produsen cairan lubrikasi untuk seksual di California, Amerika Serikat, mengatakan bahwa penjualannya meningkat sebanyak 30 persen tahun ini, padahal negara tersebut sedang mengalami krisis moneter. Ditengarai, karena kebanyakan orang di Amerika yang mengalami masalah perekonomian mencoba mencari alternatif hiburan lewat seks dengan pasangannya, ketimbang mengeluarkan uang untuk hiburan lain.

Televisi dan film
Menurut para ahli, menonton film erotis bisa membantu Anda mendorong mood bercinta. Namun, menonton film sedih bisa membuat gairah seseorang menurun, begitu pula dengan film yang mengandung kekerasan, menyeramkan, atau membuat Anda merasa stres.

Buku
Para ahli mengemukakan bahwa bacaan erotis selama 20 menit per hari, 3 kali seminggu, bisa mendorong tingkat gairah seksual seseorang. Novel romantis yang berisi adegan bercinta atau literatur seksi lainnya bisa membantu Anda berfokus pada seks dan membangkitkan gairah untuk bercinta.

Berolahraga
Berolahraga dan aktivitas fisik lain secara umum membantu mendorong kehidupan seksual Anda. Merasa percaya diri dan mencintai tubuh sendiri membantu Anda merasa lebih seksi. Kepercayaan diri adalah pendorong mood bercinta yang baik. Plus, adrenalin dan hormon merasa lebih nyaman dengan diri sendiri akan terpicu saat Anda sedang berolahraga. Para peneliti di University of California menemukan bahwa pria paruh baya yang berolahraga setidaknya satu jam per hari, tiga kali seminggu bisa mendorong fungsi seksualnya, semakin sering beraktivitas seksual dan mencapai orgasme, juga memiliki kepuasan seks lebih baik.

Kondom
Kebanyakan kita berpikir bahwa kondom adalah pembunuh gairah dan mengungkung kehidupan seks kita. Namun, sebenarnya jika ukuran dan jenis kondomnya tepat, alat kontrasepsi tersebut justru bisa meningkatkan kepuasan seksual. Jika si dia menggunakan kondom yang teksturnya tebal, yang ukurannya tidak tepat, memang akan menurunkan sensasinya. Cobalah cari yang ukuran dan ketebalannya tepat untuk ukuran si dia.

KOMPAS.com

Rabu, 24 Maret 2010

Pria Vegetarian Gairah Seksnya Payah?

KOMPAS.com — Mengapa seorang pria begitu terobsesi pada seks? Hormon testosteronlah biangnya. Hormon ini bertanggung jawab atas hal yang berkaitan dengan urusan seks, termasuk juga ciri seksual pria, seperti otot yang besar, tumbuhnya kumis, dan sebagainya. Namun, tahukah Anda bahwa testosteron dibentuk dari kolesterol?

Di dalam tubuh, untuk meningkatkan produksi testosteron, hipotalamus akan mengeluarkan zat kimia ke kelenjar pituitari yang disebut gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Hormon ini akan menyebabkan kelenjar memproduksi dua hormon, yakni  folicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). LH ini akan beredar ke pembuluh darah dan sampai ke bagian testis kemudian memicu produksi testosteron dari kolesterol.

Karena itulah konsumsi kolesterol tetap perlu, asal jangan berlebihan. Kadar testosteron yang rendah membuat otot pria menjadi kecil, kepadatan mineral tulang menurun, dan sudah tentu gairah seks atau libidonya menjadi rendah.

"Orang yang tidak mengonsumsi kolesterol sama sekali, misalnya saja vegetarian, gairah seksnya juga lebih rendah," ungkap dr Hendro Sudarpo, Sp OG, dari RS Siloam Lippo Karawaci, Tangerang.

Sepanjang kita cukup mengonsumsi vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, magnesium, dan zinc, kolesterol dapat dimetabolismekan oleh tubuh dengan baik.

Selain rendahnya konsumsi kolesterol, testosteron yang rendah juga bisa disebabkan oleh proses penuaan atau kurangnya enzim-enzim yang diperlukan. Namun, penyebab primer adalah gangguan pada testis, misalnya karena ada gangguan bawaan, rusak karena trauma, atau ada tumor.

Kendati demikian, yang perlu diperhatikan adalah konsumsi kolesterol berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan ereksi. Hiperkolesterol bisa menyebabkan timbunan plak di pembuluh darah yang pada akhirnya akan menyumbat sirkulasi darah ke organ reproduksi. Padahal, aliran darah yang baik menjadi prasyarat terjadinya ereksi.

