Kaki kita mendapatkan tempaan paling berat saat kita beraktivitas dalam keseharian. Kaki-kaki kita akan mengantar kita ke tempat tujuan. Kedua tungkai ini akan menghadapi medan yang menanjak, menurun, berbatu, sambil menopang tubuh kita. Sayangnya, kedua kaki ini seringkali luput dari pemanjaan, mungkin karena letaknya yang di bawah, jarang terlihat oleh orang lain, padahal, organ tubuh ini paling butuh dimanjakan.
Berikut adalah tips-tips untuk merawat kedua kaki Anda agar bisa Anda pamerkan saat mengenakan tren sepatu tali temali di musim mendatang.
Kapalan dan kulit kasar
Rendam kaki Anda di dalam air hangat selama 10-15 menit untuk membantu melembutkan kulit. Lalu, gunakan batu apung khusus untuk menipiskan kulit yang menebal pada bagian tumit atau bagian telapak kaki lainnya. Untuk menghilangkan bakteri pada kaki, tambahkan daun teh hitam pada rendaman kaki. Teh hitam memiliki asam tanin yang bisa mengurangi pertumbuhan bakteri. Merawat kaki dengan mengangkat kulit mati yang menumpuk pada kaki dengan batu apung bisa membantu menjaga kecantikan kulit kaki Anda. Anda juga bisa mencari krim tumit yang mengandung salicylic acid untuk melembutkan kulit kapalan.
Jangan lupa, lakukan scrubbing pada bagian punggung (atas) kaki untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Jangan gunakan batu apung pada bagian ini, karena kulit ini sangat tipis. Anda bisa menggunakan obat kimia khusus scrubbing yang ada banyak di pasaran, atau membuatnya sendiri dengan gula. Setelah itu, oleskan pelembab yang mengandung shea butter atau cocoa butter.
Kulit kaki pecah-pecah
Jika tumit Anda jarang dirawat, lama kelamaan bisa menjadi sangat kering dan kasar, bahkan menimbulkan kulit pecah-pecah. Jika masih dalam tahap awal, Anda bisa mulai membiasakan diri mengoleskan krim atau pelembab khusus tumit yang pecah-pecah untuk melembutkan kembali kulit pada bagian tersebut. Carilah krim tumit pecah-pecah yang mengandung zat petrolatum atau humectant, seperti asam laktat untuk melembabkan kulit. Jika sudah sangat parah, temui dokter kulit untuk mendapatkan resep yang ampuh.
Perlindungan tabir surya untuk bagian atas kaki
Jangan lupa untuk melindungi kulit bagian atas kaki (punggung kaki) dengan tabir surya yang spektrumnya luas, setidaknya SPF 15 saat mengenakan sandal terbuka.
Insole
Jika profesi Anda mengharuskan Anda mengenakan sepatu sepanjang waktu, coba cari insole, yakni sol tambahan yang saat ini sudah banyak dijual di toko-toko hipermarket. Insole dimaksudkan untuk menambah kenyamanan saat mengenakan sepatu. Untuk sepatu khusus wanita, insole biasanya berupa gel bening berukuran sedang untuk ditempatkan di bagian tumit, atau di tulang di bagian bola telapak kaki, yang biasa digunakan untuk berjinjit.
Jangan lupakan kuku
Saat ini, kuku pun menjadi aksesori tambahan untuk bergaya. Sayangnya, tak banyak orang yang memerhatikan kecantikan kuku. Padahal, kuku adalah anggota tubuh yang cukup rentan dan bisa rusak, sehingga membuat aktivitas Anda menjadi tidak nyaman. Penyebab utama kuku patah atau cantengan adalah kesahalan pada saat pemotongan kuku. Untuk memotong kuku, pastikan Anda memiliki alat pemotong yang bentuk ujungnya melengkung agar bisa membentuk lengkungan pada bagian pinggir kuku. Kuku kita cenderung rapuh saat bertambahnya usia. Bahan-bahan pada pewarna kuku dan pembersihnya bisa mempercepat proses rapuhnya kuku, karena sifatnya mengeringkan. Pastikan pewarna kuku dan pembersihnya bebas dari formaldehyde, toluene, dibutyl phthalate, dan alkohol.
