kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Berat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berat. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Maret 2010
seks Tambah Berat Badan Wanita
KONON, saat wanita mulai melakukan hubungan seks secara teratur, maka berat payudara, dan pinggulnya akan bertambah. Benarkah? Untuk Anda yang akan segera menikah ataupun bagi para pasangan yang ingin kehidupan seks lebih baik, simak jawabannya.
Kamis, 25 Maret 2010
10 Trik untuk Mulai Menurunkan Berat Badan
KOMPAS.com — Dari tahun ke tahun, resolusi Anda untuk menurunkan berat badan tampak terbengkalai begitu saja? Jangan mau kalah begitu saja. Mulailah mengajak tubuh Anda untuk bergerak perlahan dan raihlah angka bobot ideal tubuh yang Anda impikan. Tak perlu muluk-muluk, cukup dengan langkah-langkah kecil saja, kok. Ini contohnya.
1. Menetapkan gol latihan yang masuk akal. Kalau tidak, percuma saja Anda berlatih. Cobalah untuk mulai menyiapkan waktu berolahraga dua kali di hari kerja dan sekali pada akhir minggu dengan lama waktu berlatih 30 menit. Jika Anda hanya memiliki waktu 20 menit pun tak masalah. Kuncinya adalah untuk mulai bergerak dan terus bergerak.
2. Memiliki rekan seperjuangan memang menyenangkan dan bisa dijadikan pemacu pula. Namun, ketika teman seperjuangan yang Anda miliki adalah si dia yang berlainan jenis kelamin, harus dilakukan semacam penyesuaian. Pria harus menyadari bahwa wanita tidak selalu bisa menyamai level intensitasnya. Perlu dihindari pemaksaan dari pria untuk membuat pasangannya berlatih lebih keras. Apa yang terasa baik-baik saja bagi si dia kadang tidak begitu adanya bagi Anda. Karena itu, jangan dipaksakan. Begitu pun dengan rasa makanan.
3. Pria membakar kalori lebih cepat dibandingkan wanita karena pria memiliki massa otot lebih banyak dan bisa membakar 30-40 persen lebih banyak kalori meski berlatih dengan gaya dan intensitas yang sama. Adalah hal yang tidak realistis untuk mengharapkan hasil yang sama pada pria dan wanita pada waktu yang sama dengan latihan serupa. Jadi, jangan membandingkan diri dengan pasangan Anda ketika menyangkut soal berapa banyak angka yang berhasil diturunkan saat mulai berlatih bersama.
4. Camilan sehat bisa Anda buat sendiri. Campur kacang almon, kacang kedelai yang diselimuti cokelat, dan yogurt.
5. Bereksperimenlah dengan bahan-bahan herbal, seperti rosemary, sage, thyme, mint, dan dill. Tak hanya akan menambah rasa pada makanan, tapi juga mengandung banyak nutrisi.
6. Cari udara segar. Pergi ke gym dari hari ke hari bisa membuat Anda merasa seperti rutinitas dan ini merupakan hal yang berbahaya bagi upaya berlatih Anda. Sesekali, gantilah suasana dengan berjalan kaki, atau berlari, atau bersepeda di luar ruangan.
7. Set screen saver layar komputer Anda untuk mati setiap setengah jam atau gunakan alarm di jam tangan Anda sebagai penanda bahwa sudah saatnya Anda bergerak. Bergeraklah dengan melakukan semacam peregangan ringan, seperti angkat tubuh dengan tangan di bangku, push up sambil menghadap dinding, dan lainnya. Atau, cukup dengan beranjak dari tempat duduk dan mulai mengitari ruangan. Asal jangan sampai kegiatan ini mengganggu pekerjaan Anda.
