Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah.
Kondisi tersebut normal saja. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.
Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda.
Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.
Namun, ketika Anda dan pasangan lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan bercinta, coba lakukan dengan posisi yang lebih nyaman. Berikut beberapa di antaranya:
Two Spoons
Berbaringlah bersebelahan, dengan pasangan Anda berada di belakang Anda. Penetrasi ringan dengan posisi ini bisa memberikan kenyamanan untuk Anda.
Ride High
Posisi ini seperti posisi woman on top, tak ada tekanan pada daerah perut. Posisi ini cukup populer untuk kalangan wanita hamil. Dengan posisi ini, si calon ibulah yang akan mengkontrol kekuatan, serta kedalaman penetrasi.
Comfort on the Comforter
Untuk melakukan posisi ini, si wanita diminta duduk di pinggir tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya, biarkan kaki masih menyentuh lantai. Sementara posisi pria berdiri di pinggir tempat tidur. Anda bisa mengangkat kaki dan meminta si dia memeganginya agar lebih mudah melakukan penetrasi dan kenyamanan.
Loving in the Living Room
Untuk posisi ini, diperlukan bangku. Si calon ibu menghadap ke bangku, sambil berpegangan pada bagian atas bangku untuk menyanggah berat tubuhnya, bisa juga dengan menaikkan satu atau kedua kaki ke bangku. Suami Anda melakukan penetrasi dari arah belakang.
KOMPAS.com
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 April 2010
Jumat, 26 Maret 2010
Makanan Terlarang untuk Ibu Menyusui
Kompas.com - Beberapa makanan atau minuman di bawah ini sebaiknya tidak dikonsumsi ibu menyusui. Mengapa? Berikut alasannya.
- Minuman isotonik
Minuman ini biasanya mengandung natrium, kalsium, kalium dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh lainnya. Tapi kalau dikonsumsi saat tubuh tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat, maka kandungan ion dalam minuman ini tidak memberikan efek positif.
- Softdrink
Kandungan gula dalam softdrink sangat tinggi sehingga bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.
- Alkohol
Alkohol termasuk jenis minuman tidak sehat yang tidak disarankan untuk dikonsumsi, baik ibu hamil maupun menyusui. Kandungan alkohol terbukti memberikan efek negatif bagi tubuh.
- MSG
Di beberapa negara konsumsi MSG yang masih ditoleransi adalah 0,3-1 gram/hari. Dikatakan berlebihan bila konsumsi MSG sudah lebih dari 30 mg/kg BB per hari. Masalahnya tak mudah menghitung sudah berapa banyak MSG yang tercampur dalam setiap makanan atau kudapan yang masuk dalam tubuh.
MSG diduga menyebabkan kumpulan gejala penyakit yang disebut Chinese Restaurant Syndrome (CRS). Gejalanya antara lain rasa kebal pada leher bagian belakang, lengan dan seluruh tubuh terasa lemah serta terjadi peningkatan denyut nadi. MSG juga berkaitan dengan tercetusnya berbagai gangguan alergi seperti asma, gatal, infeksi kulit, gangguan irama jantung, kelainan saraf tepi dan gangguan pencernaan.
- Makanan berpengawet/pewarna
Zat-zat berbahaya yang sering digunakan pada makanan antara lain zat pewarna tekstil seperti rhodamin B, methanyl yellow yang berefek menyebabkan gangguan fungsi hati sampai kanker.
Pemanis buatan yang dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker kandung kemih. Zat pengawet berbahaya seperti formalin dan boraks banyak digunakan dalam bakso, mi, tahu. Begitu kloramfenikol untuk mengawetkan udang.
- Minuman isotonik
Minuman ini biasanya mengandung natrium, kalsium, kalium dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh lainnya. Tapi kalau dikonsumsi saat tubuh tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat, maka kandungan ion dalam minuman ini tidak memberikan efek positif.
- Softdrink
Kandungan gula dalam softdrink sangat tinggi sehingga bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh.
- Alkohol
Alkohol termasuk jenis minuman tidak sehat yang tidak disarankan untuk dikonsumsi, baik ibu hamil maupun menyusui. Kandungan alkohol terbukti memberikan efek negatif bagi tubuh.
- MSG
Di beberapa negara konsumsi MSG yang masih ditoleransi adalah 0,3-1 gram/hari. Dikatakan berlebihan bila konsumsi MSG sudah lebih dari 30 mg/kg BB per hari. Masalahnya tak mudah menghitung sudah berapa banyak MSG yang tercampur dalam setiap makanan atau kudapan yang masuk dalam tubuh.
MSG diduga menyebabkan kumpulan gejala penyakit yang disebut Chinese Restaurant Syndrome (CRS). Gejalanya antara lain rasa kebal pada leher bagian belakang, lengan dan seluruh tubuh terasa lemah serta terjadi peningkatan denyut nadi. MSG juga berkaitan dengan tercetusnya berbagai gangguan alergi seperti asma, gatal, infeksi kulit, gangguan irama jantung, kelainan saraf tepi dan gangguan pencernaan.
