KOMPAS.com — Bila selama ini penderita glaukoma hanya bergantung pada obat tetes mata yang bekerja untuk menurunkan tekanan mata, kini telah hadir alternatif baru berupa lensa kontak (softlense) yang ditambahkan vitamin E dan punya daya kerja seperti obat tetes mata.
Lensa kontak teknologi terbaru tersebut diperkenalkan dalam ajang American Chemical Society baru-baru ini. Lensa kontak ini bekerja dengan cara melepaskan obat secara perlahan-lahan dan menahannya pada tempat. Lensa kontak ini diklaim efektif mencegah perburukan penyakit glaukoma.
Glaukoma sering disebut sebagai pencuri penglihatan karena penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara berangsur-angsur tanpa gejala apa pun. Gangguan ini terjadi karena abnormalnya tekanan dalam mata.
Perawatan glaukoma kronis biasanya dimulai dengan obat tetes mata. Tujuannya menurunkan tekanan dalam bola mata. Hanya saja, obat tetes mata ini harus digunakan terus-menerus setiap hari, sering kali efek obatnya terhapus dalam beberapa menit sehingga tidak efektif.
Berbeda dengan softlense yang diperkaya vitamin E ini, yang secara perlahan akan melepaskan obat ke bagian dalam lensa dan menahannya selama mungkin di mata.
"Kebanyakan obat tetes mata cepat terhapus dalam dua hingga lima menit sehingga tidak mencapai target. Obat-obatan jenis ini juga sering terserap ke peredaran darah dan terbawa ke seluruh tubuh sehingga bisa menimbulkan efek samping," kata Dr Anuj Chauhan, peneliti dari University of Florida, Amerika Serikat.
Dalam percobaan pada hewan di laboratorium terbukti bahwa obat yang dikeluarkan oleh lensa kontak bertahan lebih lama sebelum terhapus. Menurut Chuchan, struktur vitamin E seperti "tembok bata nano" yang kecil. "Karena tembok bata ini lebih besar dari molekul obat, kami yakin butuh waktu lebih lama bagi molekul untuk masuk ke tujuannya. Hal ini akan meningkatkan durasi pelepasan obat dari lensa kontak," paparnya.
Menurut rencana, dua tahun lagi lensa kontak ini akan diuji pada pasien glaukoma. Lensa kontak ini juga disebut mampu melindungi mata dari bahaya sinar matahari. "Vitamin E dalam lensa kontak akan menahan sinar matahari," kata Chuchan.
Ia menambahkan, lensa kontak ini memiliki bentuk seperti lensa kontak biasa dan bisa digunakan dalam waktu sebulan. Di masa depan, obat untuk penyakit mata lainnya, seperti katarak, juga bisa dimasukkan ke dalam lensa kontak ini.
kumpulan berita surat kabar tentang musik,pria,wanita,gaya hidup,makanan sehat,seputar kesehatan seks
Tampilkan postingan dengan label Vitamin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vitamin. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Maret 2010
Selasa, 23 Maret 2010
Vitamin E, Sahabat Kulit dan Jantung
KOMPAS.com - Sudah terbukti, asupan vitamin E yang cukup akan membuat kulit senantiasa kenyal dan awet muda.
Vitamin E adalah sahabat kulit. Vitamin ini juga penting untuk imunitas tubuh dan kesehatan mata. Selama ini vitamin E lebih populer sebagai antioksidan yang akan melindungi sel dari kerusakan.
Antioksidan efektif memperbaiki struktur kulit, menunda proses penuaan dan mengatasi kerutan. Karena itulah, dewasa ini banyak produk kecantikan kulit yang memakai vitamin E sebagai bahan utamanya.
Vitamin E mudah larut di air, karenanya ia lebih mudah diserap bersama makanan. Saat ini vitamin E tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari pil, kapsul, juga cair. Selain diminum langsung, vitamin E juga dapat dioleskan ke kulit.
Untuk mendapatkan manfaat dari vitamin E, konsumsi vitamin E 15 mg per hari. Jumlah ini sudah terpenuhi dari bahan makanan sehari-hari. Secara alami vitamin E terdapat dalam minyak sayur, sayuran berdaun hijau, sereal atau makanan yang difortifikasi, telur, dan kacang-kacangan.
Selain untuk keindahan kulit, vitamin E ternyata juga efektif untuk mencegah penyakit jantung koroner. Hal ini karena vitamin E adalah antioksidan yang berperan mencegah terjadinya proses oksidasi dalam tubuh sehingga plak dan sumbatan arteri tidak terbentuk. Untuk memperoleh perlindungan yang memadai terhadap serangan jantung sekurang-kurangnya diperlukan 100 IU vitamin E setiap hari.
Vitamin E adalah sahabat kulit. Vitamin ini juga penting untuk imunitas tubuh dan kesehatan mata. Selama ini vitamin E lebih populer sebagai antioksidan yang akan melindungi sel dari kerusakan.
Antioksidan efektif memperbaiki struktur kulit, menunda proses penuaan dan mengatasi kerutan. Karena itulah, dewasa ini banyak produk kecantikan kulit yang memakai vitamin E sebagai bahan utamanya.
Vitamin E mudah larut di air, karenanya ia lebih mudah diserap bersama makanan. Saat ini vitamin E tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari pil, kapsul, juga cair. Selain diminum langsung, vitamin E juga dapat dioleskan ke kulit.
Untuk mendapatkan manfaat dari vitamin E, konsumsi vitamin E 15 mg per hari. Jumlah ini sudah terpenuhi dari bahan makanan sehari-hari. Secara alami vitamin E terdapat dalam minyak sayur, sayuran berdaun hijau, sereal atau makanan yang difortifikasi, telur, dan kacang-kacangan.
Selain untuk keindahan kulit, vitamin E ternyata juga efektif untuk mencegah penyakit jantung koroner. Hal ini karena vitamin E adalah antioksidan yang berperan mencegah terjadinya proses oksidasi dalam tubuh sehingga plak dan sumbatan arteri tidak terbentuk. Untuk memperoleh perlindungan yang memadai terhadap serangan jantung sekurang-kurangnya diperlukan 100 IU vitamin E setiap hari.
Vitamin Pencegah Jerawat
KOMPAS.com - Jerawat sering dikaitkan dengan masa pubertas. Padahal, jerawat seringkali hadir pada seseorang yang berusia di atas 30 tahun. Selain di wajah, jerawat juga bisa muncul di punggung, dada, leher, dan bagian tubuh lain.
Jerawat timbul saat kelenjar minyak di bawah permukaan folikel rambut di kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Kandungan minyak ini normalnya akan dikeluarkan lewat pori untuk menjaga agar kulit tetap sehat dan terlubrikasi.
Penyebab jerawat pada dasarnya ada tiga, pertama, karena sumbatan dari luar yang berasal dari lapisan kulit mati. Kedua, karena produksi kelenjar minyak yang berlebihan. Ketiga, karena terjadi peradangan. Ketiga faktor itulah yang menjadi biang jerawat begitu dipicu faktor genetik, hormon, gaya hidup yang salah, ditambah adanya pengaruh radikal bebas.
Kulit wajah yang kotor bukanlah penyebab utama jerawat. Para ahli justru menyebutkan perubahan hormon sebagai penyebab timbulnya jerawat. Ketidakseimbangan hormon tadi akan menyebabkan produksi sebum berlebih. Selain masa puber, ketidakseimbangan hormon juga dialami oleh wanita hamil, siklus menstruasi, serta menopause.
Pada masa remaja, hormon androgen menjadi aktif dan merangsang kelenjar minyak pada kulit, menyebabkan meningkatnya produksi minyak. Akibat produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat sehingga menimbulkan bintik-bintik yang biasanya berwarna hitam.
Pemicu lain timbulnya jerawat adalah stres emosional, iritasi kulit akibat pengelupasan, serta penggunaan alat kontrasepsi serta obat yang menganggu keseimbangan hormon.
Selain menjaga kebersihan wajah agar pori-pori tidak tersumbat, ada beberapa vitamin yang efektif menangkal jerawat. Dalam buku The Healing Power of Vitamins, Minerals, and Herbs, disebutkan vitamin A adalah vitamin yang penting untuk mengontrol produksi sebum.
Vitamin lain yang berfungsi untuk menyeimbangkan hormon adalah vitamin B6 yang disarankan untuk ketidakseimbangan hormon saat periode menstruasi dan menopause. Konsumsi pula vitamin C untuk meningkatkan sistem imun, mengurangi bakteri penyebab jerawat, mengurangi peradangan, dan menjaga agar kadar hormon selalu sehat.
Jerawat timbul saat kelenjar minyak di bawah permukaan folikel rambut di kulit menghasilkan terlalu banyak sebum. Kandungan minyak ini normalnya akan dikeluarkan lewat pori untuk menjaga agar kulit tetap sehat dan terlubrikasi.
Penyebab jerawat pada dasarnya ada tiga, pertama, karena sumbatan dari luar yang berasal dari lapisan kulit mati. Kedua, karena produksi kelenjar minyak yang berlebihan. Ketiga, karena terjadi peradangan. Ketiga faktor itulah yang menjadi biang jerawat begitu dipicu faktor genetik, hormon, gaya hidup yang salah, ditambah adanya pengaruh radikal bebas.
Kulit wajah yang kotor bukanlah penyebab utama jerawat. Para ahli justru menyebutkan perubahan hormon sebagai penyebab timbulnya jerawat. Ketidakseimbangan hormon tadi akan menyebabkan produksi sebum berlebih. Selain masa puber, ketidakseimbangan hormon juga dialami oleh wanita hamil, siklus menstruasi, serta menopause.
Pada masa remaja, hormon androgen menjadi aktif dan merangsang kelenjar minyak pada kulit, menyebabkan meningkatnya produksi minyak. Akibat produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat sehingga menimbulkan bintik-bintik yang biasanya berwarna hitam.
Pemicu lain timbulnya jerawat adalah stres emosional, iritasi kulit akibat pengelupasan, serta penggunaan alat kontrasepsi serta obat yang menganggu keseimbangan hormon.
Selain menjaga kebersihan wajah agar pori-pori tidak tersumbat, ada beberapa vitamin yang efektif menangkal jerawat. Dalam buku The Healing Power of Vitamins, Minerals, and Herbs, disebutkan vitamin A adalah vitamin yang penting untuk mengontrol produksi sebum.
Vitamin lain yang berfungsi untuk menyeimbangkan hormon adalah vitamin B6 yang disarankan untuk ketidakseimbangan hormon saat periode menstruasi dan menopause. Konsumsi pula vitamin C untuk meningkatkan sistem imun, mengurangi bakteri penyebab jerawat, mengurangi peradangan, dan menjaga agar kadar hormon selalu sehat.
Waktu Terbaik Mengonsumsi Vitamin
KOMPAS.com — Ada yang mengatakan, vitamin sebaiknya dikonsumsi pada pagi atau malam hari. Ada juga yang mengatakan, sebaiknya konsumsi vitamin disertai makanan padat.
Menurut Barbara Paulsen, Pemimpin Redaksi Majalah Health, konsumsi vitamin boleh dilakukan kapan saja begitu kita ingat. Sebab, hanya sedikit perbedaan manfaat yang diperoleh jika mengonsumsi vitamin secara teratur.
Bagi mereka yang ingin mengonsumsi vitamin secara teratur, ada baiknya menyimak beberapa tip di bawah ini:
* Konsumsi vitamin bersama makanan untuk membantu proses penyerapan oleh tubuh.
* Pil zat besi berdampak keras bagi perut. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, ada baiknya mengonsumsi pil zat besi bersama makanan.
* Saat ini vitamin E kebanyakan bersalut lemak. Untuk memperoleh manfaat lebih besar, konsumsilah bersama cairan berlemak, seperti segelas susu.
* Lebih baik mengonsumsi kalsium berdosis 300 mg atau kurang dibandingkan dengan mengasup kalsium dalam jumlah besar sekaligus. Ada baiknya menambah dosis 10 persen jika mengonsumsi kalsium bersama makanan atau biji-bijian karena bisa menahan proses penyerapan oleh tubuh.
Menurut Barbara Paulsen, Pemimpin Redaksi Majalah Health, konsumsi vitamin boleh dilakukan kapan saja begitu kita ingat. Sebab, hanya sedikit perbedaan manfaat yang diperoleh jika mengonsumsi vitamin secara teratur.
Bagi mereka yang ingin mengonsumsi vitamin secara teratur, ada baiknya menyimak beberapa tip di bawah ini:
* Konsumsi vitamin bersama makanan untuk membantu proses penyerapan oleh tubuh.
* Pil zat besi berdampak keras bagi perut. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, ada baiknya mengonsumsi pil zat besi bersama makanan.
* Saat ini vitamin E kebanyakan bersalut lemak. Untuk memperoleh manfaat lebih besar, konsumsilah bersama cairan berlemak, seperti segelas susu.
* Lebih baik mengonsumsi kalsium berdosis 300 mg atau kurang dibandingkan dengan mengasup kalsium dalam jumlah besar sekaligus. Ada baiknya menambah dosis 10 persen jika mengonsumsi kalsium bersama makanan atau biji-bijian karena bisa menahan proses penyerapan oleh tubuh.
Label:
kesehatan,
Mengonsumsi,
Terbaik,
Vitamin,
Waktu
Langganan:
Postingan (Atom)