Tampilkan postingan dengan label Tubuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tubuh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Maret 2010

TOFI, Tubuh Kurus Belum Tentu Sehat

wanita ramping tampak lebih bahagia ketika bercermin dan menikmati setiap lekuk tubuhnya. Tak heran bila tubuh seksi dan ramping selalu diidamkan kaum hawa.

Kendati demikian, belum tentu wanita bertubuh kurus selalu bangga dengan bentuk tubuhnya. Mengapa? "Tidak selalu wanita bertubuh kurus menjadi wanita paling bahagia. Tapi, mereka memang merawat tubuhnya agar lebih percaya diri ketika berhadapan dengan pasangannya," ujar pakar seks Kate Taylor, seperti dilansir The Sun.

Namun, tahukah Anda bahwa sekarang ini sedang marak fenomena TOFI (Thin Outside, Fat Inside)? TOFI lebih banyak dialami wanita bertubuh seksi. Menurut konsep TOFI, meski bentuk tubuh terlihat ideal, bahkan kurus, tapi kadar lemak dalam tubuh melebihi normal. Apa penyebabnya?

Penyebabnya adalah komposisi gizi kurang seimbang, terlalu banyak konsumsi junk food, dan kurang mengonsumsi makanan bergizi. Komposisi seimbang yang harus diasup setiap hari terdiri atas 45-65 persen karbohidrat, sedangkan protein dibutuhkan tubuh sebanyak 10-25 persen sehari. Perbandingan antara protein hewani dengan nabati adalah 2:1. Selain itu, konsumsi lemak 25-40 persen dengan tambahan vitamin A, B, C, D, E, K dan Ca.

Tak cukup memerhatikan asupan makanan seimbang, pemilik tubuh kurus pun harus mengatur jadwal makan lebih teratur dan memerhatikan jumlah kalori sesuai kebutuhan. Perhatikan tiga aspek penting agar tubuh sehat, yaitu konsumsi asupan gizi seimbang, olahraga teratur, serta istirahat cukup. Kesemua aspek tersebut harus diperhatikan sejak dini bila Anda ingin bertubuh kurus, dan tentu saja sehat.
 
okezone.com

Ngemil Justru Bikin Tubuh Membakar Kalori

Banyak orang mengatakan, ketika usia kita memasuki 30 tahun, metabolisme semakin menurun. Tentu ada penjelasan ilmiah mengapa hal ini terjadi. Namun naik atau turunnya metabolisme sebenarnya dipengaruhi kebiasaan kita sehari-hari. Ketika berat Anda naik, kemungkinan Anda melakukan banyak hal yang menurunkan metabolisme, dan tidak melakukan cukup banyak latihan untuk meningkatkannya. Berikut yang perlu Anda perhatikan:

Menurunkan metabolisme:
Duduk
. Semakin jarang Anda bergerak, semakin sedikit kalori yang dibutuhkan tubuh. Akibatnya, metabolisme Anda akan melambat untuk sementara waktu.

Diet. Mungkin Anda mengira, tidak makan malam membuat tubuh langsing karena tidak ada asupan makanan. Namun mengurangi kalori membuat tubuh Anda melambat, dan mengandalkan lemak (misalnya saat kelaparan). Lebih efektif bila Anda mengurangi hanya 250-300 kalori sehari, karena hal ini mendesak tubuh untuk menyingkirkan lemak tanpa takut Anda tak bisa makan lagi.

Penuaan. Metabolisme menurun sekitar 1 persen setiap dekade, demikian menurut Susan B. Roberts, PhD, dari Energy Metabolism Laboratory di Tufts University, Boston. Berdasarkan itu, setiap tahun setidaknya Anda harus mengurangi 10 kalori dalam sehari untuk memelihara berat badan Anda.Tidak berpengaruh
Kafein
. “Kafein meningkatkan detak jantung, yang dapat membantu membakar kalori," ujar Dan Bernadot, PhD, dari Georgia State University di Atlanta. “Tetapi peningkatannya kecil dan cepat berlalu, dan tidak banyak mendongkrak metabolisme."

