Tampilkan postingan dengan label Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 April 2010

Gaya "Woman on Top" Cocok untuk Ibu Hamil

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah.
Kondisi tersebut normal saja. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda.
Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Namun, ketika Anda dan pasangan lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan bercinta, coba lakukan dengan posisi yang lebih nyaman. Berikut beberapa di antaranya:

Two Spoons
Berbaringlah bersebelahan, dengan pasangan Anda berada di belakang Anda. Penetrasi ringan dengan posisi ini bisa memberikan kenyamanan untuk Anda.

Ride High
Posisi ini seperti posisi woman on top, tak ada tekanan pada daerah perut. Posisi ini cukup populer untuk kalangan wanita hamil. Dengan posisi ini, si calon ibulah yang akan mengkontrol kekuatan, serta kedalaman penetrasi.

Comfort on the Comforter

Untuk melakukan posisi ini, si wanita diminta duduk di pinggir tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya, biarkan kaki masih menyentuh lantai. Sementara posisi pria berdiri di pinggir tempat tidur. Anda bisa mengangkat kaki dan meminta si dia memeganginya agar lebih mudah melakukan penetrasi dan kenyamanan.

Loving in the Living Room
Untuk posisi ini, diperlukan bangku. Si calon ibu menghadap ke bangku, sambil berpegangan pada bagian atas bangku untuk menyanggah berat tubuhnya, bisa juga dengan menaikkan satu atau kedua kaki ke bangku. Suami Anda melakukan penetrasi dari arah belakang.

KOMPAS.com

Gairah Membuncah Saat Hamil

Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.Seks saat kehamilan bukan hal yang ditabukan dan aman untuk dilakukan. Kecuali Anda memiliki risiko kehamilan yang tinggi dan dokter Anda menyarankan untuk tidak melakukannya, seks bisa dilakukan saat kehamilan. Berikut adalah penjelasan oleh Susan Warthus MD, pengarang Darn Good Advice Pregnancy mengenai kekhawatiran wanita karena adanya perubahan mengenai gairah seksual wanita saat hamil.

Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah. Kedua kondisi ini cukup normal. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, bisa jadi hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Minggu, 04 April 2010

Resiko Hamil bagi Pengidap Diabetes

"Apa benar bila seorang wanita yang mengidap diabetes kemudian hamil, bisa mengalami keguguran atau bayinya lahir dalam keadaan cacat? Apakah hal ini bisa dicegah?" (Pertanyaan dari Sarah, via email)

Ya, apabila kehamilan terjadi ketika kondisi gula darah Anda dalam keadaan tidak terkontrol. Risiko janin Anda yang sedang terbentuk itu untuk menderita cacat bawaan memang akan menjadi lebih tinggi. Bahkan, jika kelainan yang terjadi ternyata sangat parah, ini bisa berakibat terjadinya keguguran atau kematian janin. Namun, hal ini tidak akan terjadi apabila gula darah Anda sudah dapat terkendali.

Perlu diketahui, kadar gula darah yang tinggi bisa merusak metabolisme sel-sel embrionik. Dan, selanjutnya, berpengaruh pada organogenesis atau pembentukan organ yang sangat penting, yang terjadi pada trimester awal kehamilan. Untuk mencegahnya, tidak ada jalan lain. Anda perlu mengontrol gula darah agar tetap dalam batas normal.

Narasumber: Dr Caroline Tirtajasa, SpOG, dokter spesialis kandungan dan penyakit kandungan RS Omni Medical Centre, Pulomas, Jakarta

KOMPAS.com

Haruskah "Puasa" Bercinta Saat Hamil

Banyak pasangan yang "puasa" bercinta selama sang istri hamil karena rasa takut yang sebetulnya tidak beralasan. Asalkan "aturan mainnya" dipenuhi, bercinta boleh-boleh saja kok!

