Sepertinya semua orang berusaha mendapatkan perut ramping. Yang diperlukan adalah langkah-langkah penuh komitmen. Berikut langkah-langkahnya.
1. Memperbaiki postur
Apakah Anda memerhatikan, bahwa ketika Anda duduk sambil bermalas-malasan atau membungkuk, perut Anda akan terlihat berlipat? Jadi, perbaiki postur Anda. Dengan menegakkan punggung dan perut, Anda sudah membantu membuat perut lebih rata tanpa perlu berolahraga. Untuk postur yang lebih baik saat berdiri, sejajarkan telinga Anda dengan pundak, pundak dengan pinggul, pinggul dengan lutut, dan lutut dengan pergelangan kaki. Jaga agar bagian depan pundak Anda terbuka seperti saat kemeja Anda tergantung di gantungan baju. Tahan pusar Anda (tanpa bantuan tangan) ke arah tulang punggung dan pusatkan berat badan Anda pada bagian bola kaki dan tumit.
2. Pikirkan latihan seluruh tubuh
Jangan terlalu memusingkan bagian perut Anda lalu lupa dengan otot tubuh lainnya. Otot di bagian tengah tubuh juga termasuk bagian sisi perut dan otot punggung, misalnya. Latihan pilates adalah salah satu cara untuk melatih seluruh bagian otot bagian tengah tubuh, termasuk lengan dan kaki.
3. Coba latihan gaya dayung
Anda tahu cara orang mendayung, kan? Nah, Anda bisa melatih otot sisi perut dengan gaya ini. Caranya: Berdiri tegak, kaki terpisah. Katupkan tangan erat. Hembuskan napas, dan lakukan gerakan mendayung dengan tangan terpaut tadi. Saat Anda melakukan gerakan mendayung ke kanan, taruh kepalan tangan di pinggul kanan, sambil tekuk dan angkat kaki kanan, begitu sebaliknya. Jangan lupa hembuskan napas tiap kali kepalan tangan sampai di sisi pinggul, dan kaki terangkat. Lakukan gerakan ini sebanyak 20 kali di masing-masing sisi.
4. Tendangan kucing
Berdirilah dengan kaki rapat, rentangkan tangan seperti akan terbang. Hembuskan napas, dan angkat kaki kanan lurus ke depan, dengan saat yang bersamaan, sapukan lengan ke arah yang sama dengan kaki, sejajar dengan pundak. Perlahan bungkukkan tulang punggung Anda saat kaki dan kedua lengan Anda sudah lurus ke depan. Bagian pusar ditarik masuk, ke arah dalam. Tarik napas, dan kembali ke posisi awal, lakukan dengan kaki yang berbeda. Lakukan gerakan tersebut dengan masing-masing kaki selama dua puluh kali.
5. Jinjit-jinjit
Berdiri tegak, dengan tumit saling menempel, ujung ibu jari kaki terpisah. Tautkan kedua telapak tangan Anda di bawah dagu, hembuskan napas sambil mendorong tautan kepalan tersebut ke arah bawah, tetap dekatkan lengan Anda pada tubuh. Sembari tangan Anda didorong ke bawah, berjinjitlah. Tahan selama 2 detik saat Anda berada di titik paling ujung, tarik napas, dan perlahan kembali ke posisi awal. Ulangi sebanyak 20 kali.
6. Pelajari diet Anda
Untuk menghilangkan lipatan berlebih pada perut Anda, amat penting untuk memerhatikan apa saja asupan Anda dan menghitung seberapa aktifnya Anda. Dengan kata lain, kurangi porsi makan, dan bergeraklah lebih banyak.
7. Alat bantu seperlunya
Bola latihan yang besar, tali, bahkan keanggotaan di gym memang bisa membantu Anda menghilangkan lemak pada perut, namun hal-hal tersebut sebenarnya tidak krusial untuk membuat perut Anda lebih kuat. Anda bisa melatih perut saat melakukan kegiatan harian. Misal, saat berjalan, saat mengantre, atau saat berbincang dengan teman di acara, Anda bisa menguatkan otot perut dengan berdiri tegak, hembuskan napas sambil menarik otot perut seakan ingin menarik tali pusat Anda ke arah dalam.
8. Ciptakan gol yang realistis
Gen Anda bisa saja berperan penting terhadap bentuk tubuh Anda, namun, bukan menjadi alasan untuk menyerah dan berserah dengan memakan makanan berlemak dan berkalori tinggi. Gol Anda harus realistis dan berfokus pada tubuh Anda, bukan hanya pada imej yang idealis. Perut Beyonce, misalnya, mungkin bisa menjadi motivasi, tapi jangan sampai berusaha mati-matian agar bisa menyerupainya.