- Makanan berpengawet/pewarna
Zat-zat berbahaya yang sering digunakan pada makanan antara lain zat pewarna tekstil seperti rhodamin B, methanyl yellow yang berefek menyebabkan gangguan fungsi hati sampai kanker.
Pemanis buatan yang dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker kandung kemih. Zat pengawet berbahaya seperti formalin dan boraks banyak digunakan dalam bakso, mi, tahu. Begitu kloramfenikol untuk mengawetkan udang.
Label:
Ibu,
Ibu Menyusui,
Kesalahan-kesalahan,
Makanan,
Makanan Terlarang,
Menyusui,
Terlarang,
untuk
Sabtu, 20 Maret 2010
Ibu Menyusui Lebih Langsing
Tak sekedar membuat bayi lebih sehat, ibu menyusui juga mendapat banyak manfaat, salah satunya adalah lebih cepat membuang kelebihan berat badan. Manfaat ini bahkan akan terus didapat di kemudian hari.
Dalam sebuah studi yang dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association, para peneliti menjelaskan, wanita yang memberi ASI secara konsisten pada bayinya memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil dibanding ibu yang tidak menyusui. Perbedaan paling tampak adalah timbunan lemak di perut yang lebih sedikit.
"Lemak di perut adalah tempat lemak tubuh disimpan. Dengan menyusui, timbunan lemak di tempat itu tampaknya menjadi target untuk dibuang," kata ketua peneliti Candace McClure dari University of Pittsburgh.
Dibanding manfaat menyusui untuk bayi, manfaat menyusui bagi para ibu memang jarang dikupas. Padahal, ada sederet manfaat yang bisa diraih ibu menyusui. Menurut penelitian, ibu yang menyusui risikonya lebih rendah untuk menderita diabetes tipe 2, kanker payudara, kanker ovarium dan depresi pasca persalinan.
Penelitian juga menunjukkan ibu yang memberikan ASI pada bayinya jarang terkena penyakit jantung. Para ahli meyakini, hal ini terjadi karena ibu menyusui membakar kalori lebih cepat. Selain itu timbunan lemak di perutnya juga lebih sedikit dibanding yang tidak menyusui. Timbunan lemak di perut diketahui menjadi faktor dalam penyakit jantung.
Yang menarik, menurut hasil penelitian McClure, ibu yang memberikan ASI juga tetap langsing hingga berpuluh tahun kemudian. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi para ibu yang ingin kembali langsing setelah melahirkan dengan cara yang sehat.
Meski demikian, para ahli mengingatkan, bahwa langsing tidaknya seorang ibu juga tergantung pada gaya hidup yang dijalaninya. Bila Anda melakukan diet seimbang dan melakukan olahraga secara teratur, ditambah pemberian ASI secara konsisten, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan manfaat ganda, tubuh bugar dan nyaman, serta terbebas dari penyakit jantung.
Dalam sebuah studi yang dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association, para peneliti menjelaskan, wanita yang memberi ASI secara konsisten pada bayinya memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil dibanding ibu yang tidak menyusui. Perbedaan paling tampak adalah timbunan lemak di perut yang lebih sedikit.
"Lemak di perut adalah tempat lemak tubuh disimpan. Dengan menyusui, timbunan lemak di tempat itu tampaknya menjadi target untuk dibuang," kata ketua peneliti Candace McClure dari University of Pittsburgh.
Dibanding manfaat menyusui untuk bayi, manfaat menyusui bagi para ibu memang jarang dikupas. Padahal, ada sederet manfaat yang bisa diraih ibu menyusui. Menurut penelitian, ibu yang menyusui risikonya lebih rendah untuk menderita diabetes tipe 2, kanker payudara, kanker ovarium dan depresi pasca persalinan.
Penelitian juga menunjukkan ibu yang memberikan ASI pada bayinya jarang terkena penyakit jantung. Para ahli meyakini, hal ini terjadi karena ibu menyusui membakar kalori lebih cepat. Selain itu timbunan lemak di perutnya juga lebih sedikit dibanding yang tidak menyusui. Timbunan lemak di perut diketahui menjadi faktor dalam penyakit jantung.
Yang menarik, menurut hasil penelitian McClure, ibu yang memberikan ASI juga tetap langsing hingga berpuluh tahun kemudian. Hal ini tentu menjadi kabar gembira bagi para ibu yang ingin kembali langsing setelah melahirkan dengan cara yang sehat.
Meski demikian, para ahli mengingatkan, bahwa langsing tidaknya seorang ibu juga tergantung pada gaya hidup yang dijalaninya. Bila Anda melakukan diet seimbang dan melakukan olahraga secara teratur, ditambah pemberian ASI secara konsisten, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan manfaat ganda, tubuh bugar dan nyaman, serta terbebas dari penyakit jantung.
Langganan:
Postingan (Atom)