Menurut spesialis kebidanan dan kandungan, dr Hendro Sudarpo, SpOG dari RS Siloam Lippo Karawaci, Tangerang, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Boleh, asal tidak ada riwayat abortus atau keguguran dan tidak ada vlek," ujarnya.

Dr Hendro menambahkan, jika ibu hamil memiliki riwayat keguguran, hubungan seks bisa ditunda hingga usia kehamilan 16 minggu. Sementara itu, adanya vlek merupakan tanda ancaman keguguran. "Sebaiknya hubungan seks dihindari dulu," ujarnya.

Namun, jika kondisi kehamilan normal dan sehat, hubungan seks boleh dilakukan. Kekhawatiran janin di kandungan akan tergencet, menurut dr Hendro, juga tidak beralasan karena janin berada di dalam rahim atau cairan ketuban yang berisi cairan.

Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami istri ialah hubungan seksual harus disesuaikan dengan kondisi pasangan. Perut ibu hamil yang semakin membuncit tentu tak bisa lagi memberikan keleluasaan untuk melakukan hubungan seksual dalam berbagai posisi. "Karena itu, pilihlah posisi yang membuat nyaman," kata dr Hendro.

KOMPAS.com

Sakit Gigi Saat Hamil Bikin Bayi Lahir Prematur

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat hamil perempuan cenderung malas melakukan banyak aktivitas. Mereka terlalu fokus pada janin sehingga melupakan perawatan dirinya sehingga akhirnya bisa berpengaruh pada tubuh dan si jabang bayi.

Contohnya saja merawat kebersihan gigi dan mulut. Jika ibu hamil tidak rajin memelihara kesehatan giginya, maka bayi dalam kandungan pun bisa tertular sejumlah penyakit dan bahkan bisa terbawa hingga sang bayi lahir.

''Ibu hamil terkadang malas membersihkan gigi dan mulut karena merasa mual. Padahal, ini harus dipaksakan,'' tutur dr Enrita Dian, SpKGA, dokter spesialis gigi anak, dalam acara diskusi kebersihan gigi dan mulut ibu hamil, bayi, dan balita di Klinik Ultimo Estetika, Jakarta, Rabu (10/2/2010).

Ia mengungkapkan lebih lanjut, beberapa problem seperti gigi berlubang, gusi bengkak, gusi berdarah, dan nyeri gigi kerap kali dialami oleh mereka yang hamil. ''Umumnya terjadi pada trimester pertama. Sebab, saat itu ibu hamil sedang mengalami mual dan muntah atau morning sickness, yang kemudian membuat mereka malas merawat gigi,'' jelas Enrita.

Karena sedang mual dan muntah, ditambah senang mengonsumsi makanan yang asam atau yang manis untuk mengurangi mual dan muntah, maka problem gigi makin bertumpuk. Karena makanan yang manis bisa menyebabkan pH mulut jadi asam. Padahal, semakin malas menyikat dan membersihkan gigi, semakin besar ancaman bagi si jabang bayi. Karena si ibu kehilangan nafsu makan, asupan makanan bagi jabang bayi pun berkurang. Bayi bisa lahir prematur dan memiliki berat badan lahir rendah (BBLR).

Enrita menyarankan agar ibu hamil tetap rajin menggosok gigi setiap selesai makan dan sebelum tidur. ''Gunakan pasta gigi ber-flouride untuk menjaga kekuatan gigi,'' tambahnya.

Kalau rasa malas menyerang, Anda bisa berkumur dengan obat kumur antiseptik dan dibarengi mengunyah permen yang mengandung xylitol untuk membunuh kuman. Paling tidak, cara ini bisa menggantikan ritual menyikat gigi. Selain itu, bila ada masalah pada gigi, misalnya gigi berlubang, harus segera ditambal. Gigi yang berlubang bisa ditularkan pada bayi, hingga kelak anak mengalami problem gigi yang sama.