Untuk melembabkan kuku kaki, disarankan untuk menggunakan krim kutikula, petroleum jelly, atau minyak vitamin E. Oleskan pada seluruh kuku, termasuk kutikula, dan usap perlahan. Jangan membiasakan menarik atau menggunting kutikula yang keluar di pinggiran kuku, karena bisa menyebabkan infeksi.
KOMPAS.com
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anda. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 April 2010
Kamis, 25 Maret 2010
9 Alasan Mengapa Bobot Anda Belum Turun Juga
KOMPAS.com - Usaha-usaha keras untuk mengurangi berat tubuh belum juga memberikan hasil menyenangkan? Mungkin karena Anda melakukan satu atau lebih dari alasan di bawah ini. Simak dan cari tahu.
Anda Butuh Tidur Siang
Kebanyakan orang makan untuk menambah energi saat mereka merasa kelelahan. Merasa kelelahan bisa membuat seseorang kekurangan fokus mental dan "tak peduli" akan gaya hidupnya. Manusia akan "lari" ke asupan makanan agar bisa tetap terjaga di antara waktu makan besar, padahal yang sebenarnya ia butuhkan hanyalah tidur siang sejenak.
Sehat Tidak Sama dengan Rendah Kalori
Langkah pertama untuk menjaga kondisi sehat adalah untuk mengisi asupan sehari-hari dengan lemak nabati yang sehat, (seperti minyak zaitun). Semua lemak, baik yang sehat maupun tidak, sama-sama memiliki kalori, kira-kira sebanyak 120 setiap satu sendok makan. Kacang-kacang yang baik untuk jantung bisa jadi makanan camilan yang sehat, namun, tetap harus mengkontrol jumlah sajiannya. Karena satu genggam kacang saja bisa mencapai 100 kalori.
Dalam Masa Pengobatan
Jika Anda baru mulai pengobatan dan merasa bobot tubuh Anda merangkak naik, bisa jadi karena obat-obatan tersebut memperlambat metabolisme tubuh atau menstimulasi nafsu makan. Ini termasuk dalam obat-obatan antidepresan dan penyeimbang mood, antihistamin, insulin, dan obat antiradang. Diskusikan dengan dokter Anda apakah mungkin untuk melanjutkan pengobatan tersebut dengan obat yang efeknya lebih ringan.
Ada Penyakit Medis tak Terdiagnosa
Beberapa penyakit medis cenderung "tak terdeteksi" dan bisa berkontribusi pada masalah pengurangan berat badan. Masalah seperti tiroid, kenaikan tingkat insulin darah (bahkan tanpa gula darah yang tinggi akibat diabetes sekalipun), dan kelainan mood (depresi dan kecemasan) bisa menjadi penghalang turunnya berat badan. Cek dengan dokter Anda dan mintalah pengecekan darah untuk menentukan masalah utamanya.
Anda Butuh Manajemen Stres
"Makan tanpa sadar" datang dari kekurangan fokus dan kesulitan menghadapi stres dalam hidup. Kita makan untuk meredakan ketegangan dan memberikan "hadiah" kepada diri sendiri, yang padahal hanya berhasil dalam waktu singkat. Amat penting untuk mencari cara agar kita tidak "lari" ke makanan sebagai pengendali stres.
Melewatkan Waktu Makan
Entah karena berusaha menghemat waktu, uang, atau kalori, melewatkan waktu makan merupakan sebuah penghalang besar untuk pengurangan berat badan. Ketika kita melewatkan waktu makan, tubuh akan bereaksi dan membuat kita lapar hingga waktu makan selanjutnya. Inilah mengapa mereka yang suka melewatkan waktu makan akan cenderung makan berlebihan di penghujung hari.
Salah Porsi
Bahkan peracik makanan profesional pun tak bisa memperhitungkan kalori yang tersaji setiap kali ada makanan di hadapannya. Kurangi porsi Anda dengan menggunakan piring kecil dan pastikan untuk selalu membaca ukuran saji setiap kali Anda akan makan makanan kemasan.
