KOMPAS.com — Foto dengan menggunakan sinar X umum dipakai untuk menegakkan diagnosis adanya fraktur (patah) tulang yang tidak bisa terlihat. Akan tetapi, fraktur yang terjadi di bagian panggul dan pinggul sering kali tidak bisa terdeteksi oleh sinar X.
Sejumlah peneliti dari Duke University, Inggris, mengingatkan para dokter yang hanya bergantung pada standar foto rontgen terhadap kemungkinan terjadinya kesalahan diagnosis.
Dalam pengamatan yang dilakukan terhadap hasil foto rontgen 92 pasien menggunakan pemindaian tulang yang lebih detail, seperti MRI (magnetic resonance imaging), mereka menemukan 35 patahan tulang yang tak terlihat oleh foto rontgen.
"Saat ini, diagnosis patah tulang akibat kasus trauma umumnya diawali dan diakhiri dengan foto rontgen, termasuk pada patah tulang panggul, pelvis, atau keduanya. Pada beberapa kasus, melihat fraktur akibat trauma lebih sulit," kata Dr Charles Spritzer, ketua peneliti.
Spritzer dan timnya menyarankan, penggunaan MRI, seperti halnya foto rontgen, seharusnya dilakukan, khususnya pada pasien patah tulang panggul yang sebagian besar adalah orang tua yang risiko komplikasi dan kematiannya lebih besar.
"Diagnosis yang akurat pada kasus patah tulang panggul dan pelvis bisa mempercepat pertolongan pada pasien apabila diharuskan untuk operasi. Hal ini juga bisa mengurangi periode pasien di rumah sakit," kata Spritzer.
Fraktur pada tulang memiliki tanda pembengkakan atau memar di sekitar tulang, deformasi (perubahan bentuk) anggota tubuh, nyeri setempat yang makin terasa ketika bagian yang terkena digerakkan atau ditekan, serta tidak berfungsinya bagian yang cedera.
Patah tulang panggul dan pelvis 90 persen terjadi pada pasien yang berusia di atas 65 tahun. Dalam proses penuaan, tulang akan kehilangan mineral dan kepadatannya menurun. Menurunnya kepadatan secara bertahap akan melemahkan tulang sehingga mudah patah.
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Maret 2010
Rabu, 24 Maret 2010
Deteksi Kedekatan Anda dan Dia Lewat Foto
KOMPAS.com - Tahukah Anda, bahasa tubuh Anda dan si dia saat di foto bisa menjadi indikator kedekatan hubungan? Caranya mudah, ambil album foto Anda dan suami yang paling disukai, tentunya bukan yang posenya dikoreografikan, tapi yang geraknya berlangsung alami. Lalu perhatikan letak dan pose tubuh Anda dan dia. Ini penanda dan artinya:
Tubuh bersentuhan, atau ada jeda jarak di antara Anda dan dia
Sebagai aturan dasar, semakin dekat jarak Anda, semakin erat romantisme Anda dan dia. Namun, sedikit jarak bukan berarti Anda dan dia sudah berada di ambang perceraian. Hal ini bisa berarti bahwa Anda dan dia sama-sama menjunjung tinggi kemandirian (misal, dengan membedakan rekening tabungan penghasilan, atau saling memberikan waktu untuk pasangannya menghabiskan waktu sendiri).
Arah pandangan yang sama
Ini artinya bahwa Anda dan pasangan memiliki gelombang yang sama. Berfokus pada titik yang berlainan bisa berarti bahwa Anda atau pasangan sedang teralihkan fokusnya, atau sedang menghadapi waktu yang sulit (bahkan mungkin sedang menuju ke arah yang berbeda sebagai pasangan).
Menyandar menjauh
Ini adalah tanda bahaya bahwa yang menyandar ke luar frame sedang merasa tidak nyaman dengan pasangannya. Tentu hal ini tidak berlaku jika foto yang diambil sifatnya candid, misal sedang menari di lantai dansa.
Saling menatap
Saling menatap, tidak melihat kamera, berarti Anda dan dia sudah sangat-sangat nyaman bersama satu sama lain.