8. Perhatikan sekitar Anda dan lihatlah bahwa masih banyak yang bisa Anda lakukan untuk berlatih di sela-sela waktu Anda. Misal, merapikan halaman rumah, mencabut rumput-rumput liar, menyapu-mengepel, dan lainnya. Trik lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan meregangkan kaki, sambil berjingkat-jongkok saat menelepon. Atau mengangkat kaki sambil meregangkan saat menonton televisi. Cobalah untuk mengambil berbagai momen sebagai kesempatan untuk berolahraga.
9. Bukan tipe orang yang bisa bangun pagi? Banyak kok orang yang seperti Anda. Jangan terpaku pada omongan yang menyatakan Anda harus berolahraga pada pagi hari. Waktu terbaik untuk Anda berolahraga adalah saat energi Anda berada di titik tertinggi. Kebanyakan orang menyerah ketika mencoba memaksa dirinya untuk berlatih di jam-jam saat tubuhnya menolak untuk bergerak. Jadi, jangan mendaftar untuk kelas yoga pada pukul 06.00 ketika Anda tahu akan sulit untuk Anda bisa memaksa diri datang setiap jadwalnya. Pagi, sore, dan malam adalah waktu ideal untuk berolahraga, tergantung tubuh Anda.
10. Saat bersama pasangan, cobalah untuk berbelanja bahan makanan bersama. Di setiap perjalanan, pilihlah 1-2 makanan sehat untuk dicoba. Dengan begini, Anda bisa menghabiskan waktu bersama dan merencanakan makanan bersama. Kalau perlu, gunakan buku resep makanan sehat untuk diikuti setiap minggu.
1. Menetapkan gol latihan yang masuk akal. Kalau tidak, percuma saja Anda berlatih. Cobalah untuk mulai menyiapkan waktu berolahraga dua kali di hari kerja dan sekali pada akhir minggu dengan lama waktu berlatih 30 menit. Jika Anda hanya memiliki waktu 20 menit pun tak masalah. Kuncinya adalah untuk mulai bergerak dan terus bergerak.
2. Memiliki rekan seperjuangan memang menyenangkan dan bisa dijadikan pemacu pula. Namun, ketika teman seperjuangan yang Anda miliki adalah si dia yang berlainan jenis kelamin, harus dilakukan semacam penyesuaian. Pria harus menyadari bahwa wanita tidak selalu bisa menyamai level intensitasnya. Perlu dihindari pemaksaan dari pria untuk membuat pasangannya berlatih lebih keras. Apa yang terasa baik-baik saja bagi si dia kadang tidak begitu adanya bagi Anda. Karena itu, jangan dipaksakan. Begitu pun dengan rasa makanan.
3. Pria membakar kalori lebih cepat dibandingkan wanita karena pria memiliki massa otot lebih banyak dan bisa membakar 30-40 persen lebih banyak kalori meski berlatih dengan gaya dan intensitas yang sama. Adalah hal yang tidak realistis untuk mengharapkan hasil yang sama pada pria dan wanita pada waktu yang sama dengan latihan serupa. Jadi, jangan membandingkan diri dengan pasangan Anda ketika menyangkut soal berapa banyak angka yang berhasil diturunkan saat mulai berlatih bersama.
4. Camilan sehat bisa Anda buat sendiri. Campur kacang almon, kacang kedelai yang diselimuti cokelat, dan yogurt.
5. Bereksperimenlah dengan bahan-bahan herbal, seperti rosemary, sage, thyme, mint, dan dill. Tak hanya akan menambah rasa pada makanan, tapi juga mengandung banyak nutrisi.
6. Cari udara segar. Pergi ke gym dari hari ke hari bisa membuat Anda merasa seperti rutinitas dan ini merupakan hal yang berbahaya bagi upaya berlatih Anda. Sesekali, gantilah suasana dengan berjalan kaki, atau berlari, atau bersepeda di luar ruangan.