Berolahraga Terlalu Banyak
Berolahraga dan berkeringat banyak memang akan menggoda kita berpikir bahwa kita berhasil membakar banyak kalori. Padahal, ada efek yang tersembunyi di baliknya. Pasalnya, olahraga yang berlebihan bisa menstimulasi rasa lapar, karena tubuh kita merespon untuk minta diisi energi ulang untuk menyeimbangkan metabolisme. Ini adalah hal yang alamiah, dan mudah untuk membohongi diri kita bahwa tubuh kita butuh ratusan kalori ekstra.
Estimasi Berlebihan Kalori yang Terbakar
Kita cenderung melewati estimasi banyaknya kalori yang terbakar saat berolahraga. Mudah untuk berpikir bahwa kita telah membakar ribuan kalori saat kita sedang berkeringat. Padahal, tak hanya durasi, tapi intensitas latihan juga berpengaruh. Berpikir bahwa kita sudah membakar kalori yang cukup untuk mengkompensasi asupan berlebih hanya akan menjadi alasan untuk kita makan berlebihan
Anda Butuh Tidur Siang
Kebanyakan orang makan untuk menambah energi saat mereka merasa kelelahan. Merasa kelelahan bisa membuat seseorang kekurangan fokus mental dan "tak peduli" akan gaya hidupnya. Manusia akan "lari" ke asupan makanan agar bisa tetap terjaga di antara waktu makan besar, padahal yang sebenarnya ia butuhkan hanyalah tidur siang sejenak.
Sehat Tidak Sama dengan Rendah Kalori
Langkah pertama untuk menjaga kondisi sehat adalah untuk mengisi asupan sehari-hari dengan lemak nabati yang sehat, (seperti minyak zaitun). Semua lemak, baik yang sehat maupun tidak, sama-sama memiliki kalori, kira-kira sebanyak 120 setiap satu sendok makan. Kacang-kacang yang baik untuk jantung bisa jadi makanan camilan yang sehat, namun, tetap harus mengkontrol jumlah sajiannya. Karena satu genggam kacang saja bisa mencapai 100 kalori.
Dalam Masa Pengobatan
Jika Anda baru mulai pengobatan dan merasa bobot tubuh Anda merangkak naik, bisa jadi karena obat-obatan tersebut memperlambat metabolisme tubuh atau menstimulasi nafsu makan. Ini termasuk dalam obat-obatan antidepresan dan penyeimbang mood, antihistamin, insulin, dan obat antiradang. Diskusikan dengan dokter Anda apakah mungkin untuk melanjutkan pengobatan tersebut dengan obat yang efeknya lebih ringan.
Ada Penyakit Medis tak Terdiagnosa
Beberapa penyakit medis cenderung "tak terdeteksi" dan bisa berkontribusi pada masalah pengurangan berat badan. Masalah seperti tiroid, kenaikan tingkat insulin darah (bahkan tanpa gula darah yang tinggi akibat diabetes sekalipun), dan kelainan mood (depresi dan kecemasan) bisa menjadi penghalang turunnya berat badan. Cek dengan dokter Anda dan mintalah pengecekan darah untuk menentukan masalah utamanya.
Anda Butuh Manajemen Stres
"Makan tanpa sadar" datang dari kekurangan fokus dan kesulitan menghadapi stres dalam hidup. Kita makan untuk meredakan ketegangan dan memberikan "hadiah" kepada diri sendiri, yang padahal hanya berhasil dalam waktu singkat. Amat penting untuk mencari cara agar kita tidak "lari" ke makanan sebagai pengendali stres.
Melewatkan Waktu Makan
Entah karena berusaha menghemat waktu, uang, atau kalori, melewatkan waktu makan merupakan sebuah penghalang besar untuk pengurangan berat badan. Ketika kita melewatkan waktu makan, tubuh akan bereaksi dan membuat kita lapar hingga waktu makan selanjutnya. Inilah mengapa mereka yang suka melewatkan waktu makan akan cenderung makan berlebihan di penghujung hari.
