Tampilkan postingan dengan label Mengapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengapa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Maret 2010

9 Alasan Mengapa Bobot Anda Belum Turun Juga

KOMPAS.com - Usaha-usaha keras untuk mengurangi berat tubuh belum juga memberikan hasil menyenangkan? Mungkin karena Anda melakukan satu atau lebih dari alasan di bawah ini. Simak dan cari tahu.
Anda Butuh Tidur Siang
Kebanyakan orang makan untuk menambah energi saat mereka merasa kelelahan. Merasa kelelahan bisa membuat seseorang kekurangan fokus mental dan "tak peduli" akan gaya hidupnya. Manusia akan "lari" ke asupan makanan agar bisa tetap terjaga di antara waktu makan besar, padahal yang sebenarnya ia butuhkan hanyalah tidur siang sejenak.

Sehat Tidak Sama dengan Rendah Kalori
Langkah pertama untuk menjaga kondisi sehat adalah untuk mengisi asupan sehari-hari dengan lemak nabati yang sehat, (seperti minyak zaitun). Semua lemak, baik yang sehat maupun tidak, sama-sama memiliki kalori, kira-kira sebanyak 120 setiap satu sendok makan. Kacang-kacang yang baik untuk jantung bisa jadi makanan camilan yang sehat, namun, tetap harus mengkontrol jumlah sajiannya. Karena satu genggam kacang saja bisa mencapai 100 kalori.

Dalam Masa Pengobatan
Jika Anda baru mulai pengobatan dan merasa bobot tubuh Anda merangkak naik, bisa jadi karena obat-obatan tersebut memperlambat metabolisme tubuh atau menstimulasi nafsu makan. Ini termasuk dalam obat-obatan antidepresan dan penyeimbang mood, antihistamin, insulin, dan obat antiradang. Diskusikan dengan dokter Anda apakah mungkin untuk melanjutkan pengobatan tersebut dengan obat yang efeknya lebih ringan.

Ada Penyakit Medis tak Terdiagnosa
Beberapa penyakit medis cenderung "tak terdeteksi" dan bisa berkontribusi pada masalah pengurangan berat badan. Masalah seperti tiroid, kenaikan tingkat insulin darah (bahkan tanpa gula darah yang tinggi akibat diabetes sekalipun), dan kelainan mood (depresi dan kecemasan) bisa menjadi penghalang turunnya berat badan. Cek dengan dokter Anda dan mintalah pengecekan darah untuk menentukan masalah utamanya.

Anda Butuh Manajemen Stres
"Makan tanpa sadar" datang dari kekurangan fokus dan kesulitan menghadapi stres dalam hidup. Kita makan untuk meredakan ketegangan dan memberikan "hadiah" kepada diri sendiri, yang padahal hanya berhasil dalam waktu singkat. Amat penting untuk mencari cara agar kita tidak "lari" ke makanan sebagai pengendali stres.

Melewatkan Waktu Makan
Entah karena berusaha menghemat waktu, uang, atau kalori, melewatkan waktu makan merupakan sebuah penghalang besar untuk pengurangan berat badan. Ketika kita melewatkan waktu makan, tubuh akan bereaksi dan membuat kita lapar hingga waktu makan selanjutnya. Inilah mengapa mereka yang suka melewatkan waktu makan akan cenderung makan berlebihan di penghujung hari.

Salah Porsi
Bahkan peracik makanan profesional pun tak bisa memperhitungkan kalori yang tersaji setiap kali ada makanan di hadapannya. Kurangi porsi Anda dengan menggunakan piring kecil dan pastikan untuk selalu membaca ukuran saji setiap kali Anda akan makan makanan kemasan.

Berolahraga Terlalu Banyak
Berolahraga dan berkeringat banyak memang akan menggoda kita berpikir bahwa kita berhasil membakar banyak kalori. Padahal, ada efek yang tersembunyi di baliknya. Pasalnya, olahraga yang berlebihan bisa menstimulasi rasa lapar, karena tubuh kita merespon untuk minta diisi energi ulang untuk menyeimbangkan metabolisme. Ini adalah hal yang alamiah, dan mudah untuk membohongi diri kita bahwa tubuh kita butuh ratusan kalori ekstra.