9. Perlahan tapi pasti
Tak ada cara yang instan untuk membentuk perut rata. Meski ada yang menawarkan cara singkat dan mudah, bisa jadi hal itu hanya sementara. Ekspektasikan perkembangan perlahan tapi pasti. Persiapkan diri akan terjadi kemunduran, bahkan frustasi. Kemajuan akan datang perlahan dan konsisten.
KOMPAS.com
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Perut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perut. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 April 2010
Rabu, 24 Maret 2010
Makanan Asin Tingkatkan Risiko Kanker Perut
Kompas.com — Pola makan yang tinggi garam meningkatkan risiko kanker perut hingga 10 persen. Demikian kesimpulan studi yang dilakukan para ahli dari Korea Selatan yang melakukan studi pada lebih dari 2 juta orang.
Kanker perut atau kanker gastric termasuk dalam jenis kanker yang banyak diderita orang di dunia. Beberapa studi telah menemukan kaitan antara makanan yang asin dan timbulnya kanker gastric. Meski mekanisme kejadian kankernya belum jelas, para ahli tetap menyarankan untuk membatasi asupan makanan yang asin untuk menghindari kanker.
Dalam penelitiannya, Jeongseon Kim dan timnya dari National Cancer Center Research Institute meneliti dampak garam pada kejadian kanker gastric pada lebih dari 2 juta orang Korea Selatan berusia 30-80 tahun. Semua responden memberikan informasi mengenai pola makan dan gaya hidupnya. Mereka juga menjalani check up antara 1996 dan 1997.
Menurut data Korea Central Cancer Registry, selama lebih dari 7 tahun, 9.620 pria dan 2.773 wanita menderita kanker perut. Menurut Kim dan timnya, orang yang lebih suka mengonsumsi makanan asin memiliki risiko 10 persen lebih tinggi terkena kanker perut.
Menanggapi hasil studi tersebut, Dr Al B Benson, spesialis kanker gastric dari Chicago, AS, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan, hasil penelitian tersebut tidak menunjukkan kaitan antara makanan asin dan kanker gastric.
Ia mengatakan, bagaimana cara garam dikonsumsi lebih penting. Sebuah studi di Jepang menunjukkan, sodium dalam bentuk garam meja lebih terkait dengan penyakit kardiovaskuler, bukan kanker. Sementara itu, makanan yang asin, misalnya saja ikan yang diproses, justru terkait dengan kanker.
"Yang harus diketahui adalah bagaimana cara penggunaan garam dalam makanan, misalnya saja dibuat acar atau asinan, yang lebih berisiko menimbulkan gangguan kesehatan," kata Benson.
Kendati demikian, ia menyebutkan, pembatasan garam lebih menguntungkan untuk mencegah naiknya tekanan darah.
Kanker perut atau kanker gastric termasuk dalam jenis kanker yang banyak diderita orang di dunia. Beberapa studi telah menemukan kaitan antara makanan yang asin dan timbulnya kanker gastric. Meski mekanisme kejadian kankernya belum jelas, para ahli tetap menyarankan untuk membatasi asupan makanan yang asin untuk menghindari kanker.
Dalam penelitiannya, Jeongseon Kim dan timnya dari National Cancer Center Research Institute meneliti dampak garam pada kejadian kanker gastric pada lebih dari 2 juta orang Korea Selatan berusia 30-80 tahun. Semua responden memberikan informasi mengenai pola makan dan gaya hidupnya. Mereka juga menjalani check up antara 1996 dan 1997.
Menurut data Korea Central Cancer Registry, selama lebih dari 7 tahun, 9.620 pria dan 2.773 wanita menderita kanker perut. Menurut Kim dan timnya, orang yang lebih suka mengonsumsi makanan asin memiliki risiko 10 persen lebih tinggi terkena kanker perut.
Menanggapi hasil studi tersebut, Dr Al B Benson, spesialis kanker gastric dari Chicago, AS, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan, hasil penelitian tersebut tidak menunjukkan kaitan antara makanan asin dan kanker gastric.
Ia mengatakan, bagaimana cara garam dikonsumsi lebih penting. Sebuah studi di Jepang menunjukkan, sodium dalam bentuk garam meja lebih terkait dengan penyakit kardiovaskuler, bukan kanker. Sementara itu, makanan yang asin, misalnya saja ikan yang diproses, justru terkait dengan kanker.
"Yang harus diketahui adalah bagaimana cara penggunaan garam dalam makanan, misalnya saja dibuat acar atau asinan, yang lebih berisiko menimbulkan gangguan kesehatan," kata Benson.
Kendati demikian, ia menyebutkan, pembatasan garam lebih menguntungkan untuk mencegah naiknya tekanan darah.