Salah Porsi
Bahkan peracik makanan profesional pun tak bisa memperhitungkan kalori yang tersaji setiap kali ada makanan di hadapannya. Kurangi porsi Anda dengan menggunakan piring kecil dan pastikan untuk selalu membaca ukuran saji setiap kali Anda akan makan makanan kemasan.
Berolahraga Terlalu Banyak
Berolahraga dan berkeringat banyak memang akan menggoda kita berpikir bahwa kita berhasil membakar banyak kalori. Padahal, ada efek yang tersembunyi di baliknya. Pasalnya, olahraga yang berlebihan bisa menstimulasi rasa lapar, karena tubuh kita merespon untuk minta diisi energi ulang untuk menyeimbangkan metabolisme. Ini adalah hal yang alamiah, dan mudah untuk membohongi diri kita bahwa tubuh kita butuh ratusan kalori ekstra.
Estimasi Berlebihan Kalori yang Terbakar
Kita cenderung melewati estimasi banyaknya kalori yang terbakar saat berolahraga. Mudah untuk berpikir bahwa kita telah membakar ribuan kalori saat kita sedang berkeringat. Padahal, tak hanya durasi, tapi intensitas latihan juga berpengaruh. Berpikir bahwa kita sudah membakar kalori yang cukup untuk mengkompensasi asupan berlebih hanya akan menjadi alasan untuk kita makan berlebihan
Rabu, 24 Maret 2010
Bikin Si Dia Mendengarkan Anda
KOMPAS.com - Renee Weisman, penulis Winning in a Man’s World, Advice for Women Who Want to Succed, bercerita bahwa hampir semua wanita yang ditemuinya mengeluh bahwa pria tidak pernah mendengarkan mereka. Apakah itu di kantor, oleh rekan kerja laki-laki, atau di rumah, oleh suami dan anak laki-laki mereka.
Weisman kemudian tertarik untuk menemukan jawabannya. “Lakukan langkah-langkah berikut ini, dan buktikan bahwa sebenarnya ide dan ekspresi kita patut didengar.”
1. Bicara dengan lantang. Percaya atau tidak, pria tidak mendengar dengan baik seperti perempuan. Weisman bahkan menyebutkan, ini diawali dari dalam kandungan yang kemudian diteruskan sampai mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menemukan fakta mengenai hal tersebut dengan cara memainkan musik-musik yang lembut untuk menenangkan bayi dalam kandungan. Musik ini ternyata menstimulasi proses pertumbuhan mereka. Pertumbuhan janin yang cepat justru terjadi pada bayi perempuan ketimbang bayi laki-laki. Sebab, bayi perempuan pendengarannya lebih tajam.
2. Buat mereka memperhatikan Anda. Sering kali kita memilih untuk berdiskusi pada suami pada saat dirinya tengah khusyuk menyaksikan pertandingan sepak bola. Ini tentu waktu yang buruk untuk mendapatkan perhatiannya, jadi jangan berharap kita bisa didengarkan. Itu mengapa, kita harus pandai membaca situasi. Jika ingin suami mendengarkan semua yang kita katakan, cobalah untuk mengajaknya berbicara setelah makan malam.
Sedangkan pada bos atau rekan kerja kita yang pria, pilih waktu yang tepat untuk mengajaknya bicara. Pada saat berbicara, usahakan kita menyampaikan semua ide dengan jelas serta langsung pada sasaran. Karena kebanyakan pria tidak suka bertele-tele saat membahas sesuatu.
3. Bicaralah langsung pada pokok permasalahan. Jika kita berbicara dengan perempuan, bisa begitu banyak hal yang terungkap dalam satu jam pertemuan. Bahkan tak jarang, kita harus memperpanjang waktu pertemuan agar inti pembicaraan tuntas dibahas. Tetapi pada pria, kita tidak bisa menerapkan aturan yang sama. Pria suka berbicara dengan kalimat yang efektif karena langsung pada pokok permasalahan, sehingga solusinya bisa langsung dirumuskan bersama.
4. Gunakan kalimat aktif. Apabila suami atau rekan kerja pria kita meminta saran, katakan dengan tegas. Jangan bumbui dengan “menurut saya” atau “kalau kamu mau”. Karena pria merasa kalimat aktif lebih efektif dalam menyampaikan pesan.
