Ini solusi untuk pria yang merasa kurang nyaman jika harus memeriksakan kualitas spermanya di laboratorium. Food and Drug Administration (FDA) di Amerika sedang menguji sebuah peralatan tes untuk memeriksa jumlah sperma yang dihasilkan pria. Alat untuk memeriksa kadar kesuburan pria ini nantinya bisa digunakan sendiri di rumah.
Sperm test kit buatan Inggris ini diperkirakan akan dijual seharga 15 poundsterling di berbagai apotek di Inggris, lebih murah daripada jika suami harus melakukan pemeriksaan sperma di laboratorium.
Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan di jurnal Human Reproduction, Dr John Herr dari University of Virginia, yang membantu mengembangkan peralatan ini, akurasi tes ini mencapai 96 persen jika dibandingkan dengan metode standar yang digunakan di laboratorium.
"Tes ini pada dasarnya memberikan informasi pada pria seberapa dalamnya ketidaksuburan itu," ujar Dr Herr. "Jika kedua strip-nya negatif, artinya mereka perlu mencari perawatan medis untuk (memperbaiki) ketidaksuburan."
Alat tes sperma ini bekerja dengan cara mendeteksi sebuah antigen yang ditemukan pada permukaan kepala sel sperma yang diketahui sebagai SP-10, dan butuh waktu 10 tahun untuk berkembang.
KOMPAS.com
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Sperma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sperma. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 April 2010
Rabu, 24 Maret 2010
Sperma Bikin Awet Muda? Mitos!
KOMPAS.com — “Sebenarnya saya malu menyampaikan masalah saya dan suami. Karena itu, mohon nama saya disamarkan, ya. Saya seorang istri umur 40 tahun, suami berumur 41 tahun. Kami sama-sama bekerja.
Selama ini kami baik-baik saja, tidak ada masalah. Hubungan intim juga tidak ada masalah. Saya bisa merasakan orgasme meski tidak selalu. Kalau suami, pasti selalu orgasme, bahkan sering cepat keluar sperma. Itu bukan masalah bagi saya, meski mulanya kadang-kadang jengkel.
Sebulan yang lalu suami tiba-tiba meminta saya lakukan sesuatu yang saya anggap menjijikkan. Suami minta saya menelan spermanya dan menyuruh saya mengoleskan spermanya di wajah saya. Katanya supaya saya awet muda dan tetap bergairah.
Saya menolak karena saya jijik dan saya anggap aneh, tetapi suami bilang itu anjuran seorang dokter yang dia baca di koran. Saya tetap menolak dan membuat suami marah sampai kami batal hubungan intim. Suami mengatakan wajah saya mulai keriput, jadi harus dioles sperma biar mulus lagi.
Yang mau saya tanyakan, apa benar permintaan suami itu? Apa benar menurut kedokteran, sperma yang ditelan membuat awet muda dan tetap bergairah, dan kalau dioles di kulit wajah membuat tidak keriput? Tolong dijelaskan supaya saya dan suami mengerti.”
AT, Jakarta
Dokter tak paham
Pengalaman Anda disebabkan oleh mitos tentang sperma yang menyatakan bahwa sperma dapat membuat wanita awet muda. Memang ada dokter yang tidak mengerti mengenai sperma, lalu menganggap mitos itu benar, kemudian menginformasikan kepada masyarakat melalui media massa atau seminar.
Bahkan, percaya atau tidak, ada juga dokter yang melakukannya karena tidak mengerti bahwa itu hanya salah satu mitos di antara banyak mitos lain yang berkaitan dengan seks.
Masalah muncul kalau dokter kemudian menyampaikan mitos itu secara luas karena menganggap sebagai sebuah kebenaran. Tentu saja kesalahan ini patut disayangkan, bahkan disesalkan, karena dilakukan oleh seorang dokter.
Masyarakat menganggap benar apa yang disampaikan oleh dokter. Padahal, tidak semua dokter mengerti semua cabang ilmu kedokteran yang begitu luas dan pesat berkembang. Tidak banyak dokter mengetahui bahwa ada spermatologi, sebagai bagian dari andrologi. Lain halnya kalau yang menyampaikan informasi itu bukan dokter.
Tidak benar
Saya pikir Anda benar menolak permintaan suami untuk menelan dan mengoleskan spermanya ke wajah Anda. Selanjutnya, Anda dapat menunjukkan penjelasan saya ini bahwa informasi itu tidak benar dan hanya sebuah mitos.
Saya yakin kalau suami sudah mengerti, dia tidak akan memaksa Anda lagi untuk melakukan kebodohan seperti itu. Pemaksaan hanya akan menimbulkan hambatan psikis bagi Anda, yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan fungsi seksual.
