Tampilkan postingan dengan label Efektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Efektif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2010

Waktu Efektif Bercinta

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan percintaan? Pagi, siang atau malam hari? Jawabannya adalah....
Portal berita femalefirst di Inggris, belum lama ini melakukan survei terhadap 1.000 pembacanya. Survei itu untuk mengukur waktu bercinta paling efektif. Pagi, siang, atau malam hari?
Hasilnya, lebih dari setengah peserta survei menganggap performa lebih baik di pagi hari. Sebanyak 77% peserta survei wanita yakin penampilan mereka mulai dari rambut hingga ujung kaki jauh lebih segar di pagi hari.
Apa yang kaum wanita katakan, kaum pria mendukungnya. Survei menyatakan, 82% pria yang ikut survei mengakui daya tarik perempuan lebih kuat di pagi hari.
Kesimpulannya, kaum pria dan wanita ternyata setuju bahwa melakuan hubungan seksual sangat menyenangkan adalah di pagi hari. Waktu bercinta di pagi hari yang memiliki waktu yang lebih pendek itu, justru merupakan hal positif. Hasilnya, sebanyak 83% peserta survei menyetujuinya. [aji/mor]

INILAH.COM 

Selasa, 23 Maret 2010

Olahraga Satu Jam Lebih Efektif

KOMPAS.com — Seseorang secara alami akan mengalami penambahan berat badan karena metabolismenya, proses ketika tubuh membakar kalori, menjadi lambat seiring dengan pertambahan usia. Padahal, penyakit terkait erat sekali dengan kehadiran lemak secara berlebihan.

Untuk menjaga berat badan yang normal, berapa pun usia Anda, yang dilakukan adalah menurunkan berat badan secara bertahap lewat olahraga. Para pakar kesehatan di Amerika merekomendasikan 150 menit dalam seminggu sudah cukup untuk mengurangi risiko penyakit kronik. Namun, takaran waktu tersebut kurang cukup untuk mengurangi berat badan.

Para ahli mengungkapkan, cara yang paling baik untuk mendapatkan berat tubuh yang sehat adalah berolahraga dengan takaran lebih banyak, sekitar satu jam setiap hari. Bahkan, apabila cara ini dilakukan sejak usia pertengahan, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang.

Sejumlah peneliti dari Brigham and Women's Hospital melakukan penelitian untuk mengetahui dengan pasti takaran waktu yang paling tepat untuk mencegah kegemukan tanpa harus membatasi kalori. Penelitian yang diketuai oleh I-Min Lee, ScD dari Harvard Medical School ini melibatkan 34.000 responden wanita yang rata-rata berusia 54.

Lee menemukan bahwa makin aktif seseorang berolahraga, makin sedikit penurunan berat badan yang diperoleh. "Apabila dibandingkan antara kelompok wanita yang sangat aktif olahraga, kelompok yang kurang begitu aktif justru mencapai penurunan berat badan lebih banyak," katanya.

Hasil studi juga mengungkapkan bahwa aktivitas fisik dan pengurangan bobot tubuh hanya nyata hasilnya pada mereka yang indeks massa tubuhnya kurang dari 25. "Untuk mereka yang indeks massa tubuhnya lebih dari 25 atau kegemukan, olahraga harus diikuti dengan pembatasan kalori," kata Lee.