7. Set screen saver layar komputer Anda untuk mati setiap setengah jam atau gunakan alarm di jam tangan Anda sebagai penanda bahwa sudah saatnya Anda bergerak. Bergeraklah dengan melakukan semacam peregangan ringan, seperti angkat tubuh dengan tangan di bangku, push up sambil menghadap dinding, dan lainnya. Atau, cukup dengan beranjak dari tempat duduk dan mulai mengitari ruangan. Asal jangan sampai kegiatan ini mengganggu pekerjaan Anda.
8. Perhatikan sekitar Anda dan lihatlah bahwa masih banyak yang bisa Anda lakukan untuk berlatih di sela-sela waktu Anda. Misal, merapikan halaman rumah, mencabut rumput-rumput liar, menyapu-mengepel, dan lainnya. Trik lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan meregangkan kaki, sambil berjingkat-jongkok saat menelepon. Atau mengangkat kaki sambil meregangkan saat menonton televisi. Cobalah untuk mengambil berbagai momen sebagai kesempatan untuk berolahraga.
9. Bukan tipe orang yang bisa bangun pagi? Banyak kok orang yang seperti Anda. Jangan terpaku pada omongan yang menyatakan Anda harus berolahraga pada pagi hari. Waktu terbaik untuk Anda berolahraga adalah saat energi Anda berada di titik tertinggi. Kebanyakan orang menyerah ketika mencoba memaksa dirinya untuk berlatih di jam-jam saat tubuhnya menolak untuk bergerak. Jadi, jangan mendaftar untuk kelas yoga pada pukul 06.00 ketika Anda tahu akan sulit untuk Anda bisa memaksa diri datang setiap jadwalnya. Pagi, sore, dan malam adalah waktu ideal untuk berolahraga, tergantung tubuh Anda.
10. Saat bersama pasangan, cobalah untuk berbelanja bahan makanan bersama. Di setiap perjalanan, pilihlah 1-2 makanan sehat untuk dicoba. Dengan begini, Anda bisa menghabiskan waktu bersama dan merencanakan makanan bersama. Kalau perlu, gunakan buku resep makanan sehat untuk diikuti setiap minggu.
Label:
10,
Badan,
Berat,
Berat Badan,
Diet,
Menurunkan,
Mulai,
Trik,
untuk
Ketika Berat Badan Kembali Naik
KOMPAS.com - Lupakan dulu soal risiko kesehatan yang mengancam, bila Anda menurunkan berat badan terlalu cepat. Para pakar weight-loss mengatakan bahwa masalah terbesar pada acara The Biggest Loser (TBL) adalah bahwa metode ekstrem dalam menurunkan berat badan tidak akan bermanfaat dalam waktu lama. Beberapa mantan kontestan acara ini (bahkan pemenangnya) ternyata telah mendapatkan kembali berat tubuhnya yang lama.
Hal ini ternyata tidak membuat heran Dr Robert Kushner, direktur klinis di Northwestern University Comprehensive Center on Obesity.
"Saat sudah di rumah, mereka tidak lagi bekerja dengan trainer setiap hari. Mereka tidak lagi tampil di acara TV setiap hari, dan mereka kembali ke kehidupan nyata," katanya. "Sulit sekali untuk mempertahankan (gaya hidup sehat)."
Ambil contoh kasus yang dihadapi Eric Chopin (36), pemenang TBL season 3. Saat mengikuti acara tersebut pada tahun 2006, berat Eric 184,6 kg. Pada final acara, terlihat Eric telah kehilangan berat badan sebanyak 97 kg. Namun setelah acara berlalu, dan sudahtidak didampingi trainer, berat badan pemilik toko makanan dari West Islip, New York, ini perlahan mulai naik lagi.
"Tadinya saya merasa begitu bangga dengan pencapaian saya," ujar Eric, yang kemudian tampil dalam acara Confessions of a Reality Show Loser yang ditayangkan Discovery Health. "Tetapi sekarang saya merasa mengecewakan banyak orang, karena telah menimbun berat badan kembali."
