Sebuah penelitian menemukan bahwa obat pencegah kanker prostat dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Penemuan mengejutkan ini tentu mengurangi antusiasme penggunaan obat tersebut.
Sebelumnya, GlacoSmithKline PLC meminta FDA (Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan AS) untuk menyetujui obat Avodart sebagai pencegahan kanker bagi pria dengan risiko di atas rata-rata dari penyakit ini. Obat ini telah digunakan untuk masalah buang air kecil dan tidak ada risiko jantung dari penggunaan tersebut, ungkap pihak dokter.
"Kesimpulan dari penelitian ini sebagai penangkal kanker disebutkan pada konferensi kedokteran tahun lalu, namun informasi risiko jantung tidak diketahui pada saat itu," ungkap juru bicara Glaxo.
Hasil keseluruhan penelitian ini dapat dilihat di New England Journal of Medicine edisi Kamis ini.
Penelitian ini diikuti 6.700 pria dengan nilai tinggi dari tes darah PSA, namun tidak memiliki tanda kanker pada biopsi. Mereka kemudian diberi Avodart dan pil palsu serta biopsi baru selama empat tahun. Kanker prostat ditemukan pada 25% dari mereka yang menggunakan pil palsu dan 20% pengguna Avodart.
Ini adalah pengurangan risiko yang sama dengan studi lain yang menemukannya di obat yang sama, Finasteride, yang dijual dalam bentuk generik seperti Proscar, diproduksi oleh Merck & Co. Inc. Penelitian ini tidak menemukan tingginya risiko serangan jantung pada Proscar. Dalam studi Avodart, kegagalan jantung berkembang di 30 pria pengguna obat dibandingkan 16 dari pil palsu.
"Analisis lebih lanjut menyarankan bagi pria yang berisiko gagal jantung selama menggunakan Avodart ternyata juga cenderung menggunakan obat tambahan," kata juru bicara Glaxo, Sarah Alspach. Ia menambahkan, tingginya risiko gagal jantung ini dianggap tidak digambarkan dan tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya.
Tahun lalu, sebuah diskusi panel dari ahli jantung merekomendasikan pria memilih Proscar atau Avodart jika mereka secara reguler cenderung terkena kanker prostat. Namun studi Avodart ini tidak cocok dengan saran sebelumnya.
“Dua obat ini bekerja dengan cara yang bebeda dan mungkin tidak memiliki profil keselamatan yang sama,” ungkap Dr Barnett Krammer, ilmuan dari National Institutes of Health yang memimpin panel dan tidak ada hubungan dengan penelitian tersebut.
Dalam kesimpulan Avodart secara keseluruhan, menurut Kramer adalah yang paling penting adanya kemungkinan serangan jantung yang belum diantisipasi.
Dr Otis Brawley, yang turut membantu penelitian ini sebelum menjadi kepala kedokteran American Cancer Society pada 2007, mengatakan bahwa risiko serangan jantung mungkin kebetulan. Namun pria mungkin perlu memperhatikan risiko ini. “Ini mungkin alasan yang tepat untuk berhenti konsumsi obat tersebut,” ungkap Brawley.
Jumlah orang yang memilih menggunakan obat ini untuk pencegahan kanker hingga saat ini belum jelas. Di lain pihak, biaya ini sekitar US$ 3 (Rp28 ribu) tiap pil. "Untuk mencegah kasus tambahan dari kanker, 71 orang harus mengkonsumsi Proscar selama tujuh tahun," ungkap dokter
Kanker prostat adalah kanker nonkulit yang paling umum pada pria Amerika. Sekitar 192.000 kasus baru dan 27.000 kematian dari kanker ini terjadi tahun lalu. [mor]
INILAH.COM
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 April 2010
Senin, 29 Maret 2010
Obat-obatan Juga Sumber Polusi
Toilet atau kamar mandi ternyata merupakan sumber polusi. Di tempat ini terdapat beragam polutan berasal dari kandungan farmasi aktif, seperti obat, hormon, atau antibiotik, yang dikeluarkan lewat urine atau feses. Bukan cuma itu, banyak orang juga terbiasa membuang obat ke dalam toilet.
Kandungan obat farmasi aktif atau active pharmaceutical ingridient (API) menurut para peneliti terkadang bisa lolos dari proses pembersihan dan larut sampai ke tanah, sungai, danau, bahkan laut. Beberapa jenis API juga diketahui terbawa hingga ke air minum.
"Kita harus lebih peduli pada cara kita menggunakan obat-obatan farmasi karena dapat menyebabkan dampak lingkungan yang tak dikehendaki. Mengidentifikasi cara API masuk dan mencemari lingkungan adalah langkah penting untuk meminimalkan dampaknya," kata Dr Ilene Ruhoy, Direktur Institute for Environmental Medicine dari Touro University, Amerika.
Ia menambahkan, jenis obat yang dioles (topikal), seperti krim, lotion, salep, gel, atau obat tempel di kulit, merupakan jenis API yang paling mudah mencemari lingkungan karena mudah larut saat terkena air ketika kita mandi.
"API dari obat topikal punya dampak lebih besar daripada yang dikeluarkan lewat urine atau feses, yang bahan kimianya telah dipecah di liver atau ginjal," kata Ruhoy. Untuk obat-obatan oles, disarankan agar kita menghapusnya dulu dengan lap sebelum mandi.
KOMPA.com
Kandungan obat farmasi aktif atau active pharmaceutical ingridient (API) menurut para peneliti terkadang bisa lolos dari proses pembersihan dan larut sampai ke tanah, sungai, danau, bahkan laut. Beberapa jenis API juga diketahui terbawa hingga ke air minum.