Estimasi Berlebihan Kalori yang Terbakar
Kita cenderung melewati estimasi banyaknya kalori yang terbakar saat berolahraga. Mudah untuk berpikir bahwa kita telah membakar ribuan kalori saat kita sedang berkeringat. Padahal, tak hanya durasi, tapi intensitas latihan juga berpengaruh. Berpikir bahwa kita sudah membakar kalori yang cukup untuk mengkompensasi asupan berlebih hanya akan menjadi alasan untuk kita makan berlebihan

Selasa, 23 Maret 2010

Mengapa Pria Lebih Mudah Menurunkan Berat Badan?



KOMPAS.com — Rasanya tak adil, Anda sudah diet mati-matian, tapi angka di timbangan berat badan belum juga menunjukkan penurunan berat badan ke angka ideal. Sementara, suami Anda yang minggu lalu menimbang tubuh dan berkata ia kelebihan 5 kilogram, kini sudah terlihat ramping kembali. Mengapa pria bisa dengan mudahnya menurunkan berat badan, sementara kita, yang sudah mengatur pola makan, menimbang tubuh teratur, menjaga aktivitas, rasanya sulit sekali mencapai berat ideal?

"Salah satu alasannya adalah, pria memiliki massa otot yang lebih besar ketimbang wanita. Hal ini membantu mereka membakar kalori 30 persen lebih banyak dari wanita," terang Cynthia Sass, penulis Your Diet is Driving Me Crazy. Menurutnya, secara general, wanita memiliki lemak tubuh lebih banyak dan secara biologis cenderung menyimpannya. Terlebih lagi, pria tak harus melewati masa naik-turun hormon yang selalu dialami wanita setiap bulannya. Selain itu, pria pun memiliki kebiasaan-kebiasaan yang membuat mereka bisa menurunkan berat tubuh lebih mudah. Apa sajakah?

Jauh dari yang "manis-manis"
Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Cornell menyatakan bahwa wanita cenderung mencari ketenangan pada makanan manis sebagai pelarian dari rasa sedih atau gundah, sedangkan pria "lari" ke makanan berdaging. Artinya, pria cenderung lari ke protein, untuk membuatnya merasa kenyang lebih cepat, sekaligus mengurangi rasa lapar di waktu makan kemudian.
Jika kelemahan Anda adalah pada makanan penutup atau permen yang manis-manis, coba alihkan dengan makanan berprotein sebelumnya. Misal, keju rendah lemak dengan buah manis. Atau, kombinasikan, misal, kacang almon dengan cokelat.

Tak dibawa ke perasaan
Ketika wanita merasa gagal akan suatu hal, kecenderungan yang terjadi adalah mengasihani diri. Langkah selanjutnya? Mencari makanan untuk pelarian. Sementara pria, biasanya mereka tidak membawa masalah atau beban ke dalam perasaannya berlarut-larut.

Selain itu, Pamela Peeke dari University of Maryland School of Medicine mengatakan bahwa pria umumnya menghindari kesempurnaan agar terhindar dari rasa sakit ketika hal tersebut tidak tercapai. Sementara wanita, yang baru memulai diet akan langsung mengharap kesempurnaan dari 0 ke 100 persen dalam semalam, yang merupakan resep manjur untuk kegagalan. Disarankan untuk mengharap mencapai 80 persen dari tujuan Anda. Ketika Anda hanya menargetkan pada 80 persen, maka Anda akan merasa bangga ketika tercapai 120 persen, atau merasa masih bisa maju ketika mencapai 50 persen. Masih bisa memaafkan diri ketika hanya mencapai 20 persen saat Anda sedang memasuki masa haid.

Angkat beban
Kebanyakan wanita, saat masuk ke gym cenderung berlatih kekuatan, namun beberapa ahli berpendapat bahwa sebaiknya wanita lebih banyak berlatih angkat beban, seperti pria. Ketika pria berlatih angkat beban, ia akan mencoba mengangkat beban yang terberat dan beraneka, hal ini akan membantu pembentukan otot lebih cepat. Sementara wanita cenderung mengangkat beban yang ringan saja. Cobalah untuk mulai menggunakan beban yang lebih berat dan tambahkan ketika Anda merasa sudah mulai terbiasa dengan berat tersebut.