Eric mengaku, sebenarnya ia bukannya kembali menerapkan pola makan yang tidak sehat, atau makan berlebihan. Namun, ia mulai menunda-nunda kemauan berlatih, dan kehilangan dorongan untuk itu. "Rasanya dulu saya tahu bagaimana menurunkan berat badan lebih baik daripada orang lain. Saya merasa kehilangan tujuan. Itulah yang menyebabkan berat saya naik lagi," ujar Eric, yang beratnya pada awal Januari lalu sudah 166,9 kg, hampir sama dengan ketika mengawali TBL.
Para peneliti sendiri tidak yakin apakah siklus berat badan yang turun lalu naik lagi lebih berbahaya daripada tetap dalam kondisi kelebihan berat badan. Namun beban psikologis karena gagal menjaga berat badan ideal ini bisa sangat menyedihkan, demikian menurut Kushner. Orang sering merasa begitu gagal, dan menjadi tak berdaya mengenai kesehatan mereka.
Anda yang sedang mencari cara yang aman untuk menghilangkan berat badan atau menjadi lebih sehat secara permanen, seharusnya membuat perubahan kecil. Secara perlahan, tingkatkan latihan Anda, atau ubah pola makan Anda menjadi lebih sehat. Dalam dunia nyata, perubahan yang lambat namun tetap, akan memenangkan lomba yang sesungguhnya.
"Kami tidak sedang mencari perubahan ekstrem dalam gaya hidup seseorang," ujar Kushner. "Kami mencari perubahan yang akan bertahan dalam jangka panjang."
Hal ini ternyata tidak membuat heran Dr Robert Kushner, direktur klinis di Northwestern University Comprehensive Center on Obesity.
"Saat sudah di rumah, mereka tidak lagi bekerja dengan trainer setiap hari. Mereka tidak lagi tampil di acara TV setiap hari, dan mereka kembali ke kehidupan nyata," katanya. "Sulit sekali untuk mempertahankan (gaya hidup sehat)."
Ambil contoh kasus yang dihadapi Eric Chopin (36), pemenang TBL season 3. Saat mengikuti acara tersebut pada tahun 2006, berat Eric 184,6 kg. Pada final acara, terlihat Eric telah kehilangan berat badan sebanyak 97 kg. Namun setelah acara berlalu, dan sudahtidak didampingi trainer, berat badan pemilik toko makanan dari West Islip, New York, ini perlahan mulai naik lagi.
"Tadinya saya merasa begitu bangga dengan pencapaian saya," ujar Eric, yang kemudian tampil dalam acara Confessions of a Reality Show Loser yang ditayangkan Discovery Health. "Tetapi sekarang saya merasa mengecewakan banyak orang, karena telah menimbun berat badan kembali."
Eric mengaku, sebenarnya ia bukannya kembali menerapkan pola makan yang tidak sehat, atau makan berlebihan. Namun, ia mulai menunda-nunda kemauan berlatih, dan kehilangan dorongan untuk itu. "Rasanya dulu saya tahu bagaimana menurunkan berat badan lebih baik daripada orang lain. Saya merasa kehilangan tujuan. Itulah yang menyebabkan berat saya naik lagi," ujar Eric, yang beratnya pada awal Januari lalu sudah 166,9 kg, hampir sama dengan ketika mengawali TBL.
Para peneliti sendiri tidak yakin apakah siklus berat badan yang turun lalu naik lagi lebih berbahaya daripada tetap dalam kondisi kelebihan berat badan. Namun beban psikologis karena gagal menjaga berat badan ideal ini bisa sangat menyedihkan, demikian menurut Kushner. Orang sering merasa begitu gagal, dan menjadi tak berdaya mengenai kesehatan mereka.
Anda yang sedang mencari cara yang aman untuk menghilangkan berat badan atau menjadi lebih sehat secara permanen, seharusnya membuat perubahan kecil. Secara perlahan, tingkatkan latihan Anda, atau ubah pola makan Anda menjadi lebih sehat. Dalam dunia nyata, perubahan yang lambat namun tetap, akan memenangkan lomba yang sesungguhnya.