Meningkatkan metabolisme
Protein
. Ingat kan, bagaimana kisah Ade Rai yang setiap hari mengonsumsi 10 butir telur (putih telurnya saja) untuk membentuk tubuhnya? Protein memang membantu membangun otot, dan semakin banyak otot yang Anda miliki, semakin cepat metabolisme Anda. Dari sekian kalori yang Anda konsumsi, usahakan 20-25 persennya adalah protein.

Ngemil. Makan membuat metabolisme meningkat, karena ia harus membakar kalori. Karena itu makan ringan empat atau lima kali sehari lebih baik daripada makan besar dua kali sehari. Makan empat kali bukan berarti makan nasi padang, dilanjutkan dengan mi ayam, empat slice pizza, lalu nasi tongseng kambing, lho. Ingat, yang dimaksud adalah makan ringan dan dengan gizi seimbang.

Latihan kardio. Latihan yang membuat detak jantung meningkat akan mendorong metabolisme saat Anda melakukannya. Anda juga membakar lebih banyak kalori dalam beberapa jam setelah Anda berlatih, termasuk ketika Anda sedang beristirahat. Latihan secara rutin dapat memaksa metabolisme mencegah rasa lemas yang terjadi ketika Anda berdiet, kata Kathy McManus, MS, RD, direktur departemen nutrisi di Brigham and Women’s Hospital di Boston.

Latihan daya tahan. Latihan kekuatan, entah itu menggunakan resistance machine, body weight (seperti push-up atau squat), free weights (semua latihan yang menggunakan dumbbell atau barbel), cables (perpaduan machine weight dan free weight), atau tubing (latihan dengan menggunakan tali), bisa membangun otot. Latihan ini akan membakar kalori sekalipun Anda melakukannya sambil duduk. Dari setiap 450 gram otot yang Anda dapatkan, Anda bisa membakar ekstra 50 kalori per hari. Anda bisa membangun 450 gram otot setiap bulan jika Anda berlatih daya tahan dua-tiga kali seminggu.

Kamis, 25 Maret 2010

Probiotik tingkatkan Kekebalan Tubuh

KOMPAS.com — Gaya hidup perkotaan yang sibuk, pola hidup tidak sehat, istirahat tidak teratur, dan pola konsumsi yang juga tidak sehat membuat orang mudah terserang penyakit. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, probiotik sangat diperlukan.

Probiotik atau bakteri baik, jika jumlahnya memadai, yakni sekitar satu juta hingga satu triliun, akan memiliki perang yang sungguh luar biasa. Bakteri baik akan menghasilkan antibiotika alami yang menjaga keutuhan dinding usus, proses metabolisme, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

"Sistem pencernaan merupakan bagian dari sistem imun manusia, dengan 80 persen sistem imun manusia berada dalam saluran cerna. Sebagian besar penyakit juga masuk dari sistem pencernaan. Itu sebabnya keseimbangan flora dalam usus harus dijaga," kata dr Ari Fahrial Syam, konsultan lambung dan pencernaan dari RS.MH.Thamrin, Jakarta.

Keseimbangan komunitas mikroba dalam saluran cerna sangat dipengaruhi oleh genetik dan gaya hidup. Gaya hidup itu termasuk perilaku makan dan kebersihan seseorang, kondisi kesehatan, terapi obat-obatan khususnya antibiotik, serta usia.

Saluran cerna yang banyak didominasi bakteri jahat akan dipenuhi berbagai jenis racun, senyawa pembusuk, dan karsinogen yang dihasilkan bakteri jahat. "Ini berdampak negatif bagi kesehatan, dari yang ringan, seperti turunnya daya tahan tubuh, infeksi penyakit, sembelit, hingga kanker kolon," tambah dr Ari.

Kesehatan saluran cerna dapat dijaga dengan manipulasi melalui pengaturan diet yang mengandung prebiotik, probiotik, atau kombinasi keduanya.

Rabu, 24 Maret 2010

Memulai Kebiasaan Baik agar Tubuh Sehat

KOMPAS.com — Masih mencari cara untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama kulit Anda? Pakar kesehatan kulit dari RealAge, Dr Amy Wechsler, MD, memberikan caranya dalam buku The Mind-Beauty Connection.

