Hati-hati saat memilih dan mengenakan kondom. Menurut penelitian Kinsey Institute, jika Anda tak mengenakan kondom dengan semestinya (misalnya tidak menjepit ujungnya sebelum membuka gulungannya), risiko kondom robek bisa mencapai 15 persen. Padahal, jika Anda mengenakan dengan benar pun, risiko robek masih ada 2-3 persen.
Oleh karena itu, Nick White, Technical Risk Director untuk SSL International, pembuat kondom merek Durex, melakukan penelitian untuk mencari jalan keluarnya. Setelah menguji hampir 1.000 kondom yang dikembalikan karena memiliki cacat, White mendapati bahwa hampir seluruh robekan terjadi karena disebabkan cara tertentu. Dari pengujian itu, White memiliki beberapa ide untuk memilih dan mengenakan kondom yang aman.
* Jangan terlalu rapat. White menyarankan, apabila pasangan merasa kondom terasa semakin ketat, minta ia untuk tidak memaksa memakainya dan memastikan kondom belum meregang. Jika sudah meregang, bisa-bisa kondom robek.
* Lakukan pelumasan. Jika Anda merasa vagina belum cukup lembab, gunakan gel lubrikasi berbahan dasar air. Paul Joannides, penulis Guide To Getting It On, menyarankan untuk me-rehidrasi jika Anda berdua sudah mengenakannya beberapa saat. ”Tambahkan saja air atau liur, tapi jangan gel lubrikasinya,” katanya. ”Jika tidak, Anda akan merasakan perih dan panas pada vagina.”
* Keringkan dulu. Pastikan batang penis tidak basah ketika Anda memasangkan kondom, misalnya karena sebelumnya Anda memberikan seks oral untuknya. Hal ini untuk mencegah kondom terkoyak atau tergelincir.
* Takut tembus, tak berarti harus memakai kondom dobel. Apabila satu lapis kondom saja bisa membuat Anda merasa nyeri, bagaimana bila dua?
* Pilih yang terbaik. Consumer Reports belum lama ini melakukan uji coba terhadap 15.000 kondom dan tujuh produk di antaranya mendapatkan nilai yang sempurna. Artinya, kondom ini terbukti lebih kuat dan lebih dapat diandalkan. Tiga merek di antaranya adalah Durex, Lifestyles, dan Trojan meski tak semua varian produk mereka dianggap sempurna.
* Hati-hati kondom bajakan. Kondom palsu ini berasal dari China. ”Pengekspor kondom ini mencetak kotak kemasan sehingga mirip dengan kondom asal Amerika. Ini cukup mengganggu,” ujar White. Agar tidak tertipu mendapatkan barang bajakan, sebaiknya memang membeli kondom di tempat-tempat yang tepercaya.
* Bagaimana bila robek? Sederhana saja, bila kondom robek, Anda seperti melakukan seks tanpa pengaman saja. Para ahli dari Division of STD Prevention di CDC mengatakan, yang perlu lebih dikhawatirkan dengan kondom yang robek adalah penularan penyakit menular seksual.
KOMPAS.com
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 7. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 April 2010
Senin, 29 Maret 2010
7 Hal yang Jangan Dilakukan Setelah Makan
Setelah makan, banyak orang yang memiliki kebiasaan tertentu. Seperti merokok, makan buah atau minum teh. Mungkin hal itu dianggap biasa. Tetapi ternyata kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan langsung setelah makan.
Berikut tujuh hal yang sebaiknya jangan Anda lakukan setelah makan, yang dikutip dari www.timeidol.com. Dan, pakar kesehatan Philip S. Chua, dokter bedah jantung dari Indiana, AS, akan memberikan alasannya.
1. Merokok
Penelitian menunjukkan, merokok satu batang setelah makan efeknya sama dengan merokok sepuluh batang rokok. Risiko terkena kanker menjadi lebih besar.