"Kami tidak sedang mencari perubahan ekstrem dalam gaya hidup seseorang," ujar Kushner. "Kami mencari perubahan yang akan bertahan dalam jangka panjang."
Rabu, 24 Maret 2010
Dua Jurus Sehat Menambah Berat Badan
KOMPAS.com — Kalau mereka yang mengalami kegemukan berusaha mengurangi berat badannya dengan diet ketat, orang yang berbadan kurus justru lebih membebaskan dirinya dengan mengonsumsi berbagai makanan, terutama yang berlemak, supaya bobotnya bisa bertambah.
Menurut Edwin Lao, seorang ahli nutrisi, upaya menambah berat badan seharusnya juga mempertimbangkan aspek kesehatan. Ini berarti, seseorang tidak boleh makan sepuasnya. Seperti halnya usaha menurunkan bobot tubuh, menambah berat badan pun seharusnya dilakukan secara bertahap.
Edwin, yang juga seorang pakar kuliner sehat, memberikan dua tips penting bagi Anda sebagai panduan menambah berat badan secara sehat. Pertama, jangan pernah lupakan olahraga karena dengan bergerak, tubuh akan lebih mudah menyerap kalori.
"Banyak orang kurus takut berolahraga karena khawatir badannya akan bertambah kurus. Padahal, dengan berolahraga, tiap molekul sel akan membuka diri. Hal ini baik untuk penyerapan kalori," katanya saat ditemui, Rabu (24/3/2010) kemarin di Jakarta.
Tips kedua adalah makanlah dengan lebih sering, tetapi dengan porsi sekecil mungkin. "Makanlah lebih sering dalam porsi sekecil mungkin. Jika sebelumnya satu piring nasi dihabiskan untuk sekali makan, sekarang bagi untuk tiga kali makan," katanya.
Untuk sarapan, Edwin menyarankan mengonsumsi jenis makanan yang kadar karbohidratnya tinggi. Sedangkan pada siang hari, penuhilah piring Anda dengan makanan yang lebih banyak mengandung protein dan serat.
"Untuk malam hari, pilih makanan yang rendah karbohidrat dan protein," ujar pria yang juga berprofesi sebagai trainer kebugaran ini.
Menurut Edwin Lao, seorang ahli nutrisi, upaya menambah berat badan seharusnya juga mempertimbangkan aspek kesehatan. Ini berarti, seseorang tidak boleh makan sepuasnya. Seperti halnya usaha menurunkan bobot tubuh, menambah berat badan pun seharusnya dilakukan secara bertahap.
Edwin, yang juga seorang pakar kuliner sehat, memberikan dua tips penting bagi Anda sebagai panduan menambah berat badan secara sehat. Pertama, jangan pernah lupakan olahraga karena dengan bergerak, tubuh akan lebih mudah menyerap kalori.
"Banyak orang kurus takut berolahraga karena khawatir badannya akan bertambah kurus. Padahal, dengan berolahraga, tiap molekul sel akan membuka diri. Hal ini baik untuk penyerapan kalori," katanya saat ditemui, Rabu (24/3/2010) kemarin di Jakarta.
Tips kedua adalah makanlah dengan lebih sering, tetapi dengan porsi sekecil mungkin. "Makanlah lebih sering dalam porsi sekecil mungkin. Jika sebelumnya satu piring nasi dihabiskan untuk sekali makan, sekarang bagi untuk tiga kali makan," katanya.
Untuk sarapan, Edwin menyarankan mengonsumsi jenis makanan yang kadar karbohidratnya tinggi. Sedangkan pada siang hari, penuhilah piring Anda dengan makanan yang lebih banyak mengandung protein dan serat.
"Untuk malam hari, pilih makanan yang rendah karbohidrat dan protein," ujar pria yang juga berprofesi sebagai trainer kebugaran ini.
Selasa, 23 Maret 2010
Mengapa Pria Lebih Mudah Menurunkan Berat Badan?