Latihan mengambil napas lebih dalam
Seimbangkan tubuh Anda dengan asupan oksigen dan karbon dioksida. Hirup lebih banyak oksigen untuk membuat tubuh lebih berenergi, tetapi perhatikan cara pernapasan yang baik. Atur pernapasan dengan baik dan perlahan, tarik napas dalam-dalam dua kali sehari. Efeknya, saat Anda fokus untuk melakukan pernapasan yang baik, Anda tidak akan fokus pada hal lain. Perubahan sikap mental ini membantu Anda mengurangi stres, membawa Anda pada alam bawah sadar di mana Anda bisa menempatkan masalah sesuai dengan perspektif dan tempatnya.

Bergerak lebih aktif
Membuat tubuh bergerak aktif selama 30 menit atau lebih akan mengalihkan pikiran dan kepanikan yang menekan diri Anda. Lakukan gerakan olahraga setiap harinya, sesering mungkin, karena dalam 24 jam tubuh Anda akan mengalami stres lagi. Jinakkan kembali stres pada tubuh dengan bergerak atau berolahraga. Tubuh yang dibiasakan beraktivitas meningkatkan sirkulasi nutrisi ke dalam sel tubuh dan kulit. Kapasitas paru-paru juga bertambah sehingga bisa menampung lebih banyak oksigen.

Kalahkan makanan "jahat"
Kurangi makanan yang menggiurkan, tetapi membahayakan bagi tubuh dan kulit, seperti gula dan makanan berlemak tinggi. Ganti dengan ikan, telur, unggas, makanan rendah lemak, dan kenari. Kontrol juga pola makan Anda dan kenali sejauh mana stres memancing Anda untuk terus makan. Lakukan kebiasaan ini setiap hari. Asupan protein bisa membantu Anda mengatasi mood, menambah tenaga, dan menjaga gula darah. Hasilnya, sejumlah hormon, termasuk insulin, terjaga dengan baik.

Fokus pada hal baik
Lakukan kebiasaan setiap hari dengan menuliskan daftar apa saja yang Anda syukuri. Atau tulis tiga hal yang berjalan baik dan jelaskan alasannya. Lakukan pada malam hari setelah menyelesaikan semua rutinitas harian. Jurnal harian ini mencatatkan hal baik yang Anda alami. Catatan ini membantu Anda untuk fokus pada kebaikan dan mampu mengerem pikiran negatif dalam kepala Anda.

Tambah waktu tidur
Atur waktu tidur Anda. Jika biasanya hanya tidur empat jam, tambahkan lagi setiap harinya agar ketika bangun Anda merasa lebih segar dan produktif. Tidur adalah obat kecantikan gratis, alami, dan sederhana. Tidak ada cara ampuh lainnya untuk membuat tubuh lebih sehat dan melepaskan stres serta kepenatan selain dengan pola tidur yang tepat.

Cari waktu untuk diri sendiri
Pekerjaan membuat Anda sibuk dan menghabiskan waktu dengan cepat. Selalu ada waktu untuk rapat, rencana, atau apa pun yang jadwalnya padat. Namun, mengapa tak pernah ada waktu untuk diri sendiri tanpa berbuat apa pun kecuali mengistirahatkan tubuh dan pikiran? Sederhana saja caranya, cari tempat yang sepi dan menenangkan dan berdiam diri selama 10 hingga 15 menit setiap harinya. Hentikan sementara hiruk pikuk keadaan dan tenangkan diri sesaat. Cara ini bisa membantu Anda mengenali diri dan menjadikan Anda lebih segar dalam memberikan solusi, mencari ide baru. Karena otak, fisik, dan seluruh tubuh Anda punya waktu untuk istirahat sejenak.

Bermesraan dan melakukan hubungan seks
Ciptakan ruang untuk intimasi setidaknya seminggu sekali. Sentuhan fisik terjadi dalam hubungan seks, tiga hormon pembangkit gairah mengalir ke otak, seperti hormon endorfin (memberikan efek kenikmatan), prolaktin (memberikan sensasi menenangkan), oksitosin (menimbulkan perasaan afeksi dan mendorong sikap saling menyayangi).