Menurut Enrita, tiga bulan pertama masa kehamilan adalah yang paling penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Perhatikan betul kebersihan gigi pada usia kehamilan 14-20 minggu. Inilah saat paling rawan jika Anda mengabaikan kesehatan gigi. ''Jangan menunda merawat gigi hingga masa morning sickness lewat. Problem gigi jadi makin serius,'' tegasnya.

KOMPAS.com

Sabtu, 03 April 2010

Belum Juga Hamil, Jangan-jangan Infertil

Seorang wanita bersama suaminya datang menemui dokter dengan keinginan untuk mempunyai anak. Sebagai pasangan, mereka sudah menikah sekitar lima bulan dan belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Lalu, timbullah kekhawatiran apakah mungkin mereka tidak subur? Kekhawatiran itulah yang membuat beragam pertanyaan dan kecemasan muncul dalam pikiran mereka.

Sebenarnya, apa yang dimaksud tidak subur itu? Apakah pasangan yang sudah menikah lima bulan dan belum dikaruniai anak sudah bisa dikategorikan tidak subur atau infertil?

Belum tentu karena ternyata infertilitas memiliki kriteria hingga dapat disebut infertil. Infertilitas atau yang lebih dikenal dengan istilah awam dengan ketidaksuburan pasangan untuk mempunyai anak tidaklah bisa dinyatakan dalam waktu 5 bulan. Jadi, kapankah pasangan bisa disebut infertil?

Sebenarnya, pasangan baru dapat disebut infertil jika sang wanita belum mengalami kehamilan meski melakukan hubungan tanpa adanya proteksi dan dihadapkan pada kemungkinan kehamilan. Infertil berlaku untuk pasangan usia subur yang sudah mencoba untuk mendapatkan kehamilan selama 12 bulan atau selama 6 bulan pada wanita yang berusia di atas 35 tahun ke atas.

Infertilitas sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebesar 10 persen dari wanita di Amerika Serikat berusia 15-44 tahun berhadapan dengan masalah sulit hamil atau menjaga kehamilannya.  Infertilitas bisa terjadi sebanyak 10-15 persen pada pasangan usia subur.

Selama 50 tahun, angka prevalensi ini tidak banyak berubah, tetapi terjadi perubahan pada penyebab dan usia pasien. Seiring bertambahnya usia seorang wanita, insiden infertilitas akan semakin meningkat.

Pada lingkungan di mana perencanaan berkeluarga dan pengembangan karier lebih diutamakan, sebagian wanita menunda untuk mempunyai anak hingga berumur 30 tahun ke atas sehingga kerap kali para wanita ini lebih sulit untuk hamil dan mempunyai peningkatan risiko untuk mengalami keguguran.

Kerap kali dugaan infertilitas terjadi karena kesalahan dari pihak wanita. Padahal, tidak begitu! Infertilitas tidak selalu disebabkan oleh kelainan pada wanita. Kedua belah pihak bisa mempunyai masalah yang bisa menyebabkan infertilitas. Sekitar sepertiga dari kasus infertilitas disebabkan oleh wanita, sepertiganya lagi oleh pria. Sisanya disebabkan karena kombinasi dari keduanya atau oleh penyebab lainnya yang tidak diketahui.

Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang canggih, kita pun bisa melakukan berbagai macam terapi untuk mempunyai anak. Untuk itu, dokter perlu mengetahui riwayat kesehatan dari pasangan, termasuk faktor risiko penyebab ketidaksuburan. Setelah itu, biasanya akan dilakukan pemeriksaan yang diperlukan yang berkaitan dengan infertilitas.

dr Intan Airlina Febiliawanti

Mudah Lupa Saat Hamil? Hormon Pemicunya

Banyak ibu hamil yang mengeluhkan dirinya jadi lebih pelupa, terutama untuk hal-hal kecil, seperti lupa meletakkan kunci atau mengingat nama seseorang. Studi menunjukkan, naiknya kadar hormon selama kehamilan menjadi biang keladinya.