"Kita harus lebih peduli pada cara kita menggunakan obat-obatan farmasi karena dapat menyebabkan dampak lingkungan yang tak dikehendaki. Mengidentifikasi cara API masuk dan mencemari lingkungan adalah langkah penting untuk meminimalkan dampaknya," kata Dr Ilene Ruhoy, Direktur Institute for Environmental Medicine dari Touro University, Amerika.
Ia menambahkan, jenis obat yang dioles (topikal), seperti krim, lotion, salep, gel, atau obat tempel di kulit, merupakan jenis API yang paling mudah mencemari lingkungan karena mudah larut saat terkena air ketika kita mandi.
"API dari obat topikal punya dampak lebih besar daripada yang dikeluarkan lewat urine atau feses, yang bahan kimianya telah dipecah di liver atau ginjal," kata Ruhoy. Untuk obat-obatan oles, disarankan agar kita menghapusnya dulu dengan lap sebelum mandi.
KOMPA.com
Label:
Juga,
Obat,
Obat-obatan,
obatan,
Polusi,
Sumber,
Sumber Polusi
Selasa, 23 Maret 2010
Larva Undur-undur untuk Obat Berbagai Penyakit
KOMPAS.com - Pernah mendengar hewan undur-undur? Larva serangga undur-undur (Myrmeleontindae) atau yang biasa disebut semut singa dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Menurut seorang penjual undur-undur, Ernawati, larva undur-undur dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi, stroke, sakit gula, diabetes, sesak napas, reumatik, sakit kuning, pegel linu, dan lainnya. "Bisa buat kesehatan, diminum (ditelan) hidup-hidup," ujar Ernawati yang ditemui di pasar burung Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/2/2010).
Karena dipercaya mampu menyembuhkan penyakit, undur-undur membuka peluang bisnis untuk diperjualbelikan. Ernawati mengaku, seekor larva undur-undur laku dijual Rp 300- Rp 1.000 tergantung penawaran pembeli.
Ukuran larva undur-undur seukuran semut besar namun gempal, pipih, berkaki enam, dan memiliki taring di kepalanya.
Menurut Ernawati, pembeli biasa membeli dalam jumlah bervariasi mulai dari 10 ekor hingga ribuan ekor. "Jadi bisa untung kadang tiga ratus ribu, kadang empat ratus, kadang lima ratus, tujuh setengah, tergantung lagi banyak apa enggak," katanya.
Meskipun menguntungkan, larva undur-undur cukup sulit ditangkap. Mereka tinggal dalam pasir dan biasanya bersembunyi di dalam membuat berbentuk corong yang dibuat dengan tubuhnya dengan bergerak mundur. "Kalau musim hujan, jarang ada, biasanya di pasir samping dinding rumah, teras, pesisir pantai, banyak di Jawa Tengah," kata Ernawati.
Karena sulit dicari itulah, maka Ernawati selama hanya mengandalkan pemasok dari Jawa Tengah yang rutin mengirim stok larva undur-undur yang kemudian dijual Ernawati tersebut.
Mengenai biaya perawatan stok larva undur-undur, Ernawati mengatakan, "Gampang, tinggal taroh di pasir kering, dikasih susu," katanya.
Uniknya, larva undur-undur biasa diberi makan susu bubuk agar bertahan selama disimpan menunggu pembeli. "Makannya susu bubuk, susu bayi, taburin saja sedikit di pasirnya," kata Ernawati.
Menurut seorang penjual undur-undur, Ernawati, larva undur-undur dapat menyembuhkan penyakit darah tinggi, stroke, sakit gula, diabetes, sesak napas, reumatik, sakit kuning, pegel linu, dan lainnya. "Bisa buat kesehatan, diminum (ditelan) hidup-hidup," ujar Ernawati yang ditemui di pasar burung Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/2/2010).
Karena dipercaya mampu menyembuhkan penyakit, undur-undur membuka peluang bisnis untuk diperjualbelikan. Ernawati mengaku, seekor larva undur-undur laku dijual Rp 300- Rp 1.000 tergantung penawaran pembeli.
Ukuran larva undur-undur seukuran semut besar namun gempal, pipih, berkaki enam, dan memiliki taring di kepalanya.
Menurut Ernawati, pembeli biasa membeli dalam jumlah bervariasi mulai dari 10 ekor hingga ribuan ekor. "Jadi bisa untung kadang tiga ratus ribu, kadang empat ratus, kadang lima ratus, tujuh setengah, tergantung lagi banyak apa enggak," katanya.
Meskipun menguntungkan, larva undur-undur cukup sulit ditangkap. Mereka tinggal dalam pasir dan biasanya bersembunyi di dalam membuat berbentuk corong yang dibuat dengan tubuhnya dengan bergerak mundur. "Kalau musim hujan, jarang ada, biasanya di pasir samping dinding rumah, teras, pesisir pantai, banyak di Jawa Tengah," kata Ernawati.
Karena sulit dicari itulah, maka Ernawati selama hanya mengandalkan pemasok dari Jawa Tengah yang rutin mengirim stok larva undur-undur yang kemudian dijual Ernawati tersebut.
Mengenai biaya perawatan stok larva undur-undur, Ernawati mengatakan, "Gampang, tinggal taroh di pasir kering, dikasih susu," katanya.
Uniknya, larva undur-undur biasa diberi makan susu bubuk agar bertahan selama disimpan menunggu pembeli. "Makannya susu bubuk, susu bayi, taburin saja sedikit di pasirnya," kata Ernawati.
Langganan:
Postingan (Atom)