Kalau tujuan suami agar keriput di wajah Anda berkurang, itu dapat dilakukan dengan cara yang benar. Ada cara yang benar berdasarkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi kekerutan di wajah Anda, kalau memang keadaan itu dianggap mengganggu. @
Konsultasi dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila SpAnd
Selama ini kami baik-baik saja, tidak ada masalah. Hubungan intim juga tidak ada masalah. Saya bisa merasakan orgasme meski tidak selalu. Kalau suami, pasti selalu orgasme, bahkan sering cepat keluar sperma. Itu bukan masalah bagi saya, meski mulanya kadang-kadang jengkel.
Sebulan yang lalu suami tiba-tiba meminta saya lakukan sesuatu yang saya anggap menjijikkan. Suami minta saya menelan spermanya dan menyuruh saya mengoleskan spermanya di wajah saya. Katanya supaya saya awet muda dan tetap bergairah.
Saya menolak karena saya jijik dan saya anggap aneh, tetapi suami bilang itu anjuran seorang dokter yang dia baca di koran. Saya tetap menolak dan membuat suami marah sampai kami batal hubungan intim. Suami mengatakan wajah saya mulai keriput, jadi harus dioles sperma biar mulus lagi.
Yang mau saya tanyakan, apa benar permintaan suami itu? Apa benar menurut kedokteran, sperma yang ditelan membuat awet muda dan tetap bergairah, dan kalau dioles di kulit wajah membuat tidak keriput? Tolong dijelaskan supaya saya dan suami mengerti.”
AT, Jakarta
Dokter tak paham
Pengalaman Anda disebabkan oleh mitos tentang sperma yang menyatakan bahwa sperma dapat membuat wanita awet muda. Memang ada dokter yang tidak mengerti mengenai sperma, lalu menganggap mitos itu benar, kemudian menginformasikan kepada masyarakat melalui media massa atau seminar.
Bahkan, percaya atau tidak, ada juga dokter yang melakukannya karena tidak mengerti bahwa itu hanya salah satu mitos di antara banyak mitos lain yang berkaitan dengan seks.
Masalah muncul kalau dokter kemudian menyampaikan mitos itu secara luas karena menganggap sebagai sebuah kebenaran. Tentu saja kesalahan ini patut disayangkan, bahkan disesalkan, karena dilakukan oleh seorang dokter.
Masyarakat menganggap benar apa yang disampaikan oleh dokter. Padahal, tidak semua dokter mengerti semua cabang ilmu kedokteran yang begitu luas dan pesat berkembang. Tidak banyak dokter mengetahui bahwa ada spermatologi, sebagai bagian dari andrologi. Lain halnya kalau yang menyampaikan informasi itu bukan dokter.
Tidak benar
Saya pikir Anda benar menolak permintaan suami untuk menelan dan mengoleskan spermanya ke wajah Anda. Selanjutnya, Anda dapat menunjukkan penjelasan saya ini bahwa informasi itu tidak benar dan hanya sebuah mitos.
Saya yakin kalau suami sudah mengerti, dia tidak akan memaksa Anda lagi untuk melakukan kebodohan seperti itu. Pemaksaan hanya akan menimbulkan hambatan psikis bagi Anda, yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan fungsi seksual.
Kalau tujuan suami agar keriput di wajah Anda berkurang, itu dapat dilakukan dengan cara yang benar. Ada cara yang benar berdasarkan ilmu pengetahuan untuk mengatasi kekerutan di wajah Anda, kalau memang keadaan itu dianggap mengganggu. @
Konsultasi dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila SpAnd
Selasa, 23 Maret 2010
Sperma Hilang akibat Diabetes?
KOMPAS.com — Pria berusia 34 tahun ini mengeluhkan disfungsi ereksi yang terjadi akibat diabetes yang diidapnya. Namun, ketika kadar gula darah terkontrol dan ereksi terjadi, ternyata sperma tidak pernah muncul saat ejakulasi. Ke mana larinya sperma itu? Adakah kaitan hilangnya sperma dengan penyakit diabetes?
"Saya pria berumur 34 tahun. Lima tahun lalu saya mengidap diabetes tipe 2 sampai menderita impotensi. Untunglah saat ini saya mampu mengontrol gula darah hingga normal tanpa obat. Masalahnya, sampai saat ini impotensi masih saya alami.
Ada sedikit kemajuan dalam ereksi, tapi tidak bisa sangat keras seperti dulu sebelum mengidap diabetes. Bila berhubungan dengan istri, saat klimaks, tidak ada ejakulasi sperma. Saya hanya merasakan nikmat tanpa ada sperma yang keluar.