Dalam sebuah penelitian, Diane Farrar dari University of Bradford, Inggris, melakukan sebuah tes memori spasial terhadap ibu hamil. Memori spasial adalah daya ingat mengenai ruang, misalnya, di mana mobil diparkir atau kacamata disimpan.

Para peneliti juga mengukur kadar hormon seks dan meminta para responden menjawab pertanyaan mengenai kadar kecemasan dan mood mereka. Hasil studi yang melibatkan 23 ibu hamil ini dibandingkan dengan 24 wanita yang tidak hamil.

Selama trisemester kedua dan ketiga, para ibu hamil secara signifikan memiliki memori spasial yang lebih buruk dibandingkan rekannya yang tidak hamil. Gangguan daya ingat bahkan masih tinggal hingga tiga bulan pasca-persalinan. Para ibu hamil juga dilaporkan memiliki mood yang tidak stabil dan dilanda kecemasan selama hamil.

Menurut studi yang dipresentasikan dalam pertemuan Society for Endocrinology di Inggris itu, tingginya kadar hormon seks yang bersirkulasi dalam tubuh ibu hamil diduga berpengaruh negatif terhadap bagian saraf di otak yang berfungsi dalam daya ingat spasial.

"Seperti diketahui, steroid seks dalam kadar tinggi bisa berdampak merusak di saraf. Meski begitu, kami tidak bisa berspekulasi bahwa hal ini hanya dipengaruhi oleh hormon, mungkin masih ada sebab lainnya," kata Farrar.

Kemungkinan lain adalah perasaan depresi yang sering dialami ibu hamil berpengaruh terhadap daya ingatnya. Para ahli juga mencatat bahwa tidak semua ibu hamil mengalami gangguan daya ingat.

KOMPAS.com

Rabu, 24 Maret 2010

Tetap Gaya Saat Hamil

KOMPAS.com - Meski pakaian kehamilan sudah jauh berkembang beberapa tahun belakangan ini, namun masih banyak wanita hamil yang mendapati dirinya sulit untuk bisa tetap tampil gaya. Umumnya, wanita hamil merasa sulit untuk mencari pakaian yang tepat saat memasuki usia kehamilan di trimester pertama. Berikut beberapa tips yang bisa Anda perhatikan untuk tetap tampil gaya saat kehamilan.

Tiap tubuh memiliki sistem yang berbeda. Beberapa wanita mendapati bahwa berat tubuhnya tidak mengalami banyak perubahan, atau bahkan kehilangan berat badan di awal usia kehamilan karena efek morning sickness. Jika ini apa yang Anda alami, maka, tak ada banyak masalah untuk mengenakan pakaian sehari-hari. Untuk mereka yang sudah mendapati perutnya sudah mulai menunjukkan pembesaran, salah satu cara termudah untuk bisa tetap terlihat gaya adalah dengan membeli pakaian biasa yang ukurannya 1-2 kali lebih besar dari ukuran normal Anda sebelum hamil. Ini tak hanya memberikan ruang untuk perut yang membesar, tapi juga sebagai investasi bijak, karena pakaian tersebut bisa Anda gunakan kembali setelah melahirkan. Karena pada umumnya, kebanyakan wanita, usai melahirkan tak bisa langsung kembali mengenakan pakaian yang biasa ia kenakan sebelum hamil.

Pakaian dengan ukuran lebih besar akan menjadi transisi yang baik saat tubuh Anda berangsur kembali normal. Jika pakaian-pakaian umum terasa nyaman di pinggang, tapi terasa terlalu longgar di bagian kaki atau area lain, Anda selalu bisa membawanya ke tukang jahit untuk dikecilkan di bagian-bagian tersebut. Selain itu, saat ini sudah banyak pakaian wanita umum yang modelnya bisa Anda gunakan saat hamil, seperti atasan dari bahan melambai, seperti sifon, dengan ukuran yang longgar. Baju-baju semacam ini bisa Anda gunakan beberapa kali saat kehamilan.