Soal Gairah Seks, Pria Ungguli Wanita

KOMPAS.com — Untuk urusan seksual, pria memang lebih unggul daripada kaum hawa, paling tidak dalam hal gairah. Survei menunjukkan, pada usia tua, pria lebih menikmati kehidupan seks dibandingkan kaum wanita. Dengan kata lain, masa aktif bercinta para pria lebih panjang daripada wanita.

Menurut survei yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, pada usia 55 tahun, rata-rata seorang pria masih akan aktif secara seksual hingga 15 tahun mendatang. Bandingkan dengan kaum perempuan yang hanya 10,5 tahun.

Kesehatan yang prima adalah kuncinya, demikian menurut para ahli yang melakukan survei terhadap 6.000 orang ini. Kesehatan bukan saja mendorong gairah seks, tetapi juga membuat seseorang menikmati aktivitas seksualnya.

Kesehatan yang baik juga berarti menaruh perhatian pada hal-hal yang terkait dengan seks. Mereka juga secara teratur melakukan hubungan seks, minimal sekali seminggu, dan kegiatan tersebut menimbulkan kepuasan.

Pada usia 75-80 tahun, ternyata 38,9 persen pria juga mengaku mereka masih aktif secara seksual. Sedangkan kaum wanita hanya 16,8 persen. Para ahli memperkirakan, faktor ”kesempatan” ikut berpengaruh. Para pria cenderung menikah dengan perempuan yang lebih muda.

Para ahli sepakat bahwa fungsi seksual seseorang akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. ”Namun, secara biologis, apabila kita dalam kondisi sehat, tidak ada alasan untuk tak melanjutkan aktivitas seksual,” kata Paula Hall, konsuler seksual.

”Alasan orang berhenti melakukan hubungan seks sama seperti orang yang berhenti naik sepeda. Mereka tidak bisa atau karena mereka tak punya sepedanya,” ujar Hall.

Selasa, 23 Maret 2010

Tubuh Proporsional untuk Gairah Maksimal

KOMPAS.com — Duke University mengumumkan 30 persen orang yang mengalami kelebihan berat badan memiliki masalah terhadap gairah seksual, kualitas hubungan seksual, dan orgasme. Bahkan, beberapa di antara mereka mengalami tiga masalah seksual tersebut sekaligus.

Menurut kepala penelitian yang juga psikolog klinis Duke University, Martin Binks, PhD, hal itu terjadi karena kebanyakan orang yang obesitas memiliki kolesterol yang tinggi dan resisten terhadap insulin. “Dua hal inilah yang kemudian menghambat dorongan seksual mereka,” ucapnya.

Pada laki-laki, Binks menjelaskan bahwa kolesterol yang tinggi dan resistensi insulin membuat arteri pembuluh darah mengecil, termasuk yang ada di dalam penis. Inilah yang kemudian membuat terjadinya impotensi dan disfungsi ereksi.

Hal yang sama juga terjadi pada perempuan. Susan Kellogg, PhD, Direktur Kesehatan Seksual dari Pelvic and Sexual Health Insitute of Graduate Hospital, menjelaskan bahwa penyempitan pembuluh darah ini membuat klitoris yang merupakan sumber respons seksual perempuan mendapat hambatan. “Ini kemudian membuat tubuh tidak bergairah dan cairan vagina pun berkurang, dan akhirnya membuat hubungan seksual tidak dapat dinikmati,” paparnya.

Tidak hanya itu. Saat menumpuk banyak lemak, tubuh akan mengeluarkan zat kimia short for sex hormone binding globulin (SHBG). Ini adalah zat yang melumpuhkan hormon seksual kita. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk mengembalikan fungsi hormon seksual kita?

Para pakar menyarankan agar kita menurunkan berat badan sehingga lemak yang menumpuk dapat terkikis. Bahkan, dengan mengurangi 5 kg berat badan saja, gairah seksual kembali normal. “Ini terbukti ketika pasien-pasien saya berhasil menjaga dirinya agar tetap sehat. Hubungan seksual mereka pun kembali berkualitas. Maka dari itu, resep yang sering saya berikan kepada mereka adalah menerapkan gaya hidup sehat,” ucapnya.

Untuk olahraganya, Kellogg menyarankan gerakan-gerakan fisik yang memang ditujukan untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan sirkulasi darah di daerah genital. “Gerakan-gerakan ini akan sangat membantu,” ujarnya.

Khususnya pada perempuan, gerakan olahraga harus difokuskan pada otot-otot besar, seperti paha, bokong, dan panggul. Pilihan olahraga itu mulai dari yoga, jalan cepat, atau bersepeda. “Lakukan 20 menit dengan intensitas 3 kali dalam seminggu.” (Preventiononline/Siagian Priska)