5. Jika semua pendapat diterima, berhentilah berbicara. Menurut Weisman, kebanyakan perempuan akan terus berbicara setelah menemukan kata sepakat. Jika kita terus membahas masalah yang sudah selesai, pria justru bisa berpikir ulang atas keputusannya mendengarkan kita. Inilah yang kemudian membuat mereka nantinya malas membahas apapun dengan kita. “Jadi saat kata sepakat sudah bulat ditentukan, BERHENTILAH BERBICARA!”
(Siagian Priska/Prevention Indonesia)
Weisman kemudian tertarik untuk menemukan jawabannya. “Lakukan langkah-langkah berikut ini, dan buktikan bahwa sebenarnya ide dan ekspresi kita patut didengar.”
1. Bicara dengan lantang. Percaya atau tidak, pria tidak mendengar dengan baik seperti perempuan. Weisman bahkan menyebutkan, ini diawali dari dalam kandungan yang kemudian diteruskan sampai mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menemukan fakta mengenai hal tersebut dengan cara memainkan musik-musik yang lembut untuk menenangkan bayi dalam kandungan. Musik ini ternyata menstimulasi proses pertumbuhan mereka. Pertumbuhan janin yang cepat justru terjadi pada bayi perempuan ketimbang bayi laki-laki. Sebab, bayi perempuan pendengarannya lebih tajam.
2. Buat mereka memperhatikan Anda. Sering kali kita memilih untuk berdiskusi pada suami pada saat dirinya tengah khusyuk menyaksikan pertandingan sepak bola. Ini tentu waktu yang buruk untuk mendapatkan perhatiannya, jadi jangan berharap kita bisa didengarkan. Itu mengapa, kita harus pandai membaca situasi. Jika ingin suami mendengarkan semua yang kita katakan, cobalah untuk mengajaknya berbicara setelah makan malam.
Sedangkan pada bos atau rekan kerja kita yang pria, pilih waktu yang tepat untuk mengajaknya bicara. Pada saat berbicara, usahakan kita menyampaikan semua ide dengan jelas serta langsung pada sasaran. Karena kebanyakan pria tidak suka bertele-tele saat membahas sesuatu.
3. Bicaralah langsung pada pokok permasalahan. Jika kita berbicara dengan perempuan, bisa begitu banyak hal yang terungkap dalam satu jam pertemuan. Bahkan tak jarang, kita harus memperpanjang waktu pertemuan agar inti pembicaraan tuntas dibahas. Tetapi pada pria, kita tidak bisa menerapkan aturan yang sama. Pria suka berbicara dengan kalimat yang efektif karena langsung pada pokok permasalahan, sehingga solusinya bisa langsung dirumuskan bersama.
4. Gunakan kalimat aktif. Apabila suami atau rekan kerja pria kita meminta saran, katakan dengan tegas. Jangan bumbui dengan “menurut saya” atau “kalau kamu mau”. Karena pria merasa kalimat aktif lebih efektif dalam menyampaikan pesan.
5. Jika semua pendapat diterima, berhentilah berbicara. Menurut Weisman, kebanyakan perempuan akan terus berbicara setelah menemukan kata sepakat. Jika kita terus membahas masalah yang sudah selesai, pria justru bisa berpikir ulang atas keputusannya mendengarkan kita. Inilah yang kemudian membuat mereka nantinya malas membahas apapun dengan kita. “Jadi saat kata sepakat sudah bulat ditentukan, BERHENTILAH BERBICARA!”
(Siagian Priska/Prevention Indonesia)
Label:
Anda,
Bikin,
Bikin Si Dia Mendengarkan Anda,
Dia,
Mendengarkan,
Si,
tips
Deteksi Kedekatan Anda dan Dia Lewat Foto
KOMPAS.com - Tahukah Anda, bahasa tubuh Anda dan si dia saat di foto bisa menjadi indikator kedekatan hubungan? Caranya mudah, ambil album foto Anda dan suami yang paling disukai, tentunya bukan yang posenya dikoreografikan, tapi yang geraknya berlangsung alami. Lalu perhatikan letak dan pose tubuh Anda dan dia. Ini penanda dan artinya:
Tubuh bersentuhan, atau ada jeda jarak di antara Anda dan dia
Sebagai aturan dasar, semakin dekat jarak Anda, semakin erat romantisme Anda dan dia. Namun, sedikit jarak bukan berarti Anda dan dia sudah berada di ambang perceraian. Hal ini bisa berarti bahwa Anda dan dia sama-sama menjunjung tinggi kemandirian (misal, dengan membedakan rekening tabungan penghasilan, atau saling memberikan waktu untuk pasangannya menghabiskan waktu sendiri).