Selasa, 23 Maret 2010

Deteksi Penyakitmu Lewat Organ Tubuh

KOMPAS.com - Belakangan ini, banyak penyakit yang tiba-tiba datang dan berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian. Semua orang tentu tak ingin kejadian yang fatal itu menimpa dirinya. Makanya, untuk mencegahnya, Anda harus mampu mendeteksi penyakit lebih awal. Apalagi, semua penyakit memiliki gejala, hanya saja, mungkin Anda kurang jeli merasakannya.
Sebenarnya, tak sulit mendeteksi penyakit sejak awal. Anda bisa memanfaatkan alat-alat kesehatan (alkes) yang sekarang sudah tersedia di pasar. Salah satunya Vscan dari General Electrics (GE) Indonesia. GE mengklaim alat ini mampu membantu mendeteksi penyakit lebih awal, seperti gangguan kardiovascular.
Selain menggunakan alat kesehatan, Anda juga bisa mendeteksi penyakit dengan cara lebih sederhana. Yakni, dengan melihat tanpa-tanda perubahan fisik pada tubuh Anda. Perubahan fisik itu bisa Anda cermati lewat beberaga organ tubuh, seperti kuku, mata, lidah, kulit, maupun rambut.
Bagian-bagian tubuh itu dapat mengungkapkan secara tepat penyakit apa yang Anda miliki. "Perubahan fisik menjadi petunjuk untuk mengetahui penyakit yang berpotensi mengganggu tubuh Anda," kata Marganda, pakar kehatan dari Rumah Sakit Omni International Alam Sutera.
Lewat kuku, misalnya, Anda bisa mendeteksi beberapa gejala penyakit. Kuku berwarna kuning nmengindikasikan ada gangguan liver atau infeksi serta kelainan pada hati. Sementara pangkal kuku yang berwarna biru menandakan gejala penyakit jantung.
Penyakit lain yang bisa dideteksi adalah anemia atau kekurangan sel darah merah. Jika mengidap penyakit ini, kuku akan tampak pucat. Selain kuku tangan, Anda juga mesti mewaspadai kuku kaki. Kuku kaki berwarna biru mengindikasikan paru-paru Anda mengalami kekurangan pasokan oksigen atau mengalami keracunan.
Mata juga dapat menolong Anda mendeteksi penyakit. Contohnya, bola mata yang memerah bisa menandakan kondisi iritasi yang mengganggu penglihatan. Tapi, Anda juga dapat mendeteksi beberapa penyakit lain. Misalnya, mata memerah tanpa rasa nyeri adalah petunjuk bahwa kemungkinan Anda mengidap penyakit cacingan, alergi ringan, tiroid, tumor, bahkan HIV/ AIDS. Kalau dilengkapi dengan rasa nyeri yang hebat, tidak tertutup kemungkinan, Anda terkena rematik.
Mata, lidah, dan rambut
Kadar kolesterol yang tinggi juga bisa dideteksi lewat mata. Tandanya adalah mata merah dengan lingkaran putih yang mengelilingi kornea. Sementara selaput putih bola mata yang menguning dan menonjol bisa menjadi pertanda penyakit hipertensi.
Bentuk dan warna lidah juga bisa mengindikasikan kehadiran suatu penyakit. Lidah dengan lapisan putih tebal mengindikasikan penyakit thypus. Tapi kalau lapisannya berawarna kuning itu menandakan kondisi panas tubuh sedang berlebihan. "Lidah berwarna keunguan bisa berarti peredaran darah kurang lancar," imbuh Suhanto, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Mediros, Jakarta.
Stres juga bisa dideteksi dari lidah. Biasanya, ujung lidah orang yang stres, gelisah, atau cemas berwarna terang.
Organ lain yang bisa mengindikasikan penyakit adalah rambut. Tapi, penyakit yang bisa dideteksi dengan kondisi rambut biasanya disebabkan oleh gizi buruk.

