KOMPAS.com - Tahukah Anda, bahasa tubuh Anda dan si dia saat di foto bisa menjadi indikator kedekatan hubungan? Caranya mudah, ambil album foto Anda dan suami yang paling disukai, tentunya bukan yang posenya dikoreografikan, tapi yang geraknya berlangsung alami. Lalu perhatikan letak dan pose tubuh Anda dan dia. Ini penanda dan artinya:
Tubuh bersentuhan, atau ada jeda jarak di antara Anda dan dia
Sebagai aturan dasar, semakin dekat jarak Anda, semakin erat romantisme Anda dan dia. Namun, sedikit jarak bukan berarti Anda dan dia sudah berada di ambang perceraian. Hal ini bisa berarti bahwa Anda dan dia sama-sama menjunjung tinggi kemandirian (misal, dengan membedakan rekening tabungan penghasilan, atau saling memberikan waktu untuk pasangannya menghabiskan waktu sendiri).
Arah pandangan yang sama
Ini artinya bahwa Anda dan pasangan memiliki gelombang yang sama. Berfokus pada titik yang berlainan bisa berarti bahwa Anda atau pasangan sedang teralihkan fokusnya, atau sedang menghadapi waktu yang sulit (bahkan mungkin sedang menuju ke arah yang berbeda sebagai pasangan).
Menyandar menjauh
Ini adalah tanda bahaya bahwa yang menyandar ke luar frame sedang merasa tidak nyaman dengan pasangannya. Tentu hal ini tidak berlaku jika foto yang diambil sifatnya candid, misal sedang menari di lantai dansa.
Saling menatap
Saling menatap, tidak melihat kamera, berarti Anda dan dia sudah sangat-sangat nyaman bersama satu sama lain.
Senyum
Senyum paling tulus terlihat lebar dari ujung ke ujung, dan lebar atas ke bawah berada pada jarak terujung, membuat gigi dan sedikit gusi terlihat. Mungkin terdengarnya menyeramkan, tapi senyuman paling lebar menandakan senyum paling tulus. Apalagi ketika otot-otot di daerah mata dan dahi pun ikut berkontribusi pada senyuman tersebut.
Tangan
Di mana tangan Anda? Jika tangan Anda dan dia saling menyentuh, artinya, Anda dan pasangan adalah tipe yang demonstratif. Kemungkinan terbesar, Anda dan si dia pernah menunjukkan kasih sayang fisik ringan di daerah publik (misal, berpelukan atau berciuman). Ataukah tangan Anda atau dia saling ditumpangkan sejenak di tubuh pasangannya? Jika ya, artinya, Anda dan dia jarang menunjukkan afeksi di muka umum, tapi cukup memiliki hubungan yang kuat di kamar tidur. Menggenggam atau menarik keras satu sama lain menandakan hubungan yang posesif. Sementara tangan yang dimasukkan ke dalam saku berarti pribadi yang sangat tertutup dan sedang menyimpan rahasia.
Namun, perlu diingat, bahasa tubuh ini bukan berarti mutlak pada Anda dan pasangan. Deteksi ini sifatnya sebagai rekreasional, bukan sebagai penentu hubungan Anda dan pasangan.
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Deteksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Deteksi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 24 Maret 2010
Selasa, 23 Maret 2010
Deteksi Penyakitmu Lewat Organ Tubuh
KOMPAS.com - Belakangan ini, banyak penyakit yang tiba-tiba datang dan berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian. Semua orang tentu tak ingin kejadian yang fatal itu menimpa dirinya. Makanya, untuk mencegahnya, Anda harus mampu mendeteksi penyakit lebih awal. Apalagi, semua penyakit memiliki gejala, hanya saja, mungkin Anda kurang jeli merasakannya.
Sebenarnya, tak sulit mendeteksi penyakit sejak awal. Anda bisa memanfaatkan alat-alat kesehatan (alkes) yang sekarang sudah tersedia di pasar. Salah satunya Vscan dari General Electrics (GE) Indonesia. GE mengklaim alat ini mampu membantu mendeteksi penyakit lebih awal, seperti gangguan kardiovascular.
Selain menggunakan alat kesehatan, Anda juga bisa mendeteksi penyakit dengan cara lebih sederhana. Yakni, dengan melihat tanpa-tanda perubahan fisik pada tubuh Anda. Perubahan fisik itu bisa Anda cermati lewat beberaga organ tubuh, seperti kuku, mata, lidah, kulit, maupun rambut.
Bagian-bagian tubuh itu dapat mengungkapkan secara tepat penyakit apa yang Anda miliki. "Perubahan fisik menjadi petunjuk untuk mengetahui penyakit yang berpotensi mengganggu tubuh Anda," kata Marganda, pakar kehatan dari Rumah Sakit Omni International Alam Sutera.
Lewat kuku, misalnya, Anda bisa mendeteksi beberapa gejala penyakit. Kuku berwarna kuning nmengindikasikan ada gangguan liver atau infeksi serta kelainan pada hati. Sementara pangkal kuku yang berwarna biru menandakan gejala penyakit jantung.
Penyakit lain yang bisa dideteksi adalah anemia atau kekurangan sel darah merah. Jika mengidap penyakit ini, kuku akan tampak pucat. Selain kuku tangan, Anda juga mesti mewaspadai kuku kaki. Kuku kaki berwarna biru mengindikasikan paru-paru Anda mengalami kekurangan pasokan oksigen atau mengalami keracunan.