Ketika Anda memasuki trimester kedua atau ketiga, Anda akan menghadapi transisi menuju pakaian khusus ibu hamil. Saat ini sudah ada banyak tipe pakaian ibu hamil yang cantik, bahkan seksi sekalipun, seperti Le Bloomingchic. Meski tak semua butik menyediakan ukuran khusus ibu hamil, Anda bisa melirik pakaian-pakaian tersebut di situs mereka. Pakaian ibu hamil yang cita rasa dan bahannya nyaman memang seringkali harganya lebih mahal. Namun, ketika Anda kenakan, akan terasa nyaman dan jatuhnya cantik pada tubuh. Selain itu, Anda bisa menjualnya kembali lewat blog atau milis ketika sudah usai Anda kenakan.

Sama seperti pakaian pada umumnya, sebaiknya selalu mencoba pakaian saat kehamilan. Kebanyakan toko pakaian khusus ibu hamil menyediakan karet tambahan khusus di bagian perut untuk memberikan sokongan pada perut yang membesar di bulan-bulan mendatang. Biasanya, karet ini bisa digunakan untuk menambah lebar lingkar pada celana jins yang kancingnya sudah tak bisa bertemu lagi di tengah.

Jika Anda membeli pakaian kehamilan via internet (online shopping), pastikan Anda mendapat informasi detail mengenai ukuran pakaian tersebut dan melihat kebijakan pengiriman serta pengembaliannya jika ternyata tidak sesuai ukuran atau keinginan Anda. Carilah pakaian yang menyerap keringat, longgar, dan tidak terlalu ketat untuk memberikan kenyamanan saat Anda beraktivitas sehari-hari. Hindari pola pakaian yang bergaris horizontal karena akan memberikan kesan Anda lebih besar. Jika memang Anda hanya bisa mengenakan pakaian terusan, coba pilih baju dengan lingkar leher yang berbeda-beda dan gunakan aksesori di bagian tersebut agar membuat penampilan lebih gaya dan menarik perhatian ke arah tersebut. Anda juga bisa memilih pakaian print grafik besar sebagai pilihan alternatif penampilan yang cantik di musim panas.

Sama seperti pada saat tidak hamil, pakaian Anda sebaiknya selalu memberikan kenyamanan untuk Anda, dan jika memungkinkan, tampil gaya agar Anda pun bisa merasa cantik dan bahagia saat menyambut si kecil ke dunia.

Selasa, 23 Maret 2010

Usir "Bad Mood" Saat Hamil

KOMPAS.com — Kehamilan akan membuat banyak perubahan pada tubuh seorang wanita. Tak sedikit wanita yang menganggap bahwa masa kehamilan merupakan masa yang penuh stres. Padahal, setiap wejangan pasti akan mengatakan bahwa ibu hamil harus berpikiran positif dan menjaga kesehatan agar kehamilannya tetap terjaga sehat dan baik. Untuk itu, diperlukan rasa bahagia dan mood yang baik agar bisa tetap menjaga kesehatan kehamilan. Berikut beberapa tips untuk para ibu hamil agar tetap merasa lebih nyaman dan cantik sepanjang kehamilan.

1. Berolahraga secara rutin. Mungkin terdengarnya agak sulit untuk dilakukan, tetapi ingatlah bahwa berjalan kaki atau melakukan aktivitas olahraga selama kehamilan adalah hal yang penting untuk dilakukan guna menjaga kesehatan secara utuh selama menjalani 9 bulan kehamilan dan seusainya. Olahraga akan menstimulasi metabolisme, membangun otot, membakar lemak, dan mengeluarkan endorphin yang bisa membantu Anda merasa lebih bahagia dan berenergi. Olahraga ringan amat dianjurkan untuk dilakukan di setiap tahap kehamilan.