2. Langsung makan buah
Setelah selesai makan, sebaiknya jangan langsung makan buah, terutama bagi penderita gangguan pencernaan. Jika Anda sering mengalami gangguan lambung, makan buah setelah makan bisa menyebabkan perut terasa kembung dan penuh dengan udara. Maka itu, ada baiknya menunggu satu hingga dua jam, setelah makan, jika ingin mengonsumsi buah.
3. Minum tehTeh mengandung kadar asam yang tinggi. Bagi penderita asam lambung, kandungan ini dapat meningkatkan asam lambung. Namun, bagi Anda yang kondisi lambungnya normal, teh justru bisa membuat makanan lebih mudah dicerna.
4. Melonggarkan ikat pinggangMelonggarkan ikat pinggang langsung setelah makan, bisa membuat Anda makan lebih banyak. Akibatnya, bisa membuat bobot tubuh makin melambung.
5. BerjalanBerjalan langsung setelah makan, membuat sistem pencernaan tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Namun, jika Anda ingin membakar kalori, tunggulah 30 menit hingga satu jam setelah makan.
6. MandiMandi bisa meningkatkan aliran darah ke tangan, kaki dan tubuh. Hal itu menyebabkan aliran darah ke perut akan menurun dan mengurangi kerja sistem pencernaan.
7. TidurJangan langsung tidur setelah makan, meskipun Anda merasakan kantuk. Kebiasaan ini bisa memicu gangguan pencernaan.
VIVAnews.com
Berikut tujuh hal yang sebaiknya jangan Anda lakukan setelah makan, yang dikutip dari www.timeidol.com. Dan, pakar kesehatan Philip S. Chua, dokter bedah jantung dari Indiana, AS, akan memberikan alasannya.
1. Merokok
Penelitian menunjukkan, merokok satu batang setelah makan efeknya sama dengan merokok sepuluh batang rokok. Risiko terkena kanker menjadi lebih besar.
2. Langsung makan buah
Setelah selesai makan, sebaiknya jangan langsung makan buah, terutama bagi penderita gangguan pencernaan. Jika Anda sering mengalami gangguan lambung, makan buah setelah makan bisa menyebabkan perut terasa kembung dan penuh dengan udara. Maka itu, ada baiknya menunggu satu hingga dua jam, setelah makan, jika ingin mengonsumsi buah.
3. Minum tehTeh mengandung kadar asam yang tinggi. Bagi penderita asam lambung, kandungan ini dapat meningkatkan asam lambung. Namun, bagi Anda yang kondisi lambungnya normal, teh justru bisa membuat makanan lebih mudah dicerna.
4. Melonggarkan ikat pinggangMelonggarkan ikat pinggang langsung setelah makan, bisa membuat Anda makan lebih banyak. Akibatnya, bisa membuat bobot tubuh makin melambung.
5. BerjalanBerjalan langsung setelah makan, membuat sistem pencernaan tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Namun, jika Anda ingin membakar kalori, tunggulah 30 menit hingga satu jam setelah makan.
6. MandiMandi bisa meningkatkan aliran darah ke tangan, kaki dan tubuh. Hal itu menyebabkan aliran darah ke perut akan menurun dan mengurangi kerja sistem pencernaan.
7. TidurJangan langsung tidur setelah makan, meskipun Anda merasakan kantuk. Kebiasaan ini bisa memicu gangguan pencernaan.
VIVAnews.com
Rabu, 24 Maret 2010
7 Alasan Pindah Kerja
KOMPAS.com — Ada begitu banyak alasan untuk pindah kerja, tetapi hanya ada 7 alasan yang tepat untuk merealisasikannya. Coba cek lagi apakah ke-7 alasan ini Anda miliki?
1. Uh, Bosan
Bekerja bertahun-tahun mengurusi hal yang sama memang mengundang kebosanan. Awalnya mungkin senang, tapi apabila dari hari ke hari yang Anda kerjakan itu-itu saja, ya jenuh juga. Bosan memang merupakan "penyakit utama" bagi banyak pekerja. Rasa bosan Anda masih bisa diobati dengan cuci mata, cuti, atau liburan beberapa hari. Namun, apabila Anda telah mengidap rasa bosan yang kronis sehingga membuat Anda tidak produktif dan tidak pernah mencapai kepuasan bekerja, ini bisa menjadi tanda untuk melirik tempat lain.