KOMPAS.com — Rasanya tak adil, Anda sudah diet mati-matian, tapi angka di timbangan berat badan belum juga menunjukkan penurunan berat badan ke angka ideal. Sementara, suami Anda yang minggu lalu menimbang tubuh dan berkata ia kelebihan 5 kilogram, kini sudah terlihat ramping kembali. Mengapa pria bisa dengan mudahnya menurunkan berat badan, sementara kita, yang sudah mengatur pola makan, menimbang tubuh teratur, menjaga aktivitas, rasanya sulit sekali mencapai berat ideal?
"Salah satu alasannya adalah, pria memiliki massa otot yang lebih besar ketimbang wanita. Hal ini membantu mereka membakar kalori 30 persen lebih banyak dari wanita," terang Cynthia Sass, penulis Your Diet is Driving Me Crazy. Menurutnya, secara general, wanita memiliki lemak tubuh lebih banyak dan secara biologis cenderung menyimpannya. Terlebih lagi, pria tak harus melewati masa naik-turun hormon yang selalu dialami wanita setiap bulannya. Selain itu, pria pun memiliki kebiasaan-kebiasaan yang membuat mereka bisa menurunkan berat tubuh lebih mudah. Apa sajakah?
Jauh dari yang "manis-manis"
Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Cornell menyatakan bahwa wanita cenderung mencari ketenangan pada makanan manis sebagai pelarian dari rasa sedih atau gundah, sedangkan pria "lari" ke makanan berdaging. Artinya, pria cenderung lari ke protein, untuk membuatnya merasa kenyang lebih cepat, sekaligus mengurangi rasa lapar di waktu makan kemudian.
Jika kelemahan Anda adalah pada makanan penutup atau permen yang manis-manis, coba alihkan dengan makanan berprotein sebelumnya. Misal, keju rendah lemak dengan buah manis. Atau, kombinasikan, misal, kacang almon dengan cokelat.
Tak dibawa ke perasaan
Ketika wanita merasa gagal akan suatu hal, kecenderungan yang terjadi adalah mengasihani diri. Langkah selanjutnya? Mencari makanan untuk pelarian. Sementara pria, biasanya mereka tidak membawa masalah atau beban ke dalam perasaannya berlarut-larut.
Selain itu, Pamela Peeke dari University of Maryland School of Medicine mengatakan bahwa pria umumnya menghindari kesempurnaan agar terhindar dari rasa sakit ketika hal tersebut tidak tercapai. Sementara wanita, yang baru memulai diet akan langsung mengharap kesempurnaan dari 0 ke 100 persen dalam semalam, yang merupakan resep manjur untuk kegagalan. Disarankan untuk mengharap mencapai 80 persen dari tujuan Anda. Ketika Anda hanya menargetkan pada 80 persen, maka Anda akan merasa bangga ketika tercapai 120 persen, atau merasa masih bisa maju ketika mencapai 50 persen. Masih bisa memaafkan diri ketika hanya mencapai 20 persen saat Anda sedang memasuki masa haid.
Angkat beban
Kebanyakan wanita, saat masuk ke gym cenderung berlatih kekuatan, namun beberapa ahli berpendapat bahwa sebaiknya wanita lebih banyak berlatih angkat beban, seperti pria. Ketika pria berlatih angkat beban, ia akan mencoba mengangkat beban yang terberat dan beraneka, hal ini akan membantu pembentukan otot lebih cepat. Sementara wanita cenderung mengangkat beban yang ringan saja. Cobalah untuk mulai menggunakan beban yang lebih berat dan tambahkan ketika Anda merasa sudah mulai terbiasa dengan berat tersebut.