"Biasanya ini terjadi pada anak-anak," ujar Suhanto lagi. Dalam kasus ini, rambut berubah warna menjadi kuning, tubuh kurus, tapi perut buncit. Ketika ditimbang berat badan tak sesuai dengan usia. (Kontan/Raymond Reynaldi)

Tubuh Proporsional untuk Gairah Maksimal

KOMPAS.com — Duke University mengumumkan 30 persen orang yang mengalami kelebihan berat badan memiliki masalah terhadap gairah seksual, kualitas hubungan seksual, dan orgasme. Bahkan, beberapa di antara mereka mengalami tiga masalah seksual tersebut sekaligus.

Menurut kepala penelitian yang juga psikolog klinis Duke University, Martin Binks, PhD, hal itu terjadi karena kebanyakan orang yang obesitas memiliki kolesterol yang tinggi dan resisten terhadap insulin. “Dua hal inilah yang kemudian menghambat dorongan seksual mereka,” ucapnya.

Pada laki-laki, Binks menjelaskan bahwa kolesterol yang tinggi dan resistensi insulin membuat arteri pembuluh darah mengecil, termasuk yang ada di dalam penis. Inilah yang kemudian membuat terjadinya impotensi dan disfungsi ereksi.

Hal yang sama juga terjadi pada perempuan. Susan Kellogg, PhD, Direktur Kesehatan Seksual dari Pelvic and Sexual Health Insitute of Graduate Hospital, menjelaskan bahwa penyempitan pembuluh darah ini membuat klitoris yang merupakan sumber respons seksual perempuan mendapat hambatan. “Ini kemudian membuat tubuh tidak bergairah dan cairan vagina pun berkurang, dan akhirnya membuat hubungan seksual tidak dapat dinikmati,” paparnya.

Tidak hanya itu. Saat menumpuk banyak lemak, tubuh akan mengeluarkan zat kimia short for sex hormone binding globulin (SHBG). Ini adalah zat yang melumpuhkan hormon seksual kita. Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk mengembalikan fungsi hormon seksual kita?

Para pakar menyarankan agar kita menurunkan berat badan sehingga lemak yang menumpuk dapat terkikis. Bahkan, dengan mengurangi 5 kg berat badan saja, gairah seksual kembali normal. “Ini terbukti ketika pasien-pasien saya berhasil menjaga dirinya agar tetap sehat. Hubungan seksual mereka pun kembali berkualitas. Maka dari itu, resep yang sering saya berikan kepada mereka adalah menerapkan gaya hidup sehat,” ucapnya.

Untuk olahraganya, Kellogg menyarankan gerakan-gerakan fisik yang memang ditujukan untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan sirkulasi darah di daerah genital. “Gerakan-gerakan ini akan sangat membantu,” ujarnya.

Khususnya pada perempuan, gerakan olahraga harus difokuskan pada otot-otot besar, seperti paha, bokong, dan panggul. Pilihan olahraga itu mulai dari yoga, jalan cepat, atau bersepeda. “Lakukan 20 menit dengan intensitas 3 kali dalam seminggu.” (Preventiononline/Siagian Priska)