Arah pandangan yang sama
Ini artinya bahwa Anda dan pasangan memiliki gelombang yang sama. Berfokus pada titik yang berlainan bisa berarti bahwa Anda atau pasangan sedang teralihkan fokusnya, atau sedang menghadapi waktu yang sulit (bahkan mungkin sedang menuju ke arah yang berbeda sebagai pasangan).
Menyandar menjauh
Ini adalah tanda bahaya bahwa yang menyandar ke luar frame sedang merasa tidak nyaman dengan pasangannya. Tentu hal ini tidak berlaku jika foto yang diambil sifatnya candid, misal sedang menari di lantai dansa.
Saling menatap
Saling menatap, tidak melihat kamera, berarti Anda dan dia sudah sangat-sangat nyaman bersama satu sama lain.
Senyum
Senyum paling tulus terlihat lebar dari ujung ke ujung, dan lebar atas ke bawah berada pada jarak terujung, membuat gigi dan sedikit gusi terlihat. Mungkin terdengarnya menyeramkan, tapi senyuman paling lebar menandakan senyum paling tulus. Apalagi ketika otot-otot di daerah mata dan dahi pun ikut berkontribusi pada senyuman tersebut.
Tangan
Di mana tangan Anda? Jika tangan Anda dan dia saling menyentuh, artinya, Anda dan pasangan adalah tipe yang demonstratif. Kemungkinan terbesar, Anda dan si dia pernah menunjukkan kasih sayang fisik ringan di daerah publik (misal, berpelukan atau berciuman). Ataukah tangan Anda atau dia saling ditumpangkan sejenak di tubuh pasangannya? Jika ya, artinya, Anda dan dia jarang menunjukkan afeksi di muka umum, tapi cukup memiliki hubungan yang kuat di kamar tidur. Menggenggam atau menarik keras satu sama lain menandakan hubungan yang posesif. Sementara tangan yang dimasukkan ke dalam saku berarti pribadi yang sangat tertutup dan sedang menyimpan rahasia.
Namun, perlu diingat, bahasa tubuh ini bukan berarti mutlak pada Anda dan pasangan. Deteksi ini sifatnya sebagai rekreasional, bukan sebagai penentu hubungan Anda dan pasangan.
Tubuh bersentuhan, atau ada jeda jarak di antara Anda dan dia
Sebagai aturan dasar, semakin dekat jarak Anda, semakin erat romantisme Anda dan dia. Namun, sedikit jarak bukan berarti Anda dan dia sudah berada di ambang perceraian. Hal ini bisa berarti bahwa Anda dan dia sama-sama menjunjung tinggi kemandirian (misal, dengan membedakan rekening tabungan penghasilan, atau saling memberikan waktu untuk pasangannya menghabiskan waktu sendiri).
Arah pandangan yang sama
Ini artinya bahwa Anda dan pasangan memiliki gelombang yang sama. Berfokus pada titik yang berlainan bisa berarti bahwa Anda atau pasangan sedang teralihkan fokusnya, atau sedang menghadapi waktu yang sulit (bahkan mungkin sedang menuju ke arah yang berbeda sebagai pasangan).
Menyandar menjauh
Ini adalah tanda bahaya bahwa yang menyandar ke luar frame sedang merasa tidak nyaman dengan pasangannya. Tentu hal ini tidak berlaku jika foto yang diambil sifatnya candid, misal sedang menari di lantai dansa.
Saling menatap
Saling menatap, tidak melihat kamera, berarti Anda dan dia sudah sangat-sangat nyaman bersama satu sama lain.