2. Mengonsumsi diet sehat dan seimbang. Makanan cepat saji akan membuat Anda merasa lelah dan tak bersemangat, tetapi mengonsumsi makanan sehat, beragam, dan penuh nutrisi bisa membuat Anda merasa lebih nyaman. Perbanyak asupan buah-buahan dan sayuran segar, protein, lemak sehat (seperti avokad dan minyak zaitun), biji-bijian, dan kacang-kacangan. Nutrisi dan energi dari makanan-makanan ini akan membuat Anda dan si jabang bayi lebih kuat dan sehat.

3. Memanjakan diri. Pergilah ke salon, minta perawatan pedikur, cuci-blow, atau hanya dengan bersantai di rumah sambil ditemani minuman dingin dan alunan musik akan bisa membantu Anda merasa lebih tenang. Dengan aktivitas menggunung, pastikan Anda menghabiskan sedikit waktu di setiap minggu untuk diri Anda sendiri. Relaksasi akan mengurangi tingkat ketegangan karena itu akan bisa membantu tubuh lebih tenang, sehat, dan kehamilan pun lebih bahagia.

4. Terimalah diri Anda apa adanya. Tubuh Anda sedang mengalami perubahan yang cukup drastis. Perut Anda membesar, begitu pula dengan payudara. Anda mungkin akan menyadari ada beberapa bagian tubuh Anda yang juga membesar. Nikmatilah! Ketahuilah bahwa tubuh Anda sedang menjaga seorang manusia lain dan merawatnya di dalam. Tubuh Anda yang berubah secara otomatis merupakan pertanda bahwa ia melakukan segalanya untuk menjaga si bayi tumbuh sempurna. Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa tubuh berlekuk Anda ini seksi. Karena hal itu memang benar. Yang lebih penting lagi, kepercayaan diri yang tinggi, lebih seksi dari apa pun.

5. Minum banyak air putih. Kurangi minuman bersoda dan jus bergula. Asupan cairan saat kehamilan sebaiknya berupa air putih, susu rendah lemak, dan jus buah alami dalam jumlah secukupnya. Air putih mengeluarkan racun dan membantu pencernaan, membuat Anda merasa lebih berenergi dan sehat.

6. Kurangi asupan garam untuk mengurangi pembengkakkan. Kebanyakan wanita hamil akan mengalami pembengkakkan pada pergelangan kaki, telapak kaki, jari, hidung, bahkan wajah saat kehamilan. Tak heran, sebagian wanita merasa kekurangan kepercayaan diri saat menjalani kehamilan. Mengurangi asupan garam bisa secara drastis mengurangi pembengkakkan. Untuk langkah lainnya, perbanyak makanan yang mengandung potasium, seperti pisang, karena mineral ini membantu metabolisme cairan tubuh dan melawan efek sodium, yang bisa menyebabkan retensi air. Selain itu, potasium juga bisa membuat tekanan darah lebih stabil.

7. Jangan lupa vitamin prenatal.
Ini memastikan Anda membangun pertahanan yang diperlukan untuk membantu si jabang bayi tetap bertumbuh dan sehat. Vitamin akan mengusir rasa lelah dan rasa ingin mengemil karena tubuh Anda akan mengambil nutrisi yang disediakan vitamin-vitamin tersebut.

8. Kurangi asupan gula. Kehamilan bisa mengubah tubuh Anda dalam berbagai cara, termasuk dalam memproses gula. Terlalu banyak asupan gula bisa membuat Anda merasa pening, lelah, dan ingin makan gula lebih banyak. Hal ini tidak baik untuk pankreas Anda karena kebutuhan insulin Anda akan meningkat dan berlebihan. Menjaga gula darah Anda tetap sehat dengan memakan lebih banyak protein dan whole grain akan mencegah penurunan kadar gula darah secara drastis (kondisi ini bisa membuat Anda merasa gemetar dan merasa ingin pingsan).