Tidak menggunakan makanan sebagai terapi
Temuan dari penelitian di University of Minnesota mengatakan, kecenderungan yang ada, wanita lari ke makanan untuk meredakan rasa depresi yang ia alami. Wanita dua kali lebih banyak untuk merasa depresi dibanding pria, yang artinya, dua kali makan lebih banyak. Lebih parah lagi, seusai makan makanan pelarian tersebut, wanita akan merasa bersalah pada dirinya sendiri, lalu merasa depresi lebih dalam, dan mencoba mengatasi rasa depresi tersebut dengan makan lebih banyak. Sementara pria berpikir bahwa makanan tak akan bisa menyelesaikan permasalahan mereka, begitu pun dengan Anda.
Hilangkan kebiasaan pelarian ke makanan tersebut dengan mencoba menilai keinginan untuk makan yang Anda hadapi setiap kali akan mulai mengemil. Misal, dengan memberi rating 1-10. Kemudian sejajarkan angka tersebut dengan penyebab stres pada hari itu. Dari sana, Anda akan bisa menentukan apakah rasa keinginan yang Anda hadapi itu benar karena lapar dan sudah waktunya makan atau karena keinginan untuk menghindar dari mood buruk saja? Dibutuhkan keinginan kuat dan latihan untuk bisa melakukan hal ini.
Keluarkan rasa amarah
Inilah alasan lain mengapa emosi pria tidak menyetirnya ke lemari penyimpanan makanan. Pria cenderung melakukan kegiatan fisik untuk mengusir emosi negatifnya, misal, joging atau membuat sesuatu di garasi. Wanita? Kebanyakan akan menelan sendiri perasaannya, biasanya dibantu dengan sekotak besar cokelat. Intinya, ketika mood Anda berantakan, ingin marah, ingin menangis, apa pun mood buruk itu, ajaklah tubuh Anda untuk bergerak, entah itu dengan bersepeda, jalan kaki, apa pun.
Waktu untuk diri sendiri
Sebagian wanita merasa memanjakan diri adalah dengan membolehkan diri makan apa saja, sebanyak apa saja yang ia mau. Mulai hari ini, coba ambil satu jam dalam sehari untuk Anda memanjakan diri sendiri. Berikan sesuatu pada diri Anda yang bukanlah dalam bentuk makanan. Misal, pergi ke salon, atau berbelanja baju dengan budget yang sudah ditentukan, tentunya.
Tidak menyerahkan makanan favorit
Ketika wanita berdiet, kita menekan diri untuk tidak menyentuh makanan-makanan "terlarang" hingga kita tak lagi bisa menahannya. Padahal, menurut para peneliti Austria, pendekatan pria pada pemenuhan nutrisi cenderung tidak sulit dan berorientasi pada kepuasan. Mereka tidak memberhentikan makanan-makanan "terlarang" tersebut dengan serta-merta. Tapi, mereka akan cenderung menguranginya. Sementara menurut University of Toronto, wanita akan menghalangi dirinya memakan makanan enak berlemak yang mereka sukai dengan serta-merta. Tak hanya mereka akan cenderung "menggila" dan makan berlebihan seakan ingin balas dendam saat sudah menyelesaikan masa diet tersebut, tapi juga cenderung memakan makanan tersebut sebanyak-banyaknya sebelum diet dimulai.
Jadi, ketika Anda akan mulai berdiet, jangan membatasi diri Anda dari makanan favorit Anda, hanya perhitungkan porsinya. Jika Anda sudah tahu lebih dari satu gelas kecil es krim merupakan tanda bahayanya, mulailah menyibukkan diri dengan kegiatan lain yang juga menyenangkan hati Anda.
Intinya, pengurangan berat badan lebih cenderung mengenai kepribadian, ketimbang kemampuan. Mengikuti pola pikir pria, setidaknya dalam hal ini bisa membantu Anda mendapatkan ukuran tubuh yang diinginkan, plus melatih diri menjadi wanita yang lebih memegang kendali.
Label:
Badan,
Berat,
Lebih,
makanan sehat,
Mengapa,
Menurunkan,
Mudah,
Pria
Langganan:
Postingan (Atom)