Tidak menggunakan makanan sebagai terapi

Temuan dari penelitian di University of Minnesota mengatakan, kecenderungan yang ada, wanita lari ke makanan untuk meredakan rasa depresi yang ia alami. Wanita dua kali lebih banyak untuk merasa depresi dibanding pria, yang artinya, dua kali makan lebih banyak. Lebih parah lagi, seusai makan makanan pelarian tersebut, wanita akan merasa bersalah pada dirinya sendiri, lalu merasa depresi lebih dalam, dan mencoba mengatasi rasa depresi tersebut dengan makan lebih banyak. Sementara pria berpikir bahwa makanan tak akan bisa menyelesaikan permasalahan mereka, begitu pun dengan Anda.
Hilangkan kebiasaan pelarian ke makanan tersebut dengan mencoba menilai keinginan untuk makan yang Anda hadapi setiap kali akan mulai mengemil. Misal, dengan memberi rating 1-10. Kemudian sejajarkan angka tersebut dengan penyebab stres pada hari itu. Dari sana, Anda akan bisa menentukan apakah rasa keinginan yang Anda hadapi itu benar karena lapar dan sudah waktunya makan atau karena keinginan untuk menghindar dari mood buruk saja? Dibutuhkan keinginan kuat dan latihan untuk bisa melakukan hal ini.

Keluarkan rasa amarah
Inilah alasan lain mengapa emosi pria tidak menyetirnya ke lemari penyimpanan makanan. Pria cenderung melakukan kegiatan fisik untuk mengusir emosi negatifnya, misal, joging atau membuat sesuatu di garasi. Wanita? Kebanyakan akan menelan sendiri perasaannya, biasanya dibantu dengan sekotak besar cokelat. Intinya, ketika mood Anda berantakan, ingin marah, ingin menangis, apa pun mood buruk itu, ajaklah tubuh Anda untuk bergerak, entah itu dengan bersepeda, jalan kaki, apa pun.

Waktu untuk diri sendiri
Sebagian wanita merasa memanjakan diri adalah dengan membolehkan diri makan apa saja, sebanyak apa saja yang ia mau. Mulai hari ini, coba ambil satu jam dalam sehari untuk Anda memanjakan diri sendiri. Berikan sesuatu pada diri Anda yang bukanlah dalam bentuk makanan. Misal, pergi ke salon, atau berbelanja baju dengan budget yang sudah ditentukan, tentunya.

Tidak menyerahkan makanan favorit
Ketika wanita berdiet, kita menekan diri untuk tidak menyentuh makanan-makanan "terlarang" hingga kita tak lagi bisa menahannya. Padahal, menurut para peneliti Austria, pendekatan pria pada pemenuhan nutrisi cenderung tidak sulit dan berorientasi pada kepuasan. Mereka tidak memberhentikan makanan-makanan "terlarang" tersebut dengan serta-merta. Tapi, mereka akan cenderung menguranginya. Sementara menurut University of Toronto, wanita akan menghalangi dirinya memakan makanan enak berlemak yang mereka sukai dengan serta-merta. Tak hanya mereka akan cenderung "menggila" dan makan berlebihan seakan ingin balas dendam saat sudah menyelesaikan masa diet tersebut, tapi juga cenderung memakan makanan tersebut sebanyak-banyaknya sebelum diet dimulai.

Jadi, ketika Anda akan mulai berdiet, jangan membatasi diri Anda dari makanan favorit Anda, hanya perhitungkan porsinya. Jika Anda sudah tahu lebih dari satu gelas kecil es krim merupakan tanda bahayanya, mulailah menyibukkan diri dengan kegiatan lain yang juga menyenangkan hati Anda.

Intinya, pengurangan berat badan lebih cenderung mengenai kepribadian, ketimbang kemampuan. Mengikuti pola pikir pria, setidaknya dalam hal ini bisa membantu Anda mendapatkan ukuran tubuh yang diinginkan, plus melatih diri menjadi wanita yang lebih memegang kendali.