Dokter, apa yang terjadi? Ke mana sperma saya? Apa sudah habis akibat diabetes? Ke mana saya harus operasi dan apakah harus dioperasi?"
G, Jakarta
Sperma ke kandung kencing
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang sering kali menimbulkan gangguan fungsi seksual, berupa disfungsi ereksi dan retrograde ejaculation. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mengalami atau mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seksual dengan memuaskan. Disfungsi ereksi terjadi akibat gangguan pembuluh darah yang disebut angiopati.
Retrograde ejaculation berarti ejakulasi terbalik, sperma tidak dikeluarkan melalui penis, tetapi masuk ke dalam kandung kencing. Biasanya pria yang mengalami retrograde ejaculation tidak melihat adanya sperma yang keluar ketika orgasme.
Anda mengalami kedua hal tersebut sehingga ereksi penis tidak optimal dan tidak ada sperma yang keluar ketika orgasme. Sperma tidak keluar karena masuk ke dalam kandung kecing, bukan karena habis. Cairan sperma dan sel spermatozoanya tetap diproduksi, tapi ketika Anda mengalami ejakulasi, sperma masuk ke kandung kencing karena otot di sekeliling lubang bagian bawah kandung kencing tidak menutup dengan kuat. Keadaan ini disebabkan gangguan saraf akibat diabetes.
Retrograde ejaculation, dari sudut kepuasan seksual, sebenarnya bukan masalah walaupun tidak ada sperma yang keluar. Kecuali Anda dan istri masih ingin punya anak. Untuk mengatasinya, diabetes harus diatasi. Selain itu, Anda harus mendapat pengobatan erektogenik, yang membantu terjadinya ereksi.
Juga ada pengobatan untuk membantu kontraksi otot sekitar lubang bagian bawah kandung kencing. Dengan demikian, sperma tidak lagi masuk ke dalam kandung kencing. Saya sarankan Anda mendapat pengobatan dan pemeriksaan yang benar, termasuk pemeriksaan laboratorium.
"Saya pria berumur 34 tahun. Lima tahun lalu saya mengidap diabetes tipe 2 sampai menderita impotensi. Untunglah saat ini saya mampu mengontrol gula darah hingga normal tanpa obat. Masalahnya, sampai saat ini impotensi masih saya alami.
Ada sedikit kemajuan dalam ereksi, tapi tidak bisa sangat keras seperti dulu sebelum mengidap diabetes. Bila berhubungan dengan istri, saat klimaks, tidak ada ejakulasi sperma. Saya hanya merasakan nikmat tanpa ada sperma yang keluar.
Dokter, apa yang terjadi? Ke mana sperma saya? Apa sudah habis akibat diabetes? Ke mana saya harus operasi dan apakah harus dioperasi?"
G, Jakarta
Sperma ke kandung kencing
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang sering kali menimbulkan gangguan fungsi seksual, berupa disfungsi ereksi dan retrograde ejaculation. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mengalami atau mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seksual dengan memuaskan. Disfungsi ereksi terjadi akibat gangguan pembuluh darah yang disebut angiopati.
Retrograde ejaculation berarti ejakulasi terbalik, sperma tidak dikeluarkan melalui penis, tetapi masuk ke dalam kandung kencing. Biasanya pria yang mengalami retrograde ejaculation tidak melihat adanya sperma yang keluar ketika orgasme.
Anda mengalami kedua hal tersebut sehingga ereksi penis tidak optimal dan tidak ada sperma yang keluar ketika orgasme. Sperma tidak keluar karena masuk ke dalam kandung kecing, bukan karena habis. Cairan sperma dan sel spermatozoanya tetap diproduksi, tapi ketika Anda mengalami ejakulasi, sperma masuk ke kandung kencing karena otot di sekeliling lubang bagian bawah kandung kencing tidak menutup dengan kuat. Keadaan ini disebabkan gangguan saraf akibat diabetes.
Retrograde ejaculation, dari sudut kepuasan seksual, sebenarnya bukan masalah walaupun tidak ada sperma yang keluar. Kecuali Anda dan istri masih ingin punya anak. Untuk mengatasinya, diabetes harus diatasi. Selain itu, Anda harus mendapat pengobatan erektogenik, yang membantu terjadinya ereksi.
Juga ada pengobatan untuk membantu kontraksi otot sekitar lubang bagian bawah kandung kencing. Dengan demikian, sperma tidak lagi masuk ke dalam kandung kencing. Saya sarankan Anda mendapat pengobatan dan pemeriksaan yang benar, termasuk pemeriksaan laboratorium.
Langganan:
Postingan (Atom)