2. Finansial Kurang
Bagi sebagian besar pekerja, uang merupakan motivator penting untuk tetap semangat bekerja. Jika Anda mulai bosan dengan pekerjaannya, Anda bisa mengalihkan pikiran dengan mengingat besarnya penghasilan Anda. "Jangan pikirkan pekerjaannya, pikirkan saja uangnya," begitu kata sebuah iklan. Yah, ada benarnya juga iklan tersebut. Jadi, kalau Anda sering berpikir, "Ah, seandainya saya punya uang lebih banyak lagi," itu sudah menjadi clue bahwa Anda tidak puas dengan gaji yang sekarang sehingga Anda boleh mencoba tempat lain yang memberikan penghasilan lebih besar. Tapi ingat, dengan gaji yang lebih besar, tanggung jawabnya pun biasanya lebih besar pula.
3. Lokasi Jauh
Lokasi bukan cuma urusan bisnis real estat saja. Faktor lokasi ini juga ikut menjadi pertimbangan karyawan untuk mencapai kepuasan bekerja di suatu perusahaan. Kantornya sih enak, tapi Anda mesti bangun pukul 05.00 dan menempuh perjalanan 2-3 jam setiap hari untuk sampai di kantor. Kesenangan-kesenangan yang didapat bisa menguap lantaran kelelahan di perjalanan. Jadi, seberapa jauh jarak rumah Anda ke kantor? Jika memang Anda merasa "tua di jalan", Anda mungkin bisa mencari karier lain di lokasi yang lebih terjangkau dengan rumah. Setidaknya, Anda bisa mencari pekerjaan-pekerjaan yang sangat fleksibel dengan waktu.
4. Manajemen Berantakan
Banyak perusahaan yang tidak mempunyai sistem manajemen yang baik, misalnya saja: komunikasi yang tidak lancar, manajemen yang tidak transparan, kenaikan promosi yang tidak jelas, dan lembur yang berkepanjangan. Jika Anda terperangkap dalam manajemen yang tidak profesional, tidak jelas standar dan promosinya, serta manajemen yang diterapkan masih mencari bentuk ideal, Anda bisa mempertimbangkan untuk membangun karier di tempat baru.
5. Mengejar Karier Impian
Apakah profesi yang Anda tekuni saat ini merupakan hal yang sudah Anda impikan sejak kecil? Kalau sekarang Anda belum beruntung mendapatkan karier impian, belum saatnya Anda berhenti di tengah jalan. Daripada Anda menekuni karier yang bikin Anda mulas setiap hari lantaran itu bukan dari hati, lebih baik Anda menggapai karier yang begitu Anda impikan. Bergaji lebih kecil? It's okay, asal bisa bikin hati bahagia. Tidak pede dengan kemampuan yang ada? Jangan khawatir, saat ini banyak jalur pendidikan yang dapat Anda ikuti sebagai modal Anda membidik karier baru.
6. Minim Penghargaan
Anda sudah mengerahkan segenap kemampuan untuk menghasilkan karya terbaik. Namun, apa yang Anda kerjakan ini kerap kali dipandang sebelah mata. Jangankan memberi penghargaan, memberi sedikit pujian saja tak pernah. Padahal, penghargaan sekecil apa pun memiliki efek yang dahsyat untuk menggenjot semangat untuk bekerja lebih baik lagi. Nah, kalau saat ini Anda sering merasa kantor mengabaikan prestasi Anda, dan tidak pernah menghargai kemampuan Anda, mungkin Anda bisa menoleh ke tempat lain.
7. Bayang-bayang PHK
Wah, kalau alasan ini sih tidak bisa ditawar-tawar lagi. Anda memang mesti memikirkan untuk pindah kerja, sebelum perusahaan Anda karam. Jadi, kalau bayang-bayang PHK sudah tercium, dan kondisi perusahaan sudah tidak sehat lagi, jangan tunda lagi, siapkan diri dan CV untuk menjajal karier baru.