Senyum
Senyum paling tulus terlihat lebar dari ujung ke ujung, dan lebar atas ke bawah berada pada jarak terujung, membuat gigi dan sedikit gusi terlihat. Mungkin terdengarnya menyeramkan, tapi senyuman paling lebar menandakan senyum paling tulus. Apalagi ketika otot-otot di daerah mata dan dahi pun ikut berkontribusi pada senyuman tersebut.
Tangan
Di mana tangan Anda? Jika tangan Anda dan dia saling menyentuh, artinya, Anda dan pasangan adalah tipe yang demonstratif. Kemungkinan terbesar, Anda dan si dia pernah menunjukkan kasih sayang fisik ringan di daerah publik (misal, berpelukan atau berciuman). Ataukah tangan Anda atau dia saling ditumpangkan sejenak di tubuh pasangannya? Jika ya, artinya, Anda dan dia jarang menunjukkan afeksi di muka umum, tapi cukup memiliki hubungan yang kuat di kamar tidur. Menggenggam atau menarik keras satu sama lain menandakan hubungan yang posesif. Sementara tangan yang dimasukkan ke dalam saku berarti pribadi yang sangat tertutup dan sedang menyimpan rahasia.
Namun, perlu diingat, bahasa tubuh ini bukan berarti mutlak pada Anda dan pasangan. Deteksi ini sifatnya sebagai rekreasional, bukan sebagai penentu hubungan Anda dan pasangan.
Tubuh bersentuhan, atau ada jeda jarak di antara Anda dan dia
Sebagai aturan dasar, semakin dekat jarak Anda, semakin erat romantisme Anda dan dia. Namun, sedikit jarak bukan berarti Anda dan dia sudah berada di ambang perceraian. Hal ini bisa berarti bahwa Anda dan dia sama-sama menjunjung tinggi kemandirian (misal, dengan membedakan rekening tabungan penghasilan, atau saling memberikan waktu untuk pasangannya menghabiskan waktu sendiri).
Arah pandangan yang sama
Ini artinya bahwa Anda dan pasangan memiliki gelombang yang sama. Berfokus pada titik yang berlainan bisa berarti bahwa Anda atau pasangan sedang teralihkan fokusnya, atau sedang menghadapi waktu yang sulit (bahkan mungkin sedang menuju ke arah yang berbeda sebagai pasangan).
Menyandar menjauh
Ini adalah tanda bahaya bahwa yang menyandar ke luar frame sedang merasa tidak nyaman dengan pasangannya. Tentu hal ini tidak berlaku jika foto yang diambil sifatnya candid, misal sedang menari di lantai dansa.
Saling menatap
Saling menatap, tidak melihat kamera, berarti Anda dan dia sudah sangat-sangat nyaman bersama satu sama lain.
Senyum
Senyum paling tulus terlihat lebar dari ujung ke ujung, dan lebar atas ke bawah berada pada jarak terujung, membuat gigi dan sedikit gusi terlihat. Mungkin terdengarnya menyeramkan, tapi senyuman paling lebar menandakan senyum paling tulus. Apalagi ketika otot-otot di daerah mata dan dahi pun ikut berkontribusi pada senyuman tersebut.
Tangan
Di mana tangan Anda? Jika tangan Anda dan dia saling menyentuh, artinya, Anda dan pasangan adalah tipe yang demonstratif. Kemungkinan terbesar, Anda dan si dia pernah menunjukkan kasih sayang fisik ringan di daerah publik (misal, berpelukan atau berciuman). Ataukah tangan Anda atau dia saling ditumpangkan sejenak di tubuh pasangannya? Jika ya, artinya, Anda dan dia jarang menunjukkan afeksi di muka umum, tapi cukup memiliki hubungan yang kuat di kamar tidur. Menggenggam atau menarik keras satu sama lain menandakan hubungan yang posesif. Sementara tangan yang dimasukkan ke dalam saku berarti pribadi yang sangat tertutup dan sedang menyimpan rahasia.
Namun, perlu diingat, bahasa tubuh ini bukan berarti mutlak pada Anda dan pasangan. Deteksi ini sifatnya sebagai rekreasional, bukan sebagai penentu hubungan Anda dan pasangan.
Langganan:
Postingan (Atom)