Tampilkan postingan dengan label Aman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 April 2010

7 Cara Menjamin Kondom Tetap Aman

Hati-hati saat memilih dan mengenakan kondom. Menurut penelitian Kinsey Institute, jika Anda tak mengenakan kondom dengan semestinya (misalnya tidak menjepit ujungnya sebelum membuka gulungannya), risiko kondom robek bisa mencapai 15 persen. Padahal, jika Anda mengenakan dengan benar pun, risiko robek masih ada 2-3 persen.

Oleh karena itu, Nick White, Technical Risk Director untuk SSL International, pembuat kondom merek Durex, melakukan penelitian untuk mencari jalan keluarnya. Setelah menguji hampir 1.000 kondom yang dikembalikan karena memiliki cacat, White mendapati bahwa hampir seluruh robekan terjadi karena disebabkan cara tertentu. Dari pengujian itu, White memiliki beberapa ide untuk memilih dan mengenakan kondom yang aman.

* Jangan terlalu rapat. White menyarankan, apabila pasangan merasa kondom terasa semakin ketat, minta ia untuk tidak memaksa memakainya dan  memastikan kondom belum meregang. Jika sudah meregang, bisa-bisa kondom robek.

* Lakukan pelumasan. Jika Anda merasa vagina belum cukup lembab, gunakan gel lubrikasi berbahan dasar air. Paul Joannides, penulis Guide To Getting It On, menyarankan untuk me-rehidrasi jika Anda berdua sudah mengenakannya beberapa saat. ”Tambahkan saja air atau liur, tapi jangan gel lubrikasinya,” katanya. ”Jika tidak, Anda akan merasakan perih dan panas pada vagina.”

* Keringkan dulu. Pastikan batang penis tidak basah ketika Anda memasangkan kondom, misalnya karena sebelumnya Anda memberikan seks oral untuknya. Hal ini untuk mencegah kondom terkoyak atau tergelincir.

 * Takut tembus, tak berarti harus memakai kondom dobel. Apabila satu lapis kondom saja bisa membuat Anda merasa nyeri, bagaimana bila dua?

* Pilih yang terbaik. Consumer Reports belum lama ini melakukan uji coba terhadap 15.000 kondom dan tujuh produk di antaranya mendapatkan nilai yang sempurna. Artinya, kondom ini terbukti lebih kuat dan lebih dapat diandalkan. Tiga merek di antaranya adalah Durex, Lifestyles, dan Trojan meski tak semua varian produk mereka dianggap sempurna.

* Hati-hati kondom bajakan. Kondom palsu ini berasal dari China. ”Pengekspor kondom ini mencetak kotak kemasan sehingga mirip dengan kondom asal Amerika. Ini cukup mengganggu,” ujar White. Agar tidak tertipu mendapatkan barang bajakan, sebaiknya memang membeli kondom di tempat-tempat yang tepercaya.

* Bagaimana bila robek? Sederhana saja, bila kondom robek, Anda seperti melakukan seks tanpa pengaman saja. Para ahli dari Division of STD Prevention di CDC mengatakan, yang perlu lebih dikhawatirkan dengan kondom yang robek adalah penularan penyakit menular seksual.

KOMPAS.com

Jumat, 26 Maret 2010

Kehamilan Aman untuk Pasien KankerPayudara

Kompas.com - Kini ada harapan bagi pasien kanker payudara yang telah sembuh (survivor) untuk memiliki buah hati. Penelitian menunjukkan kehamilan cukup aman untuk para survivor kanker payudara.

Dahulu para dokter mengkhawatirkan terjadinya perubahan hormon akibat kehamilan yang bisa memicu kembalinya sel kanker. Itu sebabnya banyak dokter yang tidak menyarankan para survivor untuk hamil.

Dalam hasil penelitian yang dipresentasikan dalam European Breast Cancer Conference di Barcelona, Spanyol, Jumat (26/3), para ahli mengatakan kehamilan bagi survivor kanker payudara adalah aman dan diyakini tidak berkaitan dengan kekambuhan penyakit.

Dalam penelitiannya, Dr.Hatem Azim dari Institute Jules Bordet, Belgia yang menganalisa 14 studi yang melibatkan 1.400 wanita hamil dengan riwayat kanker payudara menemukan, sebagian besar wanita bisa hamil beberapa bulan atau tahun setelah menjalani terapi pengobatan kanker. Azim dan timnya membandingkan kelompok wanita tersebut dengan 18.000 survivor yang tidak hamil.

"Kami berharap hasil studi ini mengubah saran dokter kepada pasien. Tidak ada alasan untuk mencegah para survivor untuk hamil," ujar Azim.

Hasil studi Azim juga menemukan, survivor yang hamil memiliki risiko 42 persen lebih rendah untuk meninggal dibanding dengan survivor yang tidak hamil. Hal tersebut diduga karena sebagian besar wanita memang secara alami menjadi lebih sehat saat sedang hamil.

Menanggapi studi tersebut para pakar memberikan catatan bahwa kehamilan yang sehat untuk para survivor tergantung pada tipe kanker dan berapa lama terapi pengobatan yang dijalani. Mereka yang melakukan terapi hormon untuk kanker payudara secara umum perlu waktu lima tahun untuk hamil.

Para wanita juga sebaiknya menunggu waktu dua tahun setelah diagnosis kanker untuk hamil. "Dua tahun adalah periode yang beresiko tinggi kekambuhan sel kanker," kata Maria Leadbater, ahli kanker payudara dari Inggris.

Azim mengatakan, hubungan antara hormon dan kanker payudara lebih rumit daripada yang selama ini diketahui. Estrogen memang jadi pemicu kanker payudara dan saat hamil tubuh seorang wanita memproduksi lebih banyak estrogen. Namun, hormon estrogen dalam jumlah sangat tinggi juga bisa membunuh sel kanker.

Hormon lain yang diproduksi tubuh saat kehamilan, seperti hormon untuk menghasilkan ASI, telah terbukti melindungi tubuh dari sel kanker payudara.

Rabu, 24 Maret 2010

Kopi Pekat Lebih Aman untuk Perut

KOMPAS.com — Minum kopi memberikan efek yang berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang merasa jantungnya jadi berdebar-debar. Ada yang perutnya jadi kembung atau jadi mulas. Yang terakhir ini termasuk cukup banyak terjadi. Buktinya, satu dari lima orang diperkirakan mengalami masalah pada perut setelah minum kopi. Sering kali hal ini membuat mereka harus pantang kopi dulu selama beberapa hari.
Nah, apabila Anda termasuk yang memiliki masalah dengan perut sehabis minum kopi, mungkin Anda bisa mencoba kopi yang lebih pekat. Sebab, dark-roasted coffee dinilai memproduksi lebih sedikit asam di dalam perut ketimbang bentuk kopi yang lain, demikian menurut hasil studi baru.

Para ilmuwan Austria melaporkan pada American Chemical Society bahwa mereka telah mengidentifikasi tiga senyawa yang menyebabkan asam pada perut: kafein, catechols, dan N-alkanoly-5-hydroxytryptamides. Mereka juga menemukan bahwa satu komponen kopi, N-methylpyridium (NMP), tampak menghentikan sel-sel perut memproduksi asam hydrochloric. NMP bisa meningkat dua kali lipat saat terkonsentrasi pada kopi yang dipanggang lebih pekat.

NMP memang tidak ditemukan pada biji kopi mentah dan hanya dihasilkan dari proses pemanggangan. Para peneliti sedang berencana untuk menguji beberapa tipe biji kopi mentah, dan metode pemanggangan, untuk menghasilkan varian yang baru tahun ini.
"Penemuan ini akan membantu banyak orang yang menderita akibat sensitivitas kopi. Sebagai pencinta kopi, tentu kami sangat senang dengan penemuan ini," ujar Dr Veronika Somoza dari University of Vienna, Austria.
Tentu tidak hanya para peneliti yang excited dengan penemuan ini, tetapi juga para pencinta kopi pada umumnya.