(Aryani Indrastati/Majalah Chic)
1. Uh, Bosan
Bekerja bertahun-tahun mengurusi hal yang sama memang mengundang kebosanan. Awalnya mungkin senang, tapi apabila dari hari ke hari yang Anda kerjakan itu-itu saja, ya jenuh juga. Bosan memang merupakan "penyakit utama" bagi banyak pekerja. Rasa bosan Anda masih bisa diobati dengan cuci mata, cuti, atau liburan beberapa hari. Namun, apabila Anda telah mengidap rasa bosan yang kronis sehingga membuat Anda tidak produktif dan tidak pernah mencapai kepuasan bekerja, ini bisa menjadi tanda untuk melirik tempat lain.
2. Finansial Kurang
Bagi sebagian besar pekerja, uang merupakan motivator penting untuk tetap semangat bekerja. Jika Anda mulai bosan dengan pekerjaannya, Anda bisa mengalihkan pikiran dengan mengingat besarnya penghasilan Anda. "Jangan pikirkan pekerjaannya, pikirkan saja uangnya," begitu kata sebuah iklan. Yah, ada benarnya juga iklan tersebut. Jadi, kalau Anda sering berpikir, "Ah, seandainya saya punya uang lebih banyak lagi," itu sudah menjadi clue bahwa Anda tidak puas dengan gaji yang sekarang sehingga Anda boleh mencoba tempat lain yang memberikan penghasilan lebih besar. Tapi ingat, dengan gaji yang lebih besar, tanggung jawabnya pun biasanya lebih besar pula.
3. Lokasi Jauh
Lokasi bukan cuma urusan bisnis real estat saja. Faktor lokasi ini juga ikut menjadi pertimbangan karyawan untuk mencapai kepuasan bekerja di suatu perusahaan. Kantornya sih enak, tapi Anda mesti bangun pukul 05.00 dan menempuh perjalanan 2-3 jam setiap hari untuk sampai di kantor. Kesenangan-kesenangan yang didapat bisa menguap lantaran kelelahan di perjalanan. Jadi, seberapa jauh jarak rumah Anda ke kantor? Jika memang Anda merasa "tua di jalan", Anda mungkin bisa mencari karier lain di lokasi yang lebih terjangkau dengan rumah. Setidaknya, Anda bisa mencari pekerjaan-pekerjaan yang sangat fleksibel dengan waktu.
4. Manajemen Berantakan
Banyak perusahaan yang tidak mempunyai sistem manajemen yang baik, misalnya saja: komunikasi yang tidak lancar, manajemen yang tidak transparan, kenaikan promosi yang tidak jelas, dan lembur yang berkepanjangan. Jika Anda terperangkap dalam manajemen yang tidak profesional, tidak jelas standar dan promosinya, serta manajemen yang diterapkan masih mencari bentuk ideal, Anda bisa mempertimbangkan untuk membangun karier di tempat baru.
5. Mengejar Karier Impian
Apakah profesi yang Anda tekuni saat ini merupakan hal yang sudah Anda impikan sejak kecil? Kalau sekarang Anda belum beruntung mendapatkan karier impian, belum saatnya Anda berhenti di tengah jalan. Daripada Anda menekuni karier yang bikin Anda mulas setiap hari lantaran itu bukan dari hati, lebih baik Anda menggapai karier yang begitu Anda impikan. Bergaji lebih kecil? It's okay, asal bisa bikin hati bahagia. Tidak pede dengan kemampuan yang ada? Jangan khawatir, saat ini banyak jalur pendidikan yang dapat Anda ikuti sebagai modal Anda membidik karier baru.