Mata juga dapat menolong Anda mendeteksi penyakit. Contohnya, bola mata yang memerah bisa menandakan kondisi iritasi yang mengganggu penglihatan. Tapi, Anda juga dapat mendeteksi beberapa penyakit lain. Misalnya, mata memerah tanpa rasa nyeri adalah petunjuk bahwa kemungkinan Anda mengidap penyakit cacingan, alergi ringan, tiroid, tumor, bahkan HIV/ AIDS. Kalau dilengkapi dengan rasa nyeri yang hebat, tidak tertutup kemungkinan, Anda terkena rematik.
Mata, lidah, dan rambut
Kadar kolesterol yang tinggi juga bisa dideteksi lewat mata. Tandanya adalah mata merah dengan lingkaran putih yang mengelilingi kornea. Sementara selaput putih bola mata yang menguning dan menonjol bisa menjadi pertanda penyakit hipertensi.
Bentuk dan warna lidah juga bisa mengindikasikan kehadiran suatu penyakit. Lidah dengan lapisan putih tebal mengindikasikan penyakit thypus. Tapi kalau lapisannya berawarna kuning itu menandakan kondisi panas tubuh sedang berlebihan. "Lidah berwarna keunguan bisa berarti peredaran darah kurang lancar," imbuh Suhanto, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Mediros, Jakarta.
Stres juga bisa dideteksi dari lidah. Biasanya, ujung lidah orang yang stres, gelisah, atau cemas berwarna terang.
Organ lain yang bisa mengindikasikan penyakit adalah rambut. Tapi, penyakit yang bisa dideteksi dengan kondisi rambut biasanya disebabkan oleh gizi buruk.
"Biasanya ini terjadi pada anak-anak," ujar Suhanto lagi. Dalam kasus ini, rambut berubah warna menjadi kuning, tubuh kurus, tapi perut buncit. Ketika ditimbang berat badan tak sesuai dengan usia. (Kontan/Raymond Reynaldi)
Sebenarnya, tak sulit mendeteksi penyakit sejak awal. Anda bisa memanfaatkan alat-alat kesehatan (alkes) yang sekarang sudah tersedia di pasar. Salah satunya Vscan dari General Electrics (GE) Indonesia. GE mengklaim alat ini mampu membantu mendeteksi penyakit lebih awal, seperti gangguan kardiovascular.
Selain menggunakan alat kesehatan, Anda juga bisa mendeteksi penyakit dengan cara lebih sederhana. Yakni, dengan melihat tanpa-tanda perubahan fisik pada tubuh Anda. Perubahan fisik itu bisa Anda cermati lewat beberaga organ tubuh, seperti kuku, mata, lidah, kulit, maupun rambut.
Bagian-bagian tubuh itu dapat mengungkapkan secara tepat penyakit apa yang Anda miliki. "Perubahan fisik menjadi petunjuk untuk mengetahui penyakit yang berpotensi mengganggu tubuh Anda," kata Marganda, pakar kehatan dari Rumah Sakit Omni International Alam Sutera.
Lewat kuku, misalnya, Anda bisa mendeteksi beberapa gejala penyakit. Kuku berwarna kuning nmengindikasikan ada gangguan liver atau infeksi serta kelainan pada hati. Sementara pangkal kuku yang berwarna biru menandakan gejala penyakit jantung.
Penyakit lain yang bisa dideteksi adalah anemia atau kekurangan sel darah merah. Jika mengidap penyakit ini, kuku akan tampak pucat. Selain kuku tangan, Anda juga mesti mewaspadai kuku kaki. Kuku kaki berwarna biru mengindikasikan paru-paru Anda mengalami kekurangan pasokan oksigen atau mengalami keracunan.
Mata juga dapat menolong Anda mendeteksi penyakit. Contohnya, bola mata yang memerah bisa menandakan kondisi iritasi yang mengganggu penglihatan. Tapi, Anda juga dapat mendeteksi beberapa penyakit lain. Misalnya, mata memerah tanpa rasa nyeri adalah petunjuk bahwa kemungkinan Anda mengidap penyakit cacingan, alergi ringan, tiroid, tumor, bahkan HIV/ AIDS. Kalau dilengkapi dengan rasa nyeri yang hebat, tidak tertutup kemungkinan, Anda terkena rematik.
Mata, lidah, dan rambut
Kadar kolesterol yang tinggi juga bisa dideteksi lewat mata. Tandanya adalah mata merah dengan lingkaran putih yang mengelilingi kornea. Sementara selaput putih bola mata yang menguning dan menonjol bisa menjadi pertanda penyakit hipertensi.
Bentuk dan warna lidah juga bisa mengindikasikan kehadiran suatu penyakit. Lidah dengan lapisan putih tebal mengindikasikan penyakit thypus. Tapi kalau lapisannya berawarna kuning itu menandakan kondisi panas tubuh sedang berlebihan. "Lidah berwarna keunguan bisa berarti peredaran darah kurang lancar," imbuh Suhanto, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Mediros, Jakarta.
Stres juga bisa dideteksi dari lidah. Biasanya, ujung lidah orang yang stres, gelisah, atau cemas berwarna terang.
Organ lain yang bisa mengindikasikan penyakit adalah rambut. Tapi, penyakit yang bisa dideteksi dengan kondisi rambut biasanya disebabkan oleh gizi buruk.
"Biasanya ini terjadi pada anak-anak," ujar Suhanto lagi. Dalam kasus ini, rambut berubah warna menjadi kuning, tubuh kurus, tapi perut buncit. Ketika ditimbang berat badan tak sesuai dengan usia. (Kontan/Raymond Reynaldi)
Langganan:
Postingan (Atom)