Sabtu, 20 Maret 2010

PERAWATAN TUBUH USAI MELAHIRKAN




Banyak orang beranggapan, bila seorang ibu sudah melahirkan anaknya dengan selamat, berarti selesai sudah semua urusan. Padahal, masih ada hal penting yang harus diperhatikan, yaitu perawatan nifas. Meski bentuk perawatan itu sendiri, terang dr. Hj. Hasnah Siregar, Sp.OG, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, lagi-lagi terpulang pada proses persalinan yang dilaluinya. Dalam arti, apakah normal/spontan, menggunakan alat bantu semisal forcep atau vakum, maupun bedah sesar. Nah, berikut ini sejumlah perawatan yang penting diketahui.
DUA JAM PERTAMA
Dua jam pertama pada persalinan normal, dokter akan memantau kesadaran, tekanan darah dan pernapasan si ibu. Terlebih untuk mengetahui adakah perdarahan per vaginam atau tidak. Jika semuanya dalam keadaan baik dan tak terjadi perdarahan, si ibu akan dikirim ke ruang perawatan. Sedangkan bila terjadi perdarahan akan segera ditangani. Dalam arti, dicari apa penyebab terjadi perdarahan tersebut. Bila karena rahimnya tak mau berkontraksi, maka akan diberi obat-obatan yang bisa menguatkan kontraksi. Bila karena sisa plasenta tertinggal di rahim, tentu akan dilakukan pembersihan lewat kuretase.
Sementara pada persalinan dengan tindakan ataupun sesar, pantauannya dilakukan lebih intensif dan saksama. Salah satunya, menilai apakah yang bersangkutan bisa segera buang angin atau tidak. Sebab meski terlihat sepele, kentut mengindikasikan apakah organ-organ tubuh bagian dalam masih berada di bawah pengaruh obat bius atau tidak. Kalau sudah kentut, berarti kerja usus secara medis sudah kembali normal dan gerakan peristaltik usus sudah bagus. Normalnya, sih, bilang dr. Chairulsjah Sjahruddin, Sp.OG, MARS, dengan bius lokal tak ada masalah. Sedangkan dengan bius total bisa terjadi kelumpuhan usus. Kalau sudah begitu, tentu saja akan fatal akibatnya karena berarti semua organ tubuh yang terkait berada di bawah pengaruh obat bius.
Selain itu, lanjut Hasnah, dokter pun akan menilai "kualitas" jahitan maupun kondisi robekan itu sendiri. Karena pada persalinan yang menggunakan alat/tindakan, semisal dengan vakum atau forcep, biasanya robekannya luas, dalam dan tak beraturan. Dengan begitu harus lebih cermat saat menjahitnya kembali. Sebab bila kurang cermat, semisal salah konstruksi, bisa mengakibatkan perdarahan. Selain mesti dicermati juga apakah ada perobekan rektum atau tidak. Karena bila rektum robek, ibu diharuskan berpantang makan makanan berserat selama kira-kira seminggu. Selain harus mengkonsumsi makanan lembek dan dibantu obat pencahar agar BAB-nya tak keras yang hanya akan memperparah keadaan.
KEBERSIHAN VAGINA
Meski bekas jahitan episiotomi masih terasa sakit, menjaga kebersihan vagina harus jadi perhatian utama. Saran Hasnah, gunakan sabun lembut yang natrium hidroksidanya tak tajam. Bila dirasa belum bersih benar, basuh dengan cairan antiseptik khusus untuk vagina. "Jika cuma disiram sambil lalu, lemak-lemak yang menempel di dinding vagina akan bertumpuk dan kian lengket. Lama-kelamaan tumpukan lemak tadi akan mengundang infeksi yang bisa berakibat pada lepasnya kembali jahitan."
Jika telanjur infeksi dan terjadi pembengkakan, mau tak mau jalan lahir harus dikompres dengan rivanol agar jaringannya tetap segar. Tentu saja butuh pemeriksaan dokter selain pemberian obat-obatan antibiotika untuk mengatasi infeksi itu sendiri.
PENGERUTAN RAHIM
Dengan kontraksi yang baik, rahim bisa diharapkan kembali mengkerut ke ukuran normal tanpa bantuan obat-obatan. Karena kontraksi pada dasarnya tak hanya dibutuhkan untuk mengeluarkan janin saat persalinan. Tapi juga mengembalikan rahim ke bentuk dan ukuran semula, baik pada persalinan normal maupun persalinan dengan tindakan, seperti vakum, forcep ataupun sesar.
Secara otomatis rahim akan berkontraksi dengan sendirinya. Hingga bila kontraksi tak cukup kuat atau malah tak terjadi sama sekali, patut dicurigai ada sesuatu yang tak beres. Apakah karena Hb yang tak baik atau ada sesuatu yang tertinggal di rahim, semisal sisa plasenta. Jika Hb yang tak baik, semisal di bawah 9, tak ada cara lain selain tranfusi darah. Sedangkan sisa plasenta mesti dibersihkan lewat tindakan kuretase.
Tak kalah penting, kontraksi ini ikut membantu mengkerutkan kembali saluran kemih yang mengendur akibat membesarnya rahim selama kehamilan. Hanya saja saluran tersebut maupun otot-ototnya tak akan langsung mengkerut secara otomatis. Melainkan harus dibantu pengencangannya kembali lewat senam khusus. Sementara jika dibiarkan kendur jelas akan sangat mengganggu. Salah satunya keluhan beser.
HARUS BANYAK MINUM
Chairulsjah bilang, jangan anggap sepele pula pertanyaan sederhana yang kerap diajukan pada pasien postpartum. Semisal, "Ibu sudah bisa buang air kecil?" Soalnya, bisa BAK dan minimal 1 kali BAB dalam 8 jam setelah persalinan bisa dijadikan patokan untuk menilai kondisi si ibu secara umum.
Jika tak bisa BAB bahkan BAK, berarti proses involusi atau pengecilan rahim pun akan terhambat. Bukan tak mungkin pula terjadi perlengketan antar organ bagian dalam, mengingat kandung kemih dan usus atau rektum letaknya berdekatan dengan rahim. Gangguan di salah satu organ tersebut tentu berdampak pula pada organ lainnya. Dengan kata lain bila masih ada kotoran yang terkumpul di rektum, proses mengecilnya rahim pun jadi terhambat.
Nah, agar bisa cepat BAK sekaligus mengganti cairan tubuh yang banyak terbuang saat bersalin, usai melahirkan ibu-ibu disarankan banyak minum, minimal 2-3 liter per hari. Buat ibu yang melahirkan normal, soal minum pertama kali jelas tak ada masalah. Artinya, ia boleh minum sebanyak yang ia mau jika haus.
Sementara pada ibu-ibu yang melahirkan sesar atau vakum, ada persyaratan khusus yang mengikuti persyaratan operasi pada umumnya, yakni hanya diperbolehkan minum sesedikit mungkin, semisal cukup dengan membasahi kapas. Itu pun kalau yang bersangkutan sudah bisa kentut. Soalnya, akibat pengaruh obat bius, usus dalam keadaan "diam". Hingga kalau diisi cairan dalam jumlah besar secara mendadak, perut akan kembung yang bisa berlanjut jadi masalah. Misal, perut jadi membesar lantas jaringan di bekas jahitan ikut meregang yang akan menghambat penyembuhan luka. Bila dalam 6-8 jam pertama belum juga bisa BAK ataupun keluarnya hanya sedikit-sedikit patut dicurigai ada infeksi saluran kemih, misal.
MOBILISASI SECEPAT MUNGKIN
Kendati merasa letih tegas chairulsyah, ibu tak boleh bersikap malas-malasan dengan hanya berbaring sepanjang waktu. Semata-mata supaya sirkulasi darahnya menjadi baik. Ini dimaksudkan agar ibu terhindar dari pembengkakan selain mencegah trombosis, yakni penyumbatan pembuluh darah.
Pada persalinan normal, 8 jam sesudahnya, ibu diharapkan sudah mobilisasi. Minimal sudah turun dari tempat tidur, belajar duduk dan berjalan sendiri. Tak perlu khawatir jahitan akan lepas hanya gara-gara bergerak. Setelah 24 jam, jahitan sebetulnya sudah akan bertaut, kok. Jadi, selain untuk sirkulasi, mobilisasi juga baik buat jahitan. Jika diperlukan akan dilakukan diatermi/pemanasan vagina agar sirkulasi darah di sekitar vagina jadi baik.
Hanya saja mesti dimaklumi ibu yang menjalani sesar pasti lebih lamban mobilisasinya dibanding yang melahirkan spontan. Kendati begitu, selepas 24 jam saat dampak obat bius menghilang, yang bersangkutan mesti harus belajar menggerak- kan seluruh persendian tubuhnya secara perlahan. Dengan mencoba duduk, makan sendiri, turun dari tempat tidur dan berjalan di kamar pemulihan. Makin cepat dilatih untuk digerakkan akan makin baik. Sebab bila hanya berdiam diri, kerja pembuluh darah dan otot-otot tubuh, terutama di daerah kaki dan panggul jadi terganggu. Bukan tak mungkin akan menimbulkan bekuan-bekuan darah yang bisa membahayakan karena bisa menyumbat aliran darah di jantung atau otak yang bisa berakhir pada serangan stroke.
KELUHAN DI MATA
Kendati jarang, usai melahirkan ada beberapa ibu yang mengeluhkan matanya. Semisal mata merah atau pandangan jadi kabur. Boleh jadi lantaran tegang, si ibu tak bisa tidur, hingga matanya terasa berat. Namun penurunan Hb yang umumnya terjadi pada ibu hamil/bersalin, turut mempengaruhi munculnya keluhan ini. Bila karena faktor Hb, gangguan pandangan mata ini akan pulih kembali seiring membaiknya kondisi Hb. Salah satu caranya dengan cukup mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan protein. Sementara jika Hb-nya rendah sekali, akan dibantu dengan transfusi.
Akan tetapi, jika gangguan mata terjadi karena salah mengejan semisal mengejan terlalu kuat, terapi yang dilakukan lain lagi. Misal, kompres dengan boorwater bila mata merah akibat ada pembuluh darah pecah. Masalah mata menjadi serius, tegas Hasnah, jika diakibatkan tekanan darah tinggi pada kehamilan atau eklampsia/preeklampsia. Gangguan ini bisa permanen, tapi bisa juga temporer. Artinya, bisa sembuh jika tensinya normal kembali.
Indah/Th.Puspayanti. Foto :Iman Dharma(nakita)

Selasa, 19 Mei 2009

Tubuh dan Keindahan

Tubuh itu indah,ia memiliki keindahan luar biasa.Gerak & bentuknya sangat indah.Namun apakah semua itu memang pantas untuk dinikmati oleh semua orang?
Dari dahulu kala,keindahan tubuh telah banyak diexpose,"dipasang"di tempat-tempat umum.Dalam batas masih dinilai sopan itu dapat ditoleransi tapi jika sudah melewati batasnya,apa masih ingin tetap menjadi imej yg dibanggakan?Lukisan telanjang,poto berbikini,tarian-tarian "panas".
Jika memang hal-hal "panas" tersebut dianggap suatu keindahan,mengapa di tempat-tempat resmi seperti tempat kepresidenan,rapat-rapat formil tidak ada hal yang "panas" tersebut.Bukankah di tempat-tempat tersebut sangat ditekankan nilai etika dan estetikanya?
Mungkin hal "panas" tersebut dianggap layak dilakukan karena itu memang haknya.Mengapa yang melakukan itu tidak berpikir ada juga hak orang lain yang terganggu dengan penampilan dan "aksi" mereka tersebut.Bukankah lebih indah jika berpenampilan dan beraksi "panas" itu disajikan untuk suami/istrinya,tidak untuk umum,yang belum tentu semuanya setuju.Para Kelompok yang pakaian adatnya "minim" saja berpakaian seperti itu hanya dikelompoknya
Keindahan seharusnya tetaplah dimurnikan sebagai keindahan tanpa embel-embel lain.Model "panas" misalnya,mereka dipoto,dipasang di majalah,apa benar pemilik majalah tersebut memang sungguh-sungguh ingin menebarkan keindahan si "model",tanpa unsur lain,uang misalnya?Mengapa si "model" mau menjual tubuhnya demi tujuan yang tidak jelas bahkan bisa bertujuan komersil belaka.Pernahkah si model bertanya dalam hati,"si bos memperhatikan harga diriku juga tidak,ya?" mengapa sesuatu yang berharga tersebut harus digadaikan demi uang.
Dan juga,bukankah tampilan & aksi "panas" tersebut memancing perilaku pelecehan dan pikiran-pikiran "blue"?Mungkin "model" menganggap itu hanya ada pada orang-orang yang berpikiran kotor saja,tapi coba diangan-angan,"orang yang wangi sekalipun jika sering disodori dengan bau-bau yang tidak enak,orang tersebut akan bau juga".Bukankah lebih indah jika berpikir,"menekan orang yang pikirannya kotor untuk tidak selalu berpikir kotor".Jangan menyiram api dengan bensin,ibaratnya!
Orang yang pikiranya kotor pun dapat dirubah asal ada usahanya.Yang satu berusaha untuk baik,Yang satunya tidak memancing ke hal tidak baik.'kan lebih indah?
Sekarang keputusan ada pada anda,ingin jadi model yang seperti apa.Berpikir pintarlah karena pintar itu indah.