6. Minim Penghargaan
Anda sudah mengerahkan segenap kemampuan untuk menghasilkan karya terbaik. Namun, apa yang Anda kerjakan ini kerap kali dipandang sebelah mata. Jangankan memberi penghargaan, memberi sedikit pujian saja tak pernah. Padahal, penghargaan sekecil apa pun memiliki efek yang dahsyat untuk menggenjot semangat untuk bekerja lebih baik lagi. Nah, kalau saat ini Anda sering merasa kantor mengabaikan prestasi Anda, dan tidak pernah menghargai kemampuan Anda, mungkin Anda bisa menoleh ke tempat lain.
7. Bayang-bayang PHK
Wah, kalau alasan ini sih tidak bisa ditawar-tawar lagi. Anda memang mesti memikirkan untuk pindah kerja, sebelum perusahaan Anda karam. Jadi, kalau bayang-bayang PHK sudah tercium, dan kondisi perusahaan sudah tidak sehat lagi, jangan tunda lagi, siapkan diri dan CV untuk menjajal karier baru.
(Aryani Indrastati/Majalah Chic)
Selasa, 23 Maret 2010
7 Kebiasaan Tidur Sehat
KOMPAS.com - Tak semua orang bisa tidur cukup. Akibatnya, mereka mengantuk dan tak bisa berprestasi maksimal di tempat kerja atau sekolah keesokan paginya.
Berikut ini sejumlah kebiasaan sehat yang bisa mendorong kebiasaan tidur sehat:
1. Ciptakan lingkungan yang kondusif
Singkirkan benda-benda seperti radio dan televisi dari kamar tidur. Kamar adalah tempat untuk tidur, bukan menonton televisi. Orang akan mudah tertidur ketika ruangan lebih dingin dibandingkan hangat. Karena itu, ciptakan ruangan yang sejuk.
Matikan lampu, karena otak lebih mudah mempersiapkan tubuh untuk tidur di ruangan gelap. Pastikan seprei selalu bersih. Bantal, guling, dan kasur juga harus nyaman agar kita bisa tidur nyenyak.
2. Atur waktu tidur dan bangun yang konsisten
Setiap orang punya jam biologis yang mencatat dan melacak pola tidur. Ketika tubuh punya pola tidur teratur, otak secara otomatis akan mengirim sinyal ke tubuh untuk rileks dan pergi tidur. Tubuh pun secara otomatis akan bangun ketika sudah cukup mendapatkan istirahat.
3. Jauhi obat tidur
Jauhi kafein dan nikotin di malam hari karena dapat mengganggu istirahat. Kafein adalah stimulan yang mengaktifkan otak, sedangkan nikotin mempercepat metabolisme, sehingga tubuh Anda tetap energik. Pilihlah susu atau cokelat hangat sebelum pergi tidur.
4. Olahraga teratur
Hindari olahraga berat dekat dengan waktu tidur karena peningkatan temperatur tubuh akan membuat Anda terus terjaga. Idealnya, olahraga dilakukan 4-6 jam sebelum pergi tidur. Supaya tetap sehat dan tidur nyenyak, gerakkan tubuh 20 menit sehari.
5. Turunkan suhu tubuh
Orang cenderung cepat jatuh tertidur ketika suhu tubuhnya menurun. Jadi, sebenarnya mandi air panas sebelum tidur justru tidak mempercepat tidur.
6. Jangan paksa diri untuk tidur.
Jika tak bisa tidur, coba keluar dari kamar dan lakukan sesuatu yang lama-kelamaan membuat Anda mengantuk. Contohnya menonton televisi, membaca, atau mendengarkan musik yang lembut. Segera kembali ke kamar ketika kantuk mulai menyerang.
7. Hindari tidur siang.
Tidur siang dapat mengganggu pola tidur Anda. Tidur siang menjamin Anda mendapatkan cukup istirahat hari itu, sehingga malam Anda jadi terjaga.
Berikut ini sejumlah kebiasaan sehat yang bisa mendorong kebiasaan tidur sehat:
1. Ciptakan lingkungan yang kondusif
Singkirkan benda-benda seperti radio dan televisi dari kamar tidur. Kamar adalah tempat untuk tidur, bukan menonton televisi. Orang akan mudah tertidur ketika ruangan lebih dingin dibandingkan hangat. Karena itu, ciptakan ruangan yang sejuk.
