kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Puas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puas. Tampilkan semua postingan
Rabu, 31 Maret 2010
Pria Pecandu Seks Tak Puas Sesi Ngeseks Normal
AWALNYA, Anda senang karena pasangan bersedia melakukan apa saja, bahkan bertingkah agresif untuk menyenangkan Anda di ranjang. Tetapi pada suatu saat usia pernikahan, Anda menyadari bahwa ia bukan orang normal dengan hasrat seksual normal.
Rabu, 24 Maret 2010
Terapi Kesuburan Bikin Seks Kurang Puas
JAKARTA, KOMPAS.com — Pilihan terapi kesuburan semakin canggih dan beragam. Bagi pasangan yang sudah lama menantikan kehadiran momongan, terapi kesuburan ibarat "jurus" terakhir untuk hamil. Sayangnya, studi menunjukkan, terapi kesuburan bisa mengurangi kepuasan seksual.
Dari 119 perempuan yang menjalani terapi kesuburan, 40 persennya memiliki kepuasan seksual sangat rendah yang bisa mengarah pada disfungsi seksual. Demikian menurut hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility. Bandingkan dengan kelompok kontrol, hanya 25 persen yang punya masalah kepuasan seksual.
Gangguan fungsi seksual yang umum dialami para pelaku terapi kesuburan, antara lain, hilangnya hasrat bercinta, sulit terangsang, dan rasa sakit saat berhubungan atau vagina yang kering. Selain itu, mereka juga mengaku lebih sulit mencapai orgasme.
Penelitian yang diketuai oleh Dr Leah S Millheiser dari Stanford University Medical Center, Amerika Serikat, ini tidak menyebutkan apa yang jadi penyebab gangguan kepuasan seksual tersebut.
Dalam studi sebelumnya, para ahli menemukan pasangan yang tidak subur dan terapi kesuburan yang dilakukan berpengaruh negatif terhadap emosi, baik pada suami maupun istri. Pasangan yang sedang menjalani terapi kesuburan juga cenderung merasa terpaksa melakukan hubungan seks. Hal ini diyakini membuat kepuasan seks berkurang.
Dari 119 perempuan yang menjalani terapi kesuburan, 40 persennya memiliki kepuasan seksual sangat rendah yang bisa mengarah pada disfungsi seksual. Demikian menurut hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility. Bandingkan dengan kelompok kontrol, hanya 25 persen yang punya masalah kepuasan seksual.
Gangguan fungsi seksual yang umum dialami para pelaku terapi kesuburan, antara lain, hilangnya hasrat bercinta, sulit terangsang, dan rasa sakit saat berhubungan atau vagina yang kering. Selain itu, mereka juga mengaku lebih sulit mencapai orgasme.
Penelitian yang diketuai oleh Dr Leah S Millheiser dari Stanford University Medical Center, Amerika Serikat, ini tidak menyebutkan apa yang jadi penyebab gangguan kepuasan seksual tersebut.
Dalam studi sebelumnya, para ahli menemukan pasangan yang tidak subur dan terapi kesuburan yang dilakukan berpengaruh negatif terhadap emosi, baik pada suami maupun istri. Pasangan yang sedang menjalani terapi kesuburan juga cenderung merasa terpaksa melakukan hubungan seks. Hal ini diyakini membuat kepuasan seks berkurang.
Langganan:
Postingan (Atom)