Senyum
Senyum paling tulus terlihat lebar dari ujung ke ujung, dan lebar atas ke bawah berada pada jarak terujung, membuat gigi dan sedikit gusi terlihat. Mungkin terdengarnya menyeramkan, tapi senyuman paling lebar menandakan senyum paling tulus. Apalagi ketika otot-otot di daerah mata dan dahi pun ikut berkontribusi pada senyuman tersebut.
Tangan
Di mana tangan Anda? Jika tangan Anda dan dia saling menyentuh, artinya, Anda dan pasangan adalah tipe yang demonstratif. Kemungkinan terbesar, Anda dan si dia pernah menunjukkan kasih sayang fisik ringan di daerah publik (misal, berpelukan atau berciuman). Ataukah tangan Anda atau dia saling ditumpangkan sejenak di tubuh pasangannya? Jika ya, artinya, Anda dan dia jarang menunjukkan afeksi di muka umum, tapi cukup memiliki hubungan yang kuat di kamar tidur. Menggenggam atau menarik keras satu sama lain menandakan hubungan yang posesif. Sementara tangan yang dimasukkan ke dalam saku berarti pribadi yang sangat tertutup dan sedang menyimpan rahasia.
Namun, perlu diingat, bahasa tubuh ini bukan berarti mutlak pada Anda dan pasangan. Deteksi ini sifatnya sebagai rekreasional, bukan sebagai penentu hubungan Anda dan pasangan.
Selasa, 23 Maret 2010
Sehat atau Sakit? Tengoklah Feses dan Urine Anda
KOMPAS.com — Jangan malu-malu menengok feses yang keluar dari lubang anus Anda. Begitu pesan dari dokter Mehmet Oz, seorang ahli bedah jantung yang pernah menangani operasi bypass Presiden Clinton.
Dari feses, Anda bisa mendeteksi kondisi tubuh apakah sedang sakit atau sehat. Feses yang keluar dari tubuh orang sehat umumnya berbentuk seperti pisang atau berbentuk huruf S dengan kondisi lembab.
Kalau bentuknya seperti kelereng kecil yang keras, berarti Anda mengalami sembelit. Juga, kalau jatuhnya ke toilet menimbulkan bunyi "plung" yang keras, berarti feses Anda keras seperti batu, itu juga pertanda tidak baik.
Dokter yang kerap menjadi narasumber di acara Oprah Winfrey Show itu bercerita, dari pengalamannya menangani banyak orang sakit, hasil sekresi bisa menjadi pertanda awal penyakit.
Feses berwarna kekuningan umumnya keluar dari tubuh orang sehat. Jika cenderung putih, bisa jadi Anda mengalami gangguan fungsi hati. Sedangkan warna hitam mencirikan ada masalah dalam organ pencernaan bagian atas. Bahkan, bisa jadi usus besar mengalami pendarahan.
"Feses hitam karena makanan yang telah dicerna dan mengandung darah tercampur dengan asam lambung," kata Marganda, pakar kesehatan dari Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera, Tangerang.
Namun, kata Suhanto, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Mediros, Jakarta, perubahan warna pada feses sebaiknya segera diperiksakan ke laboratorium.
Soalnya, feses mengandung banyak sekali unsur. "Diperlukan pembesaran mikroskop sampai 1.000 kali untuk mengetahuinya," ujarnya.
Selain feses, hasil sekresi lain yang juga harus diperhatikan adalah urine. Urine yang keluar dari orang sehat berwarna bening serta tak berbau.
Jika berwarna dan berbau, Anda mesti waspada. Urine berwarna kuning menandakan Anda kekurangan cairan atau dehidrasi. Minum air putih bisa membantu mengatasinya. Jika urine berwarna kemerahan, bisa jadi Anda tengah mengalami infeksi di saluran kencing. "Bahkan, tidak menutup kemungkinan Anda mengalami kelainan fungsi ginjal," ujar Marganda.
Warna kecoklatan mirip air teh juga bisa menjadi tanda bahwa Anda terserang penyakit liver alias hepatitis A. Sedangkan jika kuning seperti bercampur nanah, Anda bisa saja kena penyakit kelamin.