Matikan lampu, karena otak lebih mudah mempersiapkan tubuh untuk tidur di ruangan gelap. Pastikan seprei selalu bersih. Bantal, guling, dan kasur juga harus nyaman agar kita bisa tidur nyenyak.
2. Atur waktu tidur dan bangun yang konsisten
Setiap orang punya jam biologis yang mencatat dan melacak pola tidur. Ketika tubuh punya pola tidur teratur, otak secara otomatis akan mengirim sinyal ke tubuh untuk rileks dan pergi tidur. Tubuh pun secara otomatis akan bangun ketika sudah cukup mendapatkan istirahat.
3. Jauhi obat tidur
Jauhi kafein dan nikotin di malam hari karena dapat mengganggu istirahat. Kafein adalah stimulan yang mengaktifkan otak, sedangkan nikotin mempercepat metabolisme, sehingga tubuh Anda tetap energik. Pilihlah susu atau cokelat hangat sebelum pergi tidur.
4. Olahraga teratur
Hindari olahraga berat dekat dengan waktu tidur karena peningkatan temperatur tubuh akan membuat Anda terus terjaga. Idealnya, olahraga dilakukan 4-6 jam sebelum pergi tidur. Supaya tetap sehat dan tidur nyenyak, gerakkan tubuh 20 menit sehari.
5. Turunkan suhu tubuh
Orang cenderung cepat jatuh tertidur ketika suhu tubuhnya menurun. Jadi, sebenarnya mandi air panas sebelum tidur justru tidak mempercepat tidur.
6. Jangan paksa diri untuk tidur.
Jika tak bisa tidur, coba keluar dari kamar dan lakukan sesuatu yang lama-kelamaan membuat Anda mengantuk. Contohnya menonton televisi, membaca, atau mendengarkan musik yang lembut. Segera kembali ke kamar ketika kantuk mulai menyerang.
7. Hindari tidur siang.
Tidur siang dapat mengganggu pola tidur Anda. Tidur siang menjamin Anda mendapatkan cukup istirahat hari itu, sehingga malam Anda jadi terjaga.
7 Makanan Penolak Penyakit
KOMPAS.com — Menurut para ahli kesehatan dengan pendekatan holistik alami, menjaga kekebalan tubuh sebenarnya dapat dimulai dengan memelihara dan mempertahankan kesehatan sistem pencernaan.
Dengan kondisi sistem pencernaan yang baik, penyerapan nutrisi dari setiap makanan yang dicerna menjadi lebih mudah. Pencernaan yang sehat juga dapat menetralisasi racun serta melawan bakteri dan virus yang membahayakan tubuh.
Supaya sistem pencernaan tetap oke, ada banyak cara bisa dilakukan selain makan secara teratur dengan gizi berimbang. Salah satunya adalah mengonsumsi jenis-jenis makanan yang meningkatkan kekebalan. Berikut adalah tujuh jenis makanan yang membuat tubuh Anda secara alami mampu menolak penyakit.
1. Bawang putih: Bahan aktifnya, allicin, berperan sebagai antivirus dan antibakteri. Zat ini dapat membersihkan liver sehingga pada gilirannya akan membersihkan darah serta merangsang produksi sel darah putih.
2. Jahe: Tumbuhan ini mengandung sejumlah zat penting yang dapat menghangatkan tubuh, membuat badan berkeringat, mengatasi demam, dan menetralisasi racun. Jahe juga memicu pelepasan lendir dan efektif untuk melegakan pernapasan dan saluran paru. Jahe juga sering digunakan untuk obat sakit perut karena fungsinya sebagai pembersih.
3. Madu: Cairan ini adalah antibiotik alami sekaligus sebagai antiseptik. Madu juga mengandung zat pemacu kekebalan tubuh serta beragam vitamin dan mineral seperti B-kompleks, vitamin C, D, E, dan propolis. Madu juga dapat mengatasi problem tenggorokan, alergi, asma, dan masalah pernapasan lainnya berkat kemampuannya mengatasi iritasi.
