Tampilkan postingan dengan label Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baru. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2010

Alasan Baru Berhenti Merokok

Ditemukannya jejak darah babi dalam filter rokok mungkin bisa jadi alasan tepat agar Anda segera menghentikan kebiasaan buruk ini. 

Sejak akhir Maret lalu, peringatan pada kelompok-kelompok keagamaan telah disebar setelah jejak darah babi ditemukan dalam filter rokok. Seorang profesor Australia pun telah memperingatkan kepada kelompok-kelompok keagamaan agar lebih selektif memilih merk rokok.

Simon Chapman, seperti dikutip dari laman dailymail.co.uk, mengatakan penelitian Belanda baru-baru ini telah mengidentifikasi 185 merk rokok menggunakan hemoglobin dalam darah babi pada fiter rokok.

Profesor dari Universitas Sidney ini pun mengatakan, studi ini memberikan peringatan ke dunia manufaktur rokok dan cenderung memicu keprihatinan bagi Muslim dan para pengikut Yahudi yang taat.

Chapman juga menambahkan, masyarakat Yahudi tentu menganggap hal ini sangat serius dan masyarakat Islam tentu saja juga demikian.

"Tapi, ini adalah bisnis dan rahasia dagang " katanya kepada Sydney Daily Telegraph.

Penelitian ini menemukan hemoglobin babi atau protein darah telah digunakan untuk membuat filter lebih efektif memblokir bahan kimia beracun sebelum masuk ke paru-paru seorang perokok.

Profesor Chapman menyatakan, meskipun beberapa perusahaan tembakau telah secara sukarela menerbitkan daftar isi rokok di situs, mereka juga mencatat bahwa proses pengolahan produk yang dirahasiakan.

"Setidaknya satu merek rokok yang dijual di Yunani telah dikonfirmasi terbukti menggunakan hemoglobin babi dalam proses manufaktur," katanya menambahkan. • 

VIVAnews  

Senin, 29 Maret 2010

Teori Baru Penyebab "Down Syndrome"

Sampai saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti down syndrome atau gangguan keterbelakangan mental. Down Syndrome adalah suatu kelainan kromosom pada kromosom 21 di mana terjadi penambahan jumlah kromosom.

Kromosom manusia ada 22 pasang. Pada mereka yang terkena down syndrome, kromosom yang ke-21 ada tambahan kromosom atau perpindahan
kromosom dari tempat lain sehingga menjadi kromosom 21 plus yang
kita kenal trisomi 21.

Akibat adanya penambahan kromosom, akan terjadi gangguan pada anak. Biasanya gangguan itu pada saraf, tulang, kulit, jantung, dan fungsi pencernaan.

Pasien down syndrome ini mempunyai wajah yang khas, misalnya karena ada gangguan pada pertumbuhan tulang, maka tulang dahinya lebih datar, jembatan mata lebih datar, mata kiri dan mata kanan agak berjauhan, posisi daun telinganya lebih rendah. Yang jelas, wajahnya sangat spesifik mongolism dan mengalami retardasi mental.

Para peneliti dari Amerika Serikat baru-baru ini mengungkapkan teori terbaru penyebab down syndrome. Disebutkan bahwa hilangnya protein di otak dalam jumlah sedikit, bukan banyak seperti yang selama ini diduga, menjelaskan mengapa terjadi down syndrome.

Para peneliti menemukan, baik pada manusia dan mencit yang menderita down syndrome, memiliki kadar protein spesifik di otak lebih sedikit dibandingkan orang yang normal. Pada uji coba pemberian obat pada mencit, ternyata berhasil mengembalikan kadar protein menjadi normal kembali.

"Kini kita sampai pada paradigma baru bahwa kita seharusnya melihat jumlah protein yang berkurang dan bukannya yang berlebihan pada otak penderita down syndrome. Ini adalah peluang untuk mengembangkan terapi target pengobatan down syndrome," kata peneliti senior Terry Elton, profesor farmakologi dari Ohio State University, AS.

Prevalensi down syndrome kira-kira 1 berbanding 700 kelahiran. Di dunia, lebih kurang ada 8 juta anak down syndrome. Di Indonesia, dari hasil survei terbaru, sudah mencapai lebih dari 300.000 orang.

KOMPAS.com

Kamis, 25 Maret 2010

Telur, Makanan Super Baru

KOMPAS.com — Telur termasuk dalam menu yang dianjurkan agar kebutuhan gizi seimbang kita terpenuhi. Namun, tahukah Anda bahwa telur kini dapat dikategorikan sebagai makanan super yang baru?

Telur bahkan dilaporkan memiliki kemampuan untuk mengatasi obesitas, demikian hasil penelitian yang dipimpin oleh Dr Carrie Ruxton, PhD, ahli nutrisi dari King's College, London. Selain sebagai sumber protein, telur juga diperkaya dengan vitamin D, vitamin B12, dan asam amino, yang diperlukan untuk perkembangan anak dan pemulihan fisik pada orang dewasa.

Penelitian Ruxton juga menunjukkan bahwa telur memainkan peran penting dalam menjaga kebugaran dan bentuk badan. Telur berukuran sedang memiliki kurang dari 80 kalori sehingga akan menjadi alternatif menu sarapan yang baik jika Anda termasuk yang memedulikan ukuran kalori. Bahkan, pada 1979, Margaret Thatcher dilaporkan mengalami penurunan berat badan berkat diet singkat dengan mengonsumsi 28 telur per minggu.

"Ada manfaat gizi yang jelas dengan mengonsumsi telur secara teratur," ujar Ruxton. Menurut dia, sebutir telur setiap hari akan menyediakan kebutuhan gizi harian akan vitamin D yang diperlukan untuk kesehatan tulang dan mencegah penyakit jantung.

Tidak disebutkan dalam penelitian benarkah kuning telur adalah penyebab kolesterol dan bagaimana pengaruhnya terhadap program penurunan berat badan tersebut. Namun, dalam hal makanan, pada dasarnya moderasi adalah kuncinya. Jika ingin aman, hanya konsumsi bagian putih telurnya saja untuk mendapatkan manfaat proteinnya.