Selain warna, bau urine juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Urine penderita diabetes dan busung lapar biasanya beraroma manis. Sedangkan feses orang yang terinfeksi bakteri E coli biasanya berbau menyengat.
Anda yang hobi buang air kecil malam hari atau frekuensi membuang urine lebih tinggi di malam hari, bisa menjadi tanda awal penyakit diabetes.
Khusus untuk pria, jangkauan urine bahkan juga bisa menjadi pertanda. "Jika jangkauannya panjang, dua ubin dari posisi kita berdiri dengan pispot di toilet, Anda tak perlu khawatir," ujar Marganda.
Jika jangkauannya pendek, bisa jadi Anda memiliki pembesaran prostat. Apabila ini terjadi, ada baiknya Anda segera ke dokter untuk mengetahui penyebab pembesaran prostat itu. (Kontan/Raymond Reynaldi)
Dari feses, Anda bisa mendeteksi kondisi tubuh apakah sedang sakit atau sehat. Feses yang keluar dari tubuh orang sehat umumnya berbentuk seperti pisang atau berbentuk huruf S dengan kondisi lembab.
Kalau bentuknya seperti kelereng kecil yang keras, berarti Anda mengalami sembelit. Juga, kalau jatuhnya ke toilet menimbulkan bunyi "plung" yang keras, berarti feses Anda keras seperti batu, itu juga pertanda tidak baik.
Dokter yang kerap menjadi narasumber di acara Oprah Winfrey Show itu bercerita, dari pengalamannya menangani banyak orang sakit, hasil sekresi bisa menjadi pertanda awal penyakit.
Feses berwarna kekuningan umumnya keluar dari tubuh orang sehat. Jika cenderung putih, bisa jadi Anda mengalami gangguan fungsi hati. Sedangkan warna hitam mencirikan ada masalah dalam organ pencernaan bagian atas. Bahkan, bisa jadi usus besar mengalami pendarahan.
"Feses hitam karena makanan yang telah dicerna dan mengandung darah tercampur dengan asam lambung," kata Marganda, pakar kesehatan dari Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera, Tangerang.
Namun, kata Suhanto, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Mediros, Jakarta, perubahan warna pada feses sebaiknya segera diperiksakan ke laboratorium.
Soalnya, feses mengandung banyak sekali unsur. "Diperlukan pembesaran mikroskop sampai 1.000 kali untuk mengetahuinya," ujarnya.
Selain feses, hasil sekresi lain yang juga harus diperhatikan adalah urine. Urine yang keluar dari orang sehat berwarna bening serta tak berbau.
Jika berwarna dan berbau, Anda mesti waspada. Urine berwarna kuning menandakan Anda kekurangan cairan atau dehidrasi. Minum air putih bisa membantu mengatasinya. Jika urine berwarna kemerahan, bisa jadi Anda tengah mengalami infeksi di saluran kencing. "Bahkan, tidak menutup kemungkinan Anda mengalami kelainan fungsi ginjal," ujar Marganda.
Warna kecoklatan mirip air teh juga bisa menjadi tanda bahwa Anda terserang penyakit liver alias hepatitis A. Sedangkan jika kuning seperti bercampur nanah, Anda bisa saja kena penyakit kelamin.
Selain warna, bau urine juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Urine penderita diabetes dan busung lapar biasanya beraroma manis. Sedangkan feses orang yang terinfeksi bakteri E coli biasanya berbau menyengat.
Anda yang hobi buang air kecil malam hari atau frekuensi membuang urine lebih tinggi di malam hari, bisa menjadi tanda awal penyakit diabetes.
Khusus untuk pria, jangkauan urine bahkan juga bisa menjadi pertanda. "Jika jangkauannya panjang, dua ubin dari posisi kita berdiri dengan pispot di toilet, Anda tak perlu khawatir," ujar Marganda.
Jika jangkauannya pendek, bisa jadi Anda memiliki pembesaran prostat. Apabila ini terjadi, ada baiknya Anda segera ke dokter untuk mengetahui penyebab pembesaran prostat itu. (Kontan/Raymond Reynaldi)
Langganan:
Postingan (Atom)