4. Cayenne: Makanan yang satu ini memiliki kadar vitamin C, A, B, kalsium, dan potasium tinggi. Selain itu, cayenne juga bisa merangsang sirkulasi darah dan dikenal dapat mengobati sejumlah penyakit pencernaan.
5. Acidophilus dan bifidus: Dikenal sebagai bakteri baik, mikroba ini berperan menekan pertumbuhan bakteri jahat dalam usus, memperbaiki fungsi kekebalan serta merangsang produksi vitamin K. Dua jenis bakteri ini dapat ditemukan dalam yogurt atau kefir.
6. Sayuran hijau: Sayuran berwarna hijau gelap seperti kale, swiss chard, dan bayam mengandung vitamin B12, asam folat, potassium, vitamin A, C, dan K, yang semuanya dikenal bisa meningkatkan kekebalan tubuh.
7. Asam dan alkalin: Campuran asam atau alkalin yang seimbang diklaim memperbaiki pencernaan dan membantu penyembuhan. Contohnya, Anda dapat membuat minuman perasan lemon yang dicampur air hangat.
Dengan kondisi sistem pencernaan yang baik, penyerapan nutrisi dari setiap makanan yang dicerna menjadi lebih mudah. Pencernaan yang sehat juga dapat menetralisasi racun serta melawan bakteri dan virus yang membahayakan tubuh.
Supaya sistem pencernaan tetap oke, ada banyak cara bisa dilakukan selain makan secara teratur dengan gizi berimbang. Salah satunya adalah mengonsumsi jenis-jenis makanan yang meningkatkan kekebalan. Berikut adalah tujuh jenis makanan yang membuat tubuh Anda secara alami mampu menolak penyakit.
1. Bawang putih: Bahan aktifnya, allicin, berperan sebagai antivirus dan antibakteri. Zat ini dapat membersihkan liver sehingga pada gilirannya akan membersihkan darah serta merangsang produksi sel darah putih.
2. Jahe: Tumbuhan ini mengandung sejumlah zat penting yang dapat menghangatkan tubuh, membuat badan berkeringat, mengatasi demam, dan menetralisasi racun. Jahe juga memicu pelepasan lendir dan efektif untuk melegakan pernapasan dan saluran paru. Jahe juga sering digunakan untuk obat sakit perut karena fungsinya sebagai pembersih.
3. Madu: Cairan ini adalah antibiotik alami sekaligus sebagai antiseptik. Madu juga mengandung zat pemacu kekebalan tubuh serta beragam vitamin dan mineral seperti B-kompleks, vitamin C, D, E, dan propolis. Madu juga dapat mengatasi problem tenggorokan, alergi, asma, dan masalah pernapasan lainnya berkat kemampuannya mengatasi iritasi.
4. Cayenne: Makanan yang satu ini memiliki kadar vitamin C, A, B, kalsium, dan potasium tinggi. Selain itu, cayenne juga bisa merangsang sirkulasi darah dan dikenal dapat mengobati sejumlah penyakit pencernaan.
5. Acidophilus dan bifidus: Dikenal sebagai bakteri baik, mikroba ini berperan menekan pertumbuhan bakteri jahat dalam usus, memperbaiki fungsi kekebalan serta merangsang produksi vitamin K. Dua jenis bakteri ini dapat ditemukan dalam yogurt atau kefir.
6. Sayuran hijau: Sayuran berwarna hijau gelap seperti kale, swiss chard, dan bayam mengandung vitamin B12, asam folat, potassium, vitamin A, C, dan K, yang semuanya dikenal bisa meningkatkan kekebalan tubuh.
7. Asam dan alkalin: Campuran asam atau alkalin yang seimbang diklaim memperbaiki pencernaan dan membantu penyembuhan. Contohnya, Anda dapat membuat minuman perasan lemon yang dicampur air hangat.
Langganan:
Postingan (Atom)