9. Kurangi stres sebisa mungkin.
Jika situasi tertentu membuat Anda merasa ingin marah atau stres, kurangi sebisa mungkin. Jika topik tertentu selalu memercikkan argumen di antara Anda dan teman-teman atau keluarga, hindarilah sebisa mungkin. Ingat, tak perlu terlalu memusingkan apa opini orang lain saat ini, yang terpenting saat ini adalah Anda dan si bayi tetap sehat. Hindari situasi yang tak menyenangkan dan beritahukan kepada teman-teman serta keluarga mengapa Anda melakukan ini agar mereka bisa memahami alasannya.

10. Ingin bercinta? Lakukan. Keinginan untuk bercinta bisa jadi lebih besar saat Anda hamil, jangan hiraukan, tapi rengkuhlah perasaan itu. Lakukan hubungan intim dengan suami ketika Anda memang siap dan menginginkannya. Jika dilakukan dengan hati-hati, seks tak akan menyakiti si bayi yang berada di dalam perut Anda, juga tak akan memicu kelahiran, kok.

Apakah Saya Hamil?

Kompas.com — Meski sudah telat haid satu minggu, masih banyak perempuan yang tak yakin dirinya hamil, apalagi jika ia belum pernah hamil sebelumnya. Memang tidak mudah mengetahui apakah Anda benar-benar hamil atau tidak. Meski begitu, ada tanda-tanda umum kehamilan yang bisa membantu Anda memastikan kehamilan.

Apabila yang Anda alami tidak termasuk salah satu yang disebutkan di bawah ini, tak perlu khawatir. Cermati kembali beberapa hari yang akan datang. Mungkin saja, kecurigaan Anda masih terlalu dini dan tanda-tanda ini baru muncul setelah beberapa hari kemudian.

1. Hasil "test pack" positif
Apabila hasil test pack menunjukkan tanda positif, hampir dipastikan Anda memang hamil. Namun, jika hasilnya negatif, tetapi haid terlambat datang, berlakulah seperti layaknya sedang hamil. Terutama jika ada perubahan rasa pada tubuh. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, tak ada salahnya mengulangi tes lagi keesokan harinya.

2. Ada flek atau bercak darah
Setelah terlambat haid beberapa hari dari jadwal, dan timbul bercak darah atau flek, besar kemungkinan Anda hamil. Pada saat hasil pembuahan menempel pada dinding rahim (implantasi), biasanya calon ibu akan mendapati ini. Namun, tak semua ibu hamil mengalami ini pada masa awal kehamilan.

3. Perubahan di payudara
Biasanya areola (area sekitar puting payudara) melebar dan warnanya menjadi gelap. Terkadang payudara terasa bengkak, mirip seperti yang dirasakan menjelang haid.

4. Mual dan muntah
Perubahan hormonal membuat calon ibu mengalami gejala mual, bahkan muntah. Tanda ini lazim disebut morning sickness.
5. Rasa kantuk atau lelah yang luar biasa
Perubahan hormonal, pola makan, juga perkembangan embrio, membuat calon ibu merasa mengantuk atau lelah sekali. Anda harus cukup istirahat.

6. Pola makan berubah
Hanya ingin mengemil atau makan 1-2 jenis makanan saja. Kondisi ini sering disebut dengan ngidam.
7. "Mood" atau emosi yang tidak stabil
Kondisi ini juga disebabkan oleh perubahan hormon.

8. Sering buang air kecil
Hal ini terjadi karena meningkatnya sirkulasi darah ketika hamil dan tekanan pada saluran kemih akibat membesarnya uterus.

Oleh karena ini adalah tanda-tanda umum kehamilan, setiap individu bisa saja mendapatkan ciri kehamilan secara berbeda. Ada yang mulai mendapatkan gejala umum kehamilan seminggu setelah pembuahan terjadi. Ada juga yang baru mengalaminya setelah 10-14 hari.

Narasumber: dr Achmad Mediana, Sp.OG, dari RS Kemang Medical Care