Perut Langsing dengan "Hula Hoop"
KOMPAS.com — Gara-gara Michelle Obama bermain hula hoop, permainan ini jadi ngetren lagi. Sang ibu negara ini sudah beberapa kali terlihat asyik memainkan alat tersebut, salah satunya dalam acara Healthy Kids Fair di Gedung Putih, dua minggu lalu.
Ketika muncul sekitar 50 tahun lalu, hula hoop diperkenalkan sebagai mainan anak-anak. Karena itu ketika kita kecil, hula hoop populer di kalangan "anak kampung". Hal ini membuktikan, permainan ini memang sudah begitu memasyarakat.
Seiring makin tingginya kesadaran orang tentang kebugaran, alat ini malah dikenal sebagai properti latihan. Latihan memutar-mutar lingkaran tersebut di sekitar pinggang dianggap sebagai salah satu cara yang menyenangkan untuk merampingkan perut. Di beberapa gym, group exercise class tak hanya menawarkan kelas aerobik atau yoga, tetapi juga hula hoop.
Vicky Lakin, misalnya. Instruktur fitnes ini sudah membuka kelas hula hoop di tiga kota di West Yorkshire, Inggris. Sambutannya ternyata luar biasa. "Saya sudah fully booked. Saya punya jadwal 12 kelas minggu ini," katanya.
Hula hoop digambarkannya sebagai bentuk latihan low impact yang membuat seluruh tubuh bekerja. Tak heran, latihan ini juga digunakan oleh Marisa Tomei untuk membantu membentuk badannya saat harus membintangi film The Wrestler (2008). Hingga sekarang, aktris peraih Oscar ini masih memainkannya beberapa kali seminggu.
"Anda tidak bisa berhenti tersenyum dan tertawa saat ber-hula hoop," katanya.
Hula hoop generasi saat ini dikabarkan juga menggunakan lingkaran yang lebih besar dan lebih berat. Hal itu menyebabkan lingkaran itu tak mudah jatuh. Michelle Obama, misalnya, berhasil memutar sebanyak 142 kali sebelum alat itu akhirnya jatuh.
Apabila Anda tak punya peralatan hula hoop, Anda juga bisa menggunakan gim Wii Fit Hula Hoop dari Nintendo. Permainan ini diklaim bisa membakar 100 kalori dalam 10 menit. Jika Anda memainkannya selama 1 jam, Anda mungkin bisa membakar 400-600 kalori. Mainkan bersama teman-teman sambil mendengarkan musik, pasti Anda tak akan merasa bosan.
Meskipun begitu, beberapa pakar kesehatan ragu bahwa aktivitas ini akan menjadi bagian dari sesi latihan rutin.
"Itu bisa saja menjadi personal tool untuk digunakan sesekali di fitnes, seperti medicine ball," ujar Neal Pire, fisiolog latihan dan anggota American College of Sports Medicine. "Tetapi, sebagai kelas latihan berkelompok, menurut saya akan sulit, karena tidak banyak yang bisa dilakukan dengan alat itu."
Ketika muncul sekitar 50 tahun lalu, hula hoop diperkenalkan sebagai mainan anak-anak. Karena itu ketika kita kecil, hula hoop populer di kalangan "anak kampung". Hal ini membuktikan, permainan ini memang sudah begitu memasyarakat.
Seiring makin tingginya kesadaran orang tentang kebugaran, alat ini malah dikenal sebagai properti latihan. Latihan memutar-mutar lingkaran tersebut di sekitar pinggang dianggap sebagai salah satu cara yang menyenangkan untuk merampingkan perut. Di beberapa gym, group exercise class tak hanya menawarkan kelas aerobik atau yoga, tetapi juga hula hoop.
Vicky Lakin, misalnya. Instruktur fitnes ini sudah membuka kelas hula hoop di tiga kota di West Yorkshire, Inggris. Sambutannya ternyata luar biasa. "Saya sudah fully booked. Saya punya jadwal 12 kelas minggu ini," katanya.
Hula hoop digambarkannya sebagai bentuk latihan low impact yang membuat seluruh tubuh bekerja. Tak heran, latihan ini juga digunakan oleh Marisa Tomei untuk membantu membentuk badannya saat harus membintangi film The Wrestler (2008). Hingga sekarang, aktris peraih Oscar ini masih memainkannya beberapa kali seminggu.
"Anda tidak bisa berhenti tersenyum dan tertawa saat ber-hula hoop," katanya.
Hula hoop generasi saat ini dikabarkan juga menggunakan lingkaran yang lebih besar dan lebih berat. Hal itu menyebabkan lingkaran itu tak mudah jatuh. Michelle Obama, misalnya, berhasil memutar sebanyak 142 kali sebelum alat itu akhirnya jatuh.
Apabila Anda tak punya peralatan hula hoop, Anda juga bisa menggunakan gim Wii Fit Hula Hoop dari Nintendo. Permainan ini diklaim bisa membakar 100 kalori dalam 10 menit. Jika Anda memainkannya selama 1 jam, Anda mungkin bisa membakar 400-600 kalori. Mainkan bersama teman-teman sambil mendengarkan musik, pasti Anda tak akan merasa bosan.
Meskipun begitu, beberapa pakar kesehatan ragu bahwa aktivitas ini akan menjadi bagian dari sesi latihan rutin.
"Itu bisa saja menjadi personal tool untuk digunakan sesekali di fitnes, seperti medicine ball," ujar Neal Pire, fisiolog latihan dan anggota American College of Sports Medicine. "Tetapi, sebagai kelas latihan berkelompok, menurut saya akan sulit, karena tidak banyak yang bisa dilakukan dengan alat itu."
Label:
dengan,
dengan Hula Hoop,
Hoop,
Hula,
Langsing,
Perut,
Perut Langsing,
tips
Kopi Pekat Lebih Aman untuk Perut
KOMPAS.com — Minum kopi memberikan efek yang berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang merasa jantungnya jadi berdebar-debar. Ada yang perutnya jadi kembung atau jadi mulas. Yang terakhir ini termasuk cukup banyak terjadi. Buktinya, satu dari lima orang diperkirakan mengalami masalah pada perut setelah minum kopi. Sering kali hal ini membuat mereka harus pantang kopi dulu selama beberapa hari.
Nah, apabila Anda termasuk yang memiliki masalah dengan perut sehabis minum kopi, mungkin Anda bisa mencoba kopi yang lebih pekat. Sebab, dark-roasted coffee dinilai memproduksi lebih sedikit asam di dalam perut ketimbang bentuk kopi yang lain, demikian menurut hasil studi baru.
Para ilmuwan Austria melaporkan pada American Chemical Society bahwa mereka telah mengidentifikasi tiga senyawa yang menyebabkan asam pada perut: kafein, catechols, dan N-alkanoly-5-hydroxytryptamides. Mereka juga menemukan bahwa satu komponen kopi, N-methylpyridium (NMP), tampak menghentikan sel-sel perut memproduksi asam hydrochloric. NMP bisa meningkat dua kali lipat saat terkonsentrasi pada kopi yang dipanggang lebih pekat.
NMP memang tidak ditemukan pada biji kopi mentah dan hanya dihasilkan dari proses pemanggangan. Para peneliti sedang berencana untuk menguji beberapa tipe biji kopi mentah, dan metode pemanggangan, untuk menghasilkan varian yang baru tahun ini.
"Penemuan ini akan membantu banyak orang yang menderita akibat sensitivitas kopi. Sebagai pencinta kopi, tentu kami sangat senang dengan penemuan ini," ujar Dr Veronika Somoza dari University of Vienna, Austria.
Tentu tidak hanya para peneliti yang excited dengan penemuan ini, tetapi juga para pencinta kopi pada umumnya.
Nah, apabila Anda termasuk yang memiliki masalah dengan perut sehabis minum kopi, mungkin Anda bisa mencoba kopi yang lebih pekat. Sebab, dark-roasted coffee dinilai memproduksi lebih sedikit asam di dalam perut ketimbang bentuk kopi yang lain, demikian menurut hasil studi baru.
Para ilmuwan Austria melaporkan pada American Chemical Society bahwa mereka telah mengidentifikasi tiga senyawa yang menyebabkan asam pada perut: kafein, catechols, dan N-alkanoly-5-hydroxytryptamides. Mereka juga menemukan bahwa satu komponen kopi, N-methylpyridium (NMP), tampak menghentikan sel-sel perut memproduksi asam hydrochloric. NMP bisa meningkat dua kali lipat saat terkonsentrasi pada kopi yang dipanggang lebih pekat.
NMP memang tidak ditemukan pada biji kopi mentah dan hanya dihasilkan dari proses pemanggangan. Para peneliti sedang berencana untuk menguji beberapa tipe biji kopi mentah, dan metode pemanggangan, untuk menghasilkan varian yang baru tahun ini.
"Penemuan ini akan membantu banyak orang yang menderita akibat sensitivitas kopi. Sebagai pencinta kopi, tentu kami sangat senang dengan penemuan ini," ujar Dr Veronika Somoza dari University of Vienna, Austria.
Tentu tidak hanya para peneliti yang excited dengan penemuan ini, tetapi juga para